You are on page 1of 9

JARINGAN NIRKABEL

4G & 5G

Kelompok 4

ABRIANTO GUNTUR (2013020119)


FADIL FURQAN (2013020125)
HASNAN HABIB (2013020199)
JARINGAN 4G
3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat
LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data
nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM
/EDGE dan UMTS/HSPA. Jaringan antarmukanya tidak
cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus
dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah.
Teknologi ini mampu download sampai dengan tingkat
300 mbps dan upload 75 mbps. Layanan LTE pertama
kali dibuka oleh perusahaan TeliaSonera di Stockholm
dan Oslo pada tanggal 14 desember 2009.
Sekilas tentang LTE
LTE sudah mulai dikembangkan oleh 3GPP sejak
tahun 2004. Faktor-faktor yang menyebabkan
3GPP mengembangakan teknologi LTE antara
lain adalah permintaan dari para pengguna
untuk peningkatan kecepatan akses data dan
kualitas servis serta memastikan berlanjutnya
daya saing sistem 3G pada masa depan.
Teknologi LTE dan layanannya
Teknologi LTE secara teoretis menawarka kecepatan downlink hingga 300 Mbps dan Uplink 75
Mbps.
LTE menggunakan Orthogonal Frequency Division Mutiplexing (OFDM) yang mentransmisikan
data melaului banyak operator spektrum radio yang masing-masing nya sebesar 180 kHz.
OFDM melakukan transmisi dengan cara membagi aliran data menjadi banyak aliran-aliran
yang lebih lambat yang ditransmisikan secra serentak. Dengan menggunakan OFDM
memperekecil kemungkinan terjadinya efek multi path.
Meningkatakan kecepatan transmisi secara keseluruhan, channel transmisi yang digunakan
LTE diperbesar dengan cara meningkatan kuantitas jumlah operator spectrum radio tanpa
mengganti parameter channel spectrum radio itu sendiri. LTE harus bisa beradaptasi sesuai
jumlah bandwith yang tersedia.
LTE mengadopsi pendekatan all-IP. Menggunakan arsitektur jaringan all-IP ini
menyederhanakan rancangan dan implementasi dari antar muka LTE, jaringan radio dan
jaringan inti, hingga memungkinkan industri wireless untuk beroprasi layaknya fixed-line
network.
Agar menjadi universal, perangkat mobile yang berbasis LTE harus juga mampu menyokong
GSM, GPRS, EDGE dan UMTS. Jika dilihat dari sisi jaringan, antar muka dan protocol
ditempatkan di tempat yang memungkinkan terjadinya perpindahan data selancar mungkin
jika pengguna berpindah tempat ke daerah yang memiliki teknologi antar muka yang
berbeda.
Arsitektur Jaringan LTE
Menyambung hasil training LTE Fundamental,
pada tulisan kali ini akan dibahas secara umum
arsitektur jaringan Long Term Evolution (LTE),
sebuah generasi lanjut dari sistem
telekomunikasi selular yang telah ada, yaitu 2G
(GSM) dan 3G (UMTS).
1.eNodeB
2.User Entity
3.MME
4.SGW
5.PGW
Elemen Lain
Adapun pada sisi Core terdapat elemen lain yang
tak kalah pentingnya.
Konsep Telepon Seluler 5G

Konsep Telepon seluler 5G adalah sebuah konsep teknologi yang akan


memiliki software yang mendefinisikan skema radio dan modulasi seperti
halnya skema pengontrol kesalahan terbaru ( New Error-Control Schemes )
yang dapat didownload melalui internet. Pengembangan ini terlihat sudah
menuju ke arah pengguna koneksi sebagai fokus dari konsep Telepon
seluler 5G ini. Koneksi tersebut mampu mengakses ke teknologi nirkabel
yang berbeda pada waktu yang sama dan koneksi mampu menggabungkan
arus yang berbeda dari teknologi-teknologi yang berbeda pula. Dalam
teknologi 5G, setiap jaringan akan bertanggung jawab dalam menangani
pergerakan pengguna, sementara koneksi akan menentukan pilihan
terakhirnya antara nirkabel yang berbeda dan penyedia layanan jaringan
akses seluler untuk pelayanan tertentu. Pilihan tersebut akan didasarkan
pada middleware yang terpasang di telepon seluler.
Sekilas
Jaringan nirkabel telah berkembang sangat pesat dalam 15 tahun terakhir.
Pada hari ini, banyak telepon genggam yang telah dilengkapi dengan WLAN
adapter dan kemungkinan besar kedepannya semua telepon genggam juga
akan dilengkapi dengan WiMax adapter. Pada teknologi 2G dan 3G, yang
menggunakan Internet Protocol ( IP ) di satu sisi dan WLAN ( Wireless Local
Area Network ) di sisi lainnya, telah meningkatkan kegiatan penelitian pada
penggabungan teknologi tersebut. Pada teknologi 4G, fokus teknologi
tersebut mengarah pada penggabungan dari jaringan seluler seperti GSM
dan 3G, WLAN dan Bluetooth. Pengguna koneksi multimode seperti
terlihat harus memiliki 4G, akan tetapi mekanisme pengamanan yang
berbeda serta dukungan QoS yang berbeda pula dalam teknologi nirkabel
yang berbeda juga masih merupakan tantangan. Penggabungan dua
teknologi dalam jaringan nirkabel