Вы находитесь на странице: 1из 29

EFLORESENSI

PRIMER
Nama Anggota Kelompok (2011 D)
Aulia Dwi Permatasari 11700354
Tri Suci Kiki N 11700364
Luh Thika Sidiani 11700382
Ni Putu Elis Cahaiantari 11700386
Mayland Margaretha S 11700400
Galih Catur Aji S 11700410
I Wayan Saisnu Supta 11700412
Yuni Ani Langi 11700416
I Made Dwi Tirtana 11700420
Adinta Agustia 11700428
Morphology of The Primary Lesions

(Hunter, 2002)
Makula
Lesi kulit yang datar dimana terjadi perubahan warna
kulit yang dapat berbatas tegas atau samar dibandingkan
dengan kulit sekitarnya.

Suatu area kecil pada kulit, bersifat datar (tidak


mengalami penonjolan) dan mengalami perubahan
warna, dengan ukuran kurang dari 0,5 cm (Hunter,
2002).
Patofisiologi Makula

Makula
Makula
Hipopigmentasi
Hiperpigmentasi
Terjadi penurunan atau
Terjadi peningkatan
tidak adanya sintesis
sekresi melanin
melanin

Makula Eritem

Terjadi karena dilatasi


pembuluh darah,
ekstravasasi sel sel
darah merah ke
permukaan kulit
Makula
Warna
Merah, coklat keputihan, dsb Tergantung penyebabnya:

1. Berasal dari vaskularisasi


a. Warna: merah kecoklatan
b. Bila ditekan berwarna pucat
c. Contoh: hyperemia

2. Berasal dari pigmen darah


a. Warna: merah kebiruan
b. Contoh: petechiae, purpura, ecchymoses (hematom)

3. Berasal dari pigmen melanin


a. Warna: biru kecoklatan
b. Contoh: hiperpigmentasi
Makula

Contoh: caf au lait


pada
neurofibromatosis
PATCH
Bercak/patch adalah suatu makula yang berdiameter >1
cm yang menunjukkan kerutan halus atau suatu lesi datar,
rata pada kulit dengan warna yang berbeda disekitarnya.

Makula dalam ukuran besar, dengan diameter lebih dari


0,5 cm (Hunter, 2002)

Contoh :
noda pada wajah (treckles, mola yang datar, petekie,
rubella, vitiligo, port wine stains, ekimosis). Contoh
penyakitnya adalah monositik leukimia.
PATCH
PAPULA
Penonjolan kecil dari kulit yang bersifat solid
dengan diameter kurang dari 0,5 cm (Hunter,
2002).
Penyakit yang berhubungan dengan papula
antara lain:
NODUL
Masa solid di kulit yang diameternya lebih dari
0,5 cm, baik lebar maupun kedalamannya, yang
dapat dilihat sebagai penonjolan dan dapat di
palpasi (Hunter, 2002).
Contohnya pada squamous cell carcinoma, spitz
naevus, dll.
PLAK (PLAQUE)
Area pada kulit yang mengalami
elevasi (penonjolan) dengan
diameter lebih dari 1cm.
Plaque dibagi menjadi 2 jenis:
Kecil: diameter 1-2cm
Besar: diameter > 2cm

Contoh: papul yang melebar atau


papul-papul yang berkonfluensi pada
psoriasis

Referensi: Djuanda (2011) dan Hunter (2002)


Vesikel
Vesikel adalah sebuah ruang pada sel yang dikelilingi oleh
membran sel. Ruang biasanya ditempati oleh sitoplasma
yang terdiri dari organel dan sitosol. Lubang saluran masuk
dan keluarnya sesuatu. Ukuran vesikel < 0,5 cm

Fungsi vesikel ditentukan oleh organel yang berada di


dalamnya, seperti tempat reaksi selular, tempat
penyimpanan makanan,dll

Contoh vesikel : Herpes simplek/ zooster,varisela, keracunan


tanaman, luka bakar derajat 2
Vesikel
Bulla
Suatu vesikula yang ukuran penampangnya
lebih dari 5 mm atau lebih dari 0,5 cm. Contoh
kelainan ini terjadi pada combustio.
Dinding bula terdiri atas stratum korneum
dan stratum lusidum. Bila dinding bula kendur
ditemukan pada impetigo atau pemfigus.
Sedangkan dinding bula tegang pada
dermatitis herpetiformis. Isi bula berupa cairan
serous dan kadang-kadang pus. Hipopion terdapat
pada impetigo kontagiosabulosa.
Faktor-faktor penyebab timbulnya bula
adalah adanya iritasi baik dari bahan
kimia ataupun iritasi fisik (luka bakar),
alergi misalnya karena gigitan serangga,
obat-obatan seperti obat furosemid
(diuretik) yang penggunaannya bisa
meningkatkan sensitivitas pada
matahari sehingga bisa memicu
timbulnya bula dan infeksi misalnya
penyakit cacar air, pada herpes zoster
bula bisa terjadi setelah penderita
mengalami prodomal sistematik
(demam,pusing,meriang) atau pun
gejala prodomal lokal seperti nyeri otot
tulang , gatal.
Pustula
Pustula adalah vesikel atau bulla yang berisi pus
(Brunner dan Syddarths, 1997). Penonjolan kulit
yang berisi pus (Hunter, 2002)

Pustula biasanya muncul ketika papula tidak


diobati selama beberapa hari, dimana akumulasi
sel darah putih bergerak ke permukaan kulit.
Pustula

Ciri-ciri:
a. Memiliki noda di bagian tepi,
b. Meradang berwarna kemerahan,
c. Di bagian tengahnya berwarna
kekuningan atau putih (Chairunnisya,
2007)

Penyakit yang berhubungan dengan Pustula,


antara lain:
a. Acne
b. Impetigo
c. Furunkel
d. Karbunkel
Kista
Kista : ruangan berdinding (jaringan ikat yg dilapisi
oleh sel epitel dan endotel) dan berisi cairan, sel,
maupun sisa sel.
Kista terbentuk bukan akibat peradangan, walaupun
kemudian dapat meradang.
(Sutanto, 2013)

Contoh : pada
penyakit
ameloblastoma.
Terminology of skin lesions
Petechiae

Makula darah yang berukuran sebesar kepala


jarum (pinhead sized).
Contoh: Petechiae yang muncul pada Dengue
Hemorrhagic Fever
(Hunter, 2002)
Ecchymosis
Ekstravasasi darah yang lebih banyak ke dalam
kulit (Hunter, 2002).
Contoh: Pada penyakit acute myelogenus
leukemia
Purpura

Makula atau papula darah yang


lebih besar, di kulit. Seperti lesi
yang dipenuhi darah dan tidak
berubah menjadi pucat apabila
permukaannya ditekan
menggunakan lensa kaca/diascopy
(Hunter, 2002).

Contoh: Purpura Henoch-Schonlein


Haematoma
Pembengkakan dari perdarahan yang hebat
(Hunter, 2002)

Contoh: Brill haematome pada fraktur basis


cranii
Wheal (urtika)
Urtika adalah penonjolan di atas kulit akibat edema setempat dan
dapat hilang perlahan-lahan, misalnya pada dermatitis medikamentosa
dan gigitan serangga.

Penonjolan area di kulit, berwarna putih dan compressible akibat


oedema dermal. Sering dikelilingi oleh garis merah pada tepinya.
Kebanyakan memiliki ukuran kurang dari 2 cm (Hunter, 2002).

Pembengkakan kulit yang bersifat sementara dengan pinggirannya


berwarna kemerahan (Rycroft & Robertson, 2003)

Contoh, pada acute urticaria.


URTIKA
Angioedema
Pembengkakan yang difus akibat oedema yang
meluas ke jaringan subkutaneus (Hunter, 2002)

Contoh: hereditary angioedema


Referensi
Sutanto, Rosita S. 2013. Derajat Penyakit Acne Vulgaris Berhubungan Positif
Dengan Kadar MDA. Denpasar : Universitas Udayana.

Brunner dan Suddarth. 2001. Buku ajar Keperawatan Medikal Vol.3. Jakarta: EGC

Andrew. 2000. Viral Diseases : Diseases of the skin. 9th edition. Philadelphia : WB
Saunders Company.

Budimulja, Unandar. 2007. Morfologi dan Cara Membuat Diagnosis : Ilmu Kulit
Kelamin. Ed. 5. Jakarta: FKUI.

Hunter, dkk. 2002. Clinical Dermatology Third Edition. Oxford: Blackwell

Rycroft dan Robertson. 2003. A Color Handbook of Dermatology. USA: Thieme


New York

Braun-Falco, dkk. Dermatology (Second, Completely Revised Edition). Berlin:


Springer-Verlag Berlin Heidelberg New York
Thank You