You are on page 1of 26

BATUBARA

Sifat dan Kualitas Batubara


SIFAT UMUM BATUBARA
Dalam istilah perdagangan batubara kualitas
batubara dikenal dengan 2 (dua) jenis :
1. Hard Coal
jenis batubara yang menghasilkan gross kalori lebih
dari 5.700 kcal/kg, merupakan jenis batubara yang
menghasilkan kalori tinggi.
2. Brown Coal
jenis batubara yang menghasilkan gross kalori
kurang dari 5.700 kcal/kg, jenis batubara kalori
rendah.
Pembagian Batubara menurut sifatnya :

1. Sifat batubara jenis Antrasit


2. Sifat batubara jenis
Bitumine/Subbitumine
3. Sifat batubara jenis Lignit
1. Sifat batubara Antrasit
- Warna hitam sangat mengkilap, kompak
- Nilai kalori sangat tinggi
- Kandungan karbon sangat tinggi
- Kandungan air sangat sedikit
- Kandungan abu sangat sedikit
- Kandungan sulfur sangat sedikit
2. Sifat batubara Bitumine/Subbitumine

- Warna hitam mengkilap, kurang kompak


- Nilai kalori tinggi
- Kandungan karbon relatif tinggi
- Kandungan air sedikit
- Kandungan abu sedikit
- Kandungan sulfur sedikit
3. Sifat batubara Lignit

- Warna hitam kecoklatan, sangat rapuh


- Nilai kalori rendah, kandungan karbon sedikit
- Kandungan air tinggi
- Kandungan abu banyak
- Kandungan sulfur banyak
Sifat-sifat batubara dilihat dari analisa sebagai
berikut :
1. Analisa Proksimat
a. Lengas (moisture)
- Lengas bebas (Free Moisture)
- Lengas bawaan (Inherent Moisture)
- Lengas total (Total Moisture)
b. Kadar abu (ash)
c. Karbon (Fixed Carbon)
d. Zat terbang (Volatil matter)
2. Analisa Ultimat
Terdiri dari analisa unsur : C,H,O,N,S,P,Cl
3. Nilai Kalor
a. Kalori Net : Nilai kalori pembakaran dihitung
dalam wujud gas
b. Kalori Gross : Nilai kalori pembakaran
dihitung dalam wujud cair
4. Total Sulfur (S)
Sulfur/belerang dalam batubara berupa pirit,
markasit, calsium sulfat akan berubah menjadi
SO2
5. Analisa Abu (ash)
Abu yang terjadi pada saat pembakaran akan
membentuk oksida-oksida berupa SiO2, Al2O3,
Fe2O3, TiO2, Mn3O4, CaO, MgO, Na2O, K2O.
6. Indeks Gerus (Hardgrove Indeks = HGI)
Merupakan suatu indek yang dapat menunjukkan
batubara mudah digerus menjadi bahan bakar
serbuk.
7. Sifat batubara berkaitan dengan Volatile Matter
- Antrasit : VM sedikit
- Bitumine : VM medium
- Lignit : VM banyak
8. Kandungan air dalam batubara
Air yang terdapat dalam batubara (inherent
moisture) akan mengurangi panas pada saat
pembakaran.
9. Impurities dalam batubara
Bila proses pencucian batubara tidak baik,
misalnya clay.
Terjadinya Impurities :
Batubara tentunya akan selalu menghasilkan
Impurities (bahan-bahan pengotor) :
1. Inherent Impurities : pengotor bawaan yang
terdapat didalam batubara.
2. External Impurities : pengotor bawaan yang
diakibatkan oleh proses penambangan.
KOMPONEN PEMBENTUK BATUBARA
Kelompok Maceral Maceral Asal Kejadian Keterangan
Vitrinit Telovitrinit Kayu dan serat kayu Kaya oksigen, umum
Spora, sarang spora, pada batubara,
butiran-butiran VM=35%
serbuksari lingkungan reduksi
menurun cepat,
permukaan air dalam
reaktif SG = 1,3-1,8

Eksinit Sporinit Kulit ari, daun, tangkai, Kaya Oksigen VM = 67%


Kutinit akar umum pada oil shale
Liptodetrinit Pecahan-pecahan eksinit dan batuan pembawa
Resinit Resin, lemak, parafin minyak SG= 1,0-1,3
Suberinit Cork, kulit kayu
Alginit Sisa-sisa ganggang
Eksudatinit Minyak, bitumen yang
Fluorinit keluar selama proses
pembatubaraan
Lipids, minyak

Inertinit Semifusinit Hasil ubahan (biokimia) Kaya karbon VM = 23%,


Fusinit dari kayu dan serat- penurunan lambat,
Sklerotinit serat kayu selama permukaan air
Inertodetrinit penggambutan rendah atau
Mikrinit bergelombang, tidak
Makronit reaktif SG = 1,5-2,0
KUALITAS BATUBARA
Penentuan Kualitas Batubara hal yang harus
diperhatikan adalah antara lain :
1. High Heating Value (HHV) (kcal/kg)
Berpengaruh terhadap pengoperasian alat
seperti :
- Pulverizer
- Pipa batubara, wind box
- Burner
Semakin tinggi High Heating Value maka aliran
batubara setiap jamnya semakin rendah, sehingga
kecepatan coal feeder harus disesuaikan.

2. Moisture Content
Kandungan moisture mempegaruhi jumlah
pemakaian udara primernya, pada batubara dengan
kandungan moisture tinggi akan membutuhkan
udara primer lebih banyak guna mengeringkan
batubara tersebut.
3. Volatil Matter
Kandungan Volatil Matter memperngaruhi
kesempurnaan pembakaran dan intensitas
nyala api. Kesempurnaan pembakaran
ditentukan oleh
Fixed Carbon
Fuel Ratio =
Volatil Matter
Semakin tinggi Fuel Ratio maka karbon yang
terbakar semakin banyak.
4. Ash Content dan Komposisi
Kandungan abu akan terbawa bersama gas
pembakaran melalui ruang bakar dan daerah
konveksi dalam bentuk abu terbang datau abu
dasar. Sekitar 20% dalam bentuk abu dasar
dan 80% dalam bentuk abu terbang. Semakin
tinggi kandungan abu dan tergantung
komposisinya akan mempengaruhi tingkat
pengotor (fouling), keausan dan korosi
peralatan yang dilalui.
5. Sulfur Content
Kandungan sulfur berpengaruh terhadap
tingkat korosi sisi dingin yang terjadi pada
elemen pemanas udara, terutama apabila
suhu kerja lebih rendah dari titik embun
sulfur, disamping berpengaruh terhadap
efektifitas penangkapan abu pada peralatan
electroctatic precipator.
6. Coal Size
Ukuran butir batubara dibatasi pada
rentang butir halus dan butir kasar. Butir
paling halus untuk ukuran < 3mm, sedang
ukuran paling kasar sampai 50 mm. Butir
paling halus dibatasi Dustness dan tingkat
kemudahan diterbangkan angin, sehingga
mengotori lingkungan. Tingkat Dustness dan
kemudahan zat terbang masih ditentukan oleh
kandungan Moisture batubara.
7. Hardgrove Grindability Indek (HGI)
Kapasitas mill (pulverizer) dirancang pada HGI
tertentu, maka untuk HGI lebih rendah
kapasitasnya lebih rendah dari nilai patoknya
untuk menghasilkan fineness yang sama.
8. Ash Fushion Characteristic
Ash Fushion Characteristic akan
mempengaruhi tingkat fouling, slagging dan
operasi Blower
5. PENGAMANAN DALAM PENANGANAN BATUBARA

Pengamanan batubara memerlukan


pengaman, karena ada beberapa masalah
dalam penanganan batubara antara lain :
a. Batubara dapat terbakar sendiri
b. Batubara dapat menimbulkan ledakan
c. Batubara dapat menyebabkan pencemaran
a. Batubara dapat terbakar sendiri

Dipercepat oleh :
- Reaksi eksothermal (uap dan oksigen di udara)
- Bakteria
- Aksi katalitis dari benda-benda anorganik
Kemungkinan terjadi :
- Karbonisasi yang rendah (low carbonization)
- Kadar belerang tinggi (>2%). Ambang batas
kadar belerang hanya 1,2%.
Penanganan Batubara terbakar
Cara pencegahan :
1. Tempat penimbunan di ruang tertutup
(Indoor storage) bersih dari endapan-
endapan debu batubara.
2. Tempat penimbunan di ruang terbuka
(Outdoor storage), dipilih tempat yang rata
dan tidak lembab, menghindari impurities.
3. Diperlukan spinkler (siraman air), untuk
penyimpanan paling lama 1 bulan.
b. Batubara dapat menimbulkan ledakan

Disebabkan oleh :
1. Ukuran partikel debu : < 20 mess = 0,833
mm
2. Terdapat hubungan antara zat terbang dan
derajat peledakan.
Cara penanganan :
1. Menggunakan gas inert (gas N2). Tetapi gas ini
harganya cukup mahal.
2. Melakukan pembersihan secara periodik
3. Menghindari kemungkinan tercapainya titik
sulut batubara di dalam instalasi.
4. Sedini mungkin mencari sumber kebakaran.
5. Menutupi batubara dengan plastik agar
konsentrasi O2 kurang dari 12%.
6. Pada timbunan terbuka menggunakan
sprinkler.
7. Memasang alat pantau suhu untuk mengukur
suhu batubara.
c. Batubara menimbulkan pencemaran

Disebabkan oleh :
- Penerapan SOP penambangan yang salah.
- Pemilihan lokasi penimbunan dekat dengan
pemukiman
- Penimbunan batubara yang berlebihan
Cara Pencegahan :
- Menerapkan SOP penambangan yang benar
- Lokasi selalu diadakan penghijauan
- Penerapan AMDAL sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.