You are on page 1of 15

Kep.

Maternitas
Endometritis
Oleh : - Syintia Larasati
- Tati Komalasari
Kelas : 2A
Konsep Dasar Endometritis

Endometritis adalah keradangan pada dinding uterus yang


umumnya disebabkan oleh partus. Dengan kata lain
endometritis didefinisikan sebagai inflamasi dari
endometrium. Derajat efeknya terhadap fertilitas bervariasi
dalam hal keparahan radang, waktu yang diperlukan untuk
penyembuhan lesi endometrium, dan tingkat perubahan
permanen yang merusak fungsi dari glandula endometrium
dan/atau merubah lingkungan uterus dan/atau oviduk.
Organisme nonspesifik primer yang dikaitkan dengan patologi
endometrial adalah Corynebacterium pyogenes dan gram
negatif anaerob.
Jadi, Endometritis adalah infeksi pada endometrium (lapisan
dalam dari rahim).(Manuaba, I.B.G, 1998) Infeksi ini dapat
terjadi sebagai kelanjutan infeksi pada serviks atau infeksi
tersendiri dan terdapat benda asing dalam rahim.
Etiologi Endometritis

Kuman-kuman memasuki endometrium, biasanya pada


luka bekas insersio plasenta, dan dalam waktu singkat
mengikutsertakan seluruh endometrium. Pada infeksi
dengan kuman yang tidak seberapa patogen, radang
terbatas pada endometrium. Jaringan desidua
bersama-sama dengan bekuan darah menjadi nekrotis
dan mengeluarkan getah berbau dan terdiri atas
keeping-keping nekrotis serta cairan. Pada batas
antara daerah yang meradang dan daerah yang sehat
terdapat lapisan yang terdiri atas leukosit-leukosit.
Pada infeksi yang lebih berat, batas endometrium
dapat dilampaui dan terjadilah penjalaran.

Lanjutan...

Berikut beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan endometritis:


E. coli dan Kleb seilla
Streptococcus group B
Spesies Bacteriodes
Spesies Peptostreptococcus

Terjadinya infeksi endometrium pada saat:
Persalinan, dimana bekas implantasi plasenta masih terbuka, terutama
pada persalinan terlantar dan persalinan dengan tindakan.
Pada saat terjadi keguguran.
Saat pemasangan alat rahim (IUD) yang kurang legeartis.
Persalinan yang lama
Ketuban Pecah Dini (KPD)
Persalinan seksio caesaria
Manifestasi Klinis Endometritis

Gambaran klinis tergantung jenis dan virulensi kuman, daya tahan


penderita, dan derajat trauma pada jalan lahir. Kadang-kadang
lokia tertahan oleh darah, sisa-sisa plasenta dan selaput ketuban.
Keadaan ini dinamakan lokiometra dan dapat menyebabkan
kenaikan suhu yang segera hilang setelah rintangan diatasi.
Uterus pada endometriosis agak membesar, serta nyeri pada
perabaan, dan lembek. Pada endometritis yang tidak meluas,
penderita pada hari-hari pertama merasa kurang sehat dan perut
nyeri. Mulai hari ke-3 suhu meningkat, nadi menjadi cepat, akan
tetapi dalam beberapa hari suhu dan nadi menurun dan dalam
kurang lebih satu minggu keadaan sudah normal kembali. Lokia
pada endometritis, biasanya bertambah dan kadang-kadang
berbau. Hal yang terakhir ini tidak boleh menimbulkan anggapan
bahwa infeksinya berat. Malahan infeksi berat kadang-kadang
disertai oleh lokia yang sedikit dan tidak berbau.
Tanda dan Gejala

Berikut tanda dan gejalanya:


24 jam postpartum / nifas
Lokia berbau busuk atau purulent
Tenderness uterus
Uterus subinvolusi
Tidak enak badan, letih, anoreksia / tidak nafsu makan
Takhikardia (100-120 kali per menit)
Temperatur 38o C-38,9o C setelah 24 jam.
Lanjutan...

Implikasi / Dampak pada ibu


Perasaan sakit
Demam
Sakit otot / persendian secara merata
Sakit kepala
Nyeri Rahim dan tenderness pada rahim
Endometritis dapat terjadi penyebaran:
Miometritis (infeksi otot rahim)
Parametritis (infeksi sekitar rahim)
Salpingitis (infeksi saluran telur)
Ooforitis (infeksi indung telur)
Dapat terjadi sepsis (infeksi menyebar)
Jenis-jenis Endometritis

Terdapat berbagai jenis endometritis yaitu berdasarkan


tipe dan waktu nya yang akan kami paparkan sebagai
berikut;
Berdasarkan Tipe
Jenis endometritis berdasarkan tipe, yaitu;
endometritis post partum(radangdinding rahim sesudah
melahirkan),
endometritis sinsitial(peradangan dinding rahim akibat
tumor jinak disertaiselsintitial dan trofoblas yang
banyak),
endometritis tuberkulosa (peradangan pada dinding
rahim endometrium dan tuba fallopi, biasanya akibat
Mycobacterium tuberculosis .
Lanjutan...

Berdasarkan Waktu
Jenis endometritis berdasarkan waktunya, yaitu;
Endometritis Akut
Terutama terjadi pada postpartum atau postabortum.
Pada endometritis postpartum, regenerasi
endometrium selesai pada hari ke-9, sehingga
endometritis postpartum pada umumnya terjadi
sebelum hari ke-9. Endometritis postabortum
terutama terjadi pada abortus provocatus.
Endometritis juga dapat terjadi pada masa senil.
Gejala-gejala:
Demam
Lochia berbau, pada endometritis postabortum
kadang-kadang keluar fluor yang purulent.
Lochia lama berdarah, malahan terjadi metrorrhagi.
Jika radang tidak menjalar ke parametrium atau
perimetrium tidak ada nyeri.
Nyeri pada palpasi abdomen (uterus) dan sekitarnya.
Endometritis Kronik
Kasusnya jarang ditemui oleh karena infeksi yang tidak
dalam masuknya pada miometrium, tidak dapat
mempertahankan diri, karena pelepasan lapisan fungsional
dari endometrium pada waktu haid. Pada pemeriksaan
mikroskopik ditemukan banyak sel-sel plasma dan limfosit.
Penemuan limfosit saja tidak besar artinya karena sel itu
juga ditemukan dalam keadaan normal dalam
endometrium.
Gejala-gejala klinis endometritis kronika ialah, leukorea dan
menoragia. Pengobatannya tergantung dari penyebabnya.
Endometritis knonik ditemukan:
pada tuberkulosis;
jika tertinggal sisa-sisa abortus atau partus;
jika terdapat korpus alienum di kavum uteri;
pada polip uterus dengan infeksi;
pada tumor ganas uterus;
pada salpingo-ooforitis dan sellulitis pelvik;
Fluor albus yang keluar dari ostium;
Kelainan haid seperti metrorrhagi dan menorrhagi.
Patofisiologi

Endometritis adalah infeksi pada endometrium atau


desidua, dengan ekstensi ke miometrium dan jaringan
parametrial. Endometritis biasanya terjadi akibat infeksi
menaik dari saluran kelamin bagian bawah. Dari perspektif
patologis, endometritis dapat diklasifikasikan sebagai
versus akut kronis. Endometritis akut ditandai oleh
kehadiran neutrofil dalam kelenjar endometrium.
Endometritis kronis ditandai dengan adanya sel plasma dan
limfosit dalam stroma endometrium.
Komplikasi

Komplikasi yang potensial dari endometritis adalah


sebagai berikut:
Luka infeksi
Karena peritonitis
Infeksi Adnexal
Parametrial phlegmon
Panggul abses
Panggul lebam
Septic pelvic thrombophlebitis
Penatalaksanaan

a. Antibiotika ditambah drainase yang memadai


merupakan pojok sasaran terpi. Evaluasi klinis daan
organisme yang terlihat pada pewarnaan gram, seperti juga
pengetahuan bakteri yang diisolasi dari infeksi serupa
sebelumnya, memberikan petunjuk untuk terapi antibiotik.
b. Cairan intravena dan elektrolit merupakan terapi
pengganti untuk dehidrasi ditambah terapi pemeliharaan
untuk pasien-pasien yang tidak mampu mentoleransi
makanan lewat mulut. Secepat mungkin pasien diberikan
diit per oral untuk memberikan nutrisi yang memadai.
c. Pengganti darah dapat diindikasikan untuk anemia
berat dengan post abortus atau post partum.
d. Tirah baring dan analgesia merupakan terapi
pendukung yang banyak manfaatnya.
e. Tindakan bedah: endometritis post partum sering
disertai dengan jaringan plasenta yang tertahan atau