You are on page 1of 31

KANKER KOLOREKTAL

KEPANITERAAN KLINIK STASE BEDAH


RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2
3
Saekum, kolon asenden dan bagian kanan
kolon transversum cabang a. mesenterika
superior (a. ileokolika, a. kolika dextra & a.
kolika media)
Kolon transversum bagian kiri, kolon
desenden, kolon sigmoid dan sebagian besar
rektum a. mesenterika inferior (a.kolika
sinistra, a.sigmoid & a. hemoroidalis superior)
Kolon asenden dan kolon transversum v.
mesenterika superior
Kolon desenden, sigmoid dan rektum v.
mesenterika inferior.
4
Fisiologi Kolon dan Rektum

Menyerap air, vitamin dan elektrolit

Ekskresi mucus

Penyimpanan feses & mendorongnya keluar


DEFINISI
Kanker kolorektal adalah keganasan yang
berasal dari jaringan usus besar, terdiri dari
kolon dan atau rektum.
EPIDEMIOLOGI

Indonesia urutan
ke-10 (2,75%)
90% usia > 50
tahun, 5% usia <40
tahun
Laki-laki >>
wanita (8:7 9:5)

Kejadian kanker terbanyak dunia


FAKTOR RISIKO
Inaktivitas Riwayat KKR atau polip
Obesitas adenoma individu dan
Konsumsi tinggi keluarga
daging merah
Riwayat individual
penyakit kronis
Merokok
inflamatori pada usus
Konsumsi alkohol

Modifkasi Non Modifikasi


PATOMEKANISME

1. Loss of heterozigosity (LOH) (80%)


2. Replication Error (RER) (20%): karena adanya
kesalahan perbaikan saat replikasi DNA
(mutasi gen h MSH2, hMLH1, hPMS1, hPMS2)
SKRINING
Colok Dubur
Pemeriksaan Guaiac-Based Fecal Occult Blood

Tests (gFOBTs)
Pemeriksan untuk deteksi kanker dan lesi

kanker lanjut (kolonoskopi, barium enema,


CT kolonografi)
NILAI PREDIKSI TINGGI KKR
Keluhan utama dan pemeriksaan klinis
Perdarahan per-anum disertai dengan peningkatan
frekuensi defekasi dan/atau diare selama min 6
minggu (semua umur)
Perdarahan per-anum tanpa gejala anal (>60 tahun)
Peningkatan frekuensi defekasi atau diare min 6
minggu (> 60 th)
Massa pada fossa iliaka dekstra (Semua umur)
Massa intra-luminal dalam rektum
Tanda-tanda obstruksi mekanik usus
Pasien dengan anemia defisiensi Fe (Hb <11g% laki-
laki, <10g% perempuan pascamenopause)
Pemeriksaan Penunjang
Patologi Anatomi
Endoskopi
Barium enema dengan
double contrast
Proktosigmoidoskopi
Flexible sigmoidoscopi
Kolonoskopi
Imaging Teknik
CT Colonography
(Pneumocolon CT)
MRI
Tumor marker:
Barium enema: adanya filling defek,
Carcino embryonic konstriksi atau gangguan pengisian.
antigen (CEA) Dinding usus terfiksir oleh tumor
dan pola mukosa hilang
Aspek klinis Kolon Asenden Kolon Desenden Rektum dan
Sigmoid
Defekasi Diare atau diare Konstipasi Tenesmi terus
berkala progresif menerus
Obstruksi Jarang Hampir selalu Tidak jarang

Darah pada Samar Samar atau Makroskopik


feses makroskopik
Feses Normal (diare) Normal Perubahan
bentuk
Dispepsia Sering Jarang Jarang
Keadaan umum Hampir selalu Lambat Lambat
memburuk
Anemia Hampir selalu Lambat Lambat
PENETAPAN STADIUM PRA-OPERATIF

Deteksi perluasan
tumor primer dan
Abdomino-pelvic
infiltrasinya
Deteksi KGB regional
CT scanning
dan para-aorta MRI
Deteksi metastasis ke
Ultrasonografi

hepar dan paru-paru


Deteksi metastasis ke trans-abdominal
cairan intraperitoneal
KLASIFIKASI /
STADIUM

HISTOLOGI TNM DUKES

Adenokarsinom Adenokarsinom Signet ring cell


a a musinosum carcinoma
Klasifikasi
TNM
Stadium Karsinoma
Kolorektal
Karsinoma rektal (DUKES 1932) menilai :
ekstensi langsung
metastase limpatik regional
DukesA : Tumor primer pada dinding usus
DukesB : Penetrasi sampai lapisan serosa/ lemak
DukesC : C1 : keterlibatan nodul lokal
C2 : keterlibatan nodal regional
DukesD : metastase jauh

Tujuan :
1. Prediksi prognosis.
2. Seleksi pasien untuk variasi terapi
3. Perbandingan pasien
Derajat Keganasan
Pembagian derajat keganasan tumor berdasarkankriteria
yang dianjurkan WHO :
Grade I : Tumorberdifferensiasibaik, mengandung
struktur glandular> 95 %
GradeII : Tumor berdifferensiasi sedang mengandung
komponenglandular50-95%
Grade III : Tumorberdifferensiasi buruk, mengandung

komponenglandular 5-50%. Adenokarsinoma musinosum


dan Signet ring cell carcinoma termasukdalam grade III.
Grade IV : Tumor tidak berdifferensiasi, kandungan

komponen glandular < 5%, Adenokarsinoma medular


termasuk dalam grade IV
PENATALAKSANAAN
Terapibedah
Radioteapi
Kemoterapi
PENATALAKSANAAN
TERAPI BEDAH
Stage 0 :
Eksisi lokal atau polypectomy simple
denganpembersihan hingga ke garis tepi.
Reseksi lokal pada lesi yang luas yang tidak dapat
dilakukan dengan eksisi lokal.
Stage I :
Pembedahan dengan reseksi luas serta anastomosis
Stage II :
Pembedahan reseksi luas serta anastomosis
Pembedahan lanjutan.
Stage III :
Pembedahan reseksi luas serta anastomosis, terutama pada

pasien yang bukan kandidat dari clinical trials, post operasi


kemoterapi dengan fluouracil (5-FU) / leucovorin selama
6bulan.

Stage IV :
Bedah reseksi/anastomosis atau pembuatan jalan pintas pada

obstruksi atau perdarahanpada lesi primer pada kasus


tertentu.
Bedah reseksi pada metastase yang masih terisolasi (hati,

paru, ovarium)
Kemoterapi
Evaluasi obat baru pada pemeriksaan klinik dan terapi biologi
Terapiradiasipadatumorprimerdenganperdarahanringan,

obstruksiataunyeri.Terapi radiasi ringan dapat juga


ditujukan pada metastase lainnya dengan indikasi yangsama
Kanker kolon kanan
Kanker kolon kanan
dengan atau tanpa
obstruksi diterapi
dengan hemikolektomi
kanan dan anstomosis
primer
Jika terdapat obstruksi
dilakukan anastomosis
dari ileum ke kolon
transversal
Kanker kolon kiri
Jika tidak ada obstruksi usus,
maka terapi pilihan untuk
kanker kolon kiri adalah eksisi
luas dengan hemikolektomi
kiri atau kolektomi sigmoid
dengan anstomosis primer.
Jika terdapat obstruksi kolon,
metode tradisional yang
digunakan adalah prosedur 3
tahap :
1. Kolostomi saja
2. Reseksi dengan anastomosis
3. Penutupan kolostomi
Karsinoma rektum
Karsinoma recti 1/3
proksimal dilakukan
reseksi anterior
Karsinoma recti 1/3

tengah dilakukan reseksi


dengan mempertahankan
sfingter ani
Karsinoma recti 1/3 distal

dilakukan reseksi
abdominoperineal
Quenu-Milles
RADIOTERAPI
Menggunakan radiasi pengion (Co.60), dan

merupakan terapi komplemen untuk kasus-


kasus yang masih pada tingkat operable, dan
merupakan pilihan utama untuk kasus-kasus
inoperable sebagai terapipaliatif untuk
menjaga kualitas hidup pasien.

Indikasi
Karsinoma kolorektal stadium dini pasca

bedah
Karsinoma kolorektal stadium lanjut

(inoperable)
KEMOTERAPI
Obat kemoterapi bisa dipakai sebagai single

agen atau dengan kombinasi, 5-fluorouracil


(5FU), 5FU + levamisole, 5FU + leucovorin.
Pemakaian secara kombinasi berhubungan

dengan peningkatan survival post operatif


padapasientanpapenyakitkomorbid.
Terapi5FU +levamisole menurunkan

rekurensi kanker hingga 39%, dan


menurunkan kematian akibat kankerhingga
32%.
PROGNOSIS
Stadium Angka harapan hidup 5 tahun
I 70-95%
II 54-65%
III 39-60%
IV 0-16%