You are on page 1of 15

METODE PENYULUHAN

PERTANIAN &
PERLENGKAPAN
PENYULUHAN
Kelompok 4 :
Dwi Amalia Andini (1610213002)
Inne Fahdawenni Taqwa (1610211028)
Yulia Martha Lova (1510212088)
Gustian Helenda Putri (1510212081)
Nina Rahmi Putri (1510211050)
Gita Fitri (1610212068)
Desi Pramida Sari (1510211081)
Istiqomah Putri Lovarinza (1510211063)
Serly Adiah Putri (1610211043)
METODE PENYULUHAN
PERTANIAN
A. PRINSIP-PRINSIP METODA PENYULUHAN
Suzuki (1984) mengemukakan adanya beberapa
prinsip metoda penyuluhan yang meliputi:
1. Pengembangan untuk berpikir kreatif
Melalui penyuluhan harus mampu dihasilkannya
masyarakat yang mampu dengan upayanya sendiri mengatasi
masalah-masalah yang dihadapi, serta mampu
mengembangkan kreativitasnya untuk memanfaatkan setiap
potensi dan peluang yang diketahuinya untuk terus menerus
dapat memperbaiki mutu hidupnya.
2. Tempat yang paling baik adalah di tempat kegiatan
penerima manfaat
Kegiatan penyuluhan sebaiknya dilaksanakan dengan
menerapkan metoda-metoda yang dapat dilaksanakan di
lingkungan pekerjaan (kegiatan) penerima manfaatnya.
3. Setiap individu terikat dengan lingkungan sosialnya
Kegiatan penyuluhan akan lebih efisien jika diterapkan
hanya kepada beberapa warga masyarakat, terutama yang
diakui oleh lingkungannya sebagai panutan yang baik.
4. Ciptakan hubungan yang akrab dengan penerima manfaat
Karena dengan keakraban, saran-saran yang
disampaikan penyuluh dapat diterima dengan senang hati
seperti layaknya saran seorang sahabat tanpa ada prasangka
atau merasa dipaksa.
5. Memberikan sesuatu untuk terjadinya perubahan
Metoda yang diterapkan harus mampu merangsang
penerima manfaat untuk selalu siap (dalam arti sikap dan
pikiran) dan dengan suka-hati atas kesadaran ataupun
pertimbangan nalarnya sendiri melakukan perubahan-
perubahan demi perbaikan mutu hidupnya sendiri,
keluarganya, dan masyarakatnya.
B. PENDEKATAN-PENDEKATAN UNTUK MEMILIH
METODA PENYULUHAN
Penyuluhan pada dasarnya merupakan:
1) Proses komunikasi, yang memiliki khusus untuk
mengkomuni-kasikan untuk mengkomunikasikan inovasi di
dalam proses pengembangan.
2) Proses perubahan perilaku melalui pendidikan, yang
memiliki sifat khusus sebagai sistem pendidikan non-
formal dan pendi-dikan orang dewasa (adult education).
Pemilihan metoda penyuluhan dapat dilakukan dengan
melakukan pendekatan-pendekatan seperti berikut :
1) Metoda penyuluhan dan proses komunikasi
Mardikanto (1982) mengenalkan adanya tiga cara
pendekatan yang dapat juga diterapkan dalam pemilihan
metoda penyuluhan, yaitu yang didasarkan pada :
a) Metoda penyuluhan menurut media yang digunakan
Berdasarkan media yang digunakan, metoda penyuluhan
dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
Media lisan
Media cetak
Media terproyeksi
b) Metoda penyuluhan menurut hubungan penyuluh dan
penerima manfaatnya
Komunikasi langsung
Komunikasi tak langsung
c) Metoda penyuluhan menurut keadaan psiko-sosial
penerima manfaatnya
Pendekatan perorangan
Pendekatan kelompok
Pendekatan massal
2) Metoda penyuluhan dalam pendidikan non formal
Setiap kegiatan pendidikan non formal (kegiatan
penyuluhan) harus selalu menyesuaikan dengan keadaan dan
kebutuhan penerima manfaatnya. Dengan demikian, metoda
penyuluhan yang akan dipilih harus selalu disesuaikan dengan
karakteristik penerima manfaatnya, sumberdaya yang tersedia
atau yang dapat dimanfaatkan, serta keadaan lingkungan
(termasuk tempat dan waktu) diselenggarakan kegiatan
penyuluhan tersebut.
3) Metoda penyuluhan dalam pendidikan orang dewasa
Pemilihan metoda pendidikan orang dewasa (seperti
halnya penyuluhan) harus lebih diutamakan pada metoda-
metoda yang memungkinkan adanya dialog baik antara
pendidik dan yang dididik maupun antara sesama peserta
didik. Dengan demikian, metoda diskusi umumnya lebih baik
dibanding dengan metoda kuliah atau ceramah.
C. METODE PENYULUHAN PERTANIAN
1. RRA (rapid rural appraisal).
2. PRA (Participatory Rural Appraisal) atau penilaian desa
secara partisipatif.
3. FGD (Focus Group Discussion) atau diskusi kelompok
yang terarah.
4. PLA (Participatory Learning and Action), atau proses
belajar dan praktek secara partisipatif.
5. SL atau Sekolah Lapang (Farmers Field School).
D. PELATIHAN PARTISIPATIF
Pelatihan partisipatif dirancang sebagai implementasi
metoda pendidikan orang dewasa (POD), dengan ciri utama:
a) Hubungan instruktur/fasilitator dengan peserta didik
bersifat lateral/horizontal
b) Lebih mengutamakan proses daripada hasil
c) Substansi materi pelatihan selalu mengacu kepada
kebutuhan peserta
d) Metode pelatihan lebih banyak berupa curah-pendapat,
berbagi pengalaman dan diskusi
e) Diberikan kesempatan untuk melakukan tugas dan
membuat RTL ( Rencana Tindak Lanjut )
PERLENGKAPAN PENYULUHAN
A. ALAT BANTU PENYULUHAN

KURIKULUM LEMBAR PERSIAPAN


PAPAN-TULIS
PENYULUHAN
PAPAN-PENEMPEL
(HANDOUT)

Papan-tulis
Lembar Persiapan :
Papan-magnit
Menyuluh
Papan-panel
Melatih
Peta-singkap
kerja
Kertas-plano
PERLENGKAPAN
ALAT-TULIS PROYEKTOR
RUANGAN

Overhead Projector Tape-recorder


Kapur-tulis
Solid Projector Pengeras Suara
Kapur-berwarna
Direct Projector Pengatur Cahaya
Spidol-besar/kecil
Film Projector Pendingin Ruangan
Slide Projector
Televisi
LCD Projector
PC-Computer
Laptop/Notebook
B. ALAT PERAGA PENYULUH

Benda Barang Gambar


Cetakan Diproyeksikan

Pampflet/selebaran
Transparancy
Sampel/Contoh Leaflet
Film-slide
Model/Tiruan Folder
Movie-film
Specimen/Awetan Brosur, Booklet
Film-strip
Placard
Video
Poster
CD, DVD
Baliho
Peta-singkap/
Flipchart
Photo
Gambar
Flanelgraph
C. PEMILIHAN ALAT PERAGA
Lambang
Grafika Pengetahuan penting tentang
pemilihan alat peraga adalah sebagai
berikut :
Tidak semua alat peraga selalu
tersedia atau mudah disediakan oleh
Curva penyuluhnya pada sembarang tempat
Grafik dan waktu.
Diagram/Chart
Schema
Alat peraga yang mahal tidak selalu
Peta
merupakan jaminan sebagai alat
peraga yang efektif untuk tujuan
perubahan perilaku tertentu.
Untuk tujuan perubahan perilaku
tertentu, tersedia banyak alternatif alat
peraga yang dapat digunakan tetapi
dengan tingkat efektivitas dan tingkat
kemahalan yang berbeda.
Acuan Jenjang Pemilihan Alat Peraga Penyuluhan

RAGAM ALAT RANAH PERILAKU YANG DIPENGARUHI


PERAGA
PENGETAHUAN SIKAP KETERAMPILAN
Benda Contoh/Sample Contoh/Sample Contoh/Sample
Specimen Model Model
Model
Barang cetakanPoster, Placard, Brosur, Folder, Brosur, Flanel-
Selebaran Flipchart, Leaflet, graph, Folder,
Flanel-graph Leaflet

Gambar yang Video, TV, VCD, Transparancy, Video, TV, VCD,


diproyeksikan DVD, Movie-film, Slide, Film-strip DVD, Slide, Film-
Film-strip, Slide strip

Pendekatan Tak-langsung Langsung Langsung