You are on page 1of 17

Refrat

FRAKTUR TULANG HIDUNG

Gita Titian Tera Indah


6.11.11.040

Pembiming
Dr. Azwan Mandai Sp.THT-KL

KEPANITRAAN KLINIK ILMU KESEHATAN THT


RSUD EMBUNG FATIMAH BATAM
TAHUN 2016
DEFINISI
Fraktur adalah terjadinya diskontinuitas
jaringan tulang (patah tulang) yang
biasanya disebabkan benturan keras.
Fraktur tulang hidung dapat mengakibatkan
terhalangnya jalan pernafasan dan
deformitas pada hidung.

ETIOLOGI

Penyebab fraktur nasal adalah kekerasan


(42,65%), kecelakaan lalu lintas
(35,29%), pekerjaan (13,24%) dan
terjatuh saat olahraga (8,82%).
Anatomi
Hidung

1. Hidung Luar
Pangkal hidung
Batang hidung (dorsum nasi)
Puncak hidung (apex nasi)
Ala nasi
Kolumela
Lubang hidung (nares anterior)
2. Rongga
hidung
EPIDEMIOLO
GI
Fraktur os nasal merupakan kasus trauma
terbanyak pada wajah dan merupakan kasus fraktur
ketiga terbanyak di seluruh tulang penyusun tubuh
manusia. Kejadian fraktur nasal sekitar 39%-45%
dari seluruh fraktur maksilofasial.

KLASIFIKASI

1. Fraktur Lateral
2. Fraktur
Bilateral

3. Fraktur direct
frontal
4. Fraktur
comminuted

1: tulang hidung, 2: frontal dan 3 septum nasi


Gejala Klinis
pergeseran tulang tulang hidung.
Terasa lembut saat menyentuh hidung.
Adanya pembengkakan pada hidung atau muka.
Memar pada hidung atau di bawah kelopak mata
(black eye).
Deformitas hidung.
Keluarnya darah dari lubang hidung (epistaksis).
Saat menyentuh hidung terasa krepitasi.
Rasa nyeri dan kesulitan bernapas dari lubang
hidung.
PENEGAKAN
DIAGNOSIS

1. Anamnesis

2. Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisis dengan palpasi
ditemukan krepitasi, teraba lekukan tulang
hidung dan tulang menjadi irregular.Pada
pasien dengan hematom septi tampak area
berwarna putih mengkilat atau ungu yang
nampak berubah-ubah pada satu atau kedua
sisi septum nasal.
3. Pemeriksaan radiologis
- CT-Scan
PENATALAKSAN
AAN
1. Tujuan Penangananan Fraktur Hidung :
Mengembalikan penampilan secara memuaskan
Mengembalikan patensi jalan nafas hidung
Menempatkan kembali septum pada garis tengah
Menjaga keutuhan rongga hidung
Mencegah sumbatan setelah operasi, perforasi
septum, retraksi kolumela, perubahan bentuk
punggung hidung
Mencegah gangguan pertumbuhan hidung
2. Konservatif
Penatalaksanaan fraktur nasal berdasarkan
atas gejala klinis, perubahan fungsional
dan bentuk hidung. oleh karena itu
pemeriksaan fisik dengan dekongestan
nasal dibutuhkan.Dekongestan berguna
untuk mengurangi pembengkakan mukosa.
3. Operatif

Reduction instruments. (Left) Asch forceps,


(center) Walsham forceps,
and(right) Boies elevator.
Teknik reduksi tertutup
Reduksi tertutup adalah tindakan yang dianjurkan pada fraktur
hidung akut yang sederhana dan unilateral. Tindakan reduksi ini
dikerjakan 1-2 jam sesudah trauma, dimana pada waktu tersebut
edema yang terjadi mungkin sangat sedikit.Namun demikian
tindakan reduksi secara lokal masih dapat dilakukan sampai 14 hari
sesudah trauma.

Langkahlangkah pada tindakan reduksi tertutup :


1.Memindahkan kedua prosesus nasofrontalis. Forceps Walshams
digunakan untuk memindahkan kedua prosesus nasalis keluar
maksila dan menggunakan tenaga yang terkontrol untuk
menghindari gerakan menghentak yang tiba-tiba.

2.Perpindahan posisi tulang hidung. Septum kemudian dipegang


dengan forceps Asch yang diletakkan di belakang dorsum nasi.
Forceps ini diciptakan sama prinsipnya dengan forceps walshams,
tetapi forcep Asch mempunyai mata pisau yang dapat memegang
septum yang mana bagian mata pisau tersebut terpisah dari
pegangan utama bagian bawah dengan ukuran lebih besar dan
lekukan berguna untuk menghindari terjadinya kompresi dan
kerusakan kolumela yang hebat dan lebih luas.
3. Manipulasi septum nasal. Forceps Asch kemudian digunakan lagi
untuk meluruskan septum nasal.

4.Membentuk piramid hidung. Dokter ahli bedah seharusnya mampu


untuk mendorong hidung sampai mencapai posisi yang tidak
seharusnya dan adanya sumbatan/kegagalan mengindikasikan
kesalahan posisi dan pergerakan tidak sempurna dan harus
diulang.Prosesus nasofrontalis didorong ke dalam dan tulang hidung
akhirnya dapat terbentuk dengan bantuan jari-jari tangan.

5.Kemungkinan pemindahan akhir septum. Dokter ahli bedah harus


berhati-hati dalam menilai bagian anterior hidung dan harus
mengecek posisi dari septum nasal.Jika memuaskan, dokter harus
mereduksi terbuka fraktur septum melalui septoplasti atau reseksi
mukosa yang sangat terbatas.

6. Kemungkinan laserasi sutura kutaneus. Jika tipe fraktur adalah tipe


patah tulang riuk, maka dibutuhkan laserasi sutura pada kulit yang
terbuka.Pertama-tama, luka harus dibuka.Sangatlah penting untuk
membuang semua benda asing yang berada pada luka seperti
pecahan kaca, kotoran atau batu.
Teknik reduksi terbuka
Fraktur nasal reduksi terbuka
cenderung tidak memberikan
keuntungan.Pada daerah dimana
fraktur berada sangat beresiko
mengalami infeksi sampai ke dalam
tulang.
Hematom septi
KOMPLIKASI Fraktur dinding orbita
Fraktur septum nasal

Kebanyakan fraktur nasal tanpa


disertai dengan perpindahan posisi
akan sembuh tanpa adanya
PROGNOSIS kelainan kosmetik dan fungsional.
Dengan teknik reduksi terbuka dan
tertutup akan mengurangi kelainan
kosmetik dan fungsional pada 70 %
pasien
THANK YOU