You are on page 1of 8

ENDOKRIN

ENDOKRIN 31
73. Seorang lelaki berusia 25 tahun, baru menikah 2
bulan yang lalu, datang berobat ke polillinik penyakit
dalam dengan keluhan seksual suami istri yang tidak
memadai sejak menikah. Pada pemeriksaan fisik
tinggi badan 165 cm, berat badan 60 kg. Tidak
terlihat pertumbuhan rambut kumis, di ketiak dan di
daerah genital. Penampakan wajah seperti anak anak.
Tidak terlihat ada bekas jerawat di wajahnya. Pada
pemeriksaan lebih lanjut tidak didapatkan kedua
testis pada scrotum. Tidak terdapat ginekomastia.
Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah :
A.Hipergonadisme primer
B. Hipergonadisme sekunder
C. Disfungsi ereksi psikogenik
D.Hipogonadotropik hipogonadisme
E. Hipergonadotropik hipoginadisme
ENDOKRIN 31
64. Seorang perempuan berusia 36 tahun, datang
kontrol berobat ke poliklinik penyakit dalam dengan
membawa hasil laboratorium terbaru: FT4 0,8 ng/dL,
TSHs 10 microIU/mL. Pasien pertama kali datang
berobat 2 bulan yang lalu dengan keluhan berdebar-
debar, banyak berkeringat, dan rasa tertekan di leher.
Hasil laboratorium pada saat 2 bulan yang lalu: FT4 7,7
ng/dL. TSHs 0,01 microIU/ml. Saat itu pasien mendapat
terapi Tiamazol 1x30 mg dan Propanolol 3x10 mg yang
masih diminum teratur sampai pasien kontrol berobat.
Diagnosis yang mungkin pada pasien saat ini adalah:
A. Tiroiditis
B. Tirotoksikosis
C. Grave disease
D. Hipertiroid subklinis
E. Struma nodosa toksik
ENDOKRIN 30
19.Seorang lelaki berusia 21 tahun berobat ke poliklinik dengan keluhan
ukuran penis yang kecil. Pasien lahir cukup bulan dengan berat lahir
3,1 kg dan panjang badan 51 cm. Sampai pasien berusia 10 tahun,
tidak ada perbedaan yang terlihat pada pertumbuhan fisiknya. Pda
usia SMP, pasien mulai meraskan perbedaan dimana penisnya tidak
mengalami pertumbuhan seperti temen-temannya. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan tinggi badan 160 cm; berat badan 69 kg. Tidak terlihat
adanya kumis dan jambang sedangkan rambut ketiak dan rambut
pubis sangat tipis. Suara pasien masih terdengar seperti anak kecil.
Ukuran penis 2 cm dan tidak teraba adanya testis.
Hasil pemeriksaan penunjang yang saudara harapkan pada kasus diatas
adalah:
A.Penurunan kadar testosteron total disertai dengan kenaikan kadar
prolaktin dalam darah
B.Penurunan kadar testosteron total disertai dengan penurunan kadar
prolaktin dalam darah
C.Penurunan kadar testosteron total disertai dengan kenaikan kadar
FSH dan LH dalam darah
D.Penurunan kadar testosteron total disertai dengan penurunan kadar
FSH dan LH dalam darah
E.Penurunan kadar testosteron total dalam darah dan didapatkan tumor
hipofisis pada MRI kepala
ENDOKRIN 29
95. Seorang perempuan berusia 34 tahun dikonsulkan
oleh sejawat obstetri ginekologi dengan keterangan
diagnosis infertilitas primer. Pasien menikah 5 tahun
yang lalu, tetapi sampai saat ini belum pernah hamil.
Sejak 1 tahun yang lalu, pola menstruasi pasien tidak
teratur, kadang kadang sampai 3 bulan sekali. Sejak 6
bulan terakhir, pasien sering mengeluh sakit kepala
yang hilang timbul dan sejak 3 bulan terakhir keluhan
dirasakan semakin berat.
Dua prioritas utama pemeriksaan penunjang yang
saudara rencanakan untuk memastikan diagnosis pada
kasus diatas adalah :
A. USG tiroid dan kadar prolaktin darah
B. MRI sela tursica dan kadar prolaktin darah
C. Scan atau sidik tiroid serta kadar FT4 dan TSH
D. MRI kepala serta rasio estrogen dan progesteron
E. CT scan kepala dan pemeriksaan estrogen darah
ENDOKRIN 31
72.Seorang permpuan berusia 30 tahun
datang ke poliklinik dengan keluhan
berdebar-debar sejak 4 minggu yang lalu.
Pasien juga mengeluh berat badan turun 3
kg dan merasa lebih banyak berkeringat.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan
darah 140/90 mmhg; frekuensi nadi
120x/menit, irama ireguler; frekuensi nafas
20x/mnt; suhu 37,5oC; JVP 5-0 cmH2O;
tampak struma difusa; batas jantung kiri 1
cm lateral garis midklavikula; terdapat
murmur sistolik 2/6 di katup mitral.
Terdapat tremor halus di kedua tangan.
Tatalaksana yang paling tepat untuk pasien adalah:
A. PTU 3x300mg, digoxin 1x0,25mg, warfarin
1x2mg
B. PTU 3x300mg, propanolol 3x20mg, warfarin
1x2mg
C. PTU 3x300mg, propafenone 3x150mg,
rivaroxaban 1x10mg
D. PTU 3x300mg, amiodarone oral 3x200mg,
rivaroxaban 1x10mg
E. PTU 3x300mg, amiodaron infus bolu 3x200mg
dilanjutkan 600 mg dalam 24 jam, heparin bolus
80IU/kgBB dilanjutkan drip 18 IU/kgBB/jam