You are on page 1of 15

ADIKSI

ketergantungan adalah keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik


dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah zat/obat yang makin
bertambah (toleransi), dan apabila pemakaiannya dikurangi atau
diberhentikan akan timbul gejala putus zat (withdrawal syamptom)

Ketergantungan Ketergantungan
psikologis adalah fisiologis adalah kondisi
kondisi ketergantungan ketergantungan yang
yang ditandai dengan ditandai dengan
stimulasi kognitif dan kecenderungan sakaw
efektif yang mendorong (lapar/haus akan
kognitif (perilaku) narkoba). Sensasi rasa
seseorang untuk selalu lapar atau haus
mengonsumsi narkoba. mendorong individu
untuk segera
mengonsumsi narkoba.
FaktorFaktor yang Mempengaruhi
Penggunaan Zat
1. Faktor diri/pribadi seseorang
Aspek biologis
Faktor psikologis
2. Faktor Lingkungan
3. Faktor Keberadaan Narkoba
Kriteria Ketergantungan
Menurut PPDGJ-III, Gangguan Penggunaan NAPZA
terdiri atas 2 bentuk:

1. Penyalahgunaan, yaitu yang mempunyai harmful


effects terhadap kehidupan orang, menimbulkan
problem kerja, mengganggu hubungan dengan orang
lain (relationship) serta mempunyai aspek legal

2. Adiksi atau ketergantungan, yaitu yang mengalami


toleransi, putus zat, tidak mampu menghentikan
kebiasaan menggunakan, menggunakan dosis NAPZA
lebih dari yang diinginkan.
Suatu pola maladaptif
Kriteria DSM-IV-TR untuk
Ketergantungan Zat
penggunaan zat, yang

. Toleransi
. Putus zat
menimbulkan hendaya
Zat sering dikonsumsi dalam
jumlah lebih besar atau dalam
atau penderitaan yang
periode yang lebih lama dari
seharusnya secara klinis signifikan,
Terdapat keinginan persisten atau
ketidakberhasilan upaya untuk
mengurangi atau mengendalikan
yang dimanifestasikan oleh

aktivitas penggunaan zat


Menghabiskan banyak waktu
tiga (atau lebih) hal berikut,
melakukan aktivitas yang
diperlukan untuk memperoleh zat terjadi dalam periode 12
Mengorbankan atau mengurangi
aktivitas reaksional, pekerjaan,
atau sosial yang penting karena
bulan yang sama:
penggunaan zat
Penggunaan zat berlanjut meski
menyadari masalah fisik atau
psikologis rekuren yang dialami
mungkin disebabkan atau
dieksaserbasi zat tersebut
Kriteria PPDGJ-III untuk Sindrom
ketegantungan
Adanya keinginan yang kuat atau dorongan yang memaksa
(kompulsi) untuk menggunakan zat psikoaktif.
Kesulitan dalam mengendalikan perilaku menggunakan zat
Keadaan putus zat secara fisiologis
Terbukti adanya toleransi, berupa peningkatan dosis zat
psikoaktif yang diperlukan guna memperoleh efek yang
sama yang biasanya diperoleh dengan dosis lebih rendah
Secara progresif mengabaikan menikmati kesenangan
Tetap menggunakan zat meskipun ia menyadari adanya
akibat yang merugikan kesehatannya
Jenis-jenis NAPZA dan Efeknya
EFEK
JENIS
euforia
ALKOHOL
halusinasi,
ilusi (bad dream),
kejang,
delirium Tremens,
gemetar,

gejala withdrawal menyebabkan perilaku


OPIOID
agresif, suicide, depresi berat sampai
skozofrenia
antisosial

halusinogenik
GANJA
toleransi dan ketergantungan yaitu sifat
KOKAIN
toleransi tubuh terhadap kokain sangat cepat,
kendati pengguna tidak menyadari dosis yang
digunakan kian meningkat

tindak kekerasan (berkelahi),


AMFETAMIN
Perilaku agresif,
psikosis paranoid

agresif
BENZODIAZEPIN
infeksi sitemik
withdrawal state menimbulkan perilaku
agresif , panik
Gejala Klinis Penyalahguna Zat

a. Perubahan Fisik
b. Perubahan Sikap dan Perilaku

1. Prestasi sekolah menurun,sering tidak


1. Pada saat menggunakan NAPZA mengerjakan tugas sekolah,sering membolos,
berjalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh pemalas, kurang bertanggung jawab.
tak acuh), mengantuk, agresif,curiga.

2. Bila kelebihan disis (overdosis) 2. Pola tidur berubah,begadang,sulit dibangunkan


Nafas sesak,denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba pagi hari,mengantuk dikelas atau tampat kerja.
dingin, nafas lambat/berhenti, meninggal.
3. Sering mengurung diri, berlama-lama dikamar
3. Bila sedang ketagihan (putus zat/sakau) mandi, menghindar bertemu dengan anggota
Mata dan hidung berair,menguap terus menerus, diare,
rasa sakit diseluruh tubuh, takut air sehingga malas keluarga lain dirumah.
mandi, kejang, kesadaran menurun. .
4. Sering berbohong
4. Pengaruh jangka panjang
Penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan
dan kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, terdapat 5. Sering bersikap emosional, mudah tersinggung,
bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada marah, kasar sikap bermusuhan, pencuriga,
pengguna dengan jarum suntik). tertutup dan penuh rahasia.
Latar belakang psikososial seseorang pengguna NAPZA

Ingin merasa 'ada'.


Faktor media
Ingin memberontak
Ingin mencoba
Kurang rasa percaya diri
Tidak dapat mengendalikan stress
Proses dari mecoba menjadi ketergantungan

Ketergantungan fisik ditandai dengan adanya


toleransi dan sindroma putus zat (suatu kondisi
dimana individu yang biasa menggunakan zat
adiktif secara rutin pada dosis tertentu
menurunkan jumlah zat yang digunakan atau
berhenti memakai, sehingga menimbulkan
kumpulan gejala sesuai dengan macam zat
yang digunakan
Patofisiologi

. Reward Circuit, juga disebut sebagai sistem


mesolimbic.
Daerah tegmental ventral (VTA) terdiri dari neuron
dopaminergik yang menanggapi glutamat. Sel-sel ini
merespons ketika rangsangan indikasi hadiah hadir. VTA
mendukung pembelajaran dan pengembangan sensitisasi
dan mengeluarkan dopamin (DA) ke otak depan. Neuron
ini juga memproyeksikan dan melepaskan DA ke accubens
inti, melalui jalur mesolimbic. Hampir semua obat yang
menyebabkan kecanduan obat meningkatkan pelepasan
dopamin di jalur mesolimbic
Peran dopamin

overstimulate di "sirkuit hadiah", menyesuaikan otak ke besar


lonjakan dopamin dengan memproduksi kurang dari hormon
atau dengan mengurangi jumlah reseptor di sirkuit
Akibatnya, dampak kimia di sirkuit berkurang, mengurangi
kemampuan pelaku untuk menikmati hal-hal yang
sebelumnya membawa kesenangan Penurunan ini memaksa
mereka kecanduan dopamin untuk meningkatkan konsumsi
obat dalam rangka upaya untuk membawa hormon "merasa-
baik" mereka ke tingkat normal - efek yang dikenal sebagai
toleransi.
mekanisme stres juga memainkan peran
dalam kecanduan
faktor kortikotropin-releasing (PKR)
mengaktifkan sumbu hipotalamus-hipofisis-
adrenal (HPA) dan sistem stres lainnya dalam
amigdala diperpanjang. Aktivasi ini
mempengaruhi keadaan emosi dysregulated
berkaitan dengan kecanduan narkoba
Allostasis
Allostasis adalah proses mencapai
stabilitas melalui perubahan perilaku serta fitur
fisiologis. Sebagai orang yang berkembang
menjadi ketergantungan obat, ia memasuki
keadaan allostatic baru, yang didefinisikan
sebagai perbedaan dari tingkat normal
perubahan yang bertahan dalam keadaan kronis
Individu mekanisme efek
Mekanisme dasar yang substansi yang berbeda mengaktifkan sistem penghargaan
adalah sebagai dijelaskan di atas, tetapi bervariasi sedikit di antara golongan obat.

Depressants Stimulan

Depressants seperti alkohol, Stimulan seperti amfetamin,


nikotin, dan kokain dopamin
barbiturat, dan bekerja meningkatkan sinyal dalam
benzodiazepines dengan sistem reward baik dengan
langsung merangsang rilis, atau
meningkatkan afinitas reseptor dengan menghalangi penyerapan
GABA Mereka menimbulkan rasa
menyenangkan dalam tubuh dan
euforia, dikenal sebagai high.
Setelah ini tinggi habis, pengguna
dapat merasa tertekan. Hal ini
membuat mereka ingin lagi dosis
obat, dan dapat memperburuk
kecanduan.