You are on page 1of 33

SEL

Imam A, S.Kep.,Ners
Sel
Pengantar Satuan struktural dan fungsional tubuh
yang hidup
Memerlukan nutrisi dan oksigen
Memproduksi energinya sendiri yamg diperlukan
untuk pertumuhan, perbaikan dan aktivitas lainnya
Mengeliminasi karbondioksida dan limbah
Karakteristik metabolic
umum sebuah Mempertahankan medium yaitu lingkungan untuk
kelangsungan hidupnya
sel Memperlihatkan respon segera terhadap masuknya
para penginvasi seperti bakteri/toksik
Melakukan reproduksi dengan pembelahan
Membran sel

Struktur Sel Sitoplasma

Nukleus
Selubung pembungkus badan sel
= memisahkan antara ECF dan ICF
Selaput semipermeable =
pertukaran zat antara ECF dan ICF
Membran sel
Terdiri dari protein (55%), lipid
(40%), karbohidrat (5%)
Fungsi protektif
Permeabilitas selektif
Fungsi absorpsi
Fungsi Fungsi ekskresi
Membran sel
Pertukaran gas
Pemeliharaan bentuk dan
ukuran sel
Material seperti jeli yg 80%
dibentuk dr air
Terdiri dari bagian jernijh (sitosol)
dan berbagai partikel dngn
Sitoplasma
bentuk dan ukuran beragam
Terdapat 2 zona: ektoplasma dan
endoplasma
Dengan membrane pembatas:
RE, Aparatus golgi, lisosom,
peroksisom, sentrosom, vesicle
Organel sekretorik, mitokondria, nucleus
Sitoplasma Tanpa membrane pembatas:
ribosom, sitoskeleton
Rough Terdapat ribosom granula
Retikulum Fungsi: sintesis protein,
Endoplasma
(RE)
penguraian organel yang
sudah aus
Tdk terdapat ribosom granula
Fungsi: sintesis substansi
Smooth nonprotein, metabolism sel,
Retikulum
Endoplasma
penyimpanan dan metabolism
(RE) kalsium, katabolisme dan
detoksifikasi toksik
Terdapat disemua sel kecuali di sel
eritrosit
Memiliki dua ujung/ wajah: cis (dekat
dengan RE) dan trans (dekat dengan
Aparatus golgi membrane sel)
Fungsi: pemroresan material,
pengemasan material, pelabelan dan
pengangkutan material
Ditemukan di seluruh sitoplasma
Dibentuk oleh aparatus golgi
Terdiri dari 2 tipe: lisosom primer dan
sekunder
Lisosom Fungsi: penguraian makromolekul,
penguraian organel yg aus,
pengeluaran produk sekresi yg
berlebih dalam sel, fungsi sekretorik
Dibentuk dari RE bukan aparatus golgi
Fungsi: memecah asam lemak,
menguraikan substansi toksik seperti
hydrogen peroksida, membentuk lokasi
utama penggunaan oksigen dlm sel,
Peroksisom
mempercemat gluconeogenesis lemak,
menguraikan purin mnjadi asam urat ,
turut serta dalam pembentukan myelin
dan asam empedu.
Terdiri dari 2 buah struktur yg disebut
Sentrosom sentriola
Bertanggung jawab atas gerakan
kromosom selama pembelahan sel
Vesikel Dibentuk dalam RE dan diproses dan
sekretorik dikemas dalam aparatus golgi
Terdapat diseluruh sitoplasma
Dibungkus oleh 2 buah membrane
Dapat memproduksi dirinya sendiri,
memiliki DNA nya sendiri
Sebelah luar mengandung enzim sprt asetil
KoA sintase dan gliserolfosfat
Mitokondria asetiltransferase
Sebelah dalam terdiri dari krista dan
matriks
Fungsi: produksi energi, sintesis ATP,
apoptosis, penyimpanan kalsium,
detoksifikasi amonia dalam hati
Tersusun dari protein dan RNA/rRNA
Memiliki 2 tipe: yg melekat pada RE
dan tersebar dalam sitoplasma
Fungsi: pabrik penghasil protein,
Ribosom berperan dalam sintesis protein.
Organel yang menentukan bentuk sel
dan memberikan dukungan pada sel,
pergerakan sel, respon sel thd stimulasi
eksternal.
Sitoskeleton Terdiri dari: mikrotubulus,
mikrofilamen dan filament intermedia
Organ paling besar dan menonjol, menempati 10%
total vol sel
Terdapat dalam semua sel tubuh kecuali sel darah
merah
Dibungkus oleh membrane nucleus
Nukleus Komponen: nukleoplasma, kromatin dan nucleolus

Fungsi: mengendalikan semua aktivitas sel


(metabolisme, sintesis protein, pertumbuhan dan
reproduksi), sintesis RNA, pembentukan sub unit
ribosom, pengirim intruksi genetic lewat mRNA,
pengendalian pembelahan sel lewat gen,
penyimpanan informasi herediter.
Sel memperbanyak diri dengan cara langsung
membelah diri tanpa melalui tahap pembelahan sel,
Amitosis satu menjadi dua sel, dua menjadi empat, empat
menjadi delapan dst. Pembelahan ini banyak dijumpai
pada sel prokarion misal bakteri
Profase : fase terlama dalam pembelahan sel,
kromosom dr kromatin, sentriol bergerak memanjang
ke arah berlawanan dari inti sel melekat pada kromatid
Metafase: kromatid terdapat pada bidang equator dan
serat spindle melekat untuk menduplikasi kromosom
Anafase: kromosom berduplikasi, memishkan diri dan
mitosis spindle memendek dan menarik kromosom tunggal ke
arah sentriol
Telofase: kromosom mengalami elongasi
(pemanjangan dan terbentuk benang kromatin,
nucleoli) dan muncul membrane inti pada masing2
kromosom dan spindle menghilang
Interfase: keadaan istirahat setelah sel melakukan
reproduksi
Terjadi pada organ seks primer/gonad baik laki2
maupun perempuan
Laki2 = spermatogenesis, perempuan = oogenesis

meiosis
Proses memasukan makanan dalam sel :
endositosis, fagositosis, pinositosis
Makanan + O2 = CO2 + H2O + ATP
Untuk mendapatkan energy, maka ATP dipecah
menjadi ADP
Kebutuhan ATP = ADP + Pi (inorganic fospat) + energy untuk
energy sel kegiatan sel
Kematian sel yg tdk terkendali dan tidak
terprogram akibat kerusakan tak terduga dan
bersifat accidental
Penyebab: cedera, infeksi, inflamasi, infark dan
kanker
Nekrosis Proses: pembengkakan sel kerusakan membrane
sel kandungan intra sel merembes keluar
lingkungan intra sel berubah pelepasan ion
kalsium oleh mitokondria mempengaruhi
pengorganisasian dan aktivitas protein dlm intrasel
induksi pelepasan material toksik enzim2
lisosom aktif penguraian komponen sel
kematian sel.
Kematian sel yang dialami/sudah deprogram di bawah
control genetic.
Tujuan: menghilangkan sel2 yg tidak dikehendaki tanpa
menimbulkan stres atau kerusakan apapun pd sel
teangganya.
Proses: enzim caspases aktif mencerna protein pd
Apoptosis sitoskeleton sel melisut menjadi bulat sel kehilangan
kontak dengan sel tetangganya kromatin dan nucleus
mengalami penguraian dan kondensasi membrane
nucleus dk bersambung dan DNA dipecah nucleus pecah
mnjadi banyak unit nukleosom dan kromosom menjadi
kromatin membrane sel pecah memperlihatkan
gambaran berbusa sel pecah bbrp fragmen dngn
material intra sel dinamakan badan apoptosis ditelan
oleh sel fagosit dan sel dendrit