You are on page 1of 9

Kebutuhan Nutrisi pada Kelinci

KELOMPOK 7
AGIS GINANJAR
ADINDYA NOVITA
ALISA YANUARI
CAHYO EDI UTOMO
RULY FATURRAHMAN
ULFAH NURGIANTI
WIENDY ANDRIANI
Kebutuhan Nutrisi Pakan Kelinci

Pemenuhan pakan kelinci dihitung berdasarkan konsumsi bahan


kering.
Kebutuhan bahan kering menurut NRC (1977) yaitu untuk hidup
pokok 3-4% dari bobot badan dan untuk pertumbuhan normal 5-8%
dari bobot badan.
Besar kebutuhan nutrisi lemak pada ransum kelinci sebesar 1-3%,
dengan lebih detailnya 1% untuk keseharian kelinci dan 3% untuk
kelinci hamil dan menyusui dan dalam masa pertumbuhan.
Energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kelinci 2500-2900
kkal (Aak, 1980).
Biasanya, pada peternakan kelinci intensif, hijauan diberikan
sebanyak 60-80%, sedangkan konsentrat sebanyak 20-40% dari
total jumlah pakan yang diberikan (Priyatna, 2011).
Nilai jumlah kandungan nutrisi yang dibutuhkan
oleh indukan bunting atau menyusui yaitu untuk
protein diperlukan sekitar 16 20 %, Lemak 3 5.5
%, Serat Kasar 14 20 %, Bahan Ekstrak tanpa
Nitrogen 44 50 %, dan mineral 4.5 6.5 %.
Sedangkan nilai jumlah kebutuhan nutrisi untuk
kelinci indukan kering atau dara atau jantan itu
hampir setengahnya dari nilai jumlah kebutuhan
nutrisi untuk kelinci indukan bunting atau
menyusui. (Irfan,2014)
Pakan pada Kelinci

Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam


menunjang pertumbuhan kelinci.
Kelinci termasuk jenis ternak pseudoruminansia.
Fermentasi hanya terjadi di caecum,yang kurang
lebih merupakan 50% dari seluruh kapasitas saluran
perncernaannya
Pakan kelinci terdiri dari hijauan, hay (rumput
kering), biji-bijian, umbi-umbian, dan konsentrat.
Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari.
Konsentrat diberikan pada pagi hari sekitar pkl
10:00 setelah pembersihan kandang.
1/3 bagian hijauan diberikan pada siang hari sekitar
pkl 13:00 dan 2/3 bagian hijauan diberikan pada
sore hari sekitar pkl 18:00.
Kelebihan dan Kekurangan Nutrisi pada Kelinci

Keseimbangan energi dan protein memiliki peranan


penting dalam menyusun ransum ternak kelinci,
apabila tidak seimbang akan mengakibatkan kelebihan
atau kekurangan asupan energi dan protein dalam
tubuhnya (Wahyu, 1972).
Kebutuhan nutrisi kelinci akan dipengaruhi oleh suhu
dan kelembaban kandang.
Kombinasi suhu tinggi dan kelembaban dapat
menyebabkan stres berlebih untuk beberapa kelinci
dan berpengaruh terhadap energi dan simpanan
protein dalam tubuh kelinci (Prasad et al.,1996).
Beberapa contoh jika kelinci mengalami
kelebihan dan kekurangan nutrisi

Kelebihan Ca pada makanan, bisa mempengaruhi


kebutuhan mineral lainnya, terutama Mg dan P. Kebutuhan
Ca: Untuk pertumbuhan: 0,4 %. Induk bunting: 0,45 %.
Induk laktasi: 0,75 %. Kebutuhan P: untuk pertumbuhan:
0,22 %., induk bunting: 0,37 %. induk laktasi: 0,5 %.
Perbandingan Ca: P dalam ransum; 1 : 1 atau 1,5:1, bila
kurang tidak terjadi keseimbangan.
Kekurangan Magnesium pertumbuhan jelek, fur chewing
rabbit, hiperitabilitas. dan diberikan 0,3 - 0,4 % dalam
ransum.
Kekurangan Zn menyebabkan Bobot badan rendah, bulu
kelabu, dermatitis dan gangguan reproduksi
Kesimpulan

Kebutuhan nutrisi untuk ternak kelinci dipengaruhi oleh faktor


fiosiologi ternak kelinci itu sendiri, seperti jenis kelamin, umur, dan
bangsa.
Pakan kelinci terdiri dari hijauan, pakan hijauan yang diberikan antara
lain rumput lapangan, limbah sayuran, daun kacang tanah, daun dan
batang jagung, daun pepaya, talas, dll). Hay (rumput kering), pakan ini
diberikan terutama untuk kelinci bunting dan yang sedang menyusui,
umbi-umbian, dan konsentrat untuk meningkatkan nilai gizi pakan
dan mempermudah penyediaan pakan. Konsentrat dapat berupa pelet,
bekatul, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas
tapioka, atau gaplek.
Apabila kelinci kekurangan nutrisi diantaranya kekurangan
Magnesium dapat menyebabkan pertumbuhan jelek, fur chewing
rabbit, dan hiperitabilitas.