You are on page 1of 15

Definisi

Definisi berdasarkan konsensus tatalaksana kejang


demam dari Ikatan Dokter Anak Indonesia/IDAI,
kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi
pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 380C)
yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium.
Pathway
Pathway kejang demam fixxx
bangettt
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Medis
Menurut Livingston (2001), penatalaksanaan medis
antara lain:
Menghentikan kejang secepat mungkin diberikan
antikonvulsan secara intravena jika klien masih kejang.
Pemberian oksigen.
Penghisapan lendir kalau perlu.
Mencari dan mengobati penyebab. Pengobatan rumah
profilaksis intermitten. Untuk mencegah kejang
berulang, diberikan obat campuran anti konvulsan
dan anti piretika.
Penatalaksanaan Keperawatan
Semua pakaian ketat dibuka.
Posisi kepala sebaiknya miring untuk mencegah aspirasi isi lambung.
Usahakan agar jalan nafas bebas untuk menjamin kebutuhan
oksigen.
Monitor suhu tubuh, cara paling akurat adalah dengan suhu rektal.
Obat untuk penurun panas, pengobatan ini dapat mengurangi
ketidaknyamanan anak dan menurunkan suhu 1 sampai 1,5 C.
Berikan kompres hangat.
Menaikkan asupan cairan anak.
Istirahatkan anak.
ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian
Riwayat Kesehatan
Saat terjadinya demam: keluhan sakit kepala, sering
menangis, muntah atau diare, nyeri batuk, sulit
mengeluarkan dahak, sulit makan, tidak tidur nyenyak.
Tanyakan intake atau output cairan, suhu tubuh
meningkat.
Adanya riwayat kejang demam pada pasien dan
keluarga.
Adanya riwayat infeksi seperti saluran pernafasan atas,
OMA, pneumonia, gastroenteritis, faringitis,
bronkopneumonia, morbili, varisela dan campak.
Adanya riwayat trauma kepala.
Riwayat Psikososial atau Perkembangan
Tingkat perkembangan anak terganggu
Adanya penggunaan obat-obatan seperti obat
penurun panas
Akibat hospitalisasi
Penerimaan klien dan keluarga terhadap penyakit
Hubungan dengan teman sebaya
Pengkajian Primer
Airway: Kaji apakah ada muntah, perdarahan,
benda asing dalam mulut, lendir.
Breathing: Kaji kemampuan bernafas klien,
pergerakan dinding dada, adanya retraksi, suara
nafas.
Circulation: Sianosis, peningkatan suhu tubuh.
Pemeriksaan Persistem
Keadaan umum: Kesadaran, vital sign, status nutrisi (berat badan,
panjang badan, usia)
Sistem persepsi sensori: Penglihatan: air mata ada/tidak,
cekung/normal. Pengecapan: Rasa haus meningkat/tidak, lidah
lembab/kering
Sistem persyarafan: Kesadaran, menggigil, kejang, pusing
Sistem pernafasan: Dispnea, kusmaul, sianosis, cuping hidung
Sistem kardiovaskuler: Takikardi, nadi lemah dan cepat/tak teraba,
kapilary refill lambat, akral hangat/dingin, sianosis perifer
Sistem gastrointestinal: Mulut: Membran mukosa lembab/kering, Perut:
Turgor, kembung/meteorismus, distensi. Feses: Warna (merah, hitam),
volume, bau, konsistensi, darah, melena
Sistem integumen: Kulit kering/lembab
Sistem perkemihan: BAK 6 jam terakhir, oliguria/anuria
Pemeriksaan Penunjang
Fungsi lumbal
Laboratorium: Pemeriksaan darah rutin,
kultur urin dan kultur darah
Bila perlu: CT-scan dan EEG
Diagnosa Keperawatan
Hipertermia b/d proses infeksi
Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak b/d
gangguan aliran darah ke otak akibat kerusakan sel
neuronotak, hipoksia dan edema serebral
Risiko cedera b/d ketidakefektifan orientasi
(penurunan kesadaran), kejang
Risiko aspirasi b/d penurunan tingkat kesadaran,
penurunan reflek menelan
Risiko keterlambatan perkembangan b/d gangguan
pertumbuhan
Rencana
Keperawatan
Klik sini cuy!!!!
TERIMA KASIH