You are on page 1of 17

Refrat

BIOETIK KEDOKTERAN

Gita Titian Tera Indah


6.11.11.040

Pembiming
dr. Reinhard JD. Hutahaean., Sp.F, SH, MM
KEPANITRAAN KLINIK ILMU KESEHATAN JIWA
RSUD EMBUNG FATIMAH BATAM
TAHUN 2016
DEFINISI

Bioetika berasal dari kata bios yang berati kehidupan


dan ethos yang berarti norma-norma atau nilai-nilai moral.
Bioetika merupakan studi interdisipliner tentang masalah yang
ditimbulkan oleh perkembangan di bidang biologi dan ilmu
kedokteran baik skala mikro maupun makro, masa kini dan masa
mendatang.

PEMBAHASAN MASALAH

dalam setiap penyempurnaan norma etika secara tertulis, baik


idealisme teoritis maupun penerapannya akan mempertimbangkan
kaidah-kaidah dasar moral ataupun prinsip/kaidah dasar bioetika, antara
lain seperti berbuat baik (beneficence),tidak merugikan (non malficence),
menghargai otonomi pasien (autonomy), dan berlaku adil ( justice).
1. BENEFICENCE

Dalam arti bahwa seorang dokter berbuat baik, menghormati


martabat manusia, dokter tersebut harus berusaha maksimal
agar pasiennya tetap dalam kondisi sehat.

1. General beneficence :
melindungi & mempertahankan hak yang lain
mencegah terjadi kerugian pada yang lain,
menghilangkan kondisi penyebab kerugian pada yang lain,

2. Specific beneficence :
menolong orang cacat,
menyelamatkan orang dari bahaya.
Prinsip-prinsip Beneficence

Mengutamakan altruisme Memaksimalisasi hak-hak


Menjamin nilai pokok harkat pasien secara keseluruhan
dan martabat manusia Menerapkan Golden Rule
Memandang pasien atau Principle, yaitu melakukan hal
keluarga bukanlah suatu yang baik seperti yang orang
tindakan tidak hanya lain inginkan
menguntungkan seorang Memberi suatu resep
dokter berkhasiat namun murah
Tidak ada pembatasan goal Mengembangkan profesi
based secara terus menerus
Mengusahakan agar kebaikan Minimalisasi akibat buruk
atau manfaatnya lebih banyak Paternalisme bertanggung
dibandingkan dengan suatu jawab/kasih sayang
keburukannya
2. non-malficence

Non-malficence adalah Prinsip Prima facienya


suatu prinsip yang mana adalah ketika pasien
seorang dokter tidak berubah menjadi atau
melakukan perbuatan yang dalam keadaan gawat
memperburuk pasien dan darurat dimana diperlukan
memilih pengobatan yang sesuatu interferensi medic
paling kecil resikonya bagi dalam rangka penyelamatan
pasien yang dirawat atau nyawa. Prinip Non
diobati olehnya. Malficence ini digunakan
saat pasien dalam keadan
rentan
Kewajiban dokter untuk
Ciri-ciri non malficence
menganut ini berdasarkan
hal-hal :

Pasien dalam keadaan amat Menolong pasien emergensi


berbahaya atau berisiko Mengobati pasien yang luka
hilangnya sesuatu yang Tidak membunuh pasien
penting Tidak memandang pasien
Dokter sanggup mencegah sebagai objek
bahaya atau kehilangan Tidak menghina/mencaci
tersebut maki/memanfaatkan pasien
Tindakan kedokteran tadi Tidak membahayakan
terbukti efektif pasien karena kelalaian
Manfaat bagi pasien lebih Memberikan semangat
banyak, kerugian dokter hidup
(hanya mengalami risiko
minimal).
3. AUTONOMI

Dalam kaidah ini, seorang dokter wajib menghormati


martabat dan hak manusia. Setiap individu harus
diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai hak
menentukan nasib sendiri. Dalam hal ini pasien diberi hak
untuk berfikir secara logis dan membuat keputusan sendiri.

Pandangan Kant : otonomi kehendak = otonomi moral


yakni :
Kebebasan bertindak, memutuskan (memilih) dan
menentukan diri sendiri sesuai dengan kesadaran terbaik
bagi dirinya yang ditentukan sendiri tanpa hambatan,
paksaan atau campur-tangan pihak luar (heteronomi), suatu
motivasi dari dalam berdasar prinsip rasional dari manusia.
PRINSIP-PRINSIP
AUTONOMI

Menghargai hak menentukan Tidak mengintervensi atau


nasib sendiri menghalangi autonomi pasien
Tidak mengintervensi pasien Mencegah pihak lain
dalam membuat keputusan mengintervensi pasien dalam
Berterus terang menghargai membuat keputusan,
privasi termasuk keluarga pasien
Menjaga rahasia pasien sendiri
Menghargai rasionalitas pasien Sabar menunggu keputusan
yang akan diambil pasien pada
Melaksanakan Informed kasus non emergensi
Consent Tidak berbohong kepada
Membiarkan pasien dewasa pasien meskipun demi
dan kompeten mengambil kebaikann pasien
keputusan sendiri Mejaga hubungan atau
kontrak
4. JUSTICE

Keadilan atau Justice adalah suatu prinsip dimana


seorang dokter wajib memberikan perlakuan sama
rata serta adil untuk kebahagiaan dan kenyamanan
pasien tersebut.
Perbedaan tingkat ekonomi, pandangan politik,
agama, kebangsaan, perbedaan kedudukan sosial,
kebangsaan, dan kewarganegaraan
tidak boleh mengubah sikap dan pelayanan dokter
terhadap pasiennya.
CIRI-CIRI JUSTICE

Memberlakukan segala Memberikan kontribusi yang


sesuatu secara universal relatif sama dengan
Memberikan kesempatan yang kebutuhan pasien
sama terhadap pribadi dalam Meminta partisipasi pasien
posisi yang sama sesuai dengan kemampuannya
Menghargai hak sehat pasien Mengembalikan hak kepada
Menghargai hak hukum pasien pemiliknya pada saat yang
Menghargai hak orang lain tepat dan kompeten
Tidak membedakan pelayanan Tidak memberi beban berat
terhadap pasien atas dasar secara tidak merata tanpa
SARA, status social, dan alasan sah atau tepat
sebagainya Menghormati hak populasi
Tidak melakukan yang sama sama rentan
penyalahgunaan penyakit atau gangguan
kesehatan
KASUS I

Dokter Bagus berugas di desa terpencil yang sangat


jauh dari kota. Ia bertugas di sebuah Puskesmas yang
hanya ditemani oleh seorang mantri. Dokter Bagus
bertugas dari pagi sampai sore hari tetapi tidak
menutup kemungkinan ia harus mengobati pasien
dimalam hari. Suatu hari ada 5 orang pasien yang
sudah mengantri. Seorang Ibu yang datang dengan
keluhan demam 2 hari lalu disertai batuk dan pilek
mendapat giliran pertama untuk diperiksa oleh Dokter
Bagus. Setelah memeriksa pasien tersebut, Dokter
Bagus memberikan beberapa macam obat dan vitamin
serta nasehat agar istirahat cukup.
Beneficence
Mengutamakan Altruisme (menolong
tanpa pamrih) : bersedia bekerja di desa
terpecil dan melayanani masyarakat Justice
disana hingga malam hari.
Memandang pasien tidak hanya sejauh Menghargai hak sehat pasien ,
menguntungkan dokter : memberikan melayani si Ibu dengan baik.
obat dan vitamin yang tidak berlebihan
karena ia merasa beberapa macam obat Memberikan kontribusi yang
saja sudah cukup untuk menyembuhkan relatif sama dengan
pasien. Ia tidak mengambil keuntungan
dari menjual obat.
kebutuhan pasien : tidak
Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan : ia memberikan perlakuan dan
tidak hanya memberikan obat, tapi juga obat-obatan yang bermacam-
vitamin dan bahkan memberi nasehat macam.
agar si ibu beristirahat dengan cukup.
Kewajiban menolong pasien gawat darurat
: siap melayani masyarakat yang sakit dari
pagi hingga malam hari.
KASUS II

Seorang anak balita tampak lemah digendong oleh


ibunya. Ibunya mengatakan bahwa anak tersebut
sudah 2 hari buang air besar. Setelah memeriksa si
anak, Dokter Bagus menyarankan agar anak
tersebut di rawat di rumah sakit. Akan tetapi
karena masalah biaya, si ibu menolak. Akhirnya
Dokter Bagus memberikan obat dan ORALIT, serta
berencana untuk mampir ke rumah si ibu untuk
melihat keadaan anaknya setelah pulang bekerja.
Beneficence Autonomy
Mengusahakan agar kebaikan atau
manfaatnya lebih banyak dibanding Menghargai hak menentukan nasih
dengan keburukannya : memberi sendiri, menghargai martabat pasien
rujukan ke Rumah Sakit karena hal itu : menghargai keputusan si ibu yang
dirasa lebih perlu. tidak membawa anaknya ke rumah
sakit.
Paternalisme bertanggung jawab
atau berkasih sayang : melayani Menghargai rasionalitas pasien :
pasien yang sudah mengantri dan menghargai keputusan si ibu yang
juga berencana mengontrol anak si tidak membawa anaknya ke rumah
ibu setelah pulang bekerja. sakit dikarenakan alasan biaya.
Maksimalisasi pemuasan Menjaga hubungan (kontrak) :
kebahagiaan atau preferensi pasien : berencana mengontrol kondisi anak
tidak hanya memberi obat dan si ibu.
ORALIT, tapi juga berencana
mengontrol anak si ibu setelah
pulang bekerja.
Menghargai hak-hak pasien secara
keseluruhan : menghargai keputusan
si ibu yang tidak membawa anaknya
ke rumah sakit.
Memberikan obat berkhasiat namun
murah : pemberian ORALIT
KASUS III

Seorang laki-laki menderita keganasan stadium lanjut.


Sebelumnya pasien tersebut pernah melakukan pembedahan di
rumah sakit, namun keluarga pasien menghentikan
pengobatan. Orangtua pasien bukanlah orang kaya sehingga
tidak mampu membeli obat-obatan kemoterapeutik yang
mahal, tetapi orangtua pasien ini ingin anaknya mendapatkan
pengobatan lebih lanjut. Dokter Bagus menjelaskan keapada
orangtua pasien bahwa kondisi anaknya kurang baik dan
kemungkinan untuk sembuh sangat kecil. Dokter Bagus
memutuskan untuk memberi obat-obatan penunjang agar anak
tersebut tidak menderita.
Non-maleficence Autonomy
Pasien dalam keadaan darurat Menghargai hak menentukan
Mengobati pasien yang luka nasib sendiri, menghargai
Tidak membunuh pasien (tidak martabat pasien : menghargai
melakukan euthanasia) keputusan untuk tidak
Tidak menghina / mencaci maki / melanjutkan pengobatan dan
memanfaatkan pasien membeli obat-obatan yang
mahal.
Berterus terang :
menyampaikan kondisi pasien
yang tidak memiliki
kemungkinan untuk sembuh
Tidak berbohong kepada
pasien meskipun demi
kebaikan pasien
THANK YOU