You are on page 1of 19

LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PENDERITA
Nama : Sri Yamah
JenisKelamin : Perempuan
Umur : 57 tahun
Pekerjaan : PNS Guru SMP
Agama : Islam
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Alamat : Trimurjo
TglMasuk : 16 Mei 2016
II. ANAMNESIS (autoanamnesis)
Keluhan Utama:
Mata kanan terasa pegal dan kepala pusing
sejak 2 hari yang lalu.

Keluhan Tambahan:
Saat malam hari kepala terasa lebih pusing.

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien mengeluh mata kanan terasa pegal dan
kepala terasa pusing. Saat malam hari kepala
bertambah pusing. Akhir-akhir ini, pasien
mengalami peningkatan aktivitas di tempat
kerjanya.
Riwayat Penyakit Dahulu:
Pasien telah mengalami sakit ini selama dua tahun
terakhir dan telah rutin berobat di Rumah Sakit Ahmad
Yani. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan riwayat
alergi obat antibiotik golongan penicillin. Tidak terdapat
riwayat diabetes melitus.

Riwayat Penyakit Keluarga :


Ibu dari pasien mengalami sakit serupa dan telah
menjalani terapi operatif. Terdapat riwayat hipertensi
dalam keluarga. Tidak terdapat riwayat diabetes melitus
dalam keluarga.
III. PEMERIKSAAN FISIK

1. STATUS PRESENS
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Tanda vital
TD : 170/80 mmHg
HR : 65 x/m
RR : 20 x/m

2. STATUS GENERALIS
Kepala : Dalam batas normal,
Thoraks : Dalam batas normal.
Abdomen : Dalam batas normal
Ekstremitas : Dalam batas normal.
4. STATUS OFTALMOLOGIS

6/15 Visus 6/7,5


Tidak dilakukan Koreksi Tidak dilakukan
Dalam batas normal Supersilia Dalam batas normal
Edema (-),spasme (-) Palpebra superior Edema (-), spasme (-)
Edema (-),spasme (-) Palpebra inferior Edema (-), spasme (-)

Tidak ada kelainan Silia Tidak ada kelainan


Orthoforia, Bulbus Oculi Orthoforia,
eksoftalmus (-), eksoftalmus (-),
strabismus (-) strabismus (-)

Baik ke segala arah Gerak bola mata Baik ke segala arah


Injeksi konjungtiva (-) Konjungtiva Bulbi Injeksi konjungtiva (-)
Sekret (-) Konjungtiva Fornices Sekret (-)

Hiperemi (-), Sikatrik (-) Konjungtiva Palpebra Hiperemi (-), Sikatrik (-)

Siliar injeksi (-) Sklera Siliar injeksi (-)


Jernih Kornea Jernih,
Infiltrat (-) Infiltrat (-)
Ulkus (-) Ulkus (-)
Kedalaman cukup, COA Kedalaman cukup,
Bening Bening
Kripta (+), Iris Kripta (+),
Warna: coklat Warna: coklat
Bulat, regular, sentral, Pupil Bulat, regular, sentral,
diameter 3 mm, refleks diameter 3 mm, refleks
cahaya (+) cahaya (+)
Shadow test (-) Shadow test Shadow test (-)
Jernih Lensa Jernih
Tidak diperiksa Fundus Refleks Tidak diperiksa
Tidak diperiksa Corpus vitreum Tidak diperiksa
Tidak dilakukan Tekanan bola mata Tidak dilakukan
IV. RESUME

Pasien datang ke Poliklinik Mata RSUD Jend. A. Yani


dengan keluhan mata kanan terasa pegal dan kepala
terasa sakit sejak dua hari yang lalu. Pasien mengeluh
bila malam hari, kepala terasa lebih pusing. Akhir-akhir
ini pasien mengalami peningkatan aktivitas di tempat
kerja. Pasien mengalami sakit seperti ini sejak dua tahun
yang lalu dan telah rutin berobat. Pasien memiliki riwayat
hipertensi dan riwayat alergi obat antibiotik golongan
penicillin. Ibu pasien mengalami sakit serupa dan telah
menjalani terapi operatif. Terdapat riwayat hipertensi
dalam keluarga. Dari pemeriksaan fisik, didapatkan visus
mata kanan 6/15 dan visus mata kiri 6/7,5. Setelah
dilakukan pemeriksaan tonometri, didapatkan TIO mata
kanan sebesar 22,5 mmHg dan TIO mata kiri sebesar 22
mmHg.
V. DIAGNOSIS BANDING
Glaukoma simpleks ODS + Hipertensi
Glaukoma sudut tertutup kronik ODS + Hipertensi
Glaukoma sekunder dengan sudut terbuka ODS +
Hipertensi
VI. Anjuran Pemeriksaan
Tonometri
Funduskopi

VI. Diagnosis
Glaukoma simpleks ODS + Hipertensi

VIII. Prognosis
Quo ad vitam : Ad bonam
Quo ad functionam : Dubia ad bonam
Quo ad sanationam : Dubia ad bonam
IX. Penatalaksanaan
Operatif

Medikamentosa
Timolol tetes mata 0,5% 2x1 tetes/ hari
Glaopen tetes mata 2x1 tetes/hari
Asam mefenamat tab 500 mg 3x1
Antasid tab 250 mg 3x1

X. Edukasi
Istirahat
Kontrol tekanan darah
Gunakan obat teratur
TINJAUAN PUSTAKA

A. Anatomi Mata
B. Fisiologi Aqueous Humor

Aqueous diproduksi badan siliaris. Ultrafiltrat plasma


diproduksi pada stroma prosesus siliaris, kemudian
dimodifikasi dengan sekresi epitel prosesus siliaris.
Memasuki kamera okuli posterior, aqueous melewati
pupil menuju kamera okuli anterior kemudian ke
trabecular meshwork pada sudut kamera okuli
anterior dimana terjadi pertukaran komponen dengan
darah di iris.
Kontraksi muskulus siliaris melalui insersinya pada
trabecular meshwork memperbesar ukuran pori
sehingga meningkatkan drainase aqueous. Jalan
menuju kanal Schlemm tergantung dari formasi siklik
kanal transelular pada lapisan endotel. Kanal eferen
dari kanal Schlemm menyalurkan cairan ke vena.
Sebagian aqueous melewati muskulus siliaris dan
melalui sklera (aliran uveoskleral).
C. Glaukoma
1. Definisi
2. Faktor Risiko
3. Klasifikasi :
Glaukoma primer:
sudut tertutup akut
Sudut tertutup kronik
Sudut terbuka kronik
Glaukoma Sekunder
Glaukoma Kongenital
Glaukoma Absolut
Gambaran Klinik
Biasanya terjadi secara perlahan lahan dan
asimptomatik, sampai terjadi penurunan penglihatan
dan umumnya terjadi secara bilateral.
Pasien mengeluhkan sakit kepala dan nyeri pada bola
mata
Pasien mengakui melihat halo ( seperti pelangi atau
lingkaran disekitar objek sinar atau cahaya)
Beberapa pasien mengeluhkan adanya defek lapangan
pandang jika sudah mencapai stadium lanjut.
Beberapa pasien mengeluhkan nyeri kepala, mual dan
muntah.
Peningkatan TIO
Mata merah
Terkadang ada pemeriksaan penyinaran oblik atau
dengan slit lampu didapatkan bilik mata depan dangkal
Terkadang ditemukan pula pupil yang melebar serta
reaksi yang kurang atau tidak bereaksi dengan sinar.
Diagnosis
Nyeri pada mata
Nyeri kepala
Riwayat hipertensi
Riwayat Keluarga
Tekanan intra okular > 20 mmHg
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan pada pasien dengan glaukoma berujuan
untuk mempertahankan fungsi visual dengan
mengendalikan tekanan intraokuler dan dengan begitu
akan mencegah atau menunda kerusakan saraf optik yang
lebih lanjut. Pemberian penatalaksanaan secara dini dapat
meminimalisasi terjadinya gangguan penglihatan.
Penurunan tekanan intraokular dapat mencegah terjadinya
kerusakan pada nervus optikus.
Komplikasi
Tanpa pengobatan glaukoma sudut terbuka dapat
berkembang secara perlahan sehingga akhirnya
menimbulkan kebutaan total.
Prognosis
Tanpa tatalaksana yang adekuat, glaukoma sudut
terbuka dapat berprogresi terus hingga menjadi
kebutaan total. Apabila obat tetes mata
antiglaukoma dapat mengontrol TIO pada mata
yang belum mengalami kerusakan glaukomatosa
yang ekstensif, maka prognosisnya bagus
(walaupun masih ada kemungkinan penurunan
visus).
ANALISIS KASUS
Apakah penegakan diagnosa kasus tersebut sudah tepat?

Diagnosa sudah tepat dikarenakan :


Berdasarkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang
dilakukan pada pasien, dapat ditegakkan diagnosa glaukoma
sudut terbuka kronik (simplek) ODS+ Hipertensi. Diagnosa
sudah tepat dikarenakan :
Pada anamnesis didapatkan keluhan utama yaitu mata terasa
pegal dan sakit kepala. Ditemukan juga pasien memiliki riwayat
hipertensi. Pasien telah menjalani pengobatan selama 2 tahun
terakhir. Ibu dari pasien mengalami penyakit serupa dan
terdapat riwayat hipertensi dalam keluarga.
Pemeriksaan tonometri didapatkan pada OD, TIO 22,5 mmHg
dan TIO OS 22 mmHg.
Hal yang didapatkan pada anamnesis dan pemeriksaan
tonometri sesuai dengan gejala dan tanda yang ada pada
glaukoma sudut terbuka kronik (simplek).
Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat?

Penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat berupa


kombinasi antara timolol 0,5 % tetes mata dan glaupen
tetes mata yang bertujuan untuk menurunkan tekanan
intra okular. Pemberian asam mefenamat tab bertujuan
untuk meredakan sakit kepala. Dan pemberian antasida
untuk mengantisipasi efek samping dari asam
mefenamat berupa peningkatan sekresi asam lambung.