You are on page 1of 26

SIBOLGA BASIN

Created by :
KELOMPOK IV
ABIL AKEGA FADA DAVID TODDY
ANGGUN PRAMESTY NUR HAKIM
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Maksud & Tujuan
Geologi Regional Sumatera
Geologi Regional Sibolga Basin
Potensi Ekonomi Sibolga Basin

OUTLINE
Sejarah geologi Indonesia yang kompleks telah menghasilkan
lebih dari enam puluh cekungan sedimen. Cekungan-
cekungan ini berdasarkan persebaran daerahnya dibagi
menjadi 2 kelompok, yaitu bagian barat dan bagian timur.
Bagian barat Indonesia memiliki sekitar 22 cekungan yang
telah berproduksi, sedangkan bagian timur Indonesia
memiliki lebih banyak cekungan, yaitu sekitar 38 cekungan
sedimen yang masih berada pada tahap eksplorasi
Salah satu cekungan bagian barat yaitu cekungan sibolga,
cekungan ini memiliki kondisi geologi yang masih
diperdebatkan dikalangan petroleum-geologi, sehingga
cekungan ini menarik untuk dikaji

Latar Belakang
Berdasarkan uraian diatas dapat dibuat rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Dimanakah kedudukan atau posisi sibolga basin di
pulau sumatera?
2. Bagaimanakah geologi regional sibolga basin?
3. Bagaimanakah Potensi ekonomi dari sibolga basin?

Rumusan Masalah
Adapun tujuan yang hendak penulis capai dalam pembuatan
makalah ini yaitu :
1. Untuk mengetahui dan memahami tentang perbedaan fore arc
basin dan back arc basin
2. Untuk mengetahui kedudukan atau posisi dari sibolga basin di
pulau sumatera
3. Untuk mengetahui geologi regional sibolga basin
4. Untuk mengetahui apakah sibolga basin berpotensi ekonomi
atau tidak
5. Untuk memenuhi tugas mata kuliah geologi stratigrafi Indonesia

Maksud dan Tujuan


Fisiografi
Van Bemmelen (1949) membagi fisiografi daerah Sumatra
Tengah, yaitu :
Zona Pegunungan Tiga Puluh,
Zona Sesar Semangko,
Zona Pegunungan Bukit Barisan,
Zona Dataran Rendah,
Zona Paparan Sunda,
Zona Kepualaun Busur Luar

Geologi Regional Sumatera


Geologi Regional Sumatera
Setting Tektonik Sumatera
Pulau sumatera terletak pada bagian barat sumatera, yang
merupakan hasil bentukan dari tumbukan dua lempeng, yaitu
lempeng samudera Hindia australia yang bergerak ke arah
utara dan lempeng benua Eurasia yang bergerak ke arah
tenggara
Tumbukan antara kedua lempeng tersebut menyebabkan
terbentuknya jalur gunung api dan sesar geser menganan
sumatera. Dalam perkembangannya struktur di pulau sumatera
dipengaruhi oleh empat periode tektonik, yaitu Tektonik
Mesozoikum Tengah, Kapur Akhir Tersier Awal, Miosen
Tengah dan Plio-Plistosen.

Geologi Regional Sumatera


Geologi Regional Sumatera
Sumatera dapat kita klasifikasikan menjadi 5 tektono-
struktural, yaitu :
1. Punggungan luar busur sunda, terletak sepanjang tepi
cekungan depan-busur sunda dan terpisahkan dari palung
2. Cekungan depan busur sunda, terletak diantara punggungan
luar busur non-vulkanik dengan belakang busur vulkanik, secara
umum ada dua cekungan depan busur sunda, yaitu cekungan
sibolga yang terletak di barat laut Sumatera dan cekungan
bengkulu yang terletak di barat daya Sumatera
3. Cekungan belakang busur sumatera, merupakan sistem yang
dibentuk sebagai zona depresi dari kaki zona barisan, terdiri atas
cekungan sumatera utara , cekungan sumatera tengah dan
cekungan sumatera selatan

Geologi Regional Sumatera


4. Sumatera Intra arc atau intermontane basine.
Dipisahkan oleh pengangkatan subsekuen dan erosi dari
bekas pengendapan sebelumnya dengan litologi yang
sama dengan di cekungan depan dan belakang busur
5. Pegunungan barisan, merupakan busur vulkanik serta
menempati bagian aksial dari pulau sumatera dan pada
umumnya berkomposisi batuan berumur perm- karbon
sampai Mesozoikum.

Geologi Regional Sumatera


Geologi Regional Sumatera
Cekungan Sibolga
Cekungan Sibolga
Cekungan sumatera terletak di antara Pulau Sumatera dan
berbatasan dengan bukit yang mengarah ke barat.
Cekungan Sibolga Terletak memanjang yang mengarah
ke baratlaut sampai tenggara .
Rata-rata panjangnya 70 mil ( 110 km ) dan lebar sekitar
500 mil ( 800 km ).
Ujung utara berakhir terhadap perpanjangan laut dari
sesar semangko di sekitar lintang 60 30 " N .

Cekungan Sibolga
Cekungan Sibolga berbentuk asimetris ke atas
punggungan luar - arc .
Sebuah zona sesar bersudut membentuk garis tepi barat
cekungan dan terdapat struktur tarik seperti strike-slip
memotong secara diagonal lembah di sekitar pulau Nias .

Cekungan Sibolga
Pembentukan cekungan busur sangat erat kaitannya
dengan bentuk sistem duplex transtensional oleh NW-SE
tren Sumatera dan Mentawai. Sepanjang Kenozoikum
dan mungkin mendahului Paleogen, kawasan Muka busur
ini telah mengalami sistem kunci aktif. Dalam hal sistem
duplex transtensional, barat Sumatera Muka busur daerah
seperti yang telah tersegmentasi menjadi beberapa N-S
tren sub-cekungan seperti Singkel dan Pini Sub-cekungan

Tektonik Cekungan Sibolga


Tektonik Cekungan Sibolga
Bagian sedimen pra-Neogen dipisahkan dari batuan Neogen
oleh ketidakselarasan sudut. interpretasi seismik menunjukkan
beberapa ratus meter dari batuan sedimen terlipat di bawah
ketidakselarasan di daerah Meulaboh-Teunom. Bagian Atas
Eosen Bagian Bawah Oligosen didominasi oleh batulempung
dengan interbeds minor shale, batulanau dan batupasir.
batulempung bewarna abu-abu gelap sampai hitam, cukup
lembut di bagian atas namun semakin ke bagian bawah menjadi
lebih mengeras. Ketebalan interval Paleogen berkisar dari
kurang dari 30 m sampai 350 m. PreNeogene dasit tuff-lava itu
merambah di selatan cekungan dengan ketebalan total 31 m.

Stratigrafi Pre-Neogen
Miosen Carbonat di daerah Meulaboh. Sebuah Miosen tengah
penyimpanan Carbonate diyakini memiliki kemiringan ke
bawah dan berdekatan dengan Miosen Atas
Bagian bawah dari Carbonate Miosen Tengah berwarna terang
Kapur dengan fitur sisa-sisa pasir bioklastika dan intraclasts.
Carbonat miosen bawah karbonat diendapkan bersama dengan
tanah liat, pasir dan lumpur.
Di bagian utara cekungan Miosen Tengah, transgresif,
umumnya finegrained
Di bagian timur, tengah dan selatan bagian dari cekungan itu
adalah Basal Miosen klastik.

Karbonat Satuan Miosen Tengah


Unit Pliosen / Pleistosen diendapkan di seluruh cekungan
Sibolga. Ini terutama terdiri dari pasir, tanah liat dan
lumpur dengan karbonat tebal lokalitas.
Dimana ketika di bor, unit bervariasi dalam ketebalan
antara 70 dan 4000 kaki (21-1220 m) penebalan
umumnya ke arah barat daya dari Sumatera.
Pada awal Pliosen, tanah liat dan lumpur dengan jumlah
yang lebih kecil dari pasir quartzose diendapkan di urutan
transgresif air yang dalam.
Batulempung yang melapis kearah dalam, batulanau,
pasir / batu pasir dan batu kapur yang melimpahan.
Satuan Pliosen-
Pleistosen
Potensi Ekonomis Sibolga Basin
Di Indonesia daerah asal material klastik untuk busur kepulauan
luar pada umumnya adalah batuan volkanik.
Walaupun cekungan ini mengandung batugamping yang sifatnya
baik untuk batuan reservoar, tetapi produk erosi yang dihasilkan
dan piroklastik vulkanik akan mengakibatkan adanya
lingkungan yang kurang mengandung batuan induk yang baik
bagi terjadinya hidrokarbon.
Kondisi-kondisi batial rupanya lebih dominan dekat pada
daerah-daerah daratan dan jumlah material organik yang sangat
sedikit rupanya dihancurkan oleh oksidasi.
Sampai saat ini hanya diketahui adanya gas methane di
cekungan sibolga

Potensi Ekonomis Sibolga


Basin
Situmorang B., Yulihanti B., and Sofyah S., 1992,
Indonesian Petroleum Association
Convention Field Trip 1992 Nias Island,
Sumatera, Guide Book.

REFERENSI
SELESAI...