You are on page 1of 23

REFERAT

ANESTESI PADA PEDIATRI

Oleh :

Gita Titian Tera Indah


61111040

Pembimbing :

dr. Ferry Hamdani, Sp.An


BAB I
PENDAHULUAN

prinsip utama anestesi yaitu : kewaspadaan, keamanan,


kenyamanan, dan perhatian yang seksama baik pada anak
maupun dewasa adalah sama.

Salah satu perbedaan paling penting antara pasien anak dan


dewasa adalah konsumsi oksigen pada bayi dapat melebihi
6ml/kg/min, dua kali lipat dari orang dewasa. Perbedan-
perbedaan inilah yang mengakibatkan tindakan anestesi pada
neonatus dan anak adalah istimewa
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pembagian Pediatri

1. Orok ( neonatus ) usia dibawah 28 hari

2. Bayi ( infant) usia 1 bulan - 1 tahun

3. Anak ( child) usia 1 tahun -12 tahun


SISTEM
PERNAPASAN

Otot leher bayi masih sangat lunak,


leher lebih pendek
sulit menyangga atau memposisikan kepala dengan tulang occipital
yang menonjol.
Lidah neonatus relative besar
epiglottis berbentuk U dengan proyeksi lebih ke posterior dengan
sudut sekitar 450, relatif lebih panjang dan keras, letaknya tinggi,
bahkan menempel pada palatum molle sehingga cenderung
bernapas melalui hidung.
Trakea neonatus yang pendek, berbentuk seperti corong dengan
diameter tersempit
SISTEM SIRKULASI
DAN HEMATOLOGI

Tekanan sistolik merupakan indikator yang baik untuk menilai


sirkulasi volume darah dan dipergunakan sebagai parameter yang
adekuat terhadap penggantian volume.

Usia Laju Nadi Tekanan Systolik Tekanan Diastolik


Preterm (1000g) 130-150 45 25
Newborn 110-150 60-75 27
6 bulan 80-150 95 45
2 tahun 85-125 95 50
4 tahun 75-115 98 57
8 tahun 60-110 112 60
Volume darah pada bayi lebih tinggi daripada orang dewasa, hal
tersebut akan mempengaruhi jumlah cairan atau darah yang harus
ditransfusikan bila terjadi hypovolemia.

Rumus ABL (Allowable Blood Loss) digunakan untuk mencari jumlah


cairan yang dibutuhkan dan dihitung dengan rumus ( )
dengan EBV : Estimated Blood Volume, HT1 : Hematocrit (atau bisa
hemoglobin) awal (normal pria: 42-52%, wanita : 37-47%), HT2 :
Hematocrit (atau bisa hemoglobin) akhir.
Gambar 3. Kadar Volume darah pada Anak dan Dewasa6
SISTEM EKSKRESI DAN ELEKTROLIT
Pengaturan temperatur
PERSIAPAN ANESTESI PADA PEDIATRIK
Anamnesis
1. Usia Gestasi dan Berat Lahir
2. Masalah selama kehamilan dan persalinan serta skor APGAR
3. Riwayat Penyakit Sekarang
4. Riwayat Penyakit Dahulu
5. Kelainan kongenital atau metabolik
6. Riwayat pembedahan
7. Riwayat kesulitan anestesi pada keluarga dan pasien
8. Riwayat Allergi
9. Batuk , Episode Asma, ISPA yang sedang dialami
10. Waktu terakhir makan dan minum
Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum

2. Tanda-Tanda Vital : Tekanan darah, Laju nadi dan napas, Suhu

3. Data antropometrik : Tinggi dan berat badan

4. Adanya gigi yang lepas atau goyang

5. Sistem respirasi

6. Sistem Kardiovaskuler

7. Sistem Neurologi
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium : Hb, Elektrolit
Radiologi : bila terdapat penyakit paru, penyakit jantung

Puasa

Usia Air bening ASI Susu Makanan


Formula Padat
Neonatus 2 jam 4 jam 4 jam -
6 bulan

6 36 2 jam 4 jam 6 jam 6 jam


bulan
>36 bulan 2 jam - 6 jam 8 jam
PERSIAPAN ANESTESI

STATICS
Scope : Laringoskop apakah lampunya cukup terang atau tidak,
serta Stethoscope.
Tubes : ETT dipersiapkan dengan ukuran sesuai dan satu ukuran
dibawah dan diatasnya.
Airway : alat untuk menahan lidah agar tidak jatuh yakni pipa
orofaringeal Guedel atau pipa nasofaringeal.
Tapes : Plester untuk fiksasi ETT
Introducer : kawat untuk dimasukan ke dalam ETT]
Connector : penghubung antara ETT dengan sirkuit napas
Suction : mesin pengisap untk membersihkan jalan napas.
Lampu ruangan
Mesin anestesia
Peralatan Mesin penghangat tempat tidur
Elektronik Infusion pump
Syringe pump
Defibrilator

Sumber Gas : O2,N2O , Halothane, Isoflurane dan gas


sejenis serta dipantau dengan penggunaan flowmeter
Tabel peralatan jalan napas untuk
pasien pediatrik

Prematur Naonatus Bayi Prasekolah Anak kecil Anak


Umur 0-1 bl 0-1 bl 1-12 bl 1-3 th 3-8 th 8-12 th

BB (kg) 0.5-3 3-5 4-10 8-16 14-30 25-50

ETT (mmID) 2,5-3 3-3,5 3,5-4 4-4,5 4,5-5,5 5,5-6

Dalam ET 6-9 9-10 10-12 12-14 14-16 16-18

Isap lendir (F) 6 6 8 8 10 12

Laryngoskop Masker 00 0 1,5 1,5 2 3

Ukuran Masker 00 0 1 1 2 3

Oral Airway 000-00 00 1 1 2 3

LMA - 1 1,5 1,5 2,5 3


PREMEDIKASI
Tujuan
Obat-obat premedikasi
Nama Obat Agen Cara Dosis Onset Efek
Pemberian (menit)
Benzodiazepin Midazolam Oral 0,3-0,7mg/kgBB 15-30 Depresi sistem pernapasan, eksitasi postoperative
Diazepam Nasal 0,1-0,2mg/kgBB 5-10 Eksitasi

Dissosiatif Ketamin Oral 3-8mg/kgBB 10-15 Eksitasi


IM 2-5mg/kgBB 2-5 Meningkatkan TD, tekanan intra cranial meningkat

Opioids Morfin IM 0,1-0,2 mg/kgBB 15-30 Depresi system pernafasan


Meperidin IM 0,5-1 mg/kgBB 15-30 Depresi system pernafasan
Fentanil oral 10-15 g/kgBB 5-15 Depresi sitem pernafasan

Barbiturat Pentobarbital Oral 3mg/kgBB 60 Eksitasi postoperative yang memanjang


Tiopental Rectal 30mg/kgBB 5-10 Depresi system pernafasan, Eksitasi postoperative yang
memanjang

Antikolinergik Atropin Oral 20g/kgBB 15-30 Flushing


Scopolamin IM 20g/kgBB 5-15 Mulut kering
IV 10-20g/kgBB 30 Rasa gembira
IM 20g/kgBB 15-30 halusinasi

H2 Antagonis Cimetidine Oral 7,5mg/kgBB 60


Ranitidine Oral 2 mg/kgBB 60
MASA ANESTESI

Induksi
Penggunaan LMA disesuaikan dengan BB :
Ukuran LMA Berat Badan
1 <5 kg
1.5 5-10 kg
2 10-20 kg
2.5 20-30 kg
3 >30 kg

Tatalaksana jalan napas pediatrik :


Saat induksi pasien dalam posisi yang paling nyaman
Saat sudah diintubasi posisi pasien sniffing untuk membuka jalan napas
Berikan ganjalan untuk membuka LA, OA dan PA memudahkan proses
ventilasi
TAHAP INTRA BEDAH

Pemantauan
Pernapasan
- Stetoskop
- Pada napas spontan, gerak dinding dada, dan bag reservoir
- Warna ekstremitas
Sirkulasi
- Stetoskop perikordial
- Perabaan nadi
Perdarahan
- isi dalam botol suction
- Beda berat kassa sebelum dan sesudah kena darah
- Periksa Hb dan Ht secara serial
Air Kemih
- Isi dalam kantong air kemih
Kebutuhan cairan perioperatif

Kebutuhan cairan pemeliharaan


Kebutuhan cairan pemeliharaan pada anak dapat diformulasikan dengan rumus 4:2:1 yaitu :
10 kg pertama: 4 ml/kg/jam, 10-20kg berikutnya : 2ml/kg/jam, seterusnya: I ml/kg/jam.

Defisit
Di samping cairan pemeliharaan, defisit cairan yang ada misalnya karena puasa harus
diganti.
Pengganti defisit ini diberikan 50 % pada jam pertama, 25% pada jam kedua dan 25%
sisanya pada jam ketiga.

Cairan pengganti
1. Mengganti darah : Darah yang hilang dapat diganti dengan cairan kristaloid dengan
perbandingan 3:1, atau larutan koloid dengan perbandingan 1:1 sampai mencapai
hematokrit yang diperbolehkan.
2. Cairan di rongga ke-3
diperkirakan dengan melihat luasnya prosedur pembedahan, seperti misalnya 0-2
ml/kg/jam untuk pembedahan yang relatif atraumatik (mis.koreksi strabismus) dan
sampai 6-10ml/kg/jam untuk prosedur yang traumatik (mis.abses abdominal). Kehilangan
ini biasanya diganti dengan cairan ringer laktat1
TAHAP PASCA BEDAH
Perawatan diruang pulih

Pengakhiran anestesia
Pembedahan selesai obat anestesi dihentikan
Bersihkan rongga hidung & mulut dari lendir
Ekstubasi bila bayi suda sadar benar, anggota badan
bergerak-gerak, mata terbuka, napas spontan

Perawatan diruang pulih


Bangun dari anestesi dan pulih sadar
Catatan : Dianggap sudah pulih dari anestesi dan dapat pindah ke
ruang pemulihan ke ruang perawatan apabila skor >8.

Yang Dinilai Nilai


Pergerakan 2
Gerak bertujuan 1
Gerak tak bertujuan 0
Diam

Pernapasan 2
teratur, batuk , menangis 1
depresi 0
perlu dibantu

Warna 2
merah muda 1
pucat 0
sianosis

Tekana Darah 2
berubah sekitar 20% 1
berubah 20-30% 0
berubah lebih dari 30%

Kesadaran 2
benar-benar sadar 1
bereaksi 0
tak bereaksi
THANKS............