You are on page 1of 11

WARGA NEGARA

INDONESIA

DISUSUN OLEH:
USWATUN NUR HASANAH (31)
YEYEN GUNANTI OKTAVIA (32)
YUSTI FITYA LUTFANA (33)

D3 AKUPUNKTUR IB
ASAS KEWARGANEGARAAN
Penentuan status kewarganegaraan lazim digunakan:
Stelsel aktif, dengan melakukan tindakan-tindakan
hukum tertentu secara aktif.
Stelsel pasif, tanpa harus melakukan tindakan hukum
tertentu.
Seseorang dalam suatu negara pada dasarnya memiliki
hak-hak :
Hak Opsi adalah hak untuk memilik suatu
kewarganegaraan (dalam stelsel aktif).
Hak Repudiasi adalah hak untuk menolak suatu
kewarganegaraan (dalam stelsel pasif)
Penentuan Kewarganegaraan dapat dibedakan
menurut Asas :
Ius Soli, penentuan asas kewarganegaraan berdasar-
kan daerah/negara tempat di mana ia dilahirkan.
Contoh: Seseorang yang dilahirkan di negara A maka ia
akan menjadi warga negara A, walaupun orang tuanya
adalah warga negara B. (Inggris, Mesir, Amerika, dll).
Ius Sanguinis, penentuan asas kewarganegaraan ber-
dasarkan pertalian darah/keturunan dari orang yang
bersangkutan. Contoh: Seseorang yang dilahirkan di
negara A, tetapi orang tuanya warga negara B, maka
orang tersebut tetap menjadi warga negara B (dianut
oleh negara RRC).
PENDUDUK DAN WARGA NEGARA INDONESIA

Pasal 26 UUD 1945 perihal Warga Negara


dan Penduduk :
Yang menjadi warga negara ialah orang-
orang bangsa Indonesia asli dan orang-
orang bangsa lain yang disahkan dengan
undang-undang sebagai warga negara.
Penduduk ialah warga negara Indonesia
dan orang asing yang bertempat tinggal di
Indonesia.
Hal-hal mengenai warga negara dan
penduduk diatur dengan undangundang.
PENDUDUK DI INDONESIA, BERDASARKAN INDISCHE
STAATSREGELING TAHUN 1927, TERBAGI DALAM 3
GOLONGAN, YAITU :
Golongan Eropa, yang terdiri atas :
Bangsa Belanda
Bukan Bangsa Belanda, tetapi orang yang asalnya dari Eropa
Bangsa Jepang (untuk kepentingan hubungan perdagangan)
Orang-orang yang berasal dari negara lain yang hukum
keluarganya sama dengan hukum keluarga Belanda (Amerika,
Australia, Rusia, dan Afrika Selatan), dan keturunannya.
Golongan Timur Asing, yang terdiri atas :
1.Golongan Cina (Tionghoa), dan
2.Golongan Timur Asing bukan Cina (orang Arab, India, Pakistan,
Mesir, dan lain-lain).
Golongan Bumiputera (Indonesia), yang meliputi:
1.Orang-orang Indonesia asli serta keturunannya yang tidak
memasuki golongan rakyat lain, dan
2.Orang yang mula-mula termasuk golongan rakyat lain, lalu
KEWAJIBAN DASAR SEBAGAI
WARGA NEGARA
Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan
(Pembukaan UUD 1945, alinea I)
Menghargai nilai-nilai persatuan, kemerdekaan dan
kedaulatan bangsa (Pembukaan UUD 1945, alinea II)
Menjunjung tinggi dan setia kepada konstitusi negara
dan dasar negara (Pembukaan UUD 1945, alinea IV)
Membayar pajak untuk negara (Pasal 23 ayat 2)
Menjunjung tinggi hukum & pemerintahan (Pasal 27
ayat 1)
Ikut serta dalam usaha hankam negara (Pasal 30 ayat
(1))
Menghormati bendera negara Indonesia (Pasal 35)
Menghormati bahasa negara bahasa Indonesia (Pasal
36)
Menjunjung tinggi lambang negara (Pasal 36A)
Menghormati lagu kebangsaan Indonesia Raya (Pasal
HAK WARGA NEGARA DALAM PELAKSANAAN
DEMOKRASI DI INDONESIA
a. Hak di bidang politik, misalnya hak untuk
memilih dipilih, mendirikan dan memasuki
suatu organisasi sosial politik
b. Hak di bidang pendidikan, misalnya hak
untuk memperoleh pendidikan,
mengembangkan karir pendidikan, dan ikut
serta menangani pendidikan
c. Hak di bidang ekonomi, misalnya hak untuk
memperoleh pekerjaan, memperoleh
penghidupan yang layak, dan hak untuk
berusaha
d. Hak di bidang sosial budaya, misalnya hak
untuk mendapat pelayanan sosial, kesehatan,
mengembangkan budaya daerah masing-
SYARAT MEMPEROLEH KEWARGANEGARAAN
INDONESIA MENURUT UU NO. 12/2006
Telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah
kawin;
Pada waktu mengajukan permohonan sudah
bertempat tinggal di wilayah negara RI paling singkat
5 th berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak
berturut-turut;
Sehat jasmani dan rohani;
Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar
negara Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945;
Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak
pidana yang diancam dengan pidana penjara 1
th/lebih;
Jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik
Indonesia, tidak menjadi berkewarganegaraan ganda;
Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap;