Вы находитесь на странице: 1из 17

Abdul aziz

Abdul salam al fauji


Bintang rajeb
Masyarakat pertama kali mengenal tenaga nuklir dalam bentuk
bom atom yangdijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam
Perang Dunia II tahun 1945.

Di samping sebagai senjata pamungkas yang dahsyat, sejak lama


orang telah memikirkan bagaimana cara memanfaatkan tenaga
nuklir untuk kesejahteraanumat manusia.

Salah satu pemanfaatan teknik nuklir dalam bidang energi saat ini
sudah berkembang dan dimanfaatkansecara besar-besaran dalam
bentuk Pembangkit Listrik Tenaga nuklir (PLTN), dimana tenaga
nuklir digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik yang relatif
murah, aman dan tidak mencemari lingkungan.

Pemanfaatan tenaga nuklir dalam bentuk PLTN mulai


dikembangkan secara komersialsejak tahun 1954.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah
stasiun pembangkit listrik thermal dimana panas yang
dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir
pembangkit listrik.
Proses kerja PLTN hampir sama dengan proses kerja
pembangkit listrik lain seperti PLTU. Yang membedakannya
hanya sumber panas yang digunakan. PLTN mendapatkan
sumber panas dari reaksi nuklir, sedangkan PLTU mendapatkan
sumber panas dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batu
bara atau minyak bumi.
Reaksi nuklir ini terjadi di dalam reaktor nuklir. Reaktor
dirancang untuk memproduksi energi listrik melalui PLTN,
dan hanya memanfaatkan energi panas yang timbul dari
reaksi fisi. Sedangkan kelebihan neutron dalam teras
reaktor akan dibuang atau diserap menggunakan batang
kendali.
Pada reaktor termal untuk pembangkit
komersial terdapat empat jenis reaktor,
antara lain :
1. Pressurized-water-reactor (PWR);
2. Boiling Water Reactor (BWR);
3. Gas Cooled Reactor (GCR);
4. Pressurized Heavy Water
Reactor (PHWR).
Boiling Water Reactor (BWR)
Secara singkat, proses pemanfaatan panas hasil fisi untuk
menghasilkan energi listrik di dalam PLTN adalah sebagai
berikut :
1.Bahan bakar nuklir melakukan reaksi fisi sehingga melepaskan
energi dalam bentuk panas yang sangat besar
2.Panas dari hasil reaksi nuklir tersebut dimanfaatkan untuk
menguapkan air pendingin, dapat berupa pendingin primer
maupun sekunder, bergantung pada tipe reakor nuklir yang
digunakan.
3.Uap air yang dihasilkan ini dipakai untuk memutar turbin
sehingga menghasilkan energi kinetik
4.Energi kinetik dari turbin ini selanjutnya dipakai untuk
memutar generator sehingga menghasilkan arus listrik.
Reaktor Nuklir
Reaktor nuklir adalah tempat terjadinya reaksi
inti berantai terkendali, baik pembelahan inti (Fisi)
atau penggabungan inti (Fusi). Awalnya, reaktor
nuklir pertama digunakan untuk memproduksi
Plutonium sebagai bahan senjata nuklir. Hingga saat
ini telah ada berbagai jenis dan ukuran reaktor nuklir,
tetapi semua reaktor atom tersebut memiliki lima
komponen dasar yang sama, yaitu: elemen bahan
bakar, moderator netron, batang kendali, pendingin
dan perisai beton.
Reactor menghasilkan panas dalam beberapa cara:

1.Energi kinetik produk-produk fisi diubah menjadi energi panas


ketika inti bertabrakan dengan atom di dekatnya

2.Sebagian dari sinar gamma yang dihasilkan selama fisi deserap


oleh reaktor, energy mereka diubah menjadi panas

3.Panas yang dihasilkan oleh peluruh radioaktif produk fisi dan


bahan-bahan yang telah diaktifkan oleh penyerapan neutron.
Sumber panas pembusukan ini akan tetap selama beberapa
waktu bahkan setelah reaktor mati. Kekuatan panas yang
dihasilkan oleh reaksi nuklir adalah 1.000.000 kali dari massa
yang sama batubara.
Komponen reaktor nuklir
 Elemen Bahan Bakar
 Moderator Netron
 Batang Kendali
 Pendingin
 Perisai / Wadah
 Reaksi Nuklir
 Reaksi Fusi
 Reaksi Fisi
Keuntungan PLTN dibandingkan dengan
pembangkit daya utama lainnya adalah :

 Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi


normal) - gas rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator
Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas.
 Tidak mencemari udara - tidak menghasilkan gas-gas berbahaya
sepert karbonmonoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury,
nitrogen oksida, partikulate atau asap fotokimia.
 Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal).
 Biaya bahan bakar rendah - hanya sedikit bahan bakar yang
diperlukan.
 Ketersedian bahan bakar yang melimpah - sekali lagi, karena
sangat sedikit bahanbakar yang diperlukan.
kekurangan PLTN :

 Risiko kecelakaan nuklir - kecelakaan nuklir terbesar


adalah kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai
containment building).
 Limbah nuklir - limbah radioaktif tingkat tinggi yang
dihasilkan dapat bertahan hingga ribuan tahun.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima I sering disebut
sebagai Fukushima Dai-ichi, adalah sebuah pembangkit listrik tenaga
nuklir yang terletak di kota Okuma di Distrik Futaba, Prefektur
Fukushima, Jepang. Dengan 6 unit terpisah yang terletak di situs dengan
jumlah tenaga 4,7 GW, Fukushima I adalah satu dari 25 pembangkit
listrik tenaga nuklir terbesar di dunia. Fukushima I adalah pembangkit
listrik tenaga nuklir pertama yang dibangun dan dijalanakan seluruhnya
oleh Tokyo Electric Power Company (TEPCO).
Pada Maret 2011, karena gempa bumi dan tsunami Sendai, pemerintah
Jepang mendeklarasikan sebuah "keadaan darurat tenaga nuklir" dan
mengevakuasi ribuan penduduk yang tinggal dekat Fukushima I. Ryohei
Shiomi dari komisi keselamatan nuklir Jepang mengatakan bahwa para
pejabat prihatin tentang kemungkinan kebocoran nuklir. Kebocoran
nuklir ke lingkungan terus berlanjut hingga menyebabkan terbentuknya
larangan impor ikan dari Jepang oleh Korea Selatan.
Terimakasih