You are on page 1of 42

STRUKTUR ORGANISASI TIM PRIMER

Aida berlian 151.0002


Dhira ayu pangestika 151.0009
Farida ayu isdyaputri 151.0014
Febriansyah wahyu iromi 151.0015
Fernanda wike w 151.0016
M father andreyanto 151.0032
Novelda febriyanti 151.0037
Novinda Andi Ani 151.0061P
Octafiansyah alwan k.w 151.0040
Rizky novitasari suherman 151.0048
Tyas solit naomiyah 151.0053
Kepala
ruangan

TIM I TIM II

KETUA TIM KETUA TIM


(PERAWAT PRIMER) (PERAWAT PRIMER)

ANGGOTA TIM ANGGOTA TIM


(PERAWAT PELAKSANA) (PERAWAT PELAKSANA)

10 KLIEN 10 KLIEN
SITUASI RUMAH SAKIT
Di ruangan A departemen penyakit dalam Rumah Sakit
Mitra Sehat memiliki tenaga kerja dengan lulusan S1 sebanyak 5
orang (1 karu, 2 katim, 2 perawat primer), sedangkan D3
sebanyak 10 orang sebagai perawat pelaksana. Di ruangan A
penyakit dalam memiliki beban kerja dengan 3 shift untuk
perawat. Sarana dan perasarana yang dimiliki ruangan A sudah
lengkap dimana ruangan dibagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas 1
sebanyak tiga kamar dan kelas 2 sebanyak empat kamar. Di
dalam ruangan kelas 1 terdapat dua bed dimana disetiap
tempat tidur telah memiliki fungsi untuk pengaturan posisi
menggunakan remote, terdapat AC, dispenser, TV, sedangkan
diruang kelas 2 fasilitas sama seperti kelas 1 tetapi tidak
terdapat TV. Selain itu, terdapat nurse station yang dilengkapi
dengan alat devibrilator, troli emergency. RS Mitra Sehat adalah
Rumah Sakit pendidikan yang telah bekerjasama dengan
beberapa institusi, yaitu Stikes Hangtuah Surababya dan
Universitas Hangtuah Surabaya. Saat ini persaingan antara
Rumah Sakit semakin ketat karena tuntutan pelayanan yang
semakin meningkat.
ANALISIS SWOT
No. ANALISA SWOT BOBOT RATING SKOR
1. M1 (Ketenagakerjaan)
Internal factor (IFAS)
STRENGTH (Kekuatan)
1. 66,7% tenaga perawat berpendidikan D3 Keperawatan 0,2 2 0,4 S-W = 2,4-2
2. Pengembangan staf (pelatihan/pendidikan/seminar) 0,1 3 0,3 = 0,4
3. Adanya pembagian tugas, peran, dan wewenang yang jelas 0,2 3 0,6
4. Jenis ketenagaan di ruangan : 0,2 2 0,4
S1 Kep : 5 orang
D3 Kep : 10 orang
5. Beban kerja seimbang 0,1 3 0,3
6. Keseimbangan antara jumlah perawat 0,2 2 0,4
Senior : 4 orang, Medior : 3 orang, Junior : 7 orang, dengan
jumlah pasien rata-rata 20, dengan BOR >60% dengan
ketergantungan parsial 1 2,4
Total

WEAKNESS (Kelemahan)
1. Kurangnya jumlah perawat yang berpendidikan S1 1 2

Total 1 2
M2 (Sarana dan Prasarana) S-W = 2,9-2
Internal Faktor (IFAS) = 0,9
STRENGTH (Kekuatan)
1. Merupakan ruangan yang sedang dengan kapasitas 22 tempat tidur terdiri dari kelas 0,3 3 0,9
2 dan kelas 1
2. Mempunyai troly emergency, alat deviblilator dan semua perawat bisa 0,4 3 1,2
menggunakannya, terdapat tempat untuk saluran oksigen disetiap tempat tidurnya,
pengaturan posisi tempat tidur menggunakan remote, ruangan ber ac, tersedianya
dispenser, adanya TV
3. Mempunyai 1 nurse station dan kantor yang telah digunakan secara optimal 0,2 3 0,6
4. Rumah Sakit Mitra Kesehatan merupakan Rumah Sakit Swasta yang telah 0 2 0,2
terakreditasi
Total 1 2,9

WEAKNESS (Kelemahan)
1. Belum tersedianya ruang konsultasi bagi pasien dan keluarga 0,5 2 1
2. Ruang tunggu pasien kurang memadai 0,5 1
Total 2
1 2
OPPORTUNITY (Peluang) O-T = 2,4-2 = 0,4
1. Adanya anggaran untuk pembenahan ruang tunggu 0,4 3 1,2
2. Adanya kesempatan untuk penggantian alat-alat yang tidak 0,6 2 1,2
layak pakai
Total 1 2,4

THREATENED (Ancaman)
1. Adanya tuntutan masyarakat yang tinggi untuk melengkapi 0,5 2 1
sarana dan prasarana
2. Adanya persaingan yang ketat dengan rumah sakit lainnya 0,5 2 1
Total 1 2
3. M3 METODE
a MAKP
Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH
1. Rumah sakit meimiliki Visi, Misi sebagai 0,1 3 0,3
acuan melaksanakan kegiatan SW=
pelayanan 0,3 3 0,9 2,8- 2,4=
2. Sudah ada model asuhan keperawatan 0,4
yg digunakan yaitu metode tim primer 0,1 4 0,4
3. Terlaksananya komunitas yg baik antar
profesi 0,2 3 0,6
4. Kepuasan pelanggan bulan November
2017 sebanyak 95 % 0,3 2 0,6
5. Mempunyai SAK dan SOP 1 2,8
Total

WEAKNESS
1. Tidak semua perawat mengikuti 0,6 2 1,2
pelatihan manajemen bangsal
2. Kurangnya kemampuan perawat dalam 0,4 3 1,2
pelaksanaan model MAKP yg telah
ada 1 2,4
Total
Eksternal Faktor (EFAS)

OPPORTUNITY O -T=
1. Ada kerjasama yang baik antara Rumah Sakit 0,3 2 0,6 2,8 2,1 = 0,7
dengan institusi klinik (px CLP)
2. Ada kerjasama antara FKP Stikes Hang Tuah, UHT 0,3 4 1,2
dengan Rumah sakit dalam penerapan MAKP
3. Kepercayaan px dan masyarakat cukup baik
terhadap Rumah Sakit 0,3 4 1,2
4. Ada kebijakan pemerintah tentang
professionalisme 0,1 4 0,4

Total 1 2,8

THREATENED 2
1. Persaingan antar Rumah Sakit swasta yg semakin 0,3 0,6
ketat 2
2. Adanya tuntutan masyarakat yg semakin tinggi 0,3 0,6
terhadap peningkatan pelayanan kesehatan
nasional 3
3. Makin tinggi kesadaran masyarakat akan hukum 0,1 2 0,3
4. Kebebasan pers yg dapat menyebarkan informasi 0,1 0,2
secara cepat 2
5. Persaingan masuknya perawat asing 0,2 0,4

Total 1 2,1
b. Dokumentasi keperawatan
Internal Faktor (IFAS)

STRENGHT SW=
1. Adanya formulir dokumentasi yg 0,4 4 1,6 3,9 3 = 0,9
lengkap
2. Terdapat standart ASKEP dgn 0,1 3 0,3
sistem komputerized
3. Adanya kemauan perawat utk 0,5 4 2
melakukan dokumentasi dgn baik
Total 1 3,9

WEAKNESS
1. Pengawasan tentang sistem 0,5 2 1
pendokumentasian belum
dilaksanakan secara maksimal
2. Dokumentasi keperawatan belum 0,5 4 2
optimal karena jumlah px dan
tingkat ketergantungan yg tinggi
Total 1 3
Faktor eksternal (EFAS)

OPPORTUNITY OT=
1. Peluang perawat utk meningkatkan 0,3 3 0,9 3,3 3,7 =
pendidikan (pengembangan SDM) - 0,4
2. Mahasiswa praktek manajemen utk 0,2 3 0,6
meningkatkan pelayanan
3. Kerjasama yg baik antar staff 0,3 3 0,9
perawat dgn staff medical record
tenatang pendokumentasian
4. Model MAKP primer yg diterapkan 0,3 3 0,9
oleh mahasiswa
Total 1 3,3

THREANTENED
1. Adanya kesadaran px dan keluarga 0,7 4 2,8
akan tangungjawab dan tanggung
gugat
2. Akreditis Rumah sakit tentang system 0,3 3 0,9
dokumentasi
Total 1 3,7
c. Ronde Keperawatan
Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT SW=
1. Ruangan general adalah ruangan 0,1 3 0,3 2,6 3 = -
terbesar dgn berbagai kasus 0,4
2. Adanya kasus yg sulit tetapi staff 0,4 2 0,8
mampu melakukan perawatan dgn
baik
3. Adanya kemauan perawat utk 0,5 3 1,5
berubah
Total 1 2,6

WEAKNESS
1. Ronde keperawatan adalah 0,4 3 1,2
kegiatan yg belum dilaksanakan di
Ruang general
2. Belum ada acuan pelaksanaan 0,3 3 0,9
ronde keperawatan sehingga
dokumentasi dr ronde keperawatan
tidak ada
3. Belum adanya pembentukkan tim 0,3 3 0,9
dalam ronde keperawatan
Total 1 3
Eksternal Faktor (EFAS)

OPPORTUNITY O-T=
1. Adanya kesempatan dari NUM utk 0,5 1 0,5 1 1,7 =
mengadakan ronde keperawatan 0,7
2. Adanya perawat yg di kirim utk mengikuti 0,5 1 0,5
pelatihan manajemen keperawatan
Total 1 1

Ancaman
1. Adanya tuntutan yg lebih tinggi dr 0,3 3 0,9
masyarakat utk mendapatkan pelayanan
yg lebih professional
2. Persaingan antara Rumah sakit semakin 0,3 2 0,6
kuat dalam memberikan pelayanan
3. Semakin tingginya keasadaran 0,1 2 0,2
masyarakat tentang hukum
Total 1 1,7
d. Sentralisasi obat
Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT SW=
1. Tersedianya sarana dan prasarana untuk 0,3 3 0,9 2,6 2 = 0,6
mengelola sentralisasi obat dengan
metode one day dose
2. Adanya kemauan perawat utk melakukan 0,3 3 0,9
sentralisasi obat
3. Adanya medication chart utk penerimaan 0,4 2 0,8
obat dr farmasi dan tanda tangan
Total
1 2,6
WEAKNESS
1. Belum ada supervisi tentang sentralisasi
obat 0,6 2 1,2
2. Belum ada pembagian tugas dan
tanggung jawab tentang sentralisasi obat 0,4 2 0,8
dengan jelas
Total
1 2
Eksternal faktor (EFAS)

OPPORTUNITY OT=
1. Adanya mahasiswa praktek 0,3 3 0,9 3 2,3 = 0,7
keperawatan
2. Kerjasama yg baik antar perawat dan 0,3 3 0,9
petugas farmasi
3. Akreditasi Rumah sakit tentang 0,4 3 1,2
sentralisasi obat
Total 1 3

Ancaman
1. Adanya tuntutan px untuk mendapatkan 0,6 3 0,9
pelayanan yg professional
2. Adanya ketidakpercayaan px terhadap 0,4 2 1,4
pengelolaan sentralisasi
Total 1 2,3
e. Supervisi
Internal Faktor (IFAS)

STRENGHT SW=
1. Supervisi sudah dilakukan oleh NUM dan 0,3 2 0,6 2,4 2, =
NIC - 0,2
2. Adanya kemauan perawat utk berubah 0,3 2 0,6
3. DON dan ADON mendukung adanya 0,4 3 1,2
kegiatan supervise demi peningkatan
mutu pelayanan kesehatan
Total 1 2,4

WEAKNESS
1. Belum ada uraian yg jelas tentang 0,4 4 1,6
supervise dan apa yg menjadi
permasalahan ruang general
2. Belum mempunyai format yg baku tentang 0,2 2 0,2
supervise
3. Belum adanya dokumentasi supervisi yg 0,4 2 0,8
jelas
Total 1 2,6
Eksternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
1. Adanya mahasiswa yang sedang praktek 0,3 3 0,9 O-T = 2,6
manajemen keperawatan 2,9 = -0,3
2. Adanya kerjasama yang baik antar NUM dan staff 0,3 3 0,9
3. Terbuka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan
atau pelatihan minimal kerja 5 tahun dirumah sakit. 0,4 2 0,8
TOTAL
1 3 0,9
TREATENED
1. Tuntunan pasien sebagai konsumen untuk
mendapatkan pelayanan yang proffesional dan 0,3 3 0,9
bermutu sesuai dengan peningkatan biaya
keperawatan.
2. Mahasiswa praktek manajemen untuk
mengembangkan system dokumentasi 0,3 3 0,9
3. Peningkatan pelayanan. Makin tingginya
kesadaran masyarakat tentang pentingnya 0,1 2 0,2
kesehatan.
4. Kerja sama yang baik antara perawat dan
mahasiswa 0,3 3 0,9
TOTAL
1 2,9
F. Timbang Terima
Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
1. Overan merupakan kegiatan rutin yang 0,3 3 0,9 S-W = 2,6-2,9 = -
dilakukan setiap pertukaran dinas malam3 0,3
shift
2. Timbang terima mengikuti medis dan 0,2 3 0,6
keperawatan
3. Overan dilakukan ileh ketua tim 0,1 3 0,3
4. Adanya worksheet (daily report) untuk 0,2 2 0,4
pelaporan timbang terima
5. Ada klarifikasi, tanya jawab, validasi 0,2 2 0,4
terhadap semua yang dioperkan
TOTAL 1 2,6
WEAKNESS
1. Diagosa keperawatan jarang disampaikan 0,5 3 1,5 O-T
2. Masalah lebih berfokus pada diagnosis 0,2 2 0,4 :2,6-3= - 0,4
medis
3. Tidak konsistennya perawat untuk memakai 0,2 3 0,6
formulir yang ada dan menandatangani
lembar hand over
4. Tidak konsistennya perawat untuk membawa 0,1 4 0,4
papan nama yang diletakkan di kamar
pasien
TOTAL 1 2,9
Eksternal Faktor (EFAS)

OPPORTUNITY
1. Adanya mahasiswa PSIK yang praktik 0,3 3 0,9
profesi diruangan
2. Adanya kerja sama yang baik antara 0,3 3 0,9
mahasiswa PSIK dengan perawat ruangan
3. Sarana dan prasarana penunjang cukup 0,4 2 0,8
tersedia
TOTAL 1 2,6

TRHEATENED
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari 0,3 3 0,9
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan
keperawatan yang proffesional.
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat 0,7 3 2,1
tentang jawab dan tanggung gugat
perawat sbagai pemberi asuhan
keperawatan
TOTAL 1 3
G. Discharge Planing
Internal Faktor (IFAS) S-W = 2,2 2,5
STRENGHT = 0,3
1. Adanya kemauan untuk memberikan 0,3 3 0,9
pendidikan kesehatan kepada pasien dan
keluarga
2. Memberikan pendidikan kesehatan pada 0,2 3 0,6
pasien dan keluarga saat dirawat dan
akan pulang
3. Adanya pesanan pulang 0,1 4 0,4
4. Perawat menggunakan bahasa indonesia 0,15 2 0,30
saat melakukan perencanaan pulang
TOTAL 1 2,2

WEAKNES
1. Keterbatasan waktu perawat untk 0,5 1 0,5
memberikan pendidikan kesehatan pada
pasien
2. Kurangnya konsitensi perawat untuk 0,5 4 2
melengkapi form pesanan pulang
TOTAL 1 2,5
Eksternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY O-T = 2,6 3=
1. Adanya mahasiswa praktek manajemen 0,3 3 0,9 -0,4
keperawatan
2. Adanya kerjasama yang baik antara 0,3 3 0,9
mahasiswa praktek dengan perawat
ruangan.
3. Kemauan pasien dan keluarga terhadap 0,4 2 0,8
anjuran perawat
TOTAL 1 2,6

THREATENED
1. Adanya tuntutan yang lebih dari masyaraat 0,3 3 0,9
mendapatkan pelayanan yang
proffesional.
2. Makin tingginya kesadaran masyarakat 0,4 3 1,2
akan pentingnya kesehatan.
3. Persaingan RS/ swasta yang semakin ketat. 0,3 3 0,9
TOTAL 1 3
H. Penerimaan Pasien Baru
Interna Faktor (IFAS) S-W = 3,1-2,6
STRENGHT =0,5
1. Adanya form pengkajian yang telah 0,3 2 0,6
disosialisasikan dan form pengkajian yang
digunakan untuk penerimaan pasien baru
2. Adanya protap untuk serah terima pasien baru 0,3 3 0,9
dari perawat yang mengantarkan dan
perawat yang menerima
3. Seluruh staf Rumah Sakit sudah melaksanakan 0,3 4 1,2
protap yang telah ditetapkan.
4. Pada bulan Agustus 2011 pasien baru 0,1 4 4
diRuang General 130 orang
TOTAL 1 3,1
WEAKNESS
1. Jarak pengiriman pasien baru keruangan dari 0,3 4 1,2 O-T = 3,3 3 =
UGD dan administrasi terlalu berdekatan 0,3
2. Kurangnya koordinasi antara perawat 0,7 2 1,4
pegantar dan perawat penerima pasien baru
TOTAL 1 2,6

Eksternal Faktor (EFAS)


OPPORTUNITY
1. Adanya perbaikan form pengkajian dan 0,4 3 1,2
adanya form pengkajian yang baru
2. Adanya uji kompetensi secara berala bagi 0,3 3 0,9
perawat pelaksana dalam penerimaan pasien
baru
3. Adanya SOP tentang penerimaan pasien 0,3 4 1,2
baru 1 3,3
TOTAL
TREATENED
1. danya tuntutan yang lebih tinggi dari 0,3 3 0,9
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan
keperawatan yang proffesional.
2. Makintingginya kesadaran masyarakat aka 0,4 3 1,2
pelayanan yang prima
3. Adanya persaingan anatara Rumah Sakit 0,3 3 0,9
tentang pelayanan perawatan
TOTAL 1 3
4. M4 (Keuangan)
Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT (Kekuatan)
1. Harga perawatan disesuaikan dengan tipe kamar 0,4 4 1,6 S-W = 3,4-3 =
2. System administrasi terpusat 0,6 3 1,8 0,4
Total 1 3,4

WEAKNESS (Kelemahan)
1. Penyelesaian administrasi untuk pasien pulang asuransi lebih lama 1 3 3
dibandingkan dengan pasien umum
Total 1 3

Eksternal Faktor (EFAS)


OPPORTUNITY (Peluang)
1. 98% perawat general menyatakan standart gaji yang diterima sudah sesuai 0,7 2 1,4 O-T = 2,3-2 =
UMR 0,3
2. Ada persiapan Akreditasi Rumah Sakit 0,3 3 0,9
Total 1 2,3

THREARTENED (Ancaman)
1. Persaingan dengan rumah sakit lainnya 0,3 0,6
2. Jumlah pasien asuransi lebih banyak daripada pasien umum 0,7 2 1,4
Total
1 2 2
5. M5 (Market)
Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH (Kekuatan)
1. 97% pasien puas dengan pelayanan di Ruang A Rumah Sakit Mitra Kesehatan 0,3 4 1,2 S-W = 3,6-3
2. Angka kejadian decubitus di bulan November 0% 0,1 3 0,3 = 0,6
3. Angka kejadian pasien jatuh di bulan November 0% 0,1 3 0,3
4. Angka kejadian phlebitis di bulan November 0% 0,1 3 0,3
5. Penerapan ketepatan pemberian obat dengan system kroscek, dan identifikasi 0,1 3 0,3
pasien
6. Pemberian pelayanan prima 0,3 4 1,2
Total 1 3,6

WEAKNESS (Kelemahan)
1. Tidak adanya data mengenai kenyamanan pasien 1 3 3
Total 1 3
OPPORTUNITY (Peluang)
1. Mahasiswa S1 Keperawatan melaksanakan praktik keperawatan 0,3 3 0,9 O-T = 2,6 2
2. Kerjasama yang baik antara perawat dengan mahasiswa 0,3 3 0,9 = 0,6
3. Adanya akreditasi rumah sakit 0,4 2 0,8
Total 1 2,6

THREATENED (Ancaman)
1. Adanya tuntutan masyarakat yang semakin meningkat 0,5 2 1
2. Persaingan dengan rumah sakit lain 0,5 2 1
Total 1 2
JOB DESCRIPTION KARU
NAMA JABATAN: KEPALA RUANGAN
Pengertian : Seorang perawat profesional yang diberi wewenang dalam
mengelola kegiatan pelayanan keperawatan di satu ruangan
Tugas :
1. fungsi perencanaan
a. Merencanakan jumlah dan kategori tenaga perawat serta tenaga lain sesuai
kebutuhan
b. Merencanakan jumlah jenis peralatan atau sarana keperawatan yang
diperlukan sesuai standar
c. Merencanakan strategi pelaksanaan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan
pasien
d. Merencanakan pengembangaan staf melalui pendidikan formal dan non
formal
e. Merencanakan peningkatan mutu asuhan keperawatan
f. Merencanakan pertemuan berkala dengan staff
g. Merencanakan ronde keperawatan
h. Merencanakan supervisi terhadap staff
i. Merencanakan rekreasi untuk staff
2. Fungsi pengorganisasian
a. Menghitung jumlah dan kategori tenaga perawat serta tenaga lain sesuai
kebutuhan
b. Mengajukan pengembangan staff melalui pendidikan formal dan non
formal
c. Mengadakan pembinaan bagi staff yang melakukan pelanggaran etik
keperawatan dan menetapkan tindak lanjut
d. Mengajukan jumlah dan jenis peralatan dan obat-obatan serta sarana
keperawatan yang diperlukan sesuai standar
e. Menggerakkan staff dalam pemeliharaan , penggunaan alat
keperawatan sesuai standar
f. Mengkoordinir strategi pelaksanaan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan
pasien
g. Mensupervisi kegiatan ketua tim dan anggota tim dalam pelayanan
keperawatan serta berkoordinasi dengan preseptor
h. Mengikuti atau mengadakan rapat dengan Kabid perawatan/staf
i. Melaksanakan ronde keperawatan
j. Mengorientasikan tentang fungsi metode MPKPP kepadaperawat baru
k. Memantau kegiatan pelayanan gizi seuai dengan diit pasien
l. Memantau dan memelihara kebersihan ruangan dan lingkungan
m. Membuat laporan manajemen ruangan (harian,bulanan,dan tahunan)
3. Fungsi pengawasan dan penilaian
a. Mengawasi dan menilai secara berkala dan terencana terhadap
peningkatan pengetahuan , ketrampilan, dan disiplin serta perilaku staf.
b. Mengawasi peserta didik / mahasiswa dari institusi pendidikan , disiplin dan
sikap
c. Mengawasi dan menilai pelaksanaan dokumentasi keperawatan sesuai
dengan SOP dan SAK
d. Mengawasi dan mengendalikan pendayagunaan peralatan keperawatan
serta obat-obatan secara efektif dan efesien
e. Mengawasi mutu pelayanan keperawatan
JOB KUALIFIKASI KARU
1. Pendidikan

a. S1 keperawatan :

pengalaman sebagai ketua tim minimal 1 tahun

a. D3 keperawatan :

Pengalaman sebagai ketua tim minimal 4 tahun

2. Berminat menjadi ka. Sub. Bid. Keperawatan

3. Memiliki sertifikat manajemen keperawatan

4. Memiliki kemampuan kepemimpinan

5. berwibawa, komunikator yang baik

6. Sehat jasmani dan rohani

7. Loyalitas

8. Bersedia memimpin

9. Memiliki HAM yang baik

10. disiplin, teguh, dan konsisten

11. Anggota PPNI, memilik SIP dan dan SIK


JOB DESCRIPTION KATIM
NAMA JABATAN: KEPALA TIM
Pengertian : seorang perawat profesional yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk
memberi asuhan keperawatan kepada beberapa pasien sejak masuk pulang
Tugas :
1. Fungsi perencanaan
a. Merencana strategi pelaksanaan asuhan keperawatan menggunakan proses keperawatan
(sejak pasien masuk sampai pulang)
b. Merencanakan pembagian tugas kepada anggota TIM
c. Merencanakan pre dan post conference
d. Merencakan keperluan untuk pelaksanaan asuhan keperawatan
e. Merencakan ronde keperawatan bersama KaSubBid keperawatan
f. Merencakan ronde keperawatan bersama anggota TIM
g. Merencanakan pembuatan daftar dinas mingguan
h. Merencanakan askep dengan pendokumentasian proses keperawatan
2. Fungsi pengorganisasian dan penggerakan
a. Melakukan serah terima tugas pergantian dinas
b. Membagi tugas pasien kelolaan kepada anggota TIM atas
tanggungjawabnya dalam memberikan asuhan keperawatan sejak pasien
masuk sampai pulang
c. Memimpin pre dan post conference
d. Memeriksa dan melengkapi dokumentasi keperawatan dari mulai pengkajian
sampi evaluasi
e. Mengkoordinir pekerjaan anggota TIM dengan petugas kesehatan lain
f. Memberi pengarahan atau bimbingan kepada anggota TIM yang melakukan
pelanggaran serta menetapkan tindak lanjut
g. Mendampingi dokter visite
3. Fungsi pengawasan dan penilaian
Mengawasi dan menilai hasil kerja anggota TIM dan memberi laporan kepada
KaSubBid keperawatan
JOB KUALIFIKASI KETUA TIM
1. Pendidikan D3 keperawatan atau setara
2. Berminat menjadi PKT
3. Pengalaman kerja minimal 3 tahun
4. Bertanggungjawab, berminat dan erdedikasi tinggi
5. Memiliki sertifikat asuhan keperawatan
6. Sehat jasmani dan rohani
7. Memiliki HAM yang baik
8. Disiplin
9. Anggota PPNI yang memiliki SIP dan SIK
JOB DESCRIPTION ANGGOTA TIM
NAMA JABATAN : ANGGOTA TIM
Pengertian : seorang perawat profesional yang diberi tugas dalam melaksanakan asuhan keperawatan kepada pasien dari
masuk sampai pulang

Tugas :

1. Fungsi perencanaan

a. Merencanakan persiapan alat dan strategi pemberian asuhan keperawatan

b. Merencanakan tindakan pelayanan keperawatan

2. Fungsi pegorganisasian dan penggerakan

a. Menyiapkan keperluan untuk melaksanakan asuhan keperawatan atau medik

b. Melaksanakan asuhan keperawatan sesuai kondisi pasien

c. Mendokumentasikan hasil tindakan keperawatan

d. Memelihara atau menginventaris alat-alat kesehatan

e. Mendokumentasikan data-data pasien

3. Fugnsi pengawasan dan penilaian

Menilai dan melaporkan hasil tindakan pelayanan keperawatan kepada KaSubBid keperawatan
JOB KUALIFIKASI ANGGOTA TIM
1. Pendidikan D3 keperawatan atau setara
2. Berminat menjadi PKT
3. Pengalaman kerja minimal 3 tahun
4. Bertanggungjawab, berminat dan erdedikasi tinggi
5. Memiliki sertifikat asuhan keperawatan
6. Sehat jasmani dan rohani
7. Memiliki HAM yang baik
8. Disiplin
9. Anggota PPNI yang memiliki SIP dan SIK