Вы находитесь на странице: 1из 21

Penelitian Tindakan Kelas

(PTK)

Oleh Kelompok 1:
1. Anisma Susanti
2. Eko Wijayanto
3. Lintang Rofiatus S.
4. Puspa Armandita
5. Samanta Rumiana S.
HAKEKAT DAN PENGERTIAN
Menurut DR. Sulipan, M.Pd Penelitian tindakan kelas berasal dari istilah bahasa
Inggris Classroom Action Research, yang berarti penelitian yang dilakukan pada
sebuah kelas untuk mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu
subyek penelitian di kelas tersebut.

Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh pendidik di


dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri. Pengertian lain dari PTK yaitu penelitian
praktis di dalam kelas untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran,
meningkatkan hasil belajar, dan menemukan model pembelajaran inovatif untuk
memecahkan masalah yang dialami oleh pendidik dan peserta didik.

Menurut David Hopkins (1993), Kemmis (1982), dan Mc Taggart (1991),


penelitian tindakan kelas merupakan bentuk strategi dalam mendeteksi dan
memecahkan masalah yang dihadapi pendidik dengan tindakan nyata, yaitu
melalui prosedur penelitian yang berbentuk siklus (daur ulang).
Mills (2000) mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah
penelitian tindakan yang bersifat systemic inquiry, yaitu penelitian tindakan
kelas dilakukan oleh pendidik dan kepala sekolah atau penjabat struktural di
lingkungan perguruan tinggi, karena kepala sekolah dan pejabat struktural
mempunyai jabatan fungsional pendidik yaitu wajib membelajarkan peserta
didik.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah


penelitian yang dilakukan oleh pendidik/calon pendidik di dalam kelasnya
sendiri secara kolaboratif/partisipatif untuk memperbaiki kinerja pendidik
menyangkut kualitas proses pembelajaran, dan meningkatkan hasil belajar
peserta didik, baik dari aspek akademik maupun nonakademik, melalui
tindakan reflektif dalam bentuk siklus (daur ulang).
Latar Belakang Pentingnya PTK
Pada awalnya, sebelum menjadi PTK yaitu berupa penelitian
tindakan secara umum yang pertama kali dikembangkan oleh Kurt Lewin
(1946) yang merupakan seorang psikolog sosial. Di tempat kerjanya, dia
mengembangkan model penelitian selama beberapa tahun yang
kemudian dikenal sebagai ACTION RESEARCH.

penelitian tindakan menjadi salah satu model penelitian yang


dilakukan pada bidang pekerjaan tertentu dimana peneliti melakukan
pekerjaannya, baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun
pengelolaan sumber daya manusia.

Dalam konteks pekerjaan guru, maka penelitian tindakan yang


dilakukannya disebut Penelitian Tindakan Kelas.
Menurut Darmadi (2015), latar belakang pentingnya PTK adalah sebagai
berikut:

Dengan melaksanakan PTK memungkinkan guru secara reflektif dapat


menganalisis dan menyinteisis hal-hal yang telah dilakukan dan hal-hal
yang perlu dilakukan di kelas;
Dengan melaksanakan PTK guru dapat memperbaiki praktik-praktik
pembelajaran sehingga memperoleh mutu, prestasi dan hasil belajar yang
lebih baik;
Penelitian Tindakan Kelas dapat menjembatani kesenjangan antara teori
dan praktik pendidikan.
Ruang Lingkup PTK

Masalah belajar siswa disekolah, termasuk di dalam tema ini,


antara lain: masalah belajar di kelas, kesalahan-kesalahan
pembelajaran, miskonsepsi;
Desain dan strategi pembelajaran di kelas yang meliputi, tema ini,
antara lain: masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran,
implementasi dan inovasi dalam metode pembelajran, interaksi di
dalam kelas, partisipasi orangtua dalam proses belajar siswa;
Alat bantu, media dan sumber belajar, termasuk dalam tema ini,
antara lain: masalah penggunaan media perpustakaan, dan
sumber belajar di dalam atau luar kelas, peningkatan hubungan
antara sekolah dan masyarakat;
Sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran
(termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah evaluasi awal dan
hasil pembelajran dan pengembangan instrumen asesmen
berbasis kompetensi).
Karakteristik PTK

PTK mempunyai karakteristik yang berbeda dibanding dengan jenis


penelitian lainnya. Beberapa karakteristik PTK adalah sebagai berikut:
Permasalahan yang akan dipecahkan harus berasal dari masalah praktis
pembelajaran yang dihadapi oleh pendidik serta harus bersifat
kontekstual, spesifik, fleksibel, inkuiri refleksi, siklus, dan torlokalisasi;
Tujuan utamanya adalah berfokus pada perbaikan kinerja pendidik
melalui perbaikan kualitas pembelajaran, inovasi pembelajaran,
perbaikan hasil belajar baik dari aspek akademik maupun nonakademik,
dan peningkatan mutu pendidikan pada lembaga pendidikan;
Problem solving oriented yaitu beorientasi pada pemecahan masalah
yang dihadapi pendidik dalam proses pembelajaran di kelas;
lingkup penelitian bersifat mikro, dilakukan unutk satu kelas, dan tidak
mengganggu proses pembelajaran, dimana pendidik tetap menjalankan
tugas pembelajaran secara rutin;
PTK merupakan penelitian kolaboratif, kooperatif, dan partisipatoris dalam
merancang penelitian yang dilanjutkan dengan merencanakan tindakan,
pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang dilakukan bersama tim
kolaborasi;
PTK bersifat fleksibel dan adaptif, sehingga pelaksanaannya bersifat on
the spot experimentation, spirit of innovation, serta berbasis
siklus/berulang;
Continous quality improvement-oriented yaitu berorientasi pada
perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran secara terus-menerus
atau dilakukan setiap semester, bukan sesekali;
Vatiabel-variabel atau faktor-faktor yang dikaji sesuai dengan
permasalahan dan cara pemecahan yang tercermin dalam judul
penelitian;
Secara ilmiah kurang ketat, karena kesahihan internal dan elsternalnya
lemah meskipun diupayakan secara sistematis serta prosedural;
Penelitian tindakan kelas dilakukan secara evaluatif dan reflektif dengan
berfokus pada pemahaman atas permasalahan yang dihadapi oleh
pendidik dan/atau peneliti.
Prinsip PTK
Tugas utama pendidik adalah membelajarkan peserta didik, sehingga dalam
melakukan PTK tidak mengganggu proses pembelajaran di kelas;
Dalam PTK tidak dijumpai terminologi populasi dan sampel serta variabel,
namun diasumsikan sebagai konsep seperti motivasi dan/atau proposisi,
yaitu gabungan dari beberapa konsep seperti motivasi belajar;
Metodologi penelitian yang digunakan harus andal untuk memungkinkan
pendidik dapat mengembangkan pembelajaran yang diterapkan di kelas
tertentu, dan dapat dilakukan dengan prinsip SMART;
Masalah penelitian yang diambil harus dapat dipecahkan oleh pendidik,
tidak terlalu kompleks, dan sesuai dengan kebutuhan pendidik;
Kegiatan meneliti merupakan bagian dari pembelajaran, serta harus
diselenggarakan dengan tetap bersandar pada alur dan kaidah pendidik;
Analisis data PTK dengan statistik deskriptif, tidak harus dengan statistik
inferensial;
Upaya empiris dan sistematis dengan melakukan SWOT analysis yang
terdiri dari dua analisis yaitu analisis lingkungan internal dan eksternal;
Menggunakan tindakan perspektif kelas;
Judul penelitian dapat bersifat terbatas dan luas;
Teknik pengambilan nilai standar kompetensi (SK) berasal dari rata-rata
nilai KD, begitu juga niali KD berasal dari rata-rata nilai indikator;
PTK bukan remedial teaching, sehingga RPP setiap pertemuan/siklus
berbeda,sementara yang sama adalah SK, pendekatan, dan model
pembelajaran;
Banyaknya siklus tergantung pada keterdapaian indikator keberhasilan
penelitian;
Pengelolaan berdasarkan kemitraan yang sehat, sehingga kedua belah
pihak dapat memetik manfaat secara timbal-balik;
Khusus mahasiswa FKIP dan/atau PGSD yang belum mengajar,
disyaratkan lulus praktek pengalaman lapangan (PPL), dan wajib
melaksanakan tes awal/refleksi awal.
Tujuan dan Manfaat PTK

Secara umum tujuan dilaksanakannya kegiatan PTK adalah untuk


memperbaiki atau meningkatkan kinerja kinerja professional guru.
Tujuan khusus PTK dapat dirinci sebagai berikut :
a. Memperbaiki dan meningkatkan layanan profesional guru dalam
menangani proses pembelajaran;
b. Mengembangkan keterampilan guru yang bertolak dari kebutuhan
menanggulangi masalah pembelajaran di kelas;
c. Membina tumbuhnya budaya meneliti oleh guru;
d. Membina pemberdayaan professional guru(empowered) Seorang
supervisor dituntut untuk mengenal dan memahami masalah-
masalah pengajaran.
Manfaat PTK
Tahukah anda apa manfaat dari PTK? PTK banyak sekali manfaatnya.
Manfaat PTK dapat dirasakan oleh berbagai pihak dalam pendidikan.
Pihak tersebut antara lain: siswa, guru, sekolah, calon guru, dan orang
tua.
Manfaat PTK bagi siswa Manfaat PTK bagi Calon Guru
Meningkatkan hasil belajar siswa. Meningkatkan pengetahuan dari calon guru tentang PTK.
Membuat siswa menjadi berkualitas. Membantu menyiapkan diri sebagai calon guru yang
berkualitas.

Manfaat PTK bagi Guru


Membantu guru memperbaiki mutu Manfat PTK bagi Sekolah
Meningkatkan mutu sekolah secara keseluruhan.
pendidikan.
Meningkatkan kualitas pembelajaran kelas.
Meningkatkan profesionalisme guru.
Meningkatkan rasa percaya diri guru.
Memungkinkan guru secara aktif Manfaat PTK bagi Orang Tua
Mengetahui perkembangan dari anak yang dikenakan
mengembangkan pengetahuan dan
PTK.
keterampilannya
Menjadikan orang tua siswa yakin tentang peningkatan
prestasi anaknya.
GURU SEBAGAI PENELITI DALAM
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Mengapa Guru Harus Meneliti


Disamping membahas mengapa guru harus meneliti, kegiatan belajar ini juga
mengelaborasi makna penelitian tindakan kelas bagi mereka yang akan
meningkatkan kualitas professional judgement, mampu menanamkan rasa
percaya diri dan kemandirian pada guru.
PTK akan mengubah cerita professional guru, karena akan membebaskan guru
dari posisi pengolah di dalam pabrik menjadi otonom di dalam kelas, dan guru
dalam peranannya sebagai peneliti akan bersifat membebaskan atau liberating
atau emancipating, yang berarti meningkatkan kepada kesetaraan (dengan
kepala sekolah), pengawas, orang tua peserta didik, kurikulum, buku teks dan
lain-lain serta mengembalikan rasa percaya diri dan selanjutnya harga diri.
Ada beberapa argumentasi atau alasan mengapa setiap guru harus memiliki
kemampuan untuk melakukan penelitian tindakan kelas (Classroom Action
Research), diantaranya adalah:

Kemampuan guru melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan baik, dapat
mengubah citra guru ke arah lebih berkualitas dan meningkatkan profesional guru.

Penelitian tindakan kelas (PTK) dapat mengembalikan rasa percaya diri (self
confidence) guru, sehingga mampu mengemban tugas-tugas profesionalitas guru

Penelitian tindakan kelas (PTK) dapat menumbuhkan semangat membebaskan


(liberating) dan menyetarakan (emancipating) dalam konteks profesi guru.

Penelitian tindakan kelas (PTK) dapat memberikan masukan (input) bagi guru
dalam hal: (a) pengembangan kurikulum di kelas berbasis kompetensi siswa; (b)
memecahkan problema praktis pembelajaran di kelas; (c) upaya guru dalam
melakukan inovasi pembelajaran di kelas; dan (d) membangun iklim pembelajaran
di kelas yang interaktif (antar siswa, siswa dengan guru dan guru dengan guru)
B. PTK Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Dari era otonomi daerah, penelitian tindakan kelas yang bersifat lokal dan
kondisinya akan berfungsi sebagai penyeimbang antara birolratisasi pendidikan
yang cenderung berpusat kepada kepentingan-kepentingan yang berbasis ruang
kelas, yang berarti juga kepentingan lokal.
Contoh-contoh penelitian tindakan yang telah dilakukan oleh guru akan
memberikan kesan bagaimana hasil PTK itu dilakukan dan apa hasilnya bagi guru
dan siswa.
Bahwa Penelitian Tindakan Kelas dapat mengembalikan rasa percaya diri atau self
estem, atau self respect guru, berikut ini adalah bentuk-bentuk pemahaman
atau social support yang disajikan dalam formulasi atau proposisi hipotetik
terhadap menurunnya citra dan kemampuan guru di kelas sebagai bahan refleksi
diri. Semakin menurun identitas pribadi guru sebagai bahan yang tidak
terpisahkan dari peranan profesionalnya di kelas, semakin besar kemampuannya
untuk mentolerir rasa kehilangan harga diri yang cenderung bersamaan dengan
memonitor diri.
C. Pegangan Guru Sebagai Peneliti
Kemampuan guru untuk meneliti akan meningkatkan kinerja dalam
profesinya sebagai pendidik. Namun sejauh mana guru berbuat untuk
memajukan dirinya berarti menyumbang kepada tugas-tugas dalam
lingkup kemajuan sekolah.
PTK DALAM KONTEKS RASA PERCAYA DIRI
(SELF CONFIDENCE) DAN HARGA DIRI (SELF
ESTEEM) GURU

A. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Dan Harga Diri Guru Melalui PTK
Penelitian tindakan kelas adalah suatu gerakan sosial untuk perbaikan dan peningkatan
kualifikasi guru, agar guru merasa percaya diri dalam menjalankan profesinya dan dengan
demikian mendapatkan kembali harga dirinya.
Penelitian tindakan kelas dapat mengembalikan rasa percaya diri atau self
confidence guru dan dengan demikian mengembalikan harga diri atau self esteem atau self
respect guru.
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan membebaskan (liberating) dan
menyetarakan (emancipating) dalam konteks profesi guru adalah karena dengan kesadaran
akan kekurangannya ia berusaha memperbaikinya, maka kembalinya rasa percaya diri dan
harga diri, akan memberikan rasa pembebasan guru dari ketergantungan kepada berbagai
pihak dan kesetaraan dengan sesama profesi lain.
B. Esensi Pencapaian Kebenaran Dalam PTK
Kebenaran menurut Ford dalam Lincoln dan Guba (1985 : 14)
mempunyai makna yang berbeda-beda, antara lain :
1. Kebenaran empirik, yaitu apabila konsisten dengan alam, dalam bentuk
menerima atau menolak hipotesis atau prediksi
2. Kebenaran logis, yaitu apabila hipotesis atau prediksi-prediksi terdahulu
konsisten atau sesuai secara logis dengan hipotesis atau prediksi
terdahulu yang sudah dunyatakan benar
3. Kebenaran etik, yaitu apabila penelitian melakukannya sesuai dengan
standar perilaku professional dan moral.
4. Kebenaran metafisik, yaitu klaim yang tidak dapat diuji dengan norma-
norma eksternal, seperti korespondensi dengan alam, atau secara deduktif
logis, atau diukur dari standar perilaku professional dan moral,
melainkan diterima seperti apa adanya karena berlandaskan entitas
fundamental yang menjadi dasar keyakinan.
C. Pedoman Etika Bagi Guru Yang Meneliti

Kebebasan guru dalam meneliti bukan berarti tidak ada batasannya.


Mereka bekerja dan hidup dalam lembaga sosial yang memiliki norma-
norma atau kaidah-kaidah yang harus diikuti. Kegagalan dalam
menemui aturan-aturan sosial ini, tidak hanya akan menggagalkan
upaya-upaya perbaikan, akan tetapi juga akan menghapus apa yang
sudah ada. Karenanya ada baiknya memperhatikan seperangkat
pedoman yang harus ditaati sebelum, selama dan sesudah penelitian
dilakukan.
D. Etika Dalam Riset Tindakan
Seperti setiap profesi mempunyai kode etiknya sendiri, demikian pula
dengan peneliti PTK mempunyai nilai etika yang perlu diperhatikan,
diantaranya perlunya :
1. Informed Consent, yaitu izin tertulis dari subjek yang akan diteliti atau
tempat yang akan kita gunakan penelitian dan izin itu diberikan kepada
peneliti
2. Kejujuran Peneliti, etika yang terpenting bagi peneliti adalah etika
kejujuran dalam melakukan peneliti. Kejujuran dapat diwujudkan dalam
beberapa hal seperti :
Jujur pada subjek
Jujur dengan data
Jujur dalam analisis
Membuat laporan
Ataupun dalam referensi.
TERIMA KASIH