You are on page 1of 17

TATALAKSANA

ENDOMETRIOSIS
Oleh:
dr. M. Dimas Agung A

Pendamping
dr. Sahata P
dr. . Susy Andriati
DEFINISI

Endometriosis adalah satu keadaan di mana jaringan


endometrium yang masih berfungsi terdapat di luar kavum
uteri. Jaringan ini yang terdiri atas kelenjar-kelenjar dan
stroma, terdapat di dalam miometrium atau pun di luar
uterus..
ETIOLOGI

1. Menstruasi retrogad.
2. Faktor imunologis
3. Faktor hormonal
4. Metaplasia selomik
5. Penyebaran limfatis
6. Faktor genetik

AMA, 2010
GEJALA KLINIS

1.Nyeri perut bawah yang progresif dan dekat paha yang


terjadi pada dan selama haid (dismenore)
2. disparenunia
3. nyeri waktu defekasi, khususnya pada waktu defekasi
4. poli- dan hipermenore
5. infertilitas.
TATALAKSANA
Tujuan dari pengobatan ini adalah:
Apa yang diobati (penyakit, gejala, atau keduanya)?
Mengapa diberikan terapi?
Alasan memberikan terapi?
TERAPI KONSERVATIF

Implantasi endometriosis memiliki sifat dan reaksi yang


sama dengan endometrium terutama dalam produksi
estrogen. Terapi konservatif bertujuan menekan stimulasi
estrogen ovarium dengan memotong jalur hipotalamus-
hipofisis-ovarium.
TERAPI BEDAH

Terapi konservatif merupakan modalitas untuk pasien yang


hanya ingin meredakan nyeri atau meredakan nyeri dengan
kondisi fertil. Bagi pasien yang infertil, atau pasien yang tidak
berespon dengan terapi konservatif, terapi bedah merupakan
pilihan. Pembedahan terbagi atas terapi bedah definitif dan
koservatif.
1. Terapi bedah definitif meliputi histerektomi total dengan
salfingo-ooferektomi bilateral. Setelah pembedahan definitive
dilakukan, pasien diberikan terapi sulih hormone (Hormone
Replacement Theraphy).
2. Terapi bedah konservatif bertujuan untuk mengembalikan
posisi anatomi panggul dan mengangkat semua lesi
endometriosis yang terlihat
ENDOMETRIOSIS MINIMAL RINGAN,
AKTIF

Eliminasi lesi dengan koagulasi dengan kauter bipolar, atau


vaporisasi dengan laser. Namun lesi yang terletak di daerah
vital, atau tidak dapat melakukan koagulasi secara
maksimal perlu dilanjutkan dengan pengobatan hormonal.
ENDOMETRIOSIS MINIMAL RINGAN,
NONAKTIF

Kauterisasi lesi, atau vaporisasi dengan laser, dan bila


setelah tindakan wanita mengeluh nyeri kembali, perlu
diberikan analgetika/antiprostaglandin. Progesteron juga
memiliki anti prostaglandin, namun harus diberikan dosis
tinggi (2 x 50mg), selama 6 bulan.
Endometriosis minimal ringan, kombinasi aktif non
aktif
Pengobatannya diperlakukan seperti pengobatan
endometriosis aktif.
Endometriosis sedang-berat, aktif
Pada saat laparoskopi, dilakukan aspirasi kista atau lesi
endometriosis dan biopsi dinding kista (terutama pada
wanita infertilitas), kemudian tindakan dihentikan. Berikan
pengobatan hormonal 6 bulan.
Setelah pengobatan hormonal selesai, baru dilakukan
tindakan pembedahan.
Setelah tindakan pembedahan, dilanjutkan lagi dengan
terapi hormonal seperti semula atau pada saat laparoskopi
langsung dilakukan pengangkatan kista dan baru kemudian
diberikan terapi hormonal 6 bulan
ENDOMETRIOSIS SEDANG BERAT,
NONAKTIF

Tindakan operatif segera, kauterisasi, atau vaporisasi,


kistektomi. Dilanjutkan dengan pemberian analgetik, atau
progesteron
ENDOMETRIOSIS
TERSEMBUNYI

Terkadang pada laparoskopi tidak terlihat lesi


endometriosis, namun wanita mengeluh nyeri haid hebat.
Sebenarnya lesi tersebut ada, tetapi tidak terlihat oleh
operator, karena lesi tersebut infiltrasi ke jaringan melebihi
10 mm
Setelah itu terapi hormonal 6 bulan (progesteron, atau
Gn-RH analog). Pada wanita usia muda yang terbaik tetap
dilakukan laparoskopi. Namun kadang-kadang dapat
diberikan pil kontrasepsi kombinasi atau tablet
progesterone pada wanita muda yang tidak mau dilakukan
laparoskopi.
PENGOBATAN TERBARU

Aromatase Inhibitor
Aromatase p450 adalah kunci enzim untuk biosintesis estrogen,
mengkatalisasi konversi androstenedion dan testosterone menjadi
estrone dan estradiol. Meskipun pada endometrium normal tidak
tedapat adanya aktivitas dari aromatase, enzim ini menginduksi dengan
level yang sangat tinggi pada jaringan endometriosis oleh mediator
inflamasi prostaglandin estradiol untuk meningkatkan produksi local
estrogen pada daerah perlekatan penyakit ini. Aromatase inhibitor
menargetkan penurunan enzim ini untuk menurunkan sintesis estrogen
local pada daerah perlekatannya. Bagaimanapun terapi ini juga
menurunkan estrogen pada ovarium dan memerlukan terapi estrogen
kembali untuk melindungi tulang.
Pemberian dari aromatase inhibitor letrozole adalah 2,5 mg/hari dan
diberikan bersama dengan progestin norethindrone asetat 2,5 mg/hari.
KOMPLIKASI

Bila implantasi terjadi di usus atau ureter dapat


mengakibatkan obstruksi dan gangguan fungsi ginjal.
Distorsi pelvis mengakibatkan gangguan fertilitas,
penggunaan kontrasepsi oral berakibat troboembolisme
dan efek hipoetrogen GnRH analog jangka panjang
mengakibatkan osteoporosis
TERIMA KASIH