You are on page 1of 44

AKUISISI & PROCESSING DATA SEISMIK 2D

MENGGUNAKAN SOFTWARE TESSERAL PRO DAN


PROMAX
,ASLAM ,IKAWATI BASRI, NURASYRIYANTI BAGENDA

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 1


OUTLINE

Pendahuluan
Akuisisi data Seismik
Processing data Seismik
Hasil & Pembahasan
Keisimpulan

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 2


OUTLINE

Pendahuluan
Akuisisi data Seismik
Prosesing data Seismik
Hasil & Pembahasan
Keisimpulan

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 3


PENDAHULUAN

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 4


TUJUAN

1. Mengetahui akuisisi data seismik menggunakan software Tesseral Pro.


2. Mengetahui processing data seismik refleksi menggunakan software Promax.
3. Menghasilkan penampang data seismik yang sesuai dengan model geologi yang dibuat.

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 5


WAKTU DAN TEMPAT

Waktu Pelaksanaan
Kerja Praktek ini dilaksanakan dari bulam februari-maret 2017.
Tempat Pelaksanaan
Kerja Praktek ini bertempat di Laboratoorium Geofisika Padat Universitas Hasanuddin.

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 6


KONSEP DASAR SEISMIK REFLEKSI

Gelombang Elastik

1 Gelombang Body

Gelombang P & S

2 Gelombang Permukaan

Gelombang Love &


Reyleigh

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 7


GELOMBANG P & S

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 8


GELOMBANG LOVE & REYLEIGH

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 9


KONSEP DASAR SEISMIK
Hukum Snellius menunjukkan Gelombang yang menjalar dari setiap titik pada muka
hubungan antara sudut refleksi dan satu titik ke titik yang lain akan gelombang merupakan sumber
sudut refraksi muka gelombang pada memilih lintasan dengan waktu gelombang baru yang menjalar
batas antar medium yang memiliki tempuh tercepat dalam bentuk bola (spherical)
perbedaan kecepatan gelombang

Hukum Snellius Prinsip Fermat Prinsip Huygens


PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 10
OUTLINE

Pendahuluan
Akuisisi data Seismik
Prosesing data Seismik
Hasil & Pembahasan
Keisimpulan

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 11


AKUISISI DATA SEISMIK

Akuisisi data seismik adalah tahapan survey guna mendapatkan data seismik berkualitas baik di lapangan.

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 12


PARAMETER AKUISISI DATA

Terdapat 15 parameter utama lapangan yang akan mempengaruhi kualitas data, yang juga
perlu dipertimbangkan secara teknis dan ekonomis, yaitu:

Offset terjauh (Far Offset)


Offset terdekat (Near Offset) Tapis potong rendah (Low cut filter)
frekuensi Geophone
Group Interval Panjang perekeman (Record length)

Ukuran sumber seismik (Charge size) Rangkaian geophone (Group Geophone)


Larikan bentang geophone (Geophone array)
Kedalaman sumber (Charge depth) Panjang lintasan
Arah lintasan
Kelipatan liputan (Fold coverage)
Spasi Antar Lintasan
Laju pencuplikan (Sampling rate)

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 13


GEOMETRI LAYOUT DAN STACKING CHART

Bentangan dari geometri lay out dapat dipandang dalam 4 aspek yaitu:
Berdasarkan konfigurasi bentangan kabel
Arah gerak perekaman
Posisi relatif penerima terhadap titik tembak
Berdasarkan raypath

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 14


KONFIGURASI BENTANGAN KABEL

Dalam perekaman data seismik ada beberapa macam bentangan diantaranya adalah:
OFF END SPREAD
Pada jenis ini posisi titik tembak atau shot point (SP) berada pada salah satu ujung (kiri
dan kanan) dari bentangan.Pada bentangan ini SP ditempatkan ditengan antara dua
bentagan .
SPLIT SPREAD
Bila jumlah trace sebelah kiri dan kanan sama, maka disebut Symitrical Split Spread. Bila
tidak sama disebut Asymitrical Split Spread.
ALTERNATING SPREAD
Pada model ini shot point berada pada kedua ujung bentangan dan penembakan
dilakukan secara bergantian untuk setiap perubahan coverage
PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 15
GEOMETRI RAYPATH
Berdasarkan raypath (sinar gelombang) geometri penembakan dapat dibagi dalam 4 jenis
yaitu:
Common Source Point (CSP)
Yaitu sinyal direkam oleh setiap trece yang dating dari satu titik tembak yang sama.
Common Depth Point (CDP)
Yaitu sinyal yang dipantulkan dari satu titik reflector direkam oleh sekelompok receiver
yang berbeda.
Common Receiver Point (CRP)
Yaitu satu trace merekam sinyal-sinyal dari setiap titik tembak yang ada.
Common Offset (CO)
Yaitu sinyal setiap titik reflector masing-masing derekam oleh satu trace dengan offset
yang sama.
PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 16
GEOMETRI RAYPATH

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 17


PEMODELAN FINITE DIFFERENCE (FD)

a. Ekspansi Deret Taylor


Deret Taylordalammatematikaadalah representasifungsi matematikasebagaijumlahan
tak hinggadari suku-suku yang nilainya dihitung dariturunanfungsi tersebut di suatu
titik. Deret ini dapat dianggap sebagailimitpolinomial Taylor.


Fungsi dapat diexpansi dengan Deret Taylor sebagai berikut.
(1)

Pemecahan masalah untuk sebagai berikut.:


(2)
merepresentasikan , sehingga
(3)
persamaan (3) merepsentasikan Forward
Pada
Difference.

ilustrasi dari Forward Difference.


Fungsi dapat diexpansi dengan Deret Taylor sebagai berikut.

(4)

Pemecahan masalah untuk sebagai berikut.


(5)

merepresentasikan , sehingga

(6)
Pada persamaan (5) merepsentasikan Backward Difference. Berikut ilustrasi dari
Backward Difference.
Pers (1) dan (4) dijumlahkan, maka

(7)

Pemecahan masalah untuk sebagai berikut.



(8)

Pemecahan masalah untuk sebagai berikut.

(9)
Pada persamaan (8) merepsentasikan Centre Difference. Berikut ilustrasi dari Centre
Difference.
b. Persamaan Finite Difference

Persamaan gelombang sebagai berikut.


(12)
Apabila persamaan (12) diuraikan pada ruas kanan, maka.

] (13)
Apabila persamaan (12) diuraikan pada ruas tengah, maka.

(14)
Ket:
A
B (A)Gelombong Langsung
(B)Gelombang P refleksi lapisan
C
1
(C)Gelombang P refleksi lapisan
2

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 25


MODEL AKUISISI DATA LAPANGAN

Posisi Source kecepatan


Posisi Receiver

Model geologi bawah


PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS permukaan bumi 4/3/17 26
MODEL AKUISISI DATA LAPANGAN

Panjang Lintasan: 5000 m


Posisi
Source Posisi kecepatan Near offset : 12.5 m
Receiver Spasi antar geophone : 25 m
Spasi tiap penembakan : 50 m
Jumlah source: 100
V1 : 2500 ft/s
V2 : 3000 ft/s
V3 : 3500 ft/s
Model geologi bawah
V4 : 3000 ft/s
permukaan bumi

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 27


Shoot 1 Shoot 2

Shoot 3 Shoot 4
PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 28
OUTLINE

Pendahuluan
Akuisisi data Seismik
Processing data Seismik
Hasil & Pembahasan
Keisimpulan

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 29


PROSES PROCESSING DATA SEISMIK

Input data segy


Geometry Assigment
Koreksi static
Preprocessing
FK Filter
Analisis kecepatan
Koreksi NMO
Migrasi

Processing data seismic dilakukan dengan


PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS menggunakan software OS Linux Centos 4/3/17 30
INPUT DATA SEGY

Pada flow ini dilakukan pembacaan


raw data seismik, sesuai dengan
standar atau parameter yang
ditentukan oleh media penyimpan
(tape) data seismik tersebut.

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 31


GEOMETRY ASSIGMENT
Pada flow ini dilakukan
pendefinisian geometri dari data
yang telah di-loading, sesuai
dengan geometri penembakan
pada saat pengambilan data di
lapangan. Informasi mengenai
geometri akan menjadi suatu
identitas (header) dari trace
seismik yang terekam,dan akan
menjadi suatu atribut yang
sangat vital dalam pengolahan
data seismik tersebut
selanjutnya.

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 32


PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 33
KOREKSI STATIK

Pada flow ini dilakukan perhitungan koreksi


statik berdasarkan metode refraksi statik. Ada
dua perintah atau subflow yang biasa
digunakan untuk melakukan koreksi statik
refraksi ini, yaitu Refraction Statics Calculation
dan Refraction Statics. Kedua subflow tersebut
pada prinsipnya menjalankan algoritma yang
sama, namun dengan cara yang berbeda.
Refraction Statics Calculation melakukan
perhitungan koreksi statik dengan
perhitungan otomatis, dimana user tidak
perlu melakukan first break picking dan
sebagainya secara manual.
Sedangkan Refraction Statics, menghitung
masukan-masukan yang diperlukan seperti first
break picks, pendefinisian lapisan refraktor, dan
sebagainya, secara manual.

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 34


PREPOCESSING

Dalam flow ini akan diaplikasikan


trace editing, dekonvolusi, koreksi
statik, hingga pada akhirnya
dihasilkan suatu penampang postack
untuk pertama kalinya.

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 35


FK FILTER

FK filter merupakan filter yang mengkoheren linier pada persamaan gelombang dengan
domain ruang-waktu (t-z), ditransformasikan ke dalam domain frekuensi- bilangan
gelombang akibat kehadiran lintasan miring (dip).

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 36


ANALISIS KECEPATAN

Analisis kecepatan data seismik


ditujukan untuk melakukan
konversi kedalaman dan migrasi
dari data seismik dalam domain
waktu.

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 37


KOREKSI NMO & STACKING

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 38


KOREKSI NMO & STACKING

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 39


MIGRASI

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 40


OUTLINE

Pendahuluan
Akuisisi data Seismik
Prosesing data Seismik
Hasil & Pembahasan
Kesimpulan

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 41


HASIL & PEMBAHASAN

Model geologi lapangan Hasil migrasi finite difference

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 42


OUTLINE

Pendahuluan
Akuisisi data Seismik
Prosesing data Seismik
Hasil & Pembahasan
Kesimpulan

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 43


KESIMPULAN

Akuisisi data seismik untuk menghasilkan data seismik sintetik dapat dilakukan menggunakan
software Tesseral Pro dengan memperhatikan parameter-parameter akuisisi seismik lapangan
untuk menghasilkan data seismik untuk digunakan pada tahap processing dengan tujuan
menghasilkan gambaran bawah permukaan bumi
Tahap processing data seismik merupakan tahap untuk mengubah data seismic lapangan untuk
merepresentasikan gambaran bawah prmukaan bumi. Software promax merupakan salah satu
software yang cukup baik digunakan untuk processing data seismik. Terdapat beberapa tahapan
yang dilakukan sehingga menghasilkan penampang yang menggambarkan model geologi yang
telah dibuat.
Penampang yang dihasilkan pada proses processing data seismic menggunakan software
Promax sesuai dengan model geologi yang telah dibuat pada tahap akuisisi data menggunakan
software Tesseral Pro, yaitu terdapat empat lapisan dengan satu patahan pada jarak +/-1837.5
m - 3087.5 m

PROGRAM STUDI GEOFISIKA UNHAS 4/3/17 44