You are on page 1of 23

AUDINA MULIA SARI (C1C114008)

ENDAH PURNAMA SARI (C1C114018)


FITRIANI (C1C114024)
AINA RACHMASARI (C1C114079)
ANNISA NUR BAITY (C1C114083)
RAHMAH (C1C114202)
STRATEGI INTERNASIONAL
PENGERTIAN STRATEGI INTERNASIONAL

Strategi internasional (international


strategy) adalah cara perusahaan
membuat pilihan mengenai perolehan
dan penggunaan sumber daya yang
langka guna mencapai tujuan-tujuan
internasionalnya.
PERENCANAAN STRATEGIS GLOBAL

Perusahaan internasional menyusun


rencana strategis global secara formal
guna menyediakan wahana bagi
manajemen puncak untuk
mengidentifikasi peluang dan ancaman
dari seluruh dunia, memformulasikan
strategi untuk menanganinya dan
menentukan bagaimana akan mendanai
penerapan strategi tersebut.
PROSES
PERENCANAAN
STRATEGIS GLOBAL
Tekanan Biaya dan Adaptasi Serta Implikasinya
bagi Strategi Internasional
FITUR-FITUR RENCANA STRATEGIS DAN
FASILITATOR IMPLEMENTASI

Prediksi Dan Fasilitator


Anggaran Implementasi
Penjualan Rencana

Prediksi
Kebijakan
Penjualan

Anggaran Prosedur
JENIS-JENIS RENCANA STRATEGIS

Horizon waktu
METODE PERENCANAAN Perencanaan dari
Atas ke Bawah

Perencanaan dari
bawah ke atas

Perencanaan Iteratif
DESAIN ORGANISASI
Desain organisasi umumnya mengikuti
perencanaan karena organisasi harus
menerapkan rencana strategis. Perencanaan
dan organisasinya juga berkaitan erat
sedemikian rupa sehingga struktur organisasi
diperlakukan oleh manajemen sebagai
bagian yang integral dari proses
perencanaan.
EVOLUSI DARI PERUSAHAAN
GLOBAL
Ketika aktivitas luar negri
perusahaan tersebut berubah,
organisasinya juga sering kali
berubah. Dan ketika perusahaan
mulai melakukan investasi
diberbagai lokasi diluar negri
perusahaan itu dapat membentuk
divisi internasional ( international
division).
TREN ORGANISASI SEKARANG

Perusahaan Virtual (Maya),


suatu organisasi yang mengkoordinasikan
aktivitas ekonomi untuk memberikan nilai bagi
pelanggan menggunakan sumber daya di luar
batasan-batasan tradisional dari organisasi.
Perusahaan Horizontal,
suatu bentuk organisasi yang ditandai dengan
proses pengambilan keputusan secara lateral,
jaringan horizontal, dan filosofi bisnis tingkat
perusahaan yang kuat
PENGENDALIAN ORGANISASI
Mengapa Perlu Pengendalian ???

Masalah-masalah menjadi lebih rumit bagi


suatu perusahaan internasional dibandingkan
dengan perusahaan yang hanya beroperasi di satu
Negara. Sebab itu meliputi bahasa, budaya, dan
sikap yang berbeda; metode perpajakan dan
akuntansi yang berbeda; mata uang, biaya tenaga
kerja, dan ukuran pasar yang berbeda; tingkat
stabilitas politik dan keamanan jiwa dan milik
pribadi yang berbeda, serta masih banyak lagi.
Karena alasan-alasan inilah, perusahaan
internasional lebih membutuhkan pengendalian
dibandingkan dengan perusahaan domestik.
ANAK PERUSAHAAN DENGAN
KEPEMILIKAN 100%

Beberapa dari variable-variabel yang menentukan di


mana keputusan diambil adalah
1. Produk dan Peralatan
2. Kompetensi dari manajemen anak perusahaan
dan sejauh mana manajemen tersebut dapat
diandalkan oleh kantor pusat perusahaan
internasional
3. Ukuran dari perusahaan internasional dan
seberapa lama hal tersebut telah dilakukan
4. Kerugian anak perusahaan demi keuntungan
perusahaan
5. Frustasi anak perusahaan
Pengendalian Dapat Dimiliki

Beberapa metode untuk


mempertahankan pengendalian, yaitu:
Kontrak manajemen
Pengendalian keuangan
Pengendalian teknologi
Menempatkan orang-orang dari
perusahaan internasional dalam posisi
eksekutif penting
Pelaporan

Jenis-jenis Pelaporan yang Diharuskan adalah

Politik dan
Ekonomi
Peluang
Pasar
Teknologi
Keuangan
KESIMPULAN

Strategi internasional berkaitan dengan cara yang digunakan oleh


perusahaan untuk membuat pilihan fundamental mengenai
pengembangan dan penggunaan sumber daya yang langka
secara internasional
Desain organisasi dapat
(1) Memiliki suatu divisi internasional
(2) Diorganisasikan berdasarkan produk, fungsi, atau wilayah
(3) Memiliki gabungan dari keduanya (bentuk hibrida)
Perusahaan Internasional perlu melakukan pengendalian karena
masalah yang lebih rumit bagi perusahaan internasional meliputi
bahasa, budaya, dan sikap yang berbeda; metode perpajakan
dan akuntansi yang berbeda; mata uang, biaya tenaga kerja, dan
ukuran pasar yang berbeda; tingkat stabilitas politik dan
keamanan jiwa dan milik pribadi yang berbeda, serta masih
banyak lagi.