You are on page 1of 14

ANALISIS KASUS

MATA KULIAH ETIKA KEPERAWATAN


Dosen Pembimbing : Syamsul Firdaus, S.Kp., M.Kes

KELOMPOK 1
Erma Eriani P07120116052
Indri Wulandari P07120116055
Muhammad Abidurrahman P07120116063
Muhammad Aulia Rahman P07120116064
Muhammad Faiz Haikal Abdi P07120116065
Muhammad Ihya Afyani P07120116067
Noor Azizah P07120116072
Novia Pertiwi P07120116074
Rinda Medianita P07120116079
Siti Rizki P07120116081
KASUS 1
Mahasiswa Y diperintahkan memberikan suntikan
terakhir pada klien anak Ramadhan kamar 2 kelas 1 yang
mengalami diare 5 hari yang lalu dan dinyatakan oleh dokter
yang merawatnya akan pulang, namun mahasiswa Y masuk
ke kelas 2 kamar 1 dengan nama anak Ramdhan, setelah
diberikan obat pada klien beberapa menit
kemudian kejang dan kebiruan. Mahasiswa bingung tidak
tahu harus berbuat apa, karena perawat jaga tidak ada
ditempat, akhirnya klien Ramdhan tidak tertolong.
Identifikasi Masalah

a) Terjadi kesalahan yang dilakukan Dokter dengan


memberikan wewenang penyuntikan terakhir untuk pasien
Ramadhan kepada mahasiswa Y.
b) Mahasiswa Y kurang memperhatikan perintah dokter untuk
memberikan suntikan terakhir pada klien yang diare selama
5 hari.
c) Orang yang terlibat dalam hal ini adalah dokter yang
menangani klien, mahasiswa Y, perawat jaga, klien
Ramadhan dan klien Ramdhan.
d) Terjadi kesalahan ruangan, nama klien dan pemberian
suntikan. Ramadhan, Kamar 2
Ramdhan, Kelas 2
kelas 1 kamar 1
e) Terjadi kelalaian mahasiswa Y yang memberikan
suntikan terakhir pada Ramadhan kamar 2 kelas 1
tetapi mahasiswa Y malah memberikan suntikan
tersebut kepada pasien Ramdhan kelas 2 kamar 1.
f) Hal itu terjadi karena mahasiswa tidak melakukan
komunikasi dengan pasien sebelum penyuntikan
dan saat penyuntikan perawat jaga tidak
mendampinginya.
g) Seharusnya perawat jaga selalu mendampingi
mahasiswa Y ketika menjalankan wewenang
dikarenakan mahasiswa Y dalam tahap
pembelajaran.
h) Akibatnya terjadi kesalahan pemberian

suntikan kepada klien Ramdhan

berakibat kejang-kejang dan kebiruan.

i) Mahasiswa Y bingung setelah terjadi

kejang dan kebiruan.

j) Perawat jaga tidak ada di tempat.

k) Klien Ramdhan tak tertolong.

l) Klien Ramadhan yang seharusnya

sudah dapat pulang setelah mendapat

suntikan terakhir akhirnya

kepulangannya menjadi tertunda.


Mengumpulkan Data Tambahan

1. Perawat jaga tidak mendampingi mahasiswa Y


dalam pemberian suntikan.
2. Tak ada komunikasi antara mahasiswa Y
dengan klien setidaknya untuk validasi data.
3. Tidak ada koordinasi antara mahasiswa Y
dengan perawat jaga sebelum melakukan
tindakan penyuntikan.
4. Tidak ada tindakan kegawatdaruratan yang
dilakukan saat terjadi kejang dan kebiruan
pada klien.
Mengidentifikasi semua pilihan/ alternatif secara
terbuka kepada pembuat keputusan

1) Memastikan ruangan dan


memberikan suntikan pada klien yang tepat.
1) Mahasiswa Y dapat melakukan tindakan kegawatdaruratan
untuk menyelamatkan klien.
2) Perawat jaga seharusnya mendampingi mahasiswa Y dalam
intervensi keperawatan yang di lakukan.
3) Seharusnya mahasiswa Y dapat melakukan tindakan
kegawatdaruratan untuk menyelamatkan pasien Ramdhan
dengan cara meminta bantuan dari perawat atau Dokter
diruangan lain.
Perawat memikirkan masalah
etis berkesinambungan

a) Dalam melakukan setiap intervensi, perawat harus memberikan pelayanan


dengan baik dan benar. Dalam hal ini perawat jaga harus selalu berada
ditempat untuk memberikan bimbingan kepada mahasiswa Y.
b) Adanya ketidaknyamanan klien akibat penyakitnya, semestinya perawat
memberikan pelayanan sesuai standar agar klien dapat menemukan
mekanisme koping terhadap penyakitnya.
c) Kewajiban perawat melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan,
ketika pasien Ramdhan mengalami kejang dan kebiruan akibat salah
suntikan. Tetapi hal itu tidak dilakukan.
d) Hak klien untuk menolak pengobatan dan konsekuensinya terabaikan. Dilihat
dari tidak adanya komunikasi kepada klien sebelum penyuntikan terakhir.
Pembuatan keputusan harus membuat keputusan

Perawat harus
mempertimbangkan hak Perawat harus
klien. Dalam hal ini bertanggung jawab dan
mahasiswa Y lah yang bertanggung gugat atas
seharusnya mengambil setiap tindakan yang
keputusan akibat dilakukannya. Apa yang
keteledorannya. Keputusan telah dilakukan dan
tersebut harus
terjadi kelalaian maka
mempertimbangkan hak
klien dan kenyamanannya
mahasiswa Y harus siap
dengan cara meminta bertanggung jawab dan
pertolongan dari perawat bertanggung gugat atas
atau Dokter diruangan lain tindakannya sendiri.
untuk segera menolong
pasien.
Melakukan tindakan dan mengkaji
keputusan dan hasil

Telah terjadi pelanggaran kode etik dengan alasan-alasan dan


informasi yang telah ditelaah yaitu:
1. Mahasiswa Y melakukan suatu keteledoran dalam
menjalankan wewenang dari Dokter berkaitan dengan
kesalahan penyuntikan.
2. Mahasiswa Y tidak melakukan komunikasi dengan pasien
sebelum melakukan tindakan sebagai validasi data agar
tidak terjadi kesalahan.
3. Perawat jaga tidak mendampingi mahasiswa Y dalam
melakukan tindakan.
4. Tidak ada tindakan kegawatdaruratan ketika
pasien mengalami kejang dan kebiruan mungkin
dikarenakan mahasiswa Y gugup dan bingung.
5.Hak klien terabaikan yaitu tidak
mendapat pelayanan dengan baik.
6.Mahasiswa Y harus siap bertanggung
gugat atas tindakan yang dilakukannya
tersebut
7.Kredibiltas perawat jaga
dipertanyakan, dan kode etik
keperawatan diberlakukan.
Melalui langkah-langkah penyelesaian etik
maka komite etik dirumah sakit harus menentukan
tindakan dengan hati-hati dan terencana sesuai
tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh Dokter
(memberikan wewenang kepada mahasiswa Y
yang mungkin belum terampil), perawat jaga
(tidak berada ditempat dan tidak mendampingi
mahasiswa Y) dan mahasiswa Y (melakukan
keteledoran terhadap wewenang yang diberikan).
Untuk masalah ini Dokter dan perawat perlu
mendapatkan beberapa peringatan atau bentuk
pembinaan sesuai tingkat pelanggaran etik masing-
masing. Kode etik keperawatan bisa diberlakukan
karena kredibilitas perawat jaga dipertanyakan.
Sedangkan mahasiswa Y harus siap bertanggung
gugat atas tindakan yang dilakukannya untuk dibawa
ke ranah hukum.
TERIMA KASIH