You are on page 1of 51

Oleh :

Falia Magfirotunnisa, S.Ked

Pembimbing :
dr. Teguh astanto, MS.i, Sp.B
LAPORAN KASUS

1. IDENTIFIKASI
Nama : Nn. Y
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 24 tahun
Alamat : Natar
Pekerjaan : Swasta
Status pernikahan : Belum menikah
Agama : Islam
MRS : 3 november 2014
ANAMNESIS

Keluhan Utama:
Muncul benjolan di payudara kanan sejak 3 bulan
yang lalu.
Keluhan Tambahan:
Benjolan dirasakan semakin lama semakin membesar
disertai nyeri.
Riwayat Perjalanan Penyakit
Sekarang

Os, wanita 24 tahun datang ke Poliklinik RSPBA


dengan keluhan muncul benjolan di payudara sebelah
kanan kurang lebih sejak 3 bulan yang lalu. Awalnya
benjolan sebesar kacang meraH. Namun, benjolan
semakin lama semakin membesar dan saat ini ukuran
benjolan sebesar telur puyuh dan muncul nyeri yang
hilang timbul.
Riwayat Penyakit dahulu :
Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama disangkal
oleh penderita.

Riwayat Keluarga :
Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama dalam
keluarga:
Kakak perempuan pertama dan ketiga
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum
Keadaan umum : tampak sakit ringan
Kesadaran : compos mentis
Dehidrasi : (-)
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 80 x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup
Pernafasan : 22 x/menit,torakoabdominal,reguler
Suhu : 36,10 C
Kulit

Warna kuning langsat, turgor kembali cepat, ikterus


pada kulit (-), sianosis (-), scar pada dada (-), scar pada
aksila (-), scar pada abdomen (-), dan scar pada glutea
(-), pucat pada telapak tangan dan kaki (-).
Kepala

Bentuk kepala normal, simetris, ekspresi normal, dan


deformitas (-)
Rambut

Hitam, lurus, tidak mudah dicabut.


Mata

konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), katarak (-


/-), reflek cahaya (+/+), pergerakan mata ke segala
arah baik, tekanan bola mata tidak diperiksa,
konjungtiva normal, visus tidak diperiksa.
Hidung

Bagian luar tidak ada kelainan, septum deviasi (-),


tulang-tulang dalam perabaan baik, tidak ditemukan
penyumbatan,epistaksis (-/-), sekret (-), pernapasan
cuping hidung(-).
Telinga
Bentuk telinga normal, simetris, serumen (-/-),
pendengaran baik.
Mulut

Bibir sianosis (-), mukosa mulut normal, tonsil tidak


ada pembesaran, papila lidah normal, pucat pada lidah
(-), gusi berdarah (-), bau pernapasan khas (-), faring
tidak ada kelainan, karies gigi (-), langit-langit normal.
Leher

Bentuk simetris, trakea di tengah, pembesaran


kelenjar tiroid tidak ada, JVP normal, kaku kuduk (-),
pembesaran kelenjar limfe (-).
Thorax

Tipe pernafasan normal, sifat pernafasan kombinasi


(torakoabdominal), irama pernafasan normal, nyeri
tekan (-), krepitasi (-), kulit normal.
Paru-paru

I: Bentuk dada simetris.

P: Vokal fremitus paru kiri-kanan sama.

P: Perkusi dada kiri-kanan vesikulkar.

A: Suara nafas tambahan (-/-).


Jantung
I: Iktus kordis tidak terlihat.

P: Iktus kordis tidak teraba.

P: Batas kanan ICS IV linea parasternal dextra

Batas kiri ICS V linea midclavikula sinistra

Batas pinggang jantung ICS 3 linea parasternal sinistra

A: BJ I-II intensitas normal, reguler, murmur (-), gallop (-).


Abdomen
I: Kembung (-), tidak ada pembesaran, shifting dullness (-),
venektasi (-)

Nyeri tekan (-), hepar tidak teraba, lien tidak teraba, turgor
P:
kulit normal.

Tympani
P:
Bising usus (+) normal
A:
Alat kelamin :

Tidak diperiksa
Extremitas atas :

Gerakan bebas, kekuatan +5, nyeri sendi (-), edema(-),


jaringan parut (-), pigmentasi normal, akral hangat,
turgor normal, clubbing finger (-).
Extremitas bawah:

Gerakan bebas, kekuatan + 5, jaringan parut (-),


edema (-), pigmentasi normal, akral hangat, turgor
normal.
Status Lokalis
mammae dextra :
Inspeksi : ukuran sebesar telur puyuh ( 1.5x2 cm),
sewarna dengan kulit, permukaan rata.
Palpasi : konsistensi kenyal, batas tegas, mobile.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hematologi:
Hemoglobin : 11,9 g/dl ( N: 14-18 g/dl )
Hematokrit : 36% ( N: 40-48 vol% )
Trombosit : 411.000 ( N: 200000-500000/ mm)
Leukosit :11.300 /mm3 ( N: 5000-10000/ mm )
LED :- (N: < 10 mm/jam)
MCV : 90
MCH : 24
MCHC : 32
Diff. Count :
Basofil : 0 (N: 0-1)
Eosinofil :0 (N: 1-3)
Batang : 1 (N: 2-6)
Segmen : 61 (N: 50-70)
Limfosit : 24 (N: 20-40)
Monosit :9 (N: 2-8)
DIAGNOSIS KERJA
Fibroadenoma mammae dextra
DIAGNOSIS BANDING
Mammae Aberrans
PENATALAKSANAAN

Eksisi dan biopsi


IVFD RL 20 tetes per menit.
Ceftriaxone 2x1 gram.
Ketorolac 3x30 mg.
RENCANA PEMERIKSAAN
Biopsi
PROGNOSIS

Quo ad vitam : dubia et bonam


Quo ad functionam : dubia et bonam
FIBROADENOMA MAMMAE
adalah tumor jinak yang solid terdiri dari unsur-unsur
stroma dan epitel.
Di Amerika Serikat, merupakan lesi payudara yang
paling umum, pada wanita dengan usia < 30 tahun,
>40 tahun : 8 10 %
wanita berkulit gelap usia lebih muda dibandingkan
wanita berkulit putih
Etiologi
Penyebab pasti fibroadenoma tidak diketahui.
beberapa faktor peningkatan mutlak aktivitas
estrogen, prekursor embrional yang dormant di
kelenjar mammaria yang dapat memicu pembentukan
fibroadenoma yang akan berkembang mengikuti
aktivitas ovarium
Patogenesis dan Patofisiologi
proses hiperplasia dan proliferasi pada satu duktus
terminal, perkembangannya dihubungkan dengan
suatu proses aberasi perkembangan normal.
sel stroma neoplastik faktor pertumbuhan yang
memengaruhi sel epitel. Peningkatan mutlak aktivitas
estrogen, diperkirakan berperan dalam
pembentukannya.
siklus haid dan selama hamil Lesi mungkin
membesar
Pascamenopausemengecil dan mengalami
kalsifikasi
Jenis
1. Benign simple fibroadenoma
Wanita muda usia 16-24 tahun.
Tumor ini dapat berasal dari lobulus mammae.
biasanya terjadi pada wanita muda saat di mana terjadi
perkembangan dari lobuler
Stroma jaringan ikat : memiliki selularitas yang
rendah dan sitologi yang biasa
masa dengan ukuran diameter 2-3 cm dan dapat
digerakkan
2. Giant fibroadenoma
2 rentang usia yang berbeda sangat jauh pada masa
reproduksi usia 14-18 tahun dan 45-50 tahun
Giant fibroadenoma pada usia muda disebut Juvenille
fibroadenoma
berukuran diameter 4-5 cm hingga diameter 10 cm.
stroma hiposeluler dan komponen epitel yang
bervariasi, jarang adanya mitosis berbeda pada tumor
phylloides menunjukkan selularitas yang tinggi,
pleomorfik, dan aktivitas mitosis yang tinggi, namun
makroskopik, keduanya memiliki ciri yang sama.
pasien datang dengan nyeri yang berhubungan
dengan pembesaran cepat massa di payudara.
Pada pemeriksaan, payudara membesar dengan
pergerseran dari letak puting. Kulit di atasnya tampak
mengkilat dan tampak dilatasi dari vena. Pada kasus
yang terabaikan, nekrosis dapat terjadi.
Diagnosa
Anamnesa
1. Massa payudara
Kapan dan bagaimana massa terdeteksi
Perubahan ukuran massa dan perubahan ukuran
massa sehubungan dengan siklus haid
Nyeri
2. Ada atau tidak adanya nipple discharge
Yang perlu diperhatikan pada nipple discharge:
Warna jernih (serous), berdarah, menyerupai susu
Unilateral atau bilateral
Keluar spontan atau setelah dipijat
Keluar bila seluruh mammae ditekan atau dari segmen
tertentu
Berhubungan dengan siklus haid
Premenopause atau pascamenopause
Penggunaan obat hormon
3. Ada tidaknya borok (ulcus) pada payudara
4. Riwayat penderita
riwayat keluarga, riwayat menarche, menopause,
menikah, mempunyai anak, penggunaan obat-obatan
terutama terapi hormonal dan riwayat penyakit
payudara
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Penderita duduk tegak atau berbaring dengan tangan
terangkat ke atas lalu perhatikan kedua payudara,
warna kulit, tonjolan, lekukan (dimpling), retraksi
kulit tanda-tanda radang (ulcus), peau dorange.
Putting payudara dilihat apakah ada retraksi, inversi,
atau deviasi.
Palpasi
Palpasi dilakukan dengan jari-jari tangan yang
digerakkan perlahan-lahan tanpa tekanan di tiap-tiap
kuadran.
Bila ditemukan massa, perhatikan letaknya di kuadran
mana, ukuran, bentuk (simetris atau tidak), batas,
konsistensi, mobilitas (mobile/fixed) pada kulit, otot
pektoralis dan dinding dada
Pemijatan putting susu untuk mengetahui ada cairan
atau tidak dibandingkan kanan dan kiri.
Pemeriksaan KGB regional
Harus diperiksa adakah pembesaran KGB
supraklavikula, infraklavikula, dan axilla.
fibroadenoma biasanya bermanifestasi sebagai : massa
soliter, diskret, dan mudah digerakkan, selama tidak
terbentuk jaringan fibroblast di sekitar jaringan
payudara, dengan diameter kira-kira 1 3 cm, lokasi
tersering adalah pada quadran lateral atas payudara
Pemeriksaan Fisik Payudara dan
KGB
Pemeriksaan Penunjang
1. Radiologis
Mamografi
Karena fibroadenoma seringkali terjadi pada wanita yang
muda, mamografi jarang dilakukan sebagai pemeriksaan
rutin.
Pada pasien yang lebih tua,FAM massa soliter, halus, dan
dengan densitas yang mirip dengan jaringan
sekitarnya,kalsifikasi dapat tampak.
USG
berguna menentukan solid atau kistik.
menentukan kontur dan sifat dari lesi
2. Sitologi
Secara makroskopis padat dengan warna cokelat
putih pada irisan, dengan bercak bercak kuning
merah muda yang mencerminkan daerah kelenjar
Secara histologis, tumor terdiri atas jaringan ikat dan
kelenjar dengan berbagai proporsi dan variasi. Tampak
storma fibroblastik longgar
Diagnosa Banding
Cystosarcoma Phyllodes.
Kista Payudara.
Papilloma intraduktus.
Adenosis Sklerosis
Kelainan Lain
Cystosarcoma Phyloides
pada wanita premenopause(30-50 tahun) jarang pada
wanita berusia 20 tahun.
berdiameter kecil, sekitar 3 4 cm, tetapi sebagian
besar terus tumbuh cepat dan masif sehingga
menyebabkan payudara membesar
Kulit payudara dapat menjadi kemerahan dan pada
kasus yang parah bisa terdapat ulcer
Kista Payudara
Pada wanita berusia di atas 30 tahun,
Kista dapat terasa nyeri dan mungkin terdapat
hubungan antara siklus mens dan peningkatan nyeri
pada payudara sebelum menstruasi.
Pada palpasi dapat ditemukan permukaan yang halus
dan tegang.
diidentifikasi dengan aspirasi dan ultrasonografi
Papiloma Intraductus
berasal dari duktus laktiferus dan 75% tumbuh di
bawah areola mamma.
Papilloma memberikan gejala berupa sekresi cairan
serous atau berdarah
Adenosis Sklerosis
Secara klinis, adenosis teraba seperti kelainan
fibrokistik, tetapi secara histopatologik tampak
proliferasi jinak sehingga ahli patologi sering terkecoh,
mengira suatu karsinoma
Kelainan Lain
Lipoma, leiomioma, dan kista sebasea yang
merupakan tumor yang mungkin terdapat di
payudara, tetapi tidak ada sangkut pautnya dengan
jaringan payudara.
Penatalaksanaan
Jika fibroadenoma dibiarkan tidak diobati,
kebanyakan dari fibroadenoma akan membesar dari
diameter 1-3 cm dalam waktu sampai 5 tahun.
Fase aktif pertumbuhan sekitar 6-12 bulan
sepertiga kasus, fibroadenoma akan tetap atau
perlahan mengecil.
Operasi eksisi merupakan satu-satunya pengobatan
untuk fibroadenoma.
terdapat 3 tipe insisi yang biasa digunakan, yaitu
Radial Incision, yaitu dengan menggunakan sinar.
Circumareolar Incision
Curve/Semicircular Incision
paling sering digunakan tipe radial.
Tipe circumareolar meninggalkan sedikit bekas
luka dan deformitas,pembukaan yang terbatas pada
FAM tunggal dan kecil dan lokasinya sekitar 2 cm di
sekitar batas areola.
Semicircular incision FAM yang besar dan berada di
daerah lateral payudara
Prognosis
Prognosis dari penyakit ini baik, walaupun penderita
mempunyai resiko yang tinggi untuk menderita
kanker payudara. bagian yang tidak diangkat harus
diperiksa secara teratur