You are on page 1of 30

KELOMPOK 5

Monica Feby Zelvia 150342604927


Siti Afiyatus 150342601809
Sugi Hartono 150342608273
Uun Rohmawati 150342604651
Zauhara Faiqotun 15034260
GIZI 0-6 BULAN
Kebutuhan gizi bayi lebih sedikit dari kebutuhan orang dewasa , namun jika
dibandingkan per unit berat badan maka kebutuhan gizi bayi jauh lebih besar
dari usia perkembangan lain. Makanan bergizi menjadi kebutuhan utama
bayi pada proses tumbuuh kembangnya, sehingga kelengkapan unsur pada
gizi hendaknya perlu diperhatikan dalam makanan sehari hari yang
dikonsumsi bayi

Pertumbuhan paling cepat terjadi selama empat bulan pertama sesudah


dilahirkan. Masa empat bulan hingga delapan bulan berikutnya merupakan
masa transisi ke pola pertumbuhan yang lebih lambat, pada usia delapan
bulan pola tumbuh bayi sama dengan usia dua tahun. Penilaian pola tumbuh
fisik merupakan cara utama untuk menetapkan status gizi bayi.
Kebutuhan gizi bayi (AKG 2004)
Bayi (usia 0-11 bulan) merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang mencapai
puncaknya pada usia 24 bulan, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode
kritis. Periode emas dapat diwujudkan apabila pada masa ini bayi memperoleh asupan gizi yang sesuai
untuk tumbuh kembang optimal. Sebaliknya apabila bayi pada masa ini tidak memperoleh makanan
sesuai kebutuhan gizinya, maka periode emas akan berubah menjadi periode kritis yang akan
mengganggu tumbuh kembang bayi dan anak, baik pada saat ini maupun masa selanjutnya.

Global Strategy for Infant and Young Child Feeding,


WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting
yang harus dilakukan yaitu

Memberikan air Meneruskan


Memberikan hanya
susu ibu kepada Memberikan pemberian ASI
air susu ibu (ASI)
bayi segera dalam makanan sampai anak
saja atau pemberian
waktu 30 menit pendamping air susu berusia 24 bulan
ASI secara eksklusif
setelah bayi lahir ibu (MP-ASI) sejak atau lebih
sejak lahir sampai
bayi berusia 6 bulan
bayi berusia 6 bulan
sampai 24 bulan
Komposisi zat Gizi Asi, Susu sapi dan susu
formula bayi
GIZI ANAK USIA 6-24 BULAN
Kebutuhan terhadap berbagai zat gizi semakin
meningkat dan tidak lagi dipenuhi hanya dengan
ASI saja
Pada usia ini anak berada pada periode
pertumbuhan dan perkembangan cepat, mulai
terpapar terhadap infeksi dan secara fisik mulai
aktif
Agar mencapai gizi seimbang perlu ditambah
dengan makanan pendamping ASI atau MP-ASI
Sementara ASI tetap diberiakan sampai bayi
berusia 2 tahun
Mengapa bayi dan anak harus
mendapat MP-ASI?
Pada usia 6-12 bulan, ASI hanya menyediakan
atau lebih kebutuhan gizi bayi, dan pada
usia 12-24 bulan ASI menyediakan 1/3 dari
kebutuhan gizinya sehingga MP-ASI harus
segera diberikan mulai bayi berusia 6 bulan.
MP-ASI harus mengandung zat gizi mikro yang
cukup untuk melengkapi zat gizi mikro yang
sudah kurang pada ASI dan tidak dapat
memenuhi kebutuhan bayi
Apa itu MP-ASI?
MP-ASI adalah makanan atau minuman yang
mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau
anak usia 6-24 bulan guna memenuhi
kebutuhan gizi selain dari ASI

MP-ASI berupa makanan padat atau cair yang


diberikan secara bertahap sesuai dengan usia
dan kemampuan pencernaan bayi atau anak.
MACAM DAN BENTUK MP-ASI
a. Macam MP-ASI : b. Bentuk MP-ASI :
1. Makanan lumat yaitu sayuran,
1. MP-ASI dari bahan
daging/ikan/telur, tahu/tempe dan buah
makanan lokal yang dibuat yang dilumatkan/disaring, seperti tomat
sendiri saring, pisang lumat halus, pepaya
lumat, air jeruk manis, bubur susu dan
2. MP-ASI pabrikan yang
bubur ASI
difortifikasi dalam bentuk
2. Makanan lembik atau dicincang yang
bungkusan, kaleng atau mudah ditelan anak, seperti bubur nasi
Botol campur, nasi tim halus, bubur kacang
hijau
3. Makanan keluarga seperti nasi dengan
lauk pauk, sayur dan buah
Makanan
pokok

Lemak dan Kacang-


Minyak kacangan

Bahan
Makanan
Pendamping
ASI

Bahan
Buah-
pangan
buahan
hewani

Sayuran
berwarna
Pola pemberian ASI dan MP-ASI
Frekuensi dan jumlah MP-ASI yang
diberikan
Apa yang terjadi bila bayi terlalu awal
atau terlambat mendapat MP-ASI?
TERLALU AWAL/DINI :
1. Menggantikan asupan ASI, membuat kebutuhan zat gizi sulit terpenuhi
2. Makanan mengandung zat gizi rendah bila berbentuk cair, sperti sup dan bubur
encer meningkatkan risiko kesakitan :
kurangnya faktor perlindungan
MP-ASI tidak sebersih ASI
tidak mudah dicerna seperti ASI
meningkatkan risiko alergi
3. Meningkatkan risiko kehamilan ibu bila frekuensi pemberian ASI kurang

TERLAMBAT :
1. Kebutuhan gizi anak tidak dapat terpenuhi
2. Pertumbuhan dan perkembangan lebih lambat
3. Risiko kekurangan gizi seperti anemia karena kekurangan zat besi
Angka
Kecukupan
Energi,
Protein,
Lemak,
Karbohidrat,
Serat dan Air

Angka
Kecuku
pan
Vitamin

Angka
Kecuku
pan
Mineral
Gizi Anak Usia 2-5 Tahun
Kebutuhan zat gizi anak pada usia 2-5 tahun
meningkat karena masih berada pada masa pertumbuhan
cepat dan aktivitasnya tinggi. Pada usia ini anak juga
sudah mempunyai pilihan terhadap makanan yang disukai
termasuk makanan jajanan. Anak usia di bawah 2 tahun
masih dalam masa transisi dari ASI ke makanan dewasa,
sedangkan anak usia 2 sampai 5 tahun sudah mampu
mengkonsumsi makanan dewasa. Untuk anak usia 2-5
tahun, zat-zat gizi yang diperlukan akan digunakan tubuh
untuk pertumbuhan dan perkembangan serta
memperkuat daya tahan tubuhnya.
Makanan anak usia 2 tahun atau lebih tetap tetap sama
dengan makanan anak sebelumnya namun pada anak usia
ini terdapat makanan-makanan tambahan yaitu
berdasarkan TRI GUNA MAKANAN (sumber zat tenaga, zat
pembangun dan sumber zat pengatur)
Berikut ini zat-zat gizi tambahan yang diperlukan

Protein

Vitamin B
Kompleks
dan Asam
Lemak
Esensial

Vitamin Mineral
PROTEIN
Dapat diperoleh dari bahan hewani
(daging,ayam, telur) dan nabati (tempe, tahu, kacang-
kacangan). Pada usia ini penularan penyakit karena
virus atau bakteri bisa terjadi sehingga protein sangat
penting untuk menjaga daya tahan tubuh.
VITAMIN
Sumber makanan yang mengandung vitamin A,
C, E harus dikonsumsi setiap hari karena Vitamin A,C,E
sangat beguna sebagai pelindung alamiah tubuh.
Contoh makanan : jeruk, papaya, sayuran hijau dan
ubi.
Vitamin B Kompleks dan Asam Lemak Esensial
Keduanya sangat diperlukan untuk perkembangan
otak karena pada usia ini anak mulai menggunakan
kemampuan berpikir untuk belajar. Zat gizi utama yang
dibutuhkan untuk proses berpikir dan kosentrasi adalah
asam lemak esensial omega-3 yang terdapat pada minyak
ikan, kacang-kacangan serta vitamin B kompleks.
Mineral (Zink, Fe, Selenium)
Banyak ditemukan pada tiram, daging sapi, ayam,
telur dan juga selenium yang terdapat pada karang dan
makanan laut yang merupakan dua mineral utama yang
dibutuhkan oleh tubuh dalam meningkatkan sistem daya
tahan tubuh terhadap penyakit
Perbandingan Gizi Anak Laki-laki
dan Perempuan
Baik anak laki-laki maupun perempuan membutuhkan
nutrisi yang baik untuk mengoptimalkan pertumbuhan
dan perkembangannya. Permenkes RI nomor 75 tahun
2013 tentang AKG menyebutkan angka kecukupan gizi
(AKG) energi adalah 2125 kkal untuk perempuan, dan
2475 kkal untuk laki-laki
Tabel perbandingan kebutuhan gizi
anak laki-laki dan perempuan
Tabel 1.2 Tabel perbandingan asupan gizi antara
anak yang kurus, normal dan gemuk
Tabel perbandingan kecukupan energi (kalori)
antara anak laki-laki dan perempuan
Empat masalah gizi kurang
yang mendominasi di Indonesia
Kurang Energi Protein (KEP)
Anemia Gizi Besi (AGB)
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)
Kurang Vitamin A (KVA)
Marasmus
Kwashiorkor