You are on page 1of 22

RADIKULOPATI

Definisi

Radikulopati adalah suatu keadaan


yang berhubungan dengan gangguan
fungsi dan struktur radiks akibat
proses patologis yang dapat mengenai
satu atau lebih radiks saraf dengan
pola gangguan bersifat dermatomal.
Etiologi

Terdapat tiga faktor utama penyebab


terjadinya radikulopati, yaitu
proses kompresif,
proses inflamasi
proses degeneratif sesuai dengan
struktur dan lokasi terjadinya proses
patologis.
Proses kompresif

Kelainan-kelainan yang bersifat kompresif sehingga


mengakibatkan radikulopati adalah seperti : hernia
nucleus pulposus (HNP) atau herniasi diskus, tumor
medulla spinalis, neoplasma tulang, spondilolisis
dan spondilolithesis, stenosis spinal, traumatic
dislokasi, kompresif fraktur, scoliosis dan spondilitis
tuberkulosa, cervical spondilosis
Proses inflammatori

Kelainan-kelainan inflamatori sehingga


mengakibatkan radikulopati adalah
seperti : Gullain-Barre Syndrome dan
Herpes Zoster
Proses degeneratif
Kelainan-kelainan yang bersifat
degeneratif sehingga mengakibatkan
radikulopati adalah seperti Diabetes
Mellitus
Tipe-tipe Radikulopati

Radikulopati Lumbar Radikulopati Servikal Radikulopati Torakal

Radikulopati lumbar Radikulopati servikal Radikulopati torakal


merupakan bentuk umumnya dikenal merupakan bentuk
radikulopati pada dengan saraf yang relatif jarang
daerah lumbar yang terjepit dari kompresi saraf
disebabkan oleh merupakan pada punggung
iritasi atau kompresi pada satu tengah. Daerah ini
kompresi dari atau lebih radiks strukturnya tidak
radiks saraf saraf pada leher. banyak
lumbal. Gejala pada membengkok
Radikulopati lumbar radikulopati servikal seperti pada daerah
sering juga disebut seringnya lumbar atau servikal
siatika. Pada disebabkan oleh Oleh karena itu,
radikulopati lumbar, spondilosis area toraks lebih
keluhan nyeri servikal. jarang
punggung bawah menyebabkan sakit
(low back pain) pada spinal. Namun,
sering didapatkan. kasus yang sering
ditemukan pada
bagian ini adalah
nyeri pada infeksi
herpes zoster.
Manifestasi Klinik Radikulopati

Secara umum, manifestasi klinis radikulopati adalah sebagai


berikut :

Rasa nyeri berupa nyeri tajam yang menjalar dari daerah


parasentral dekat vertebra hingga kearah ekstremitas. Rasa nyeri
ini mengikuti pola dermatomal. Nyeri bersifat tajam dan
diperhebat oleh gerakan, batuk, mengedan, atau bersin.
Paresthesia yang mengikuti pola dermatomal.
Hilang atau berkurangnya sensorik (hipesthesia) di permukaan
kulit sepanjang distribusi dermatom radiks yang bersangkutan.
Kelemahan otot-otot yang dipersarafi radiks yang bersangkutan.
Refleks tendon pada daerah yang dipersarafi radiks yang
bersangkutan menurun atau bahkan menghilang
Manifestasi Klinis Radikulopati pada
Daerah Servikal

Lesi pada C5 ditandai dengan nyeri pada bahu dan daerah trapezius,
berkurangnya sensorik sesuai dengan pola dermatomal, kelemahan dan atrofi otot
deltoid. Lesi ini dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan abduksi
dan eksorotasi lengan.

Lesi pada C6 ditandai dengan nyeri pada trapezius, ujung bahu, dan menjalar
hingga lengan atas anterior, lengan bawah bagian radial, jari ke-1 dan bagian
lateral jari ke-2. Lesi ini mengakibatkan paresthesia ibu jari, menurunnya
refleks biseps, disertai kelemahan dan atrofi otot biseps.

Lesi pada C7 ditandai dengan nyeri bahu, area pektoralis dan medial aksila,
posterolateral lengan atas, siku, dorsal lengan bawah, jari ke-2 dan ke-3, atau
seluruh jari. Lesi ini dapat mengakibatkan paresthesia jari ke-2, ke-3, dan juga jari
pertama, atrofi dan kelemahan otot triseps, ekstensor tangan, dan otot pektoralis.

Lesi pada C8 ditandai dengan nyeri sepanjang bagian medial lengan bawah. Lesi
ini akan mengganggu fungsi otot-otot intrinsik tangan dan sensasi jari
ke-4 dan 5 (seperti pada gangguan nervus ulnaris).
Manifestasi Klinis Radikulopati pada
Daerah Lumbal

Rasa nyeri pada daerah sakroiliaka yang menjalar hingga ke bokong,


paha, betis, dan kaki. Nyeri dapat ditimbulkan dengan Valsava
Maneuvers (seperti : batuk, bersin, atau mengedan saat defekasi).
Pada rupture diskus intervertebra, nyeri dirasakan lebih berat bila
penderita sedang duduk atau akan berdiri. Ketika duduk, penderita
akan menjaga lututnya dalam keadaan fleksi dan menumpukan berat
badannya pada bokong yang berlawanan. Ketika akan berdiri, penderita
menopang dirinya pada sisi yang sehat, meletakkan tangannya di
punggung, menekuk tungkai yang terkena (Minors Sign).
Gangguan postur atau kurvatura vertebra. Pasien membungkuk ke
depan, berjalan dengan langkah kecil dan semifleksi sendi lutut, disebut
Neris Sign.
Ketika pasien berdiri, dapat ditemukan gluteal fold yang menggantung
dan tampak lipatan kulit tambahan karena otot gluteus yang lemah.
Dapat ditemukan nyeri tekan pada sciatic notch dan sepanjang nervus
iskiadikus.
Common Root Syndromes of Intervertebral Disc Disease

Disc L3-4 L4-5 L5-S1 C4-5 C6-7 C7-T1


space
Root L4 L5 S1 C5 C7 C8
affected
Muscles Quadriceps Peroneals, Gluteus Deltoid, Triceps, Intrinsic
affected anterior maximus, biceps wrist hand
tibial, gastrocnemiu exrensors muscles
extensor s, plantar
hallucis flexor of toes
longus

Area of Anterior Great toe, Lateral foot, Shoulder, Thumb, Index,


pain and thigh, medial dorsum of small toe anterior middle fourth
sensory shin foot arm, radial fingers fifth
loss forearm finger

Reflex Knee jerk Posterior Ankle jerk Biceps Triceps Triceps


affected tibial
Straight Many not Aggravates Aggravates - - -
leg increase root pain root pain
raising pain
Pemeriksaan Fisik Radikulopati
Servikal

Pada pemeriksaan radikulopati servikal, antara lain akan didapatkan :


Terbatasnya range of motion leher.

Nyeri akan bertambah berat dengan pergerakan (terutama hiperekstensi).

Tes Lhermitte (Foramina Compression Test). Tes ini dilakukan dengan


menekan kepala pada posisi leher tegak lurus atau miring. Peningkatan
dan radiasi nyeri ke lengan setelah melakukan tes ini mengindikasikan
adanya penyempitan foramen intervertebralis servikal, sehingga berkas
serabut sensorik di foramen intervertebra yang diduga terjepit, secara
faktual dapat dibuktikan.

Tes Distraksi.Tes ini dilakukan ketika pasien sedang merasakan nyeri


radikuler. Pembuktian terhadap adanya penjepitan dapat diberikan dengan
tindakan yang mengurangi penjepitan itu, yakni dengan mengangkat
kepala pasien sejenak.
Lhermittes Test

Distraction Test
Pemeriksaan Fisik Radikulopati Lumbar

Tes Lasegue (Straight Leg


Modifikasi/Variasi Tes
Raising Test)
Lasegue (Bragards Sign,
Pada keadaan normal, kita
dapat mencapai sudut 70 Sicards Sign, dan
derajat atau lebih Spurlings Sign)
sebelum timbul rasa sakit Merupakan modifikasi dari
dan tahanan. tes Lasegue yang mana
Bila sudah timbul rasa dilakukan tes Lasuge disertai
sakit dan tahanan di
sepanjang nervus
dengan dorsofleksi kaki
iskiadikus sebelum (Bragards Sign) atau dengan
tungkai mencapai sudut dorsofleksi ibu jari kaki
70 derajat, maka disebut (Sicards Sign).. Gabungan
tanda Lasegue positif Bragards sign dan Sicards
(pada radikulopati
sign disebut Spurlings sign.
lumbal).
Tes Lasegue Silang atau OConell Test

Tes ini sama dengan tes Lasegue, tetapi yang diangkat tungkai yang sehat.
Tes positif bila timbul nyeri radikuler pada tungkai yang sakit
(biasanya perlu sudut yang lebih besar untuk menimbulkan nyeri
radikuler dari tungkai yang sakit).

Nerve Pressure Sign

Pemeriksaan dilakukan dengan cara :


Lakukan seperti pada tes Lasegue (sampai pasien merasakan adanya nyeri)
kemudian lutut difleksikan hingga membentuk sudut 20 derajat.
Lalu, fleksikan sendi panggul/coxae dan tekan nervus tibialis pada fossa
poplitea hingga pasien mengeluh adanya nyeri.
Tes ini positif bila terdapat nyeri tajam pada daerah lumbal, bokong
sesisi, atau sepanjang nervus iskiadikus.
Pemeriksaan penunjang
Rontgen

Tujuan utama foto polos Roentgen


adalah untuk mendeteksi adanya
kelainan struktural.
MRI/CT Scan

MRI merupakan pemeriksaan penunjang yang utama untuk


mendeteksi kelainan diskus intervertebra. MRI selain dapat
mengidentifikasi kompresi medula spinalis dan radiks saraf,
juga dapat digunakan untuk mengetahui beratnya
perubahan degeneratif pada diskus intervertebra.
Myelografi
Penatalaksanaan Radikulopati

Farmakoterapi
Akut : asetaminofen, NSAID, muscle relaxant, opioid (nyeri
berat), injeksi epidural.
Kronik : antidepresan trisiklik (amitriptilin), opioid (kalau
sangat diperlukan).
Terapi nonfarmakologik
Akut : imobilisasi (lamanya tergantung kasus), pengaturan
berat badan, posisi tubuh dan aktivitas, modalitas termal
(terapi panas dan dingin), masase, traksi (tergantung
kasus), alat bantu (antara lain korset, tongkat).
Kronik : terapi psikologik, modulasi nyeri (akupunktur,
modalitas termal), latihan kondisi otot, rehabilitasi
vokasional, pengaturan berat badan, posisi tubuh dan
aktivitas.
Invasif nonbedah
Blok saraf dengan anestetik lokal.
Injeksi steroid (metilprednisolon) pada epidural untuk
mengurangi pembengkakan edematous sehingga menurunkan
kompresi pada radiks saraf.
Bedah
Indikasi operasi :
Skiatika dengan terapi konservatif selama lebih dari 4 minggu :
nyeri berat / intractable / menetap / progresif.
Defisit neurologik memburuk.
Sindroma kauda.
Stenosis kanal : setelah terapi konservatif tidak berhasil.
Terbukti adanya kompresi radiks berdasarkan pemeriksaan
neurofisiologik dan radiologik.