You are on page 1of 31

PROSEDUR PEMERIKSAAN

CT SCAN KEPALA/OTAK
Tongon Manik,SST
Materi Penganyaan CT SCAN
Mahasiswa ATRO Sihat Beurata Aceh
2017
CT Scan merupakan salah satu metode medis yang
saat ini sudah mulai banyak digunakan di dalam
dunia kedokteran.
CT Scan atau yang biasa disebut dengan istilah
Computed Tomography merupakan suatu metode
penggambaran medis dengan menggunakan
tomografi, yang mengandalkan sina X dalam
menghasilkan gambar 3 dimensi dari bagian dalam
dari sebuah objek, yang dalam hal ini adalah
manusia.
CT Scan saat ini seringkali digunakan untuk
memastikan diagnose dari para pasien yang diduga
mengidap gangguan kanker.
Dengan menggunakan metode CT Scan ini, maka
segala macam gangguan yang berada di dalam
tubuh pasien, akan trlihat dan juga dimunculkan
dalam citra tiga dimensi, yang lebih mudah untuk
dianalisa.
Biasanya CT Scan sering digunakan untuk pasien
penderita kanker, trauma, perdarahan, dan penyakit
lainnya yang ada di kepala/otak.
CT SCAN
CT Scan (Computed Tomography Scan)
Merupakan pencitraan diagnostic yang
menggunakan kombinasi sinar-x dan teknologi
computer dalam mengolah, menganalisia, dan
merekonstruksi data menjadi gambaran irisan
transversal tubuh (cross sectional) yang
diperiksa.
CT SCAN KEPALA
Terdidi dari :
1. CT scan kepala kegawatdaruratan
2. CT Scan kepala biasa ( tanpa Kontras )
3. CT Scan Dengan Kontras

Tebal scile terdiri dari :


4. Single slice
5. Multi Slice
Pengertian
CT-Scan Kepala adalah suatu pemeriksaan
radiologi dengan menggunakan pesawat CT-
Scan baik dengan atau tanpa menggunakan
media kontras untuk mengetahui kelainan
atau penyakit di daerah kepala (cranium) dan
akan mendapatkan gambaran irisan dari
kepala baik secara aksial maupun coronal.
ANATOMI ANTERIOR
Os. Cranium tersusun atas:
1 tulang dahi (os.frontale)
2 tulang ubun-ubun (os.parietale)
1 tulang kepala belakang (os.occipitale)
2 tulang baji (os.sphenoidale)
2 tulang pelipis (os.temporale)
2 tulang tapis (os.ethmoidale)
ANATOMI LATERAL
Sutura
Tulang-tulang tengkorak kepala dihubungkan satu
sama lain oleh tulang bergerigi yang disebut
sutura. Sutura-sutura tersebut adalah :
1) Sutura coronalis yang menghubungkan antara
os frontal dan os parietal.
2) Sutura sagitalis yang menghubungkan antara
os parietal kiri dan kanan.
3) Sutura lambdoidea/ lambdoidalis yang
menghubungkan antara os parietal dan os
occipital.
Bagian muka/wajah (os.splanchocranium)
2 tulang rahang atas (os.maxilla)
2 tulang rahang bawah (os.mandibula)
2 tulang pipi (os.zygomaticum)
2 tulang langit-langit (os.pallatum)
2 tulang hidung (os.nasale)
2 tulang mata (os.laximale)
1 tulang lidah (os.hyoideum)
2 tulang air mata (os.lacrimale)
2 tulang rongga mata (os.orbitale)
CEREBRUM

Lobus frontalis
Lobus temporalis
Lobus parietalis
Lobus occipitalis
INDIKASI PEMERIKSAAN
Tumor, massa, dan lesi
Metastase otak
Perdarahan intra cranial
Aneurisma
Abses
Artropy otak
Kelainan post trauma (epidural dan subdural
hematom )
Kelainan kongenital
PERSIAPAN PASIEN
Tidak ada persiapan khusus bagi penderita, hanya
saja instruksi-instruksi yang menyangkut posisi
penderita dan prosedur pemeriksaan harus
diberitahukan dengan jelas terutama jika pemeriksaa
dengan mengunakan media kontras
Benda assesoris seperti gigi palsu, rambut palsu,
anting-anting, kalung, jepitan rambut, alat pendengar
harus dilepaskan dahulu sebelum pemeriksaan
dilakukan, karna akan menyebabakan artefak
Untuk kenyamanan pasien, karna ruangan CT Scan
harus suhu dingin, maka disiapkan selimut
lanjutan
Pasien yang non kooperatif, gelisah diberikan
sedasi agar tenang
Fiksasi kepala pasien pada head holder dengan
head clamp
Bila perlu anggota keluara ada yang
mendampingi sewaktu pemeriksaan pada
kasus trauma atau pasien anak-anak, dan
diberikan apron sebagai proteksi radiasi.
PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
Pesawat CT Scan lengkap dengan komponen
pendukungnya
Fiksasi, selimur, dll
Media komtras apabila pemeriksaan CT scan
dengan kontras
TEKNIK PEMERIKSAAN
POSISI PASIEN : Supine diatas meja pemeriksaan
dengan posisi kepala dekat dengan gantri ( head
first)
POSISI OBYEK : Kepala agak diekstensikan dan
diletakkan pada head holder, dan kepala diposisikan
sehingga mid sagital plane (MSP) tubuh sejajar
dengan lampu indikator longitudinal dan
interpupilary line sejajar dengan lampu indikator
horizontal.
lanjutan
Lengan pasien diletakkan diatas perut atau
lurus disamping tubuh pasien
Untuk mengurangi pergerakan kepala,
sebaiknya dahi difiksasi dengan head clamp
pada head holder
Tubuh pasien sebaiknya difiksasi dengan sabuk
khusus yang terdapat pada meja pemeriksaan
Dan untuk kenyamanan pasien, dapat diberikan
pengganjal di bawah kedua lutut pasien
TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR

Entry data pasien : data identitas pasien


ketik pada komputer yang meliputi, nama
pasien, nomor catatan medik, umur,
tanggal lahir
Pilih protokol pemeriksaan, mis head
Pengaturan parameter, pilih parameter
khusus untuk kepala
lanjutan
Lakukan scanning awal dengan pengambilan
scenogram/ scot, yaitu :
Scout

125STANDARD BRAIN 125 end of range 2

end of range 1 start of range 2

start of range 1
STANDARD BRAIN
TABEL PARAMETER
NO PARAMETER NILAI/UKURAN
1 Scanogram AP/LATERAL
2 Ringe Ringe I : dari basis cranii sampai pars petrous
Ringe II : dari pars petrous sampai vertek
3 Slice thickness 2 5 mm ( ringe I ), dan 5 10 mm (ringe II)
Tergantung pada generasi CT Scan dan Diagnosanya
4 FOV 24 cm
5 Gantry tilt Sudut gantry tergantung pada besar kcilnya sudut yang
terbentuk oleh Orbito Meatal Line (OML) dengan garis
vertikal
6 Kv 120
7 mAs 250 300
8 Rekonstruksi Soft tissue
algorithma
9 Window widh 0 90 HU ( otak supratentorial , ringe I
110-160 HU ( otak pada fossa posterios, ringe II )
2000-3000 HU ( TULANG )
10 Window Level 40-45 HU ( otak supratentorial , ringe I
30 -40 HU ( otak pada fossa posterios, ringe II )
200 -400 HU ( TULANG )
Foto Sebelum dan sesudah pemasuken Media
kontras
Secara umum pemeriksaan CT scan kepala
memerlukan irisan dari basis cranii sampai vertek
Untuk kasus seperti tumor, pendarahan, 3D, infak
dll, yang memerlukan potongan koronal sagital
yang direkonstruksi dari axial memerlukan irisan
yang tipis minimal 5 mm dan dengan scan
dengan satu ringe saja
Pemeriksaan ini bisa juga dengan kontras,
dengan membuat foto sebelum dan sesudah
kontras dengan teknik yang sama
Depresi fraktur
TERIMA KASIH