You are on page 1of 11

PENGENDALIAN VEKTOR PENYAKIT

OLEH:
PIET DIAN PERDANA
WELLYANITA
NUR HAYATI
VEKTOR
vektor penyakit adalah organisme hidup yang
dapat menularkan agent penyakit dari satu
hewan ke hewan lain atau ke manusia.
Penularan penyakit pada manusia melalui vektor
berupa serangga dikenal sebagai vectorborne
disease (Chandra, 2007).
Penularan penyakit yang disebabkan oleh vektor kepada
manusia dapat dibedakan atas dua cara, yakni (Azwar, 1995):
1. Penyebaran secara biologi, yang disebut pula penyebaran
aktif. Disini bibit penyakit hidup serta berkembang biak di
dalam tubuh vektor dan jika vektor tersebut menggigit
manusia, maka bibit penyakit masuk ke dalam tubuh
sehingga timbul penyakit. Contoh : nyamuk.
2. Penyebaran secara mekanik, disebut juga penyebaran
pasif, yakni pindahnya bibit penyakit yang dibawa vektor
kepada bahan-bahan yang digunakan manusia (umumnya
makanan), dan jika makanan tersebut dimakan oleh
manusia maka timbul penyakit. Contoh : lalat
PENGENDALIAN VEKTOR
Pengendalian vektor adalah semua upaya
yang dilakukan untuk menekan, mengurangi,
atau menurunkan tingkat populasi vektor
sampai serendah rendahnya sehigga
tidak membahayakan kehidupan manusia
METODOLOGI PENGENDALIAN VEKTOR

1. Pengendalian vektor harus menerapkan


bermacam-macam cara pengendalian agar
vektor tetap berada di bawah garis batas
yang tidak merugikan/ membahayakan.
2. Pengendalian vektor tidak menimbulkan
kerusakan atau gangguan ekologi terhadap
tata lingkungan hidup.
KONSEP DASAR PENGENDALIAN VEKTOR

1. Harus dapat menekan densitas vektor


2. Tidak membahayakan manusia
3. Tidak mengganggu keseimbangan lingkungan
TUJUAN PENGENDALIAN VEKTOR
1. Mencegah wabah penyakit yang tergolong
vector-borne disease >> memperkecil risiko
kontak antara manusia dg vektor penyakit dan
memperkecil sumber penularan
penyakit/reservoir
2. Mencegah dimasukkannya vektor atau penyakit
yg baru ke suatu kawasan yg bebas >> dilakukan
dengan pendekatan legal, maupun dengan
aplikasi pestisida (spraying, baiting, trapping)
CARA PENGENDALIAN VEKTOR
1. Usaha pencegahan (prevention) >> mencegah
kontak dengan vektor >> pemberantasan
nyamuk, kelambu
2. Usaha penekanan (suppression) >> menekan
populasi vektor sehingga tidak membahayakan
kehidupan manusia
3. Usaha pembasmian (eradication) >>
menghilangkan vektor sampai habis
METODE PENGENDALIAN VEKTOR
1. Pengendalian secara alamiah (naturalistic control) >> memanfaatkan
kondisi alam yang dapat mempengaruhi kehidupan vector >> jangka
waktu lama
2. Pengendalian terapan (applied control) >> memberikan perlindungan
bagi kesehatan manusia dari gangguan vektor >> sementara
a. Upaya peningkatan sanitasi lingkungan (environmental sanitation
improvement)
b. Pengendalian secara fisik-mekanik (physical-mechanical control) >>
modifikasi/manipulasi lingkungan >> landfilling, draining
c. Pengendalian secara biologis (biological control) >> memanfaatkan
musuh alamiah atau pemangsa/predator, fertilisasi
d. Pengendalian dengan pendekatan per-UU (legal control) >>
karantina
e. Pengendalian dengan menggunakan bahan kimia (chemical control)
JENIS JENIS VEKTOR
Seperti telah diketahui vektor adalah
Anthropoda yang dapat memindahkan/menularkan
suatu infectious agent dari sumber infeksi kepada
induk semang yang rentan.
Antropoda dibagi menjadi 4 kelas :
1. Kelas crustacea (berkaki 10): misalnya udang
2. Kelas Myriapoda : misalnya binatang berkaki
seribu
3. Kelas Arachinodea (berkaki 8) : misalnya Tungau
4. Kelas hexapoda (berkaki 6) : misalnya nyamuk
TERIMA KASIH