Вы находитесь на странице: 1из 22

Biokimia Sistem Saraf

Neurotransmitter
Senyawa kimia pembawa pesan yang meneruskan informasi
elektrik dari satu neuron ke neuron lain atau sel efektor.
Sifat : konduksi 1 arah ( neuron presinaps neuron
postsinaps)
Penghambat utama neurotransmiter : enkefalin
Sifat neurotransmiter adalah sebagai berikut:
1. Disintesis di neuron presinaps
2. Disimpan di vesikel dalam neuron presinaps
3. Dilepaskan dari neuron di bawah kondisi fisiologis
4. Segera dipindahkan dari sinaps melalui uptake atau
degradasi
5. Berikatan dengan reseptor menghasilkan respon biologis.
Neurotransmitter
Neurotransmitter
Asetilkolin (eksitasi, inhibisi pada beberapa saraf
parasimpatis)
(1) Terminal sel piramidal korteks motorik
(2) neuron di basal ganglia
(3) motor neurons pada otot skeletal
(4) Neuron preganglionik saraf autonom
(5) Neuron postganglionik saraf parasimpatis
(6) Beberapa neuron postganglionik saraf simpatis
Norepinefrin
Sekresi :
neuron terminal dengan badan sel di batang otak
dan hipothalamus,
locus ceruleus pada pons,
postganglionik neuron sistem saraf simpatis.
Mengontrol aktivitas dan mood, meningkatkan
kewaspadaan
Bersifat eksitasi
Dopamin
Sekresi : neuron substansua nigra (regio striata ganglia
basal)
Efek : inhibisi
Glysin
Sekresi : sinaps medula spinalis
Efek : inhibisi
GABA(gamma-aminobutyric acid)
Sekresi : saraf terminal medula spinalis, cerebellum,
ganglia basalis, korteks cerebri
Efek : inhibisi
Glutamate
Sekresi : jaras sensorik yang memasuki CNS, korteks
cerebri
Efek : eksitasi
Serotonin
Sekresi : nukleus yang berasal dari raphe medius
pada batang otak proyeksi ke otak
(hipothalamus) &medspin (cornu dorsalin)
Efek : inhibisi pain pathway (medspin), kontrol
mood, menyebabkan tidur
NO
Sekresi : neuron terminal otak (behavior dan
memory) tidak disimpan dalam vesikel
presinaptik
Efek : meningkatkan metabolisme intraseluler
yang memodifikasi eksitabilitas neuron
Reseptor Nyeri
Free Nerve Ending
Kulit dan jaringan (periosteum, dinding arteri,
permukaan sendi, falx dan tentorium cerebri)
Stimulus :
Mekanis (cepat)
Suhu (cepat)
Kimia : bradikinin, serotonin, histamin, Ca, H+,
asetilkolin, proteolitik, PG, substansi P. (lambat)
Sifat : non-adaptif
Kecepatan kerusakan jaringan = stimulus nyeri
Serabut Saraf Nyeri
(mu)
Reseptor Opioid
1 analgesia supraspinal,pelepasan prolaktin,
hipotermia, sedasi
2 analgesia spinal, depresi nafas, kekakuan
otot, euforia dan ketergantungan
(delta) analgesia spinal, epileptogen, depresi
nafas
(kappa) efek analgesia,sedasi,miosis,depresi nafas
lebih lemah dari
1 analgesia spinal
2 tidak diketahui
3 analgesia supraspinal
(epsilon) hormonal response
(sigma) disforia, halusinasi, stimulasi jantung
Reseptor Opioid
Reseptor Opioid tempat terikatnya opioid di sel
otak
Tersebar luas di sistem saraf pusat (>> korteks,
hipokampus, thalamus, hipothalamus, sistem
mesolimbik, daerah periakuaduktal, sistem aktivasi
retikuler, medulla oblongata, medulla spinalis), sistem
saraf visceral ( pleksus myenterikus, pleksus
submukosus)
3 jenis utama : ,, berhubungan dengan protein
G & berpasangan dengan adenilatsiklase cAMP
hambat pelepasan neurotransmitter
Sistem Opium Otak
Di dalam otak terdapat peptida opioid endogen yang
aktivitasnya spt opiat > 12 substansi
Substansi yang penting : endorfin, dinorfin, met-
enkefalin, & leu-enkefalin.
diturunkan dari 3 protein prekursor : POMC (prepro-
opiomelanokrotin), proenkefalin A (preproenkefalin),
proenkefalin B (preprodinorfin).
Kedua enkefalin & dinorfin dijumpai di batang otak &
medspin
endorphin dijumpai di hipotalamus dan kelenjar
hipofisis
Efek Opiat dalam Pelepasan
Neurotransmiter

Menghambat pelepasan noradrenalin dgn


mengaktivasi reseptor yg berlokasi di daerah
noradrenalin.
Menghambat pelepasan asetilkolin di daerah
striatum oleh reseptor , di daerah amigdala dan
hipokampus oleh reseptor
Efek pada sistem organ
Efek pada SSP
1. Analgesia
ambang rasa nyeri
Mempengaruhi aspek afektif (emosional)
2. Euphoria
ansietas dan distres
3. Sedasi
Mengantuk + letargi
4. Pernapasan
Inhibisi pusat respirasi di batang otak Depresi pernapasan
(7 mnt stlh IV atau 30 mnt stlh SC / IM normal kembali
dalam 2-3 jam)
Penekanan refleks batuk penumpukan sekret sumbatan
sal. Napas atelektasis
5. Pupil
Stimulasi nukleus Edinger Westphal N.III miosis
6. Mual dan Muntah
stimulasi emetic chemoreceptor trigger zone di batang
otak
7. Rigiditas batang tubuh
Efek opioid pada supraspinal tonus otot batang
tubuh kemampuan dada mengembang (Thoracic
compliance)
8. Temperatur
Pemberian agonis reseptor opioid hipertermia
Pemberian agonis reseptor opioid hipotermia
Efek Perifer
1. Saluran Cerna
Lambung : hambat sekresi Asam lambung ,
motilitas, tonus (kontraksi persisten)
Usus besar : peristaltik, tonus passase feses
lambat + absorbsi air konstipasi
Saluran empedu : kontraksi otot polos sal empedu
kolik saluran empedu, konstriksi spinchter oddi
refluks sekresi empedu & pankreas, kadar amilase
& lipase
2. Sistem Kardiovaskuler
memiliki efek langsung yang jelas
dapat terjadi depresi sentral mekanisme stabilisasi
vasomotor & pembebasan histamin dilatasi arteri
& vena hipotensi
3. Kulit
Vasodilatasi p.d kulit merah (flushing) + panas
>> keringat
Pruritus
4. Traktur Urinarius
aliran darah ke ginjal fungsi ginjal
tonus otot sphincter ureter & vesika urinaria
retensi urin
5. Uterus
Memperpanjang masa partus
6. Neuroendokrin
Pembebasan ADH, prolaktin, somatotropin