You are on page 1of 26

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK LAPORAN KASUS

FAKULTAS KEDOKTERAN APRIL 2017


UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

BRONKOPNEUMONIA

OLEH:
LIRA PRAMITHA SAADJAD
111 25 0167

PEMBIMBING:
dr. H. HAERUDDIN PAGARRA, Sp.A

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
DI RSUD ANDI MAKKASAU
PAREPARE
2017

1
ANAMNESIS
Bayi F laki-laki berusia 11 bulan, masuk rumah sakit
dengan keluhan utama sesak napas dialami sejak 3
jam sebelum masuk rumah sakit. Sesak muncul secara
tiba-tiba dan terus menerus. Sesak tidak dipengaruhi
cuaca, posisi atau aktifitas, tidak tampak biru, mengi
tidak ada. Disertai demam 1 jam sebelum masuk
rumah sakit, tidak menggigil, kejang tidak ada.
Keluhan sesak didahului oleh batuk berlendir dan
beringus sejak 5 hari yang lalu. Nafsu makan dan
minum menurun, BAB biasa, BAK lancar.
Riwayat penyakit dahulu : tidak pernah mengalami
keluhan seperti ini sebelumnya. Riwayat penyakit
keluarga : (-). Riwayat pengobatan : (-).
2
Pemeriksaan fisik

Keadaan Umum :
Sakit sedang/Gizi
baik/Compos mentis

3
PEMERIKSAAN FISIK
Kepala
Rambut : Hitam, lurus, tidak mudah dicabut
Ukuran : Normocephal
Bentuk : Mesocephal
Ubun-ubun : Menutup
Wajah : Simetris kiri dan kanan
Mata : Cekung (-), edema palpebra (-),
perdarahan subkonjungtiva (-), sklera ikterik
(-), refleks pupil (+/+), isokor 3mm/3mm

4
PEMERIKSAAN FISIK
Telinga : Otorea (-)
Hidung : Rhinorea (-), epistaksis (-), sekret
(-)
Mukosa mulut : Stomatitis (-)
Bibir : Sianosis (-)
Tenggorokan : Hiperemis (-)
Tonsil : T1/T1 tidak hiperemis
Leher : Kaku kuduk (-), kelenjar limfe tidak
teraba

5
PEMERIKSAAN FISIK
THORAX
Bentuk : Simetris kiri dan kanan

Paru - paru
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, retraksi subcostal (+)

Palpasi : Pelebaran ICS (-/-)


Perkusi : Sonor kanan dan kiri (+)
Auskultasi : Bronkovesikuler (+/+), Rhonki (+/+), wheezing(-/-)
Jantung
Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak
Palpasi : Thrill tidak ada
Perkusi : Batas kiri : linea midklavikularis sinistra, batas kanan :
parasternalis dextra; batas atas ICS III sinistra
Auskultasi : Bunyi jantung I/II murni reguler; bising (-)

6
PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen
Inspeksi : Cembung, ikut gerak napas.
Palpasi : Nyeri tekan (-), masa tumor (-).
Hepar: Tidak teraba.
Lien : Tidak teraba.
Perkusi : Timpani (+).
Auskultasi : Peristaltik (+) kesan normal.

Genitalia: Tidak ada kelainan.


Ekstremitas : Akral hangat, sianosis (-), edema
(-), CRT < 2.
7
PEMERIKSAAN FISIK
Status Neurologis
Col. Vertebralis : Tidak ada kelainan.
Refleks fisiologis : Kesan normal.
KPR : Kesan normal.
APR : Kesan normal.
Kekuatan : Kesan normal.
Tonus : Kesan normal.
Refleks patologis : (-)

8
Antropometri
ntropometri
BB : 8 Kg LK : 45 Cm (Terletak antara
43-47 cm) Normal
PB : 70 Cm LD : 46 cm
LP : 45 cm

BB/PB : -1 SD Gizi baik LLA : 15 Cm

9
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN DARAH RUTIN TGL 22 MARET 2017

10
DIAGNOSIS KERJA :

Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan


pemeriksaan penunjang, maka diagnosis kerja yang
sesuai dengan kondisi pasien adalah Bronkopneumonia.

11
FOLLOW-UP

12
13
14
15
16
17
DISKUSI

Pneumonia adalah infeksi akut


parenkim paru yang meliputi alveolus
dan jaringan interstisiel. Pada kasus
dimana infeksi melibatkan bronkus
maka pneumonia ini disebut
bronkopneumonia.

18
klasifikasi pneumonia berdasarkan ringan dan
beratnya gejala menurut Pelayanan Kesehatan
Medik Rumah Sakit (WHO) :

19
Penatalaksanaan pneumonia khususnya
bronkopneumonia pada anak terdiri dari 2
macam, yaitu penatalaksanaan umum dan khusus.
A) Penatalaksanaan umum ditujukan untuk
memperbaiki keadaan umum pasien yang
biasanya datang dengan keadaan sesak napas dan
lemah. Berdasarkan literatur, oksigen diberikan
pada anak dengan saturasi oksigen < 90%. Oksigen
yang diberikan sebanyak 2 4 liter per menit,
berlangsung dengan pemantauan saturasi oksigen,
hingga sesak napas hilang atau PaO2 pada analisis
gas darah (AGD) > 60 torr.

20
Pasien dengan sesak napas biasanya akan
mengalami hipoksemia, hipokarbia, hingga
asidosis. Untuk itu perlu pemasangan akses
intravena atau infus guna rehidrasi keadaan
umum yang lemah dan mengkoreksi
ketidakseimbangan elektrolit dengan demam
dan asupan makan dan minum yang kurang.

21
B) PENATALAKSANAAN KHUSUS
KASUS: TEORI
Antibiotik, antipiretik, 1. Untuk kelompok umur 2
kortikosteroid bulan - 5 tahun beri
1. Antibiotik (Inj.Ampicilin Ampisilin 50-100 mg/kgBB
250mg/8jam/IV dan intramuskular/intravena
Inj.Gentamicin untuk 4 kali pemberian,
30mg/12j/IV ), setiap 6 jam. Gentamisin
7.5 mg/kgBB
2. Antipiretik
intramuskular/intravena
(Inj.Paracetamol
untuk 2 kali pemberian,
80mg/6j/IV),
setiap 12 jam.
3. Inj.Dexametason
2. Paracetamol 10mg/kgBB
3mg/8jam/IV.
intravena setiap 6 jam.
3. kortikosteroid sistemik ???

22
Salah satu penelitian meta analisis mengambil
kesimpulan bahwa kortikosteroid sistemik
adalah bermanfaat dalam perbaikan klinis,
lama rawat dan lamanya gejala menghilang.
Penelitian menunjukkan bahwa penambahan
dexamethasone terhadap terapi antibiotik
mempersingkat durasi rawat inap di rumah sakit
pada pasien yang menderita CAP (Community
Acquired Pneumoni) tanpa gangguan pada
sistem imun. Selain itu, penurunan biomarker
peradangan dalam darah (C reactive proteins
dan interleukin-6) terjadi lebih cepat. Namun
tetap pemberian dexamethasone jangka
panjang harus dipertimbangkan sebab dapat
menimbulkan rebound inflammation.
23
Pada pemeriksaan darah rutin didapatkan
peningkatan sel darah putih atau leukositosis
dengan nilai 10.700 /mm4. Hitung leukosit
dapat membedakan etiologi virus atau
bakteri. Infeksi virus leukosit biasanya
normal atau meningkat (namun tidak
melebihi 20.000/mm3 dengan predominan
limfosit), sedangkan pada infeksi bakteri
jumlah leukosit meningkat antara 15.000
hingga 40.000/mm3 dengan predominan
neutrofil.

24
PROGNOSIS
Prognosis pada pasien ini adalah dubia
karena tergantung dari faktor penderita,
bakteri penyebab dan penggunaan antibiotik
yang tepat dan adekuat. Pasien pulang atas
permintaan sendiri pada hari perawatan ke-5
dan pasien masih ada keluhan sesekali batuk
dan berlendir. Pasien dibekali antibiotik
cefadroxil sirup dan ambroxol sirup untuk
dibawa pulang. Serta dianjurkan untuk
kontrol di poliklinik 3 hari kemudian

25
THANK YOU
26