You are on page 1of 17

DIARE

Disampaikan oleh:

Al Fattah Nandayu Setiawan


FAA 113 050

BAGIAN/SMF ILMU KESEHATAN ANAK


RSUD SULTAN IMANUDDIN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
PALANGKA RAYA
DIARRHEA (DIARE)

Pengertian diare secara operasional adalah buang air besar


lembek/ cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih
sering dari biasanya (biasanya lebih 3 kali sehari) (Depkes RI,
2002).
Diare adalah volume buang air besar cair yang sangat banyak
dalam sehari (>10ml feses/kgBB/hari). (Ilmu Kesehatan Anak
Nelson Ed 6)
Jenis penyakit diare sebenarnya terbagi atas diare akut
dan kronis.

Diare akut biasanya berlangsung selama beberapa hari


dan biasanya disebabkan oleh infeksi yang disebabkan
oleh bakteri, virus atau parasit.

Diare kronis berlangsung lebih lama daripada diare


akut, umumnya lebih dari 2 minggu. diare kronis dapat
mengindikasikan adanya gangguan yang serius, seperti
kolitis ulserativa atau penyakit crohn, atau sindrom
iritasi usus besar.
Mekanisme diare

Diare Diare
sekretorik osmotik

Sekresi air & elektrolit


ke dlm usus halus Bila di dalam lumen
gangguan absorbsi Na usus terdapat
oleh vilus saluran cerna, bahan yang secara
sekresi Cl berlangsung osmotik aktif dan
terus/ air & sulit diserap
elektrolit keluar dari
tubuh (tinja cair). diare.
Diare

Anamnesis: Pemeriksaan Fisik :


Serangan awal diare Gejala lain : Evaluasi adanya distensi
Karakter feses dan Darah pada feses abdomen
banyaknya Demam Nyeri abdomen
Perkiraan volume feses Dan penurunan BB Karakteristik bising usus
Adanya darah
Tanda-tanda dehidrasi dan
syok.

Pemeriksaan Laboratorium:
Feses rutin dan kultur feses
Darah tepi lengkap
Elektrolit
DIARE
Gejala Etiologi Terapi

Diare cair kekuningan Rotavirus Rehidrasi + zink

Diare lendir darah (disentri), kram Shigella (disentri Kotrimoksasol


perut, demam basiler)

Diare lendir darah + bau busuk Entamoeba histolytica Metronidazol


(disentri amoeba)
Diare berlemak mengkilap Giardia lamblia Metronidazol
(steatore)
Diare cucian beras Vibrio cholerae Doksisiklin

Diare terkait pemakaian antibiotik Clostridium difficile Metronidazole


kronik (kolitis pseudomembran)
Pada kasus dehidrasi yang mengalami
masalah adalah cairan intertitial yang pada
akhirnya akan turut mempengaruhi cairan
intravaskular.

Gejala Intravaskular : Gejala Intertitial :


Hipotensi Turgor Kulit Jelek
Takikardi Mata cekung
Vena kolaps Mukosa bibir dan
CRT memanjang kornea kering
Oligouri Ubun-ubun
Syok Renjatan cekung pada bayi.
Skor Dehidrasi
Kriteria 1 2 3
Keadaan Umum Baik Gelisah, rewel* Lemas/penurunan
kesadaran *
Mata Biasa Cekung Sangat Cekung
Air mata basah basah Tidak air mata
Mulut Basah Kering Sangat Kering
Rasa haus Minum sprti biasa Haus* Tidak ada rasa haus*
Turgor Baik Kurang Sangat kurang*
Dehidrasi
Gejala Hipotonis Isotonis Hipertonis
Na<130 mEq/L Na 130-145 mEq/L Na> 150 mEq/L
Rasa Haus - - +
Berat Badan Sangat Menurun Menurun Menurun
Turgor Kulit Sangat Menurun Menurun Tidak Jelas
Kulit/ Selaput Lendir Basah Kering Kering Sekali
Kesadaran Apatis Koma Iritable,Apatis
Sirkulasi Sangat Jelek Jelek Realtif Baik
Nadi Sangat Lemah Cepat dan Lemah Cepat dan Keras
Tekanan Darah Sangat Rendah Rendah Rendah
Jumlah Kasus 20-30% 70% 10-20%
Pembagian Jenis Syok
Syok adalah sindrom klinis akibat kegagalan sirkulasi dalam mencukupi kebutuhan
oksigen jaringan tubuh. Akibat terjadi penurunan perfusi jaringan vital atau
menurunnya volume darah secara bermakna.

Syok

Hipovolemik Kardiogenik Obstruktif Distributif

Volume Intravaskular berkurang Anafilaktif

Cardiac Output
Septik
Blood Pressure
Neurogenik
Systemic Vascular Resistance
Central Venous Pressure Insufisiensi
Adrenal Akut
Total Body Water (TBW)
(60% dari BB)

Intraseluler 40% Ekstraseluler 20%

Intertitial 15% Intravaskuler 5%

Air
Rumatan/Maintan
ance (kgBB/hari) Nutrisi

Kalium
Terapi Cairan
Natrium

Kristaloid
Resusitasi
Koloid
Dextrose 5%

Ringer Laktat, NaCl 0,9%

Koloid
Darah
Plasma
Plasma Expander
Dinding Semipermiabel

1. Tentukan Defisit Cairan


2. Atasi Syok cairan Kristaloid 20ml/kgBB dalam jam-1 jam
Cara Menghitung Volume dan Kecepatan Pemberian Cairan Rumatan
Berdasarkan Berat Badan

Berat Badan (kg) Volume/hari Kecepatan/jam


0-10 100mL/kg 4ml/kg/jam
11-20 1000ml+50ml/kg utk setiap 1kg>10kg 40ml/jam+2ml/kg/jamx(BB-10)
>20 1500ml+20ml utk setiap 1kg>20kg 60ml/jam+1ml/kg/jamx(BB-20)

Biasanya perhitungan akan menghasilkan komposisi dextrose 5% dalam


salin normal (NS) ditambah 20mEq/L KCL. Atau D5 dalam NS ditambah
20mEq/L KCL.
Anak dengan BB < 10kg lebih baik mendapat rumatan yang mengandung
NS (38,5mEq/L).