You are on page 1of 22

KONSEP

MANAJEMEN MUTU
Ice Breakin
g
BENTUK DAN LAMBANG KARAKTER
(HERY FOLL)
Ciri Karakter Menurut Penelitian Hery Foll
Berjiwa pemimpin
Penuh Tanggung jawab
Sederhana

Bercita-cita tinggi
Berani mengambil resiko
Suka bekerja sampai
tuntas

Senang hal-hal rumit


Berjiwa seni
Fleksibel

Penuh perhatian
Romantis
Perhatian selalu tertuju
pada sex/kebutuhan sex-
nya tinggi
Tujuan Pembelajaran

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM


Tujuan pembelajaran umum materi ini adalah:
Setelah mempelajari materi ini peserta mampu memahami tentang
Konsep manajemen mutu dan implementasi perbaikan dan peningkatan
mutu pelayanan kesehatan di puskesmas secara berkesinambungan.

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS


Setelah mempelajari materi ini peserta mampu menjelaskan:
Konsep Manajemen Mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas
Implementasi perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan di
puskesmas secara berkesinambungan.
Pokok Bahasan

Pokok Bahasan materi :


a. Manajemen Mutu
1. Pengertian Mutu
2. Dimensi Mutu
3. Penyelengaraan Mutu di Puskesmas
b. Implementasi perbaikan dan peningkatan mutu
pelayanan kesehatan di puskesmas secara
berkesinambungan.
Manajemen Mutu Pelayanan
Kesehatan

Mutu ditinjau dari berbagai perspektif:


penerima pelayanan kesehatan
profesi tenaga pelaksana pelayanan kesehatan
pengelola program/sarana kesehatan
penyandang dana
pembuat dan pelaksana kebijakan pelayanan kesehatan
Pengertian Mutu Pelayanan
Kesehatan.
Avedis Donabedian (1980),
Mutu layanan kesehatan merupakan penerapan ilmu dan teknologi
medis untuk memaksimalkan manfaatnya terhadap kesehatan
tanpa menimbulkan risiko.
Derajat mutu adalah tingkatan dimana layanan yang diberikan dapat
mencapai keseimbangan yang paling tepat antara manfaat dan
risiko.

Crosby,1984
Mutu adalah kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan
M.I. Roemer and C. Montoya Aguilar (1988).
Mutu layanan kesehatan sebagai intervensi yang tepat sesuai dengan
standar yang aman, cocok dengan keinginan masyarakat dan
berdampak pada penurunan mortalitas, morbiditas, disabilitas dan
malnutrisi.

Institute of Medicine USA.


Mutu layanan kesehatan sebagai tingkatan di mana layanan
kesehatan untuk penduduk mampu meningkatkan hasil kesehatan
yang diinginkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional saat
ini.
8 Dimensi Mutu (WHO)

Kompetensi Teknis (Technical Competences)


Kompetensi teknis ini terkait dengan keterampilan, kemampuan
dan penampilan petugas, manajer, dan staf pendukung.

Akses pada pelayanan (Access to Services)


Pelayanan kesehatan tidak terhalang oleh keadaan geografis,
sosial, ekonomi, budaya, organisasi atau hambatan bahasa.

Efektivitas (Effectiveness)
Kualitas pelayanan kesehatan tergantung dari efektivitas yang
menyangkut norma pelayanan kesehatan dan petunjuk klinis
sesuai standar yang ada.
8 Dimensi Mutu (WHO).

Hubungan Antar Manusia (Inter Personal Relationship)


Interaksi antar petugas kesehatan, antar petugas dan pasien,
manajemen dan petugas, dan antara tim kesehatan dengan
masyarakat.

Efisiensi (Efficiency)
Pelayanan yang efisien pada umumnya akan memberikan perhatian
yang optimal pada pasien dan masyarakat.

Kesinambungan/Keberlangsungan (Continuity)
Dengan adanya kesinambungan maka pasien akan menerima
pelayanan kesehatan secara lengkap namun sesuai kebutuhan
(termasuk rujukan) tanpa mengulangi prosedur diagnosa dan terapi
yang tidak perlu.
8 Dimensi Mutu (WHO)
Keselamatan (Safety)
Mengurangi risiko cedera, infeksi, atau bahaya lain terkait pelayanan
kesehatan dapat dilakukan dengan melibatkan petugas kesehatan
dan pasien.

Kenyamanan (Amenities)
Kenyamanan mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan
kesehatan serta akan menjadi pendorong pasien kembali ke FKTP
untuk mendapat pelayanan kesehatan berikutnya. Kenyamanan
juga berkaitan dengan penampilan fisik dari FKTP, tenaga
kesehatan dan non kesehatan, peralatan medis maupun non
medis.
Penyelenggaraan Mutu Di Puskesmas

a. Perencanaan
Melakukan penilaian mandiri (self assestment) tentang tingkat mutu
penyelenggaraan mutu upaya-upaya kesehatan dan manajemen
Puskesmas berdasarkan target indikator, oleh Tim Manajemen
Puskesmas (Tim Mutu Pukesmas)
Menilai kesenjangan tingkat mutu berdasarkan tingkat akses, tingkat
cakupan, kesesuaian terhadap standar, serta tingkat efektifitas dan
efisiensi penyelenggaraan
Penyelenggaraan Mutu Di
Puskesmas..

Menetapkan tujuan perbaikan dan peningkatan mutu secara


berkesinambugan, dengan pentahapan waktu.
Menyusun rencana usulan perbaikan dan peningkatan mutu
penyelenggaraan pelayanan Puskesmas secara berkesinambungan
Menyusun rencana pelaksanaan perbaikan dan peningkatan mutu
penyelenggaraan pelayanan Puskesmas secara berkesinambungan
Menetapkan rencana monitoring, evaluasi dan tindak lanjut atas
hasilnya.
Penyelenggaraan Mutu Di Puskesmas..

b. Penggerakan dan Pelaksanaan


1) Penggerakan
a) Pengorganisasian
Kepala Puskesmas:
Menetapkan Tim Manajemen Mutu Puskesmas,
dilengkapi dengan uraian tugas dan tanggung-
jawabnya masing-masing
Memberikan arahan dan pemahaman tentang uraian
tugas dan taggung-jawab masing-masing dalam
upaya perbaikan dan peningkatan mutu secara
berkesinambungan
Menugaskan Tim untuk melakukan persiapan
pelaksanaan tugas dan tanggung-jawabnya masing-
masing
Penyelenggaraan Mutu Di
Puskesmas..

b) Menggerakkan semua petugas sesuai dengan uraian


tugas dan tanggung-jawabnya masing-masing dalam
Tim dengan:
Mengkoordinasikan petugas dalam Tim, mempersiapkan
penyelenggaraan pelayanan kesehatan, terhadap sasaran
berdasarkan siklus hidup.
Mempersiapkan ketersediaan sumber daya lainnya seperti:
anggaran, sarana prasarana, peralatan, obat dan BHP serta
logistik lainnya termasuk teknologi dan waktu
Menerapkan kepemimpinan dan komunikasi efektif di dalam
lingkup organisasinya.
Penyelenggaraan Mutu Di
Puskesmas..
2) Pelaksanaan
Menyelerasanrencana usulan perbaikan dan peningkatan
mutu penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan dan
manajemen berdasarkan ketersediaan sumber daya,
menjadi rencana pelaksanaan perbaikan dan peningkatan
mutu secara berkesinambungan
Pelaksanaankegiatan berdasarkan rencana
pelaksanaannya sesuai standar berdasarkan dimensi mutu
c. Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian
1) Pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan, sesuai
tahapan yang ditetapkan
2) Tindak lanjut atas hasil pemantauan dan evaluasi atas
pelaksanaan kegiatan (midyear evaluation dan midterm
evaluation)
Implementasi Perbaikan Dan
Peningkatan Mutu Penyelenggaraan
Upaya-upaya Kesehatan dan
Manajemen Puskesmas Secara
Berkesinambungan
1. Kebijakan Mutu
2. Membangun komitmen bersama tentang
perbaikan dan peningkatan mutu
penyelenggaraan pelayanan kesehatan di
puskesmas, secara berkesinambungan
3. Pembentukan Tim Mutu
4. Menyusun pedoman serta penetapan indikator-
indikator mutu untuk semua penyelenggaraan
pelayanan kesehatan dan manajemen di
puskesmas
5. Melakukan self assestment tentang tingkat
mutu penyelengaraan pelayanan
kesehatan dan manajemen di bidangnya
masing-masing, berdasarkan indikator yang
ditetapkan
6. Menyusun rencana kegiatan perbaikan dan
peningkatan mutu berkesinambungan
secara terintegrasi
7. Melakukan pemantauan dan evaluasi
8. Melakukan tindak lanjut atas hasil
pemantauan dan evaluasi
TAHAPAN & PELAKSANAAN CQI
2
PLAN:
1
Kumpul data untuk identifikasi masalah
& sebabnya (gunakan tools) baseline
data
Rumuskan langkah
koreksinya/perbaikan
DO:
Laksanakan rencana perbaikan,
upayakan perbaikan/peningkatannya
(Improvement).
STUDY/CHECK: ACTION:
Pelajari efek perubahan yg Bila upaya berhasi/sukses,
tjadi thd kondisi yg ada stan-darisasikan perubahan
tsb,
Kumpulkan data baru dan
Selanjutnya upayakan
bandingkan dgn data dasar perbaikan/ peningkatan terus
dulu. menerus
Lihat efek perubahan, Bila kurang berhasil, cari jalan
replikasikan lain identifikasi ulang
Referensi
1. Peraturan Menteri Kesehatan No. 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan
Kesehatan dalam Jaminan Kesehatan Nasional
2. Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor Nomor 28 Tahun 2014 tentang
Pedoman Pelaksanaan JKN ;
4. Peraturan Menteri Kesehatan No. 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi
Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter dan
Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi
5. Kepmenkes No 514 tahun 2015 tentang PPK I
6. Kepmenkes No. 62 Tahun 2015 tentang PPK bagi dokter gigi
7. Peraturan Menteri Kesehatan No. 99 Tahun 2015 tentang JKN
8. Keputusan Menteri Kesehatan No. 432 Tahun 2016 tentang Komisi
Akreditasi FKTP
9. Standar Akreditasi Puskesmas
10. Pedoman Pendampingan Akreditasi FKTP
11. Pedoman Survei Akreditasi FKTP
12. Pedoman Penyusunan Akreditasi FKTP
13. Instrumen Akreditasi Puskesmas