You are on page 1of 26

MOLA HYDATIDOSA

C7
dr Budiman Hartono, M.Pd. Ked
Melania Kristin Manek 102009128
Alicia Pricelda 102013071
Budi Hartono 102013079
Gita Nur Azizah 102013182
Hendra Susanto 102013188
Stevany Roselim 102013318
Agnestya Christine Zely Raule 102013380
Mohd Azri Aisha Bin Mahalil Aisha 102013497
MOLA HYDATIDOSA
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi mola face dan gelembung mola
Palpasi besar uterus, tidak teraba bagian janin
Auskultasi tidak ada bunyi jantung janin
ANAMNESIS
1. Menanyakan Identitas (nama, umur, status perkawinan,
pekerjaan, alamat, dan tanggal masuk RS sebelumnya)
2. Menanyakan Keluhan Utama
3. Menanyakan Keluhan tambahan, yang menanyakan
tentang:
1. Riwayat Perkawinan
2. Riwayat Haid (apakah nyeri), hari pertama haid terakhir
3. Riwayat Penyakit Ibu dan Keluarga (yang berkaitan dengan
masalah kehamilan)
4. Kebiasaan (merokok, obat dan jamu, hewan peliharaan)
5. Riwayat Persalinan
6. Menentukan usia kehamilan menurut anamnesis haid dan buat
taksiran persalinan.
4. Menanyakan Riwayat Penyakit Dahulu
Apakah ada riwayat pemakaian kontrasepsi?
Apakah pasien mengidap penyakit Diabetes Melitus?

Apakah pasien mengidap penyakit hipertensi Kronis?

Apakah pasien mengalami asma?

Apakah pasien mengalami penyakit pada tiroid?

Bagaimana dengan riwayat BAB dan BAK dari pasien?


Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Luar : Tonus Abdomen, palpasi uteri, massa? Nyeri tekan?
Cairan bebas?
Inspekulo : 1. Dinding vagina (N/ Peradangan/ Pembengkakan)
2. Lumen vagina (N/ fluor albus/ Darah dan bekuan)
3. Forniks (N/ Laserasi/ Cavum Douglas menonjol)
4. Serviks (N/ Livide/ Sekret/ Erosi)
Bimanual : 1. Vagina (N/ Pembengkakan/ Nyeri/ Darah dan
bekuan/ Kista)
2. forniks (N/ Teraba masa pelvic)
3. Serviks (Kenyal/Lunak/ Licin/ Nyeri Goyang/ Secret)
4. Korpus Uteri (Anteversio/ Retroversio/ Lunak/ Besar
dan sesuai dengan kehamilan ..... minggu
5. Parametrium (Normal/ Massa padat/ Batas tegas/
Nyeri tekan/ Massa kistik)
6. Cavum Douglas (Menonjol?)
Pemeriksaan Penunjang
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Ro Abdomen
USG: Gambaran badai salju.

HCG
Uji Sonde: Sonde dimasukkan, bila tdk ada tahanan
sonde diputar stlh ditarik sedikit. Bila
tetap tdk ada tahanan, suspek mola
PA
Pemeriksaan Penunjang

Mola hydatidosa complete Mola hydatidosa inkomplit


Diagnosa Kerja
kehamilan yang abnormal
di mana villi koriales
Mola mengalami degenerasi
hidropik
hidatidosa

stroma villus koriales langka akan


vaskularisasi dan mengalami
edematosa dan villus-villus membesar
dan edem serta terus tumbuh yang
memberikan gambaran seperti
gugusan anggur.

PA hiperplasi trofoblastik
dan degenerasi hidrofik
villi koriales.
Etiologi
Teori desidua
Faktor ovum
Infeksi virus
Hipofungsi ovarium
Defisiensi protein, vitamin A
Faktor golongan darah
Epidemiologi

Prevalensi mola hidatidosa lebih tinggi di Asia,


Afrika, Amerika latin dibandingkan dengan
negara- negara barat
Indonesia merupakan negara dengan insidensi
PTG tertinggi yaitu 1 dari 77 kehamilan ( 1
dari 57 kasus persalinan).
Faktor Resiko
Faktor usia
Riwayat obstetrik dan reproduksi
Ras
Genetik
Riwayat keluarga
Diit dan nutrisi
Faktor lingkungan
KLASIFIKASI
No GAMBARAN INKOMPLET KOMPLET
1 Jaringan embrio atau Ada Tidak ada
janin
2 Pembengkakan Fokal Difus
hidatidosa pada villi
3 Hiperplasia trofoblastik Fokal Difus

4 Inklusi stroma Ada Tidak ada

5 Lekukan vilosa Ada Tidak ada

6 Kariotipe Triploid, paternal & Diploid, paternal 46


maternal 69 xxy atau xx, 46 xy
69 xy
7 Neoplasia trofoblastik < 5% 20-30 %

8 HCG < 50.000 > 50.000

9 Kista teka lutein jarang 25-30 %

10 Ukuran uterus Kecil utk masa 50% besar utk masa


kehamilan kehamilan
Perbandingan mola hidatidosa secara mikroskopis. (A) mola hidatidosa lengkap dengan hyperplasia
trofoblastik 100x. (B) mola hidatidosa lengkap dengan selular atipik 400x. (C) mola hidatidosa parsial
dengan fokal hyperplasia 100x. (D) mola hidatidosa parsial dengan hyperplasia trofoblastik fokal dan inti
atipik 400x
Perbedaan karyotipe pada
mola hidatidosa komplet,
mola hidatidosa partial, dan
mola hidatidosa komplet
biparental
Patofisiologi
Normal Kehamilan Lahir Bayi Sempurna

Mola Hidatidosa

Villi Korialis langka vaskularisasi

Edema/membesar

Gambaran Segugus buah Anggur

HAMIL ANGGUR
Patofisiologi

Teori Missed Abortion


Janin mati pada usia kehamilan 3-5 minggu
(missed abortion)
Gangguan peredaran darah penimbunan
cairan dalam jar. mesenkim dari villi
terbentuk gelembung-gelembung
MANIFESTASI KLINIS

Amenore dan tanda-tanda kehamilan muda yang berlebihan


Perdarahan per vaginam berulang.
Pembesaran uterus tidak sesuai usia kehamilan.
Tidak terabanya bagian janin dari palpasi dan tidak terdengarnya
detak jantung janin (DJJ)
Preeklampsia atau eklampsia yang terjadi sebelum kehamilan 24
minggu.
Kadar hCG tinggi dalam darah dan kencing.
Tirotoksikosis
DIAGNOSA BANDING
Kehamilan Ektopik
Abortus Spontan
Choriocarcinoma
PENATALAKSANAAN
Perbaikan umum

Pengeluaran/evakuasi jaringan mola


Kuretase

Histerektomi

Profilaksis dengan sitostatika

Pengawasan lanjut dan follow up


PENATALAKSANAAN
Profilaksis dengan sitostatika:

Metotreksat(MTX) 20 mg/hari, IM,


Cursil 35mg 2x1
Phyto Cur 10mg, silinarin 35mg, xanthorrhizae oil 20mg

* Selama 5 hari berturut-turut


PENATALAKSANAAN
Pengawasan lanjut dan follow up:

-hCG

3 minggu berturut-turut

Setiap bulan selama 3 bulan

2 kali selama 6 bulan berikutnya


KOMPLIKASI
o Anemia
o Syok
o Infeksi
o Eklampsia
o Tirotoksikosis
o Keganasan (Kadang)
PROGNOSIS

Sekitar 20 % mola hidatidosa dapat berkembang


menjadi keganasan

Prognosis mola hidatidosa baik setelah evakuasi jaringan


mola, akan tetapi diperlukan penatalaksanaan serta
pengawasan ketat.

Dapat diobati 100%


kesimpulan
Hipotesis diterima