You are on page 1of 14

GONORE

Disusun oleh:
Nama NIM
1 Dian Nurul Hikmah 1120153
. 67
2 Emmanuel Taguh Anak 1120161
. Lala 85
3 Selvina 1120154
. 08
DOKTER 4 Yunita Verayanti
PEMBIMBING : Siokh 1120152
. 64
DR. SILVI SUTARDI, SP. KK
C. Tes identifikasi presumtif dan konfirmasi (definitif )
1.Tes Oksidase
Reagen oksidasi yang mengandung larutan tetrametil-p-
fenilendiamin hidroklorida 1% ditambahkan pada koloni
gonokok tersangka.
2. Tes Fermentasi
Tes oksidasi positif dilanjutkan dengan tes fermentasi memakai
glukosa, maltosa, dan sukrosa. N.gonotthoeae hanya meragikan
glukosa
D. Tes beta-lactamase

Pemeriksaan beta-laktamase dengan menggunakan cefinase TM


dis. BBL 961192 yang mengandung chromogenic cephalosporin,
akan menyebabkan perubahan warna dari kuning menjadi merah
apabila kuman mengandung enzim betalaktamase.
E. Tes Thomson
Tes Thomson ini berguna untuk mengetahui sampai di mana infeksi sudah
berlangsung.
Pada tes ini ada syarat yang perlu diperhatikan :
- Sebaiknya dilakukan setelah bangun pagi
- Urin dibagi dalam dua gelas
- Tidak boleh menahan kencing dari gelas I ke gelas II
Syarat mutlak ialah kandung kencing harus mengandung air seni paling sedikit 80-
100ml, jika air seni kurang dari 80 ml, maka gelas II sukar dinilai karena baru
menguras uretra anterior.
HASIL PEMBACAAN
Gelas I Gelas II Arti
Jernih Jernih Tidak ada infeksi
Keruh Jernih Infeksi uretritis
anterior
Keruh Keruh Panuretritis
Jernih Keruh Tidak mungkin

Tentang rekomendasi pemeriksaan laboratorium dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Jenis Pemeriksaan Sensitivit Spesifitas A B C


as
Gram :
Uretra 90 - 95 95 99 + + +
Endoserviks 45 - 65 90 99 + + +
Kultur :
Uretra 94 - 98 >99 +/- + +
Endoserviks 85 - 95 >99 +/- + +
Diagnosis Banding

I. Uretritis : herpes genital dengan uretritis, C. trachomatis


uretritis, Ureaplasma urealyticum uretritis, Trichomonas
vaginalis uretritis, Reiters Syndrome.
Servisitis : Chlamydia trachomatis atau HSV servisitis.
PENATALAKSANAAN

Melakukan pemeriksaan dan pengobatan


terhadap pasangan penderita.
Menganjurkan abstinensia sampai infeksi
dinyatakan sembuh secara laboratoris, bila
tidak mungkin menganjurkan penggunaan
kondom.
Kunjung ulang untuk tindak lanjut di hari ke-3
dan hari ke-7
PENGOBATAN URETHRITIS DAN
SERVISITIS
PENGOBATAN PENYAKIT RADANG
PANGGUL KARENA GONORE
PENCEGAHAN

Penggunaan alat kontrasepsi yang benar


Rujukan kepada spesialis
Pengobatan pasangan yang terkena infeksi
Menghindari melakukan hubungan seks sampai pengobatan
tuntas dan bebas daripada infeksi gonorrhea
Semua bayi yang lahir dari ibu dengan infeksi gonokokal yang
tidak diobati harus diobati secara profilaksis dengan dosis
tunggal ceftriaxone (25-50 mg / kg IV / IM, tidak melebihi 125
mg).
KOMPLIKASI

Komplikasi lokal pada pria : tysonitis, parauretritis, litritis dan


cowperiti.
Asenden: prostatitis, vesikulitis, fenikulitis, epididimitis yang
dapat menumbulkan infertilitas.
Pada wanita, infeksi pada cerviks (cervicitis gonorrhoea) dapat
menimbulkan komplikasi shalpingitis ataupun penyakit radang
panggul (PID).
bila infeksi mengenai uretra dapat terjadi parauretritis,
sedangkan pada kelenjar bartholin dapat menyebabkan
bartolinitis
PROGNOSIS

Antibiotik respon baik


Prognosis baik jika diobati dengan cepat dan
lengkap
Risiko infertilitas meningkat dengan episode
yang berulang.
KESIMPULAN

Uretritis gonore (gonorrheae) merupakan penyakit hubungan


seksual yang disebabkan oleh kuman Neiserria gonorrheae
Masa tunas gonore sangat singkat, pada waktu masa tunas sulit
untuk ditentukan karena pada umumnya bersifat asimtomatis.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan
laboratorium. Diagnosis pada laki-laki jauh lebih mudah daripada
wanita.
Pada dasarnya pengobatan uretritis baru diberikan setelah diagnosis ditegakkan.
Pengobatan yang benar meliputi pemilihan obat yang tepat serta dosis yang adekuat
untuk menghindari resistensi kuman.