You are on page 1of 33

KELOMPOK 3

NOVIA ANDRIANI 1611121041


RIZKA AYU LESTARI 161112
ELFI DESWITA 1611122001
TRI NIA RAHMATIKA 1611122002
DIANA ANADYA 1611122005
alat dan mesin pengolahan
Kelas
senin, 07:30-09:10
EKSTRUDER, ALAT
SEDERHANA EKSTRUDER
DAN PROSES EKSTRUKSI
EKSTRUSI
PENGERTIAN EKSTRUSI

Ekstrusi adalah proses pembentukan dengan


penekanan logam kerja sehingga mengalir melalui
cetakan yang terbuka untuk menghasilkan bentuk
pada bagian melintang sesuai dengan yang
diinginkan.
Keuntungan ekstrusi

dapat menghasilkan bentuk melintang yang bervariasi, tetapi harus seragam,

struktur butir dan sifat kekuatannya bertambah dalam pengerjaan dingin dan
hangat,

khusus untuk pengerjaan dingin, dapat dihasilkan toleransi yang ketat (presisi),

pada beberapa jenis ekstrusi, sisa material yang terbuang kecil atau tidak ada
sama sekali.

Jenis ekstrusi

Ekstrusi dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara yaitu berdasarkan :

konfigurasi fisiknya,,

temperatur kerja,

proses pembentukannya.
KLASIFIKASI
BERDASARKAN
KONFIGURASI FISIK :

1. Ekstrusi Langsung (Direct Extrusion),


2. Ekstrusi Tidak Langsung (Indirect Extrusion).
Ekstrusi langsung :
disebut juga ekstrusi kedepan (forward extrusion),
ditunjukkan dalam gambar berikut ini.
KEKURANGAN EKSTRUSI
LANGSUNG:
Pada saat ram ditekan akan terjadi gesekan antara logam
kerja dengan dinding kontainer, sehingga gaya yang
dibutuhkan menjadi sangat besar;
Bila ekstrusi dilakukan dalam operasi pengerjaan panas,
gesekan bertambah besar akibat terbentuknya oksida pada
permukaan logam kerja (bilet).
Untuk mengatasi hal ini, digunakan blok dummy sedikit
lebih kecil dibandingkan dengan diameter bilet, sehingga
akan dihasilkan cincin tipis (yaitu lapisan oksida) yang
tertinggal pada dinding kontainer, dan produk akhir akan
terbebas dari oksida.
Beberapa contoh produk yang dapat dibuat dengan proses
ekstrusi langsung adalah produk berlubang atau semi
berlubang (lihat gambar di bawah).
Ekstrusi tidak langsung: disebut juga ekstrusi ke belakang
(backward extrusion) atau ekstrusi mundur (reverse extrusion).
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN EKSTRUSI TIDAK
LANGSUNG DIBANDINGKAN DENGAN EKSTRUSI
LANGSUNG.

Kelebihan :
bilet tidak bergerak relatif terhadap kontainer, sehingga tidak terjadi
gesekan antara bilet dengan dinding kontainer;
karena tidak tejadi gesekan, maka gaya tekan yang dibutuhkan lebih
kecil dibandingkan dengan ekstrusi langsung.
Kelemahan :
karena ram yang digunakan berlubang, maka kurang kokoh
dibandingkan dengan ram pejal pada ekstrusi langsung;
hasil ekstrusi tidak dapat ditopang dengan baik sehingga sering terjadi
deformasi (pelengkungan) akibat gaya gravitasi.
Ekstruksi tidak langsung juga dapat digunakan untuk membuat produk
berlubang/tabular. Cetakan ditempatkan di ujung ram dan ditekan ke
bilet, sehingga logam mengalir di sekeliling ram menghasilkan bentuk
cawan.
KLASIFIKASI BERDASARKAN TEMPERATUR
KERJA :
Ekstrusi dapat dilakukan dalam operasi Logam yang biasa diekstrusi dingin :
pengerjaan panas atau pengerjaan dingin
tergantung pada : aluminium,
jenis logam yang diekstrusi,
tembaga,
besar regangan yang dideformasi.
magnesium,

seng,
Logam yang biasa diekstrusi panas :
timah, dan
aluminium,
paduan logam-logam di atas,
tembaga,
baja karbon rendah,
magnesium,
seng, baja tahan karat (strainless steel).

timah, dan
paduan logam-logam di atas, Ekstrusi panas, dilakukan di atas
temperatur rekristalisasi
baja paduan.
KLASIFIKASI BERDASARKAN PROSES
PEMBENTUKAN :
Proses ekstrusi kontinu
sebenarnya tidak dapat dikatakan sebagai proses yang betul-
betul kontinu karena panjang bilet yang dapat dipasang pada
kontainer terbatas, sehingga produk yang dihasilkan panjangnya
juga terbatas. Proses ini lebih tepat dikatakan sebagai operasi
semi kontinu. Tetapi walaupun demikian dalam satu siklus
ekstrusi selalu dilakukan pemotongan terhadap produk yang
dihasilkan dengan panjang yang lebih pendek.
Proses ekstrusi tidak kontinu (discrete)
Dalam setiap siklus ekstrusi hanya dihasilkan produk tunggal.
Salah satu contoh proses ini adalah ekstrusi impak (impact
extrusion).
Proses ekstrusi yang lain, yaitu proses ekstrusi yang dilakukan
dengan cara khusus/unik.
EKSTRUDER
PENGERTIAN EKSTRUDER

Ekstruder adalah alat untuk menekan keluar bahan-


bahan padat sampai lembek melewati lubang dengan
bentuk tertentu. Bahan padat sampai lembek itu dapat
berupa logam panas seperti baja, timbel, timah, zink,
dan aluminium, maupun pasta tepung.
Secara umum, ulir pada ekstruder ulir ganda dapat dibagi
menjadi dua kategori utama yaitu ulir intermeshing dan
non-intermeshing. Sistem konfigurasi non-intermeshing,
sumbu kedua ulir tersebut terletak cukup berjauhan
sehingga putaran ulir yang satu tidak terlalu mempengaruhi
putaran ulir yang lain. Hal ini dapat dinyatakan bahwa
konfigurasi non-intermeshing dianggap sebagai dua
ekstruder ulir tunggal dengan kapasitas yang lebih besar.
Sedangkan pada ulir tipe intermeshing, kedua sumbu ulir
tersebut cukup berdekatan sehingga flight dari ulir yang
satu dapat masuk ke dalam channel pada ulir yang lain,
sedemikian rupa sehingga saling terkait.
Dalam hal mekanisme penggerakkan bahan dalam
ekstruder, terdapat perbedaan yang nyata antara ekstruder
ulir tunggal dan ganda. Pada ekstruder ulir tunggal daya
untuk menggerakkan bahan berasal dari pengaruh dua
gesekan, yang pertama adalah gesekan yang diperoleh dari
ulir dan bahan sedangkan yang kedua adalah gesekan
antara dinding barrel ekstruder dan bahan. Ekstruder ulir
tunggal membutuhkan dinding barrel ekstruder untuk
menghasilkan kemampuan menggerakkan yang baik,
maka dari itulah dinding selubung ekstruder pada
ekstruder ulir tunggal memainkan peran penting dalam
menentukan rancangan ekstruder (Linko, et. al. dalam
Jowitt, 1982). Ekstruder ulir ganda terdapat dua ulir yang
paralel ditempatkan dalam laras berbentuk angka delapan.
Jarak ulir yang diatur dengan rapat akan mengakibatkan
bahan bergerak diantara ulir dan laras.
PERBEDAAN UTAMA ANTARA EKSTRUDER
ULIR TUNGGAL DAN ULIR GANDA
BERDASARKAN DIAGRAM, DIJELASKAN
INTERMESHING DAN NON-INTERMESHING PADA
MESIN TWIN-SCREW EXTRUDER DARI SEGI :

1. definisi
2. rancangan
3. gambar
4. aplikasi
5. Kelebihan
6. kelemahan
1. DEFINISI
Twinscrew extruder merupakan sebuah extruder yang di dalamnya terdapat
dua buah screw yang sama panjang dan keduanya diletakkan dalam barrel.
Twinscrew extruder mempunyai komponen dan peralatan yang lebih rumit
daripada single screw extruder, namun saat pengoperasian lebih fleksibel dan
memiliki kontrol yang lebih baik. Berdasarkan putaran mata screw,
extruder dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
counter-rotating twin screw extruder adalah ekstruder yang screw-nya berputar
secara berlawanan arah, dan co-rotating twin screw extruder adalah ekstruder
yang screw-nya berputar pada arah yang sama.
Dari dua kelompok twin screw extruder ini dibagi lagi dalam sub divisi dengan
basis posisi screw dalam hubungan satu dengan yang lainnya, yaitu : non
intermeshing dan intermeshing (Guy, 2001).
Non-intermeshing twin screw extruder adalah
jika jarak antar pusat tangkai (shafts) sama
dengan diameterscrew.
Tipe ini seperti dua single screw extruder yang
diletakkan secara bersebelahan dengan jarak
yang kecil dari barrel.
Tipe ekstruder seperti ini bergantung pada
gesekan untuk melakukan ekstrusi, tidak ada
pemompaan atau pencampuran yang positif.
Desain tipe ini tidak menyediakan aksi
pergerakan yang positif untuk pemompaan
produk ke depan. Sementara intermeshing twin
screw extruder adalah jika jarak pusat antar
tangkai (shafts) lebih kecil dari diameter screw,
permukaan ulir dimungkinkan dalam keadaan
saling bersentuhan.
Pada tipe ini, sebagian screw-nya saling
melewati satu sama lain membentuk seperti
angka 8 pada barrel-nya, sehingga
menghasilkan pemompaan positif,
pencampuran yang efisien, dan mampu
melakukan penyapuan sendiri.
Ekstruder ini memberikan gaya pada bahan di
antara screw di dalam barreluntuk bergerak
menuju die dengan perputaran screw. (Giles et
al. 2005, Guy 2001).
GAMBAR 1. TWINSCREW EXTRUDER YANG
TERDAPAT BEBERAPA KOMPONEN PENDUKUNG
KERJA (GILES ET AL., 2005).
2. RANCANGAN

Berdasarkan aliran bahan dalam screw baik


sistem tertutup maupun terbuka dan arah
tertentu pada twin screw extruder menjadikan
acuan dalam rancangan extruder tipe ini. Bila
bahan dapat mengalir dalam arah aksial
ataupun longitudinal dari pengumpanan
sampai ke die, screw disebut terbuka dalam
arah panjang. Sementara,screw dikatakan
tertutup apabila bahan mengalir pada arah
aksial saja.
Perbandingan antara intermeshing dannon-
intermeshing twin screw extruder menurut
Giles et al.(2005) seperti tampak pada
Gambar berikut :

Gambar 1. Perbandingan antara intermeshing dan non-


intermeshing twin screw extruder (Giles et al., 2005).
3. GAMBAR
Gambar twinscrew extruder dapat dilihat
dari bentuk-bentuk mata screw dan putaran
sebagai berikut:

Gambar 3. Twin screw extruder


intermeshing (Guy, 2001).
Twinscrew extruder dengan
bentuk screw yang umumnya
dipakai adalah bentuk
conical, seperti gambar berikut :

Gambar 4. Twinscrew
extruder dengan bentuk screw
conical (Giles et al., 2005).
Twinscrew extruder pada co-rotating
and counterrotating extruder terlihat
pada perbedaaan
putaran screw,seperti gambar
berikut :

Gambar 5. Arah putaran twinscrew


extruder pada corotatingdan counterrota
ting (Giles et a., 2005).
4. APLIKASI
Penggunaan alat mesin twin-screw extruder telah digunakan
pada industri pangan dari tahun 1980 sampai tahun 1990.
Pada mulanya alat dikembangkan untuk pengolahan plastik
namun perusahaan makanan mulai menggunakan
mesin twin-screw extruder untuk produk pangan seperti
karamel dan permen, yang tidak bisa dibuatdengan
mesin single-screw extruder. Pada industri pangan, secara
umum mesin ekstruder ini digunakan untuk membuat
berbagai jenis pangan dan pakan ternak, seperti : makanan
dengan proses co-extrusion, permen karet, beras analog,
pasta, mie, spageti, makaroni, kacang imitasi, daging
analog, pelet dan pakan ternak (Guy, 2001).
Corotating, non-intermeshing design digunakan sebagian
besar untuk mendorong adonan belum masak berviskositas
rendah melalui die. Aplikasi yang bagus
dari counterrotating, intermeshing screws bisa ditemukan di
industri karet atau plastik viskositas sangat tinggi dan
prosesing elastomerik.
5. KELEBIHAN
Menurut Riaz (2000), kelebihan Twinscrew extruder sangat tergantung dari bahan baku
pangan yang akan diolah menjadi produk bahan pangan. Adapun kelebihan Twinscrew
extruder sebagai berikut:
Twinscrew extruder memiliki kemampuan mengolah produk pangan dari bentuk
kental(viscous), minyak, batangan, atau material basah lainnya.

Tidak menimbulkan pada saat pengumpaman bahan baku ke mesin Twinscrew extruder.
Dapat mengubah bentuk bahan baku dari berbagai partikel baik tepung atau biji,sedangkan
padan mesinsingle screw extruder bahan baku yang diproses sangat spesifik.
Pada head barrel mesin Twinscrew extruder dapat dialirkan uap yang berbeda.
Fleksibilitas yang tinggi bila dibandingkan dengan mesin single screw
extruder, keseragaman produk lebih baik,dan pada saat pengoperasian mudah di kontrol
oleh operator.
Twinscrew extruder memiliki 2 screw memiliki kemampuan melakukan pembersihan
dengan sendiri.
Kelebihan intermeshing adalah mempunyai mempunyai kemapuan pemompaan yang tinggi
dan kemampuan untuk menghasilkan tekanan yang besar, serta kemampuan mencampur
yang sangat baik.
6. KELEMAHAN
Kelemahan intermeshing adalah konstruksi yang
rumit sehingga pemeliharaan akan lebih sulit
dibandingkan intermeshing.
Sedangkan kelemahan non-intermeshing adalah
kemapuan pencampuran yang rendah serta tekanan
yang dihasilkan rendah.