You are on page 1of 13

PERKEMBANGAN KOGNITIF

PADA REMAJA

Kelompok 3
Andi Emidwiyani Jufri (1471042024)
Nur Fadhilah Maulida Darwis (1571041008)
Andi Hadratul Ainiyu (1571041020)
Muhammad Nur Auliah Baso Rewa
(1571041044)
PANDANGAN PERKEMBANGAN
KOGNITIF
Teori Piaget Teori Vygotsky
1. Teori Piaget

Menurut Teori ini, remaja termotivasi untuk memahami dunianya


karena hal ini merupakan suatu bentuk adaptasi biologis. Remaja
secara aktif mengonstruksikan dunia kognitifnya sendiri ; dengan
demikian informasi-informasi dari lingkungan tidak hanya sekedar
dituangkan dalam pikiran mereka. Remaja menggunakan skema untuk
mengonstruksi dunianya. Skema ( schema ) adalah sebuah konsep
atau kerangka kerja mental yang diperlukan untuk mengorganisasikan
dan menginterpretasikan informasi. Secara khusus Piaget
menjelaskan tentang bagaimana anak-anak dan remaja menggunakan
skema-skema untuk mengorganisasikan dan memahami
pengalamannya sekarang. Perkembangan kognitif yang terjadi pada
remaja juga dapat dilihat dari kemampuan seorang remaja untuk
berpikir lebih logis. Remaja sudah mulai mempunyai pola berpikir
sebagai peneliti, dimana mereka mampu membuat suatu
perencanaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan. Salah satu
bagian perkembangan kognitif masa kanak-kanak yang belum
sepenuhnya ditinggalkan oleh remaja adalah kecenderungan cara
Pertumbuhan atau perkembangan kognitif terjadi melalui 3
1.proses
Organisasi merupakan istilah yang digunakan Piaget untuk
mengintegrasikan pengetahuan kedalam sistem-sistem. Dengan
kata lain, organisasi adalah sistem pengetahuan atau cara berfikir
yang disertai dengan pencitraan realitas yang semakin akurat.

2. Adaptif/adaptasi Merupakan cara anak untuk meyesuaikan skema


sebagai tanggapan atas lingkungan. Adaptasi ini dilakukan
dengan dua langkah, yaitu asimilasi dan akomodasi.
-. Asimilasi : memasukkan informasi baru kedalam pengetahuan yang
sudah ada. Dalam asimilasi, skema yang sudah ada tidak
mengalami perubahan
-. Akomodasi : menyesuaikan sebuah skema yang sudah ada tehadap
masuknya informasi baru. Dalam akomodasi terjadi perubahan
skema yang sudah ada.

3. Ekuilibrum (equilibrium) adalah suatu proses yang diidentifikasi


oleh Piaget, yang merupakan mengubah pikiran dari satu kondisi ke
kondisi lain. Perubahan ini berlangsung ketika mereka mengalami
konflik kognitif atau mengalami ketidak seimbangan (disequilibrum)
ketika remaja berusaha memahami dunianya. Pada akhirnya mereka
Tahap-tahap Perkembangan
Kognitif
Kemampuan kognitif manusia berkembang secara
bertahap Pieget membaginya dalam beberapa stadium,
stadium sensori motorik (umur 0-18 bulan), stadium pra
opersional (umur 18- 7 tahun), stadium operasional
konkrit (umur 7-11 tahun, stadium operasional formal
(mulai 11 tahun). Tahap formal operations adalah suatu
tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara
abstrak. Seorang remaja tidak lagi terbatas pada hal-hal
yang aktual, serta pengalaman yang benar-benar
terjadi. Dengan mencapai tahap operasi formal remaja
dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Seorang
remaja mampu menemukan alternatif jawaban atau
penjelasan tentang suatu hal.
Tahap Operasi berfikir
Formal
Tahap operasional formal adalah periode terakhir perkembangan
kognitif dalam teori Piaget. Tahap ini mulai dialami anak dalam
usia 11 tahun dan terus berlanjut sampai dewasa. Karakteristik
tahap ini adalah diperolehnya kemampuan 27 untuk berpikir
secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan
dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat
memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Dilihat dari
faktor biologis, tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi
berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia
dewasa secara fisiologis, kognitif, penalaran moral,
perkembangan psikoseksual, dan perkembangan sosial. Beberapa
orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangan sampai tahap
ini, sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai
seorang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap
operasional konkrit. Pada tahap ini, remaja telah memiliki
kemampuan untuk berpikir sistematis, yaitu bisa memikirkan
semua kemungkinan untuk memecahkan suatu persoalan.
Teori Vygotsky

- actual development = apakah seorang anak dapat


melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa
atau guru
- potensial development = seorang anak dapat
melakukan sesuatu, memecahkan masalah di bawah
petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan
teman sebaya.
- (self-regulasi) = perubahan yang berturut-turut
dalam berbicara dan bersikap, siswa mendiskusikan
pengertian barunya dengan temannya kemudian
mencocokkan dan mendalami kemudian
menggunakannya.
- Zone of Proximal Development (ZPD) = merupakan
dimensi sosio-kultural yang penting sebagai dimensi
psikologis. Jarak antara tingkat perkembangan actual
Tingkat Zone of Proximal
Development
a) (ZPD)
more dependence to others stage, yakni tahapan
di mana kinerja anak mendapat banyak bantuan
dari pihak lain seperti teman-teman sebayanya,
orang tua, guru, masyarakat, ahli, dan lain-lain.
Dari sinilah muncul model pembelajaran
kooperatif atau kolaboratif dalam
mengembangkan kognisi anak secara
konstruktif.
b) less dependence external assistence stage, di
mana kinerja anak tidak lagi terlalu banyak
mengharapkan bantuan dari pihak lain, tetapi
lebih kepada self assistance, lebih banyak anak
membantu dirinya sendiri.
c) Internalization and automatization stage, di
mana kinerja anak sudah lebih terinternalisasi
secara otomatis. Kasadaran akan pentingnya
pengembangan diri dapat muncul dengan
sendirinya tanpa paksaan dan arahan yang lebih
besar dari pihak lain.
d) De-automatization stage, di mana kinerjan anak
Pandangan
Pemrosesan Informasi

1. Sumber daya kognitif


sumber daya kognitif di duga berpengaruh penting
terhadap memori dan pemecahan masalah. Sebagian
besar psikolog pemrosesan informasi menyatakan
bahwa meningkatnya kapasitas ini juga meningkatkan
proses informasi . sebagai contoh , ketika kapasitas
pemrosesan anak-anak meningkat , mereka cenderung
dapat menahan beberapa dimensi dari suatu topik atau
persoalan secara simultan dalam pikirannya, sementara
anak-anak yang lebih kecil cenderung terfokus pada
satu dimensi saja.
2. Mekanisme
a) Pengkodean adalah
perubahan suatu proses dimana informasi
dimasukkan kedalam memori.
b) Otomatis merujuk pada kemampuan untuk memproses
informasi dengan hanya menggunakan sedikit atau tanpa
usaha sama sekali. Seiring dengan bertambahnya usia
dan pengalaman, proses informasi menjadi otomatis
sehingga mereka dapat mendeteksi koneksi-koneksi yang
terdapat di antara berbagai gagasan dan peristiwa yang
mungkin dapat terabaikan.
c) Strategi konstruksi adalah penemuan sebuah prosedur
baru untuk memproses informasi. Siegler menyatakan
bahwa agar dapat memecahkan sebuah persoalan,
remaja perlu melakukan pengkodean terhadap informasi
yang penting dan kemudian menemukan cara untuk
megoordinasikan informasi yang relevan dengan
pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.
d) Generalisasi, untuk memperoleh keuntugan sepenuhnya
dari konstruksi srategi yang baru ini, selanjutnya remaja
perlu menggeneralisasikannya atau menerapkannya ke
3. Atensi dan
memori
Atensi adalah berkonsentrasi dan upaya mental yang terfokus.
Atensi memiliki sifat selektif dan dapat beralih. Sedangkan
memori adalah mempertahankan informasi dalam jangka
waktu yang lama. Memori merupakan suatu hal yang penting
bagi kehidupa mental dan bagi pemrosesan informasi. Ketika
belajar, remaja melibatkan 3 sistem memori yaitu:
1) Memori jangka pendek adalah suatu sistem memori dengan
kapasitas terbatas dima informasi dipertahankan selama 30
detik. Melalui pengulanngan kita dapat mempertahankan
informasi dalam jangka pendek.
2) Memori kerja adalah mental, dimana individu dapat
memanipulasi dan mengumpulkan informasi ketika
membuat keputusan, menyelesaikan masalah dan
menguasai bahasa tertulis dan lisan. Memori kerja itu
bersifat lebih aktif dan kuat memodifikasi informasi
dibandingkan memori jangka pendek.
3) Memori jangka panjang adalah sistem memori yang relatif
permanen yang mempertahankan sejumlah besar informasi
4. Fungsi eksekutif
Fungsi eksekutif ini memegang c. Berpikir kreatif .,kemampuan
peran dalam memonitor dan untuk berpikir dengan cara-cara
mengelola penyebaran dari yang baru dan tidak biasa, serta
berbagai sumber daya kognitif menemukan solusi-solusi yang
sebagai sebuah fungsi dari unik terhadap masalah yang
tuntutan tugas. Jenis- jenis fungsi dihadapi.
eksekutif : d. Metakognisi ,kognisi
mengenai kognisi, atau
a. Pengambilan keputusan mengetahui mengenai
Masa remaja adalah masa mengetahui Metakognisi memiliki
semakin meningkatnya banyak bentuk, termasuk
pengambilan keputusan. memikirkan dan mengetahui
Remaja mengambil keputusan kapan dan dimana menggunakan
tentang masa depan, teman- berbagai strategi untuk belajar
teman mana yang dipilih. atau memecahkan masalah.
Transisi pengambilan Konseptualisasi dari metakognisi
keputusan muncul kira-kira terdiri dari dimensi fungsi
pada usia 11 hingga 12 eksekutif, seperti perencanaan
tahun dan pada usia 15 ( sebagai contoh, memutuskan
hingga 16 tahun. bagaimana menghabiskan waktu
b. Berpikir kritis, mencakup untuk focus pada tugas) dan self-
kegiatan berpikir secara regulasi (memodifikasi strategi
REFERENSI

Rita E.I.,dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik.


Yogyakarta : UNY Press
Sugihartono,dkk. 2007. Psikologi Pendidikan.
Yogyakarta :
UNY Press.
Santrock, W.John.2007. Perkembangan Remaja
edisi 11 jilid 1. Jakarta: Erlangga