You are on page 1of 22

Kromatografi

Analisis Pangan
Maret 2017
Mikhail S. Tsvet (1872-1919)
SEJARAH PERKEMBANGAN

Pliny (23-78 AD) : Deteksi besi dengan menggunakan kertas papirus.


Runge (1855) : Meneliti penyebaran tetesan larutan garam pada kertas
saring.
Schoenbein (1855) : Identifikasi zat warna dengan mencelupkan kertas saring
ke dalam larutannya.
Schoenbein (1861) : Menemukan Kapillaranalyse yaitu analisis kapiler yang
sekarang dikenal sebagai kromatografi kertas.
Goppelsroeder : Mempopulerkan penemuan Schoenbein.
David T. Day (1897) : Memisahkan fraksi-fraksi minyak kasar secara difusi
kapiler melalui kolom fuller`s earth.
Michail Tswett (1903) : Pioner kromatografi kolom cair.
Memisahkan fragmen tumbuhan dengan meng
gunakan kolom serbuk kapur (CaCO3).
Mengembangkan metode pemisahan yang disebut
kromatografi (Chroma = warna, gravien = menulis).
Palmer (1922) : Melakukan percobaan-percobaan kromatografi.
Kuhn dkk (1922) : Mengembangkan dan mempopulerkan prinsip
pemisahan secara kromatografi (kolom).
Winterstein, Leder,
Zechmeister, Karrer,
Reichstein (1930-an) : Menggunakan kromatografi adsorpsi secara ekstensif.
Adam dan Holmes (1935): Pertukaran ion pada resin sintetik.
Martin dan Synge (1941) : Kromatografi kolom partisi.
Mengembangkan kromatografi kertas.
Menggunakan penggunaan fasa gerak gas,
kromatografi gas cair.
Martin dan Synge (1952) : Percobaan kromatografi gas pertama (penemuan
kedua).
Martin dan Synge (1952) : Menerima hadial Nobel.
Stahl (1958) : Mengembangkan TLC.
Forath dan Flodin (1959): Kromatografi saringan gel.
Forath dan Flodin (akhir
(1960-an/awal 1970-an) : HPLC.
Forath dan Flodin : Supercritical Fluid Chromatography (SFC).
Majors dan Kirkland :
(1972) : Kolom micropartikulat.
(1978) : Bahan pengisi kolom 3 mikron.
(1983) : Kolom microbore.
(1983) : Open Tubular Columns.
(1983) : Chiral Columns.
(1983) : Precoated TLC plates.
(1983) : HPTLC plates
(1983) : Fused silica columns.
(1983) : Microparticulate LC columns.
Majors dan Kirkland
(1983) : GC-MS.
(1983) : LC-MS.
(1983) : SFC, SFC-MS.
(1983) : Otomatisasi.
(1983) : Process-Scale.
KROMATOGRAFI
@ Teknik pemisahan /Isolasi /Pemurnian
@ Teknik identifikasi /Metode analisis

DEFINISI UMUM
(H.H. Strain, 1954)

Studi dan penggunaan prosedur-prosedur analitik untuk pemisahan


campuran zat-zat dari suatu zone yang sempit di dalam media yang
porus (berpori) dengan cara migrasi diferensial.
Migrasi tersebut diakibatkan oleh potensial listrik atau aliran cairan
atau gas.
MEKANISME YANG MENGAKIBATKAN MIGRASI DIFERENSIAL
@ Adsorpsi
@ Partisi
@ Pertukaran ion
@ Saringan molekuler
@ Afinitas

PRINSIP DASAR
Redistribusi dua atau lebih senyawa dalam suatu campuran antara dua fasa ,
yaitu:
1. FASA DIAM (Stationary phase)
Berupa padatan atau cairan yang disangga oleh suatu padatan.
2. FASA GERAK (Mobile phase)
Berupa gas atau cairan yang mengalir secara kontinu melewati fasa diam.
KROMATOGRAFI
@ Teknik pemisahan /Isolasi /Pemurnian
@ Teknik identifikasi /Metode analisis

1. Kromatografi Gas
2. Kromatografi Kolom
3. Kromatografi Kertas
4. Kromatografi Elektroforesis
URAIAN SINGKAT
1. KROMATOGRAFI GAS
Kolom diisi dengan serbuk adsorben atau padatan
pendukung yang inert, berpori, yang dilapis dengan cairan
yang sukar menguap. Bahan-bahan tsb berfungsi sebagai
fasa diam.
Sampel yang terdiri atas komponen-komponen (berupa gas
atau uap) dialirkan oleh gas pembawa yang inert,
dilewatkan pada kolom tsb. Komponen-komponen akan
terpisah berdasarkan pembagian (distribusi) antara fasa
diam dan fasa gerak (gas pembawa).
2. KROMATOGRAFI KOLOM (PARTISI KLASIK)

Kolom diisi dengan zat padat berpori dengan luas


permukaan yang tinggi, misalnya silika gel atau
selulosa, yang dilapis (secara fisik) dengan air
sebagai fasa diam.
Komponen-komponen campuran akan terpisah
dengan melewatkannya bersama pelarut organik
fasa gerak melalui kolom.
3. KROMATOGRAFI KERTAS
Larutan sampel yang terdiri atas campuran zat
ditotolkan pada kertas saring yang kemudian
dicelupkan dalam pelarut organik atau campuran
pelarut.
Campuran zat dalam sampel kemudian akan
terdistribusi antara kertas (air yang terikat pada
kertas) sebagai fasa diam dan pelarut organik
sebagai fasa gerak.
3. KROMATOGRAFI ELEKTROFORESIS
Merupakan kromatografi yang diberi medan
listrik disisinya dan tegak lurus aliran fasa gerak.
Pada elektroforesis terdapat dua material dasar
yang disebut fase diam dan fase bergerak. Fase
diam berfungsi menyaring objek yang akan
dipisah, sementara fase bergerak berfungsi
membawa objek yang akan dipisah. Elektroda
positif dan negatif diletakkan pada masing-
masing ujung aparat elektroforesis.
4. KROMATOGRAFI CAIR-CAIR MODERN
(KCKT = HPLC)

Kolom diisi dengan partikel padatan yang


berukuran kecil (3-10 ) dilapis secara kimia
oleh suatu carian yang berfungsi sebagai fasa
diam.
Komponen-komponen sampel dibawa oleh
cairan fasa gerak yang dialirkan dengan
bantuan tekanan tinggi, melewati kolom fasa
diam. Komponen-komponen dipisahkan
berdasarkan partisi antara fasa diam dan fasa
gerak yang satu sama lain tak tercampur.
5. KROMATOGRAFI LAPIS (KLT, TLC)

Fasa diam berupa adsorben yang disebarkan berupa


lapisan tipis dengan ketebalan yang rata pada suatu
lempeng kaca.Pelarut sebagai fasa mobil bergerak pada
lapisan adsorben karena gaya kapiler, membawa
komponen-komponen sampel. Komponen-komponen akan
terpisah karena perkembangan daya adsorpsi adsorben
terhadap masing-masing komponen.
Penggunaan dalam Analisis Bahan Pangan

1. Analisis bahan tambahan makanan


2. Analisa senyawa flavour, volatil
3. Analisa senyawat bioaktif (antimikroba,
antioksidan, zat pengawet, dll)
4. Identifikasi komponen-komponen berbahaya
dalam makanan
5. Pengembangan komponen kearah pangan
fungsional
Tugas

Jenis Kromatografi Uraian:


1. Kromatografi Gas 1. Aplikasi kromatografi dalam analisis
Bahan pangan
2. Kromatografi Kolom
2. Prosedur Umum
3. Kromatografi Kertas
3. Cara mengoperasikan
4. Kromatografi Elektroforesis
4. Cara pembacaan dan hasil