You are on page 1of 20

Jefri Sandika 1318011090

M.Hidayatullah 1318011097
Marco Manza 1318011101
Mia T Asrizal 1318011109
Mentari Olivia 1318011104
Nada ismalia 1318011115
Setiawan Prayogi 1318011153
Sutria N Syati 1318011161
Triola firia 1318011168
Tryda Meutia Anwar 1318011171
Uliana N Melin 1318011172
Wulan Noventi 1318011178
Zulfiana riswanda 1318011183
Pendahuluan
Latar Belakang

Investasi
SKB Profit
- Real Investasi
- Finansial Investasi
Ketidakpastian, Kendala, Kegagalan
(Ekonomi, Hukum, Politik, Sosial,
Budaya, Prilaku dan perubahan
lingkungan masyarakat)
PENGERTIAN
Analisis kelayakan bisnis adalah proses yang
menentukan apakah ide bisnis entrepreneur
dapat menjadi bisnis yang sukses (Barringer dan
Ireland, 2008; Scarborough, Wilson, Zimmerer,
2009).
Suatu kegiatan yang mempelajari secara
mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang
akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak
atau tidak usaha tersebut dijalankan.
TUJUAN
Tujuannya adalah untuk menentukan apakah
suatu ide bisnis layak direalisasikan. Jika ide
bisnis memang layak, maka langkah
selanjutnya adalah menyusun rencana bisnis.
Jika tidak layak, entrepreneur seharusnya
melupakan ide bisnis tersebut dan mencari ide
yang lain. Dengan melakukan analisis
kelayakan bisnis, entrepreneur tidak perlu
membuang-buang waktu, tenaga dan biaya
untuk ide bisnis yang tidak layak.
MACAM ANALISIS KELAYAKAN
Analisis kelayakan bisnis dapat dikaji dari
empat aspek utama yaitu produk dan jasa,
industri dan pasar, organisasi dan keuangan.
ANALISIS KELAYAKAN PRODUK
Analisis ini dilakukan untuk menilai seluruh
tampilan produk yang akan dikembangkan.
Analisis ini juga untuk menentukan daya tarik
ide suatu produk bagi calon pelanggan dan
mengidentifikasi berbagai sumber daya yang
dibutuhkan untuk menghasilkan produk
tersebut (Scarborough et al, 2009).
Entrepreneur harus melakukan penelitian,
baik primer maupun sekunder. Penelitian
primer dilakukan dengan mengumpulkan data
langsung dari konsumen dan menganalisisnya.
Penelitian sekunder dilakukan dengan
mengumpulkan data yang telah disusun pihak
lain dan yang telah tersedia. Misalnya data
dari Badan Pusat Statistik (BPS), riset pasar,
asosiasi profesi, asosiasi industri dan
sebagainya.
ANALISIS KELAYAKAN INDUSTRI DAN
PASAR
Analisis ini dilakukan untuk menilai seluruh
tampilan pasar untuk produk yang akan
dikembangkan.Terdapat tiga aspek yang dikaji,
yaitu: kemenarikan industri, ketepatan waktu
pasar dan identifikasi ceruk pasar (Barringer
dan Ireland, 2008).
Secara umum industri yang menarik memilik karakteristik
sebagai berikut:
Besar dan sedang tumbuh.
Penting bagi pelanggan.
Industri yang relatif masih muda daripada sudah tua
atau matang.
Memiliki marjin operasi yang besar sehingga
profitabilitas bisnisnya tinggi.
Tidak terlalu ramai.
Pasar yang ramai berikut pesaing yang banyak identik
dengan persaingan harga dan marjin operasi yang kecil.
Ketepatan waktu pasar menjadi bahan kajian
entrepreneur ketika akan meluncurkan produk
ke pasar. Dalam hal ini entrepreneur harus
mempertimbangkan apakah produk
merupakan produk yang sama sekali baru atau
produk yang merupakan produk perbaikan
dari keluaran sebelumnya.
ANALISIS KELAYAKAN ORGANISASI
Analisis ini dilakukan untuk menentukan
apakah bisnis yang akan dijalankan memiliki
cukup keahlian manajemen, kompetensi
organisasi dan sumber daya untuk
meluncurkan bisnis secara sukses. Ada dua
aspek utama dalam analisis ini yaitu
kecakapan manajemen dan kecukupan
sumber daya (Barringer dan Ireland, 2008).
Aspek kecakapan manajemen menuntut
entrepreneur untuk mengevaluasi kecakapan
dan kemampuan tim manajemen. Penilaian ini
bersifat rinci dan entrepreneur harus mengisi
penilaiannya sendiri.
Analisis dari sisi kecukupan sumber daya
untuk menentukan apakah usaha baru yang
dikembangkan memiliki jumlah sumber daya
yang cukup, yang menentukan sukses tidaknya
pengembangan ide produk. Hal ini juga
menyangkut kualitas sumber daya yang
tersedia.
ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN
Analisis ini merupakan tahap terakhir dari
analisis kelayakan secara keseluruhan. Aspek
yang dikaji dalam analisis ini adalah uang kas
yang dibutuhkan untuk memulai bisnis, kinerja
keuangan dari bisnis serupa dan kemenarikan
keuangan secara menyeluruh dari bisnis yang
akan dikembangkan (Barringer dan Ireland,
2008).
Pada aspek uang kas yang dibutuhkan untuk
memulai bisnis, entrepreneur harus
menentukan anggaran aktual yang memuat
pembelian modal dan pengeluaran operasi
untuk menghasilkan pendapatan. Jika uang
yang dibutuhkan berasal dari pinjaman, maka
entrepreneur juga harus menentukan rencana
pengembalian uang.
Aspek kedua yaitu kinerja keuangan dari bisnis
serupa, untuk mengestimasi kinerja bisnis
yang akan dimulai dan dibandingkan dengan
kinerja bisnis serupa. Data dan informasi
mengenai kinerja bisnis serupa dapat
diperoleh dari observasi sederhana dan
rekaman data publik yang tersedia.
Aspek yang terakhir yaitu kemenarikan keuangan
secara menyeluruh dari bisnis yang akan
dikembangkan, dievaluasi berdasarkan tingkat
pengembalian keuangan yang diproyeksikan
seperti return on assets, return on equity dan
return on sales. Analisis mengenai tingkat
pengembalian modal dihitung dengan membagi
antara perkiraan pendapatan yang dihasilkan
usaha tersebut dengan jumlah modal yang telah
diinvestasikan.
Faktor-faktor yang Menyebabkan
Kegagalan Usaha
Data dan informasi yang tidak lengkap
Tidak teliti
Salah perhitungan
Pelaksanaan pekerjaan salah
Kondisi lingkungan unsur sengaja
Hal yang perlu diperhatikan oleh tim studi kelayakan bisnis
Kelengkapan dan keakuratan data dan informasi yang diperoleh
Tenaga ahli dalam tim studi kelayakan bisnis harus tangguh
Penentuan metode dan alat ukur yang tepat
Loyalitas tim studi kelayakan bisnis
Manfaat Bisnis
Memperoleh keuntungan
Materi (uang)
Non Materi (prestise)
Membuka peluang pekerjaan
Manfaat ekonomi
Menambah jumlah barang dan jasa
Meningkatkan Mutu produk
Meningkatkan devisa / menghemat deviisa
Tersedia sarana dan prasarana
Membuka isolasi wilayah
Meningkatkan dan membantu pemerataan pembangunan