You are on page 1of 38

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

8TH MEETING

Magister Sains Akuntansi


Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
2014/2015
PENENTUAN HARGA
PELAYANAN PUBLIK
KELOMPOK 9:
SITI ZUHROH 370802
DANURWINDO M 371654
ANISSA HAKIM P 371661
NILUH PUTU D.R.H.N 371741
PENDAHULUAN
Public goods/services siapapun dapat
mengkonsumsinya secara gratis padahal tetap ada biaya
yang timbul atas produksinya.
Umumnya dibiayai oleh 2 sumber

Charging
Pajak
For services

Setiap wajib Yang menikmati


pajak HARUS saja yang
membayar membayar

Pemerintah turut terlibat dalam penentuan harga u/


meningkatkan efisiensi alokasi SD dan keadilan dalam distribusi
pendapatan
SO, WHAT IS PUBLIC SERVICES?
According to Meneg PAN No. 63/KEP/M.PAN/7/2013 (Tentang Pedoman
Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik) :
segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggaraan pelayanan
publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun
pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan
According to Oxford (2000):
a service such as transport or health care that a government or an official
organization provides for pepole in general in a particular society
According to Wikipedia (2014):
Pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefinisikan sebagai segala
bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik
yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi
Pemerintah di Pusat, di Daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara
atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan
masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

Apa intinya?
KONSEP PELAYANAN

Penyedia
Pelaku
Pelayanan
Penerima

Internal
Pelanggan
Eksternal
Pelayanan Publik Pelayanan
Swasta
Berusaha
Kepercayaan
Meskipun sama-sama:
memenuhi
pelanggan
harapan
jaminan
pelanggan

Kharakteristik khusus pelayanan publik yang menyebabkan


beda:
1. Sebagian besar adalah layanan & barang tak nyata
2. Terkait dengan jenis pelayanan2 yang lainnya
3. Pelanggan internal lebih menonjol
4. Semakin tinggi kualitas pelayanan semakin meningkat efisiesi dan
ekfektivitas pelayanan
5. Pelanggan tidak langsung adalah masyarakat secara keseluruhan
6. Tujuan akhir terciptanya tatanan kehidupan masyarakat yang
berdaya utk mengurus persoalannya masing-masing
PERBEDAAN MANAJEMEN PELAYANAN
SEKTOR SWASTA DAN SEKTOR PUBLIK
(Halim, 2012):
Manajemen Pelayanan Manajemen Pelayanan
Sektor Swasta Sektor Publik
Pilihan individu dalam pasar Pilihan kolektif dalam
Dipengaruhi hukum pemerintahan
permintaan dan penawaran Tidak sepenuhnya
Tertutup terhadap akses publik menggunakan mekanisme pasar
Berorientasi pada keadilan Terbuka untuk masyarakat
pasar Berorientasi untuk
Tujuan pelayanan untuk menciptakan keadilan
mencari kepuasan pelanggan kebutuhan
Pelanggan adalah penguasa Bertujuan untuk menciptakan
tertinggi keadilan dan kesejahteraan
Persaingannya merupakan sosial
instrumen pasar Kekuasaan tertinggi adalah
masyarakat
Tidak murni instrumen pasar
EMPAT JENIS PENGELOMPOKAN BARANG
& JASA (SAVAS, 1987 DALAM HALIM, 2012)

Barang Privat Barang Semi Barang Semi


swasta Privat swasta Publik swasta &
pemerintah

Barang Publik
pemerintah
SSSTTT.. MENURUT MARDIASMO
(2009) :

Terdapat
beberapa kesulitan dalam
membedakan barang publik dengan
barang privat
Batasan sulit ditentukan
Penggunaan barang/jasa publik tidak dapat
dihindari keterlibatan elemen pembeda
langsung
Kecenderungan pembebanan tarif
pelayanan daripada pembebanan pajak
PENGELOMPOKAN PELAYANAN
PUBLIK
Sesuai dalam keputusan Menpan Nomor
63/KEP/M.PAN/7/2003:

Pelayanan Pelayanan Pelayanan


Administratif Barang Jasa
pelayanan yang pelayanan yang pelayanan yang
menghasilkan menghasilkan menghasilkan
berbagai berbagai berbagai jasa
bentuk bentuk/jenis yang
dokumen resmi barang yang dibutuhkan oleh
yang digunakan oleh publik
dibutuhkan oleh publik
publik
PELAYANAN PUBLIK YANG DAPAT DIJUAL (MARDIASMO, 2009):

Energi & Listrik


Pendidikan Jalan Tol

Jasa pemadam kebakaran


Irigasi

Fasilitas Rekreasi

Jasa pos &


telekomunikasi Transportasi Publik

Pelayanan Kesehatan

Pengolahan sampah/limbah
MENGAPA PEMBEBANAN TARIF PELAYANAN
PUBLIK KEPADA KONSUMEN DAPAT DIBENARKAN?
ALASAN-ALASANNYA ADALAH ......

1. - Manfaat dirasakan perorangan


- Manfaat dirasakan publik
Adanya barang privat dan barang
publik 2. - Mekanisme harga memiliki peran
penting dalam mengalokasikan
sumber daya
- Akan mendorong efisiensi
ekonomi setiap orang
dihadapkan pada masalah pilihan
Efisiensi Ekonomi karena adanya kelangkaan sumber
daya.
- Setiap orang dipaksa berpikir
ekonomis dan tidak boros.

3. Pembebanan tarif hanya


Prinsip keuntungan dikenakan kepada mereka yang
diuntungkan dengan pelayanan
Charging for
tersebut. Fee
Service
ARGUMEN TERKAIT PEMBEBANAN
TARIF LAYANAN

Favor it Unfavor it

? ?
Prinsip
Pembebanan

Semakin dekat suatu pelayanan terkait


dengan barang privat, semakin sesuai
barang tersebut dikenai tarif.
KEGUNAAN PEMBEBANAN DALAM PRAKTIK
Pemerintah memperoleh penerimaan dari beberapa sumber:
1. Pajak
2. Charging for service
3. Laba BUMN/BUMD
4. Penjualan aset milik pemerintah
5. Utang
6. Pembiayaan defisit anggaran (mencetak uang)

So, Charging for service salah satu sumber


penerimaan bagi pemerintah daerah tertentu.

Barang publik Gratis

Full cost recovery


Barang privat
cost

Pajak
Barang
campuran
(mixed/merit
goods)
Tarif
LANGKAH STRATEGIS YANG DAPAT
DILAKUKAN DALAM PENINGKATAN
PELAYANAN PUBLIK
1. Membangun kesadaran melayani bagi aparatur
2. Membangun kesadaran masyarakat sebagai konsumen
dengan membuka kesempatan yang seluas-luasnya
kepada masyarakat baik langsung maupun melalui
media massa untuk menyampaikan saran dan atau
pengaduan mengenai pelayanan masyarakat.
3. Memberikan reward and punishment yang seimbang;
4. Mengadakan kompetisi pelayanan utk instansi yang
memberikan pelayanan sejenis.
LANGKAH STRATEGIS PENINGKATAN
KAPASITAS PENYELENGGARAAN PELAYANAN
PUBLIK BERKUALITAS

Melaksanakan perbaikan mutu pelayanan publik: menciptakan


standar pelayanan umum; diupayakan dengan:
a. Menerbitkan pedoman pelayanan yang memuat persyaratan, prosedur,
biaya/tarif pelayanan dan batas waktu penyelesaian pelayanan,
b. Menempatkan petugas yang bertanggung jawab melakukan pengecekan
kelengkapan persyaratan permohonan untuk kepastian mengenai
diterima atau ditolaknya berkas permohonan tersebut pada saat itu
juga.
c. Menyelesaikan permohonan pelayanan sesuai dengan batas waktu yang
ditetapkan
d. Melarang dan atau menghapus biaya tambahan yang dititipkan pihak
lain dan meniadakan segala bentuk pungutan liar
e. Menerapkan pola pelayanan secara terpadu (satu atap atau satu pintu)
f. Melakukan penelitian kepuasan pelanggan/masyarakat atas pelayanan
yang diberikan,
g. Menata sistem dan prosedur pelayanan secara berkesinambungan
sesuai dengan tuntutan dan perkembangan dinamika masyarakat .
TRANSPARAN DALAM
PELAYANAN PUBLIK

LEMAH POSISI
TAWAR WARGA THD
PEMERINTAH
AKSES INKONSISTENSI
PEMERINTAH
INFORMASI BERPERILAKU
IBARAT HUTAN GANDA SESUAI
BELANTARA KEPENTINGAN
TIDAK JELAS HAK PROSEDUR PELAYANAN
DAN KEWAJIBAN : YANG PANJANG DAN
HANYA RUMIT MENCIPTAKAN
MENGATUR OPPORTUNITY COST
KEWAJIBAN TINGGI : MENDORONG
MASYARAKAT MENCARI
PERLAKUKAN CARA YANG MUDAH DAN
TIDAK WAJAR : TIDAK WAJAR
SEENAKNYA
MENURUT
SELERA
RESPONSIF DALAM
PELAYANAN PUBLIK

RESPONSIF
SESUAI KENALI DAN
KEMAMPUAN HARAPAN MEMBERI
MENGIDENTIFIKA
SI KEBUTUHAN
KEINGINAN DAN PERHATIAN YG
MASYARAKAT ASPIRASI BESAR KEPADA
DENGAN PENGGUNA JASA
MENDENGAR
PENGGUNA

PEMBERI PENERIMA
LAYANAN LAYANAN
BERTANGGUNG BANYAK PILIHAN
JAWAB KEPADA MEMILIKI
PELANGGAN KOMITMEN
DEPOLITISASI KEADILAN
INOVASI
MENGHINDARI
PEMBOROSAN
PAKET KEMASAN PELAYANAN PUBLIK
1. Fasilitas Penunjang (Supporting Facilities): adalah berbagai
prasarana dan sarana fisik (Infrastruktur) yang harus sudah tersedia
sebelum sesuatu pelayanan publik tertentu dapat diselenggarakan atau
ditawarkan kepada masyarakat.
2. Barang/Jasa Pelengkap (Complimentary Products/Services): adalah
barang / material / bisa juga dokumen, maupun jasa-jasa lainnya yang
harus disediakan, dibeli, dan atau digunakan oleh masyarakat calon
pengguna layanan publik sebagai pelengkap atau kelengkapan sebelum /
sesudah memperoleh pelayanan publik tertentu.
3. Layanan Eksplisit (Explicit Services): adalah wujud nyata sebagai
substansi atau inti manfaat dari pelayanan publik yang diterima atau
dirasakan oleh masyarakat.
4. Manfaat Tersirat (Implicit Services) : adalah manfaat yang secara
psikologis dapat dirasakan oleh masyarakat secara ekstrinsik dari suatu
layanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.
(James A Fitzsimmons dan Mona J. Fitzsimmons, 1994)
DUABELAS KARAKTERISTIK JASA

1. Pelayanan merupakan output tidak berbentuk


(intangible output).
2. Pelayanan merupakan output variabel, tidak
standar.
3. Pelayanan tidak dapat disimpan dalam inventori,
tetapi dapat dikonsumsi dalam produksi.
4. Terdapat hubungan langsung yang erat dengan
pelanggan melalui proses pelayanan.
5. Pelanggan berpartisipasi dalam proses memberikan
pelayanan.
6. Ketrampilan personil diserahkan atau diberikan
secara langsung kepada pelanggan.
DUABELAS KARAKTERISTIK JASA
(LANJUTAN)

7. Pelayanan tidak dapat diproduksi secara


massal.
8. Membutuhkan pertimbangan pribadi yang
tinggi dari individu yang memberikan
pelayanan.
9. Perusahaan jasa pada umumnya bersifat padat
karya.
10. Fasilitas pelayanan pada umumnya berada
dekat lokasi pelanggan.
11. Pengukuran efektivitas pelayanan bersifat
subyektif.
12. Option penetapan harga lebih rumit.
(Sumber : Gasperz, 1997 : 241).
DASAR PEMBEBANAN

PENETAPAN HARGA LAYANAN


BIASANYA DIHITUNG BERDASAR
TOTAL BIAYA (FULL COST)
BEBERAPA KESULITAN

TOTAL BIAYA SULIT DIKETAHUI SECARA


TEPAT
ALOKASI OVERHEAD
BIAYA-BIAYA TERSEMBUNYI (HIDDEN COST)
MISAL BIAYA BIROKRASI
BEBERAPA KESULITAN
JUMLAH KONSUMSI TIAP ORANG
BERBEDA
TIDAK MEMPERHITUNGKAN
KEMAMPUAN ORANG UNTUK MEMBAYAR
BAGAIMANA TERHADAP ORANG
MISKIN ??
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM
PENYEDIAAN PELAYANAN PUBLIK

Identifikasi barang/jasa yang menjadi keputuhan


masyarakat.
Siapa yang lebih berkompeten untuk menyediakan
kebutuhan publik tersebut?

Dapatkah penyediaan pelayanan publik tertentu


diserahkan kepada sektor swasta & sektor ketiga?
Pelayanan publik apa saja yang tidak harus dilakukan
pemerintah tapi dapat ditangani swasta?
HUBUNGAN SEKTOR PUBLIK, SWASTA, DAN
SEKTOR KETIGA (MARDIASMO, 2009) :

Unit-Unit
Unit Bisnis
Pemerintah Pelayanan
Pemerintah
Pemerintah

Pelayanan
Publik

Non
Pemerintah
PENENTUAN HARGA PELAYANAN
PUBLIK
Penentuan harga pelayanan publik tidak lepas dari
proses politik (Halim, 2012)
Kegunaan proses politik adalah untuk menentukan:

1. Berapa jumlah barang publik yang harus disediakan

2. Bagaimana implikasinya terhadap distribusi biaya


yang akan menjadi tanggung jawab para individu
DASAR
PEMBEBANAN
PENENTUAN TARIF TARIF PELAYANAN
PELAYANAN PUBLIK SEKTOR SWASTA
Menurut Mahmudi , Dalam menetapkan harga
penentuan tarif pelayanan produk atau jasa, perusahaan
pada organisasi sektor mempertimbangkan dua faktor
publik meliputi 1. Internal perusahaan
pertimbangan berikut: a. Tujuan pemasaran
1. Apakah organisasi sektor perusahaan
publik akan mengambil
b. Strategi bauran
laba atas pelayanan publik perusahaan
yang diberikan.
c. Biaya
2. Apakah organisasi sektor 2. Eksternal Perusahaan
publik tidak akan d. Sifat pasar dan
mengambil laba. permintaan
3. Apakah pelayanan publik e. JenisPersaingan:
akan dijual di bawah biaya
penyediaan layanan
sehingga organisasi publik
perlu memberikan subsidi.
PENETAPAN HARGA PELAYANAN
SEKTOR PUBLIK
TOTAL
Untuk menyediakan suatu pelayanan, beban dihitung sebesar: BIAYA

FULL COST
DISEBUT
RECOVERY

Merupakan salah satu cara untuk mengakomodasikan


pertimbangan keadilan melalui kebijakan penetapan harga
harga pelayanan didasarkan pada biaya penuh untuk menghasilkan
pelayanan harga di atas marginal cost
NAMUN, FULL COST RECOVERY
MEMILIKI BEBERAPA KESULITAN..

Tidak tahu secara tepat berapa biaya total

Sulit mengukur jumlah yang dikonsumsi

Tidak memperhitungkan kemampuan


masyarakat untuk membayarr

Biaya apa saja yang harus diperhitungkan?


LALU HARGA DITETAPKAN
BERDASARKAN APA?
Coba Gunakan
Marginal Cost
Pricing, ya...

Tarif yang dipungut seharusnya sama dengan biaya


untuk melayani konsumen tambahan (cost of
serving the marginal consumer)
Mengacu pada harga pasar yang paling efisien
Masyarakat akan memperoleh peningkatan
output dari barang/jasa sampai titik dimana
marginal cost sama dengan harga

Beberapa pertimbangan penggunaan marginal cost


pricing
Semi variable Biaya
Biaya
Variable overhead cost penambahan
penggantian atas
operating cost yang digunakan aset modal untuk
aset modal untuk
(biaya operasi untuk memenuhi
penyediaan
variabel) memberikan tambahan
pelyanan
pelayanan permintaan
PERMASALAHAN MARGINAL COST
PRICING
1. Sulit memperhitungkan secara tepat marginal cost
2. Apakah didasarkan pada biaya marginal jangka pendek
atau jangka panjang?
3. Marginal cost pricing bukan berarti full cost recovery
4. Kegunaan konsep kewajaran
5. Eksternalitas konsumsi
6. Pertimbangan ekuitas mensyaratkan yang kaya membayar
lebih

So, perlu ditemukan metoda terbaik untuk


menetapkan harga pelayanan publik
KOMPLEKSITAS STRATEGI HARGA

Two-part tariffs
Fixed charge untuk menutupi biaya overhead atau biaya infrastruktur
dan variable charge yang didasarkan atas besarnya konsumsi

Peak-load tariffs
Pelayanan publik dipungut berdasarkan tarif tertinggi

Diskriminasi harga
Hal ini adalah salah satu cara untuk mengakomodasikan
pertimbangan keadilan melalui kebijakan penetapan harga
Full cost recovery
Harga pelayanan didasarkan pada biaya penuh atau biaya total untuk
menghasilkan pelayanan
Harga diatas marginal cost
Contoh: tarif parkir mobil, biaya perijinan
PENENTUAN TARIF PELAYANAN
PUBLIK

Gross margin
laba
pricing

Organisasi Full cost


Non laba
sektor publik pricing

Subsidized
Subsidi
cost pricing
KESIMPULAN
Penyediaan barang publik lebih mengarah pada
pencapaian kesejahteraan masyarakat, bukan untuk
mencari laba semaksimal mungkin

Harga di dalam sektor publik sering diatur dalam


cara yang bertentangan dengan sasaran kebijakan
publik perlu pemahaman lagi yang lebih
komprehensif mengenai peran harga dan alternatif-
alternatif metodenya

Penting pula untuk dipahami bahwa terdapat


banyak pilihan dalam penetapan harga tidak ada
suatu metode tunggal yang benar untuk tiap-tiap
situasi
Terima Kasih

God Bless Us