You are on page 1of 19

PENILAIAN STATUS GIZI

Antropometri Ibu Menyusui


Kelompok 5

1. Adelia Herine Fofid


1203410002
2. Verira Mega Puspitasari 1203410007
3. Ivanda Glanny Anindya 1203410017
4. Oktaviani Nur Aisyah 1203410026

Gizi DIV 0 Tahun (Tk. 2) | Semester 3

Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang


September 2013
ukuran tubuh manusia

Ukuran Antropometri untuk ibu menyusui yaitu


1. Berat Badan (BB)
2. Tinggi Badan (TB)
3. Lingkar Lengan Atas (LLA)
4. Tebal Lemak Bawah Kulit
1. Subjek mengenakan pakaian biasa

(usahakan dengan pakaian yang minimal)

serta tidak mengenakan alas kaki.

2. Pastikan timbangan berada pada

penunjukan skala dengan angka 0,0.

3. Subjek berdiri diatas timbangan dengan

berat yang tersebar merata pada kedua

kaki dan posisi kepala dengan pandangan

lurus ke depan. Usahakan tetap tenang.

4. Bacalah berat badan pada tampilan

dengan skala 0,1 kg terdekat.


Pengukuran Tinggi Badan Ibu Menyusui

Microtoice
1. Tempelkan mikrotoa pada dinding lurus datar
setinggi tepat 2 meter. Angka 0 pada lantai yang
datar rata.

2. Lepaskan sepatu atau sandal atau alas kaki


lainnya.

3. Pasien berdiri tegak seperti sikap siap sempurna


dalam baris berbaris, kaki lurus, tumit, pantat,
punggung, dan kepala bagian belakang harus
Microtoice
menempel pada dinding dan muka menghadap
lurus dengan pandangan ke depan.

4. Turunkan mikrotoa sampai rapat pada kepala


bagian atas, siku-siku harus lurus menempel pada
dinding.

5. Baca angka pada skala yang nampak pada lubang


dalam gulungan mikrotoa. Angka tersebut
menunjukkan tinggi anak yang diukur.
PROSEDUR PENGUKURAN
LINGKAR LENGAN ATAS (LLA)
PROSEDUR PENGUKURAN
LINGKAR LENGAN ATAS (LLA)
1. Subjek diminta untuk berdiri tegak.

2. Tanyakan kepada subjek lengan mana yang aktif digunakan. Jika yang aktif digunakan adalah
lengan kanan, maka yang diukur adalah lengan kiri, begitupun sebaliknya.

3. Mintalah subjek untuk membuka lengan pakaian yang menutup lengan yang tidak aktif
digunakan.

4. Untuk menentukan titik mid point lengan ditekuk hingga membentuk sudut 90o, dengan telapak
tangan menghadap ke atas. Pengukur berdiri di belakang subjek dan menentukan titik tengah
antara tulang atas pada bahu dan siku.

5. Tandailah titik tersebut dengan pulpen.

6. Tangan kemudian tergantung lepas dan siku lurus di samping badan serta telapak tangan
menghadap ke bawah.

7. Ukurlah lingkar lengan atas pada posisi mid point dengan pita LILA menempel pada kulit.
Perhatikan jangan sampai pita menekan kulit atau ada rongga antara kulit dan pita.

8. Catat hasil pengukuran pada skala 0,1 cm terdekat


PROSEDUR PENGUKURAN
TEBAL LEMAK BAWAH KULIT
1. Pegang Skinfold Caliper dengan tangan kanan.

2. Untuk triceps, pengukuran dilakukan pada titik


mid point sedangkan untuk subscapular,
pengukur meraba scapula dan mencarinya ke
arah bawah lateral sepanjang batas vertebrata
sampai menentukan sudut bawah scapula.

3. Angkat lipatan kulit pada jarak kurang lebih 1 cm


tegak lurus arah kulit pada pengukuran triceps
(ibu jari dan jari telunjuk menghadap ke bawah)
atau ke arah diagonal untuk pengukuran
subscapular.

4. Jepit lipatan kulit tersebut dengan Caliper dan


baca hasil pengukurannya dalam 4 detik
penekanan kulit oleh Caliper dilepas.
INDEKS ANTROPOMETRI

Ambang batas baku untuk keadaan gizi berdasarkan indeks


Status Gizi
BB/U TB/U BB/TB LLA/U LLA/B

Gizi baik > 80 % > 85 % > 90 % > 85 % > 85 %

Gizi
61 – 80 % 71 – 85 % 81 – 90 % 71 – 85 % 76 – 85 %
kurang

Gizi
≤ 60 % ≤ 70% ≤ 80 % ≤ 70 % ≤ 75 %
buruk

Penggolongan Keadaan Gizi menurut Indeks Antropometri (sumber: Puslitbang Gizi.


1980. Pedoman Ringkas Cara Pengukuran Antropometri dan Penentuan Gizi. Bogor)
 Berat badan adalah salah satu parameter yang memberikan
gambaran massa tubuh dan parameter antropometri yang sangat
labil.
 Masa tubuh sangat sensitif terhadap perubahan-perubahan
yang mendadak.

 Berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur.

Dalam keadaan abnormal ada 2 kemungkinan perkembangan berat


badan dapat berkembang cepat atau lebih lambat dari keadaan normal.
Maka indeks berat badan menurut umur digunakan sebagai
salah satu cara pengukuran status gizi.

Karakteristik berat badan yang labil, maka indeks


BB/U lebih menggambarkan status gizi seseorang
saat ini (current nutritional status).
Keuntungan Indeks BB/U
• Lebih mudah dan lebih cepat dimengerti oleh masyarakat umum

• Baik untuk mengukur status gizi akut ata kronis

• Berat badan dapat berfluktuasi

• Sangat sensitive terhadap perbuahan – perubahan kecil

• Dapat mendeteksi kegemukan (overweight)

Kelemahan Indeks BB/U


• Dapat mengakibatkan interpretasi status gizi yang keliru bila terdapat edema maupun asites

• Didaerah pedesaan yang masih terpencil dan tradisional, umur sering sulit ditaksir secara

tepat karena pencatatan umur yang belum baik

• Memerlukan data umur yang akurat, terutama unutk anak dibawah usia lima tahun

• Sering terjadi kesalahan da;am pengukuran, seperti pengaruh pakaian atau gerakan anak

pada saat penimbangan

• Secara operasional sering mengalami hambatan karena masalah social budaya setempat.
Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U)
• Merupakan antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan

skeletal.

• Pertumbuhan tinggi badan tidak seperti berat badan, relatif kurang sensitif

terhadap masalah kekurangan gizi dalam waktu yang pendek.

• Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap tinggi badan akan nampak dalam

waktu yang relatif lama.


KEUNTUNGAN INDEKS TB/U

• Baik untuk menilai status gizi masa lampau

• Ukuran panjang dapat dibuat sendiri, murah dan mudah dibawa

KELEMAHAN INDEKS TB/U

• Tinggi badan tinggi cepat naik, bahakan tidak mungkin turun

• Pengukuran sulit relative dilakukan karena anak harus berdiri tegak, sehingga
diperlukan 2 orang untuk melakukannya

• Ketepatan umur sulit didapat


Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB)

Dalam keadaan normal,


perkembangan berat badan akan
searah dengan pertumbuhan tinggi
badan dengan kecepatan tertentu.
KEUNTUNGAN INDEKS BB/TB

• Tidak memerlukan data umur

• Dapat membedakan proporsi badan (gemuk, normal, dan kurus)

KELEMAHAN INDEKS BB/TB

• Tidak dapat memberikan gambaran, apakah anak tersebut pendek, cukup tinggi badan

atau kelebihan tinggi badan menurut umurnya, karena factor umur tidak dipertimbangkan

• Dalam praktek sering mengalami kesulitan dalam melakukan pengukuran panjang/tinggi

badan pada kelompok balita

• Membutuhkan dua macam alat ukur

• Pengukuran relative lebih lama

• Membutuhkan dua orang untuk melakukannya

• Sering terjadi kesalahan dalam pembacaan hasil pengukuran, terutama bila dilakukan

oleh kelompok non-profesional


Lingkar Lengan Atas Menurut Umur
(LLA/U)

 Menggambarkan tentang keadaan jaringan


otot dan lapisan lemak bawah kulit.
 Parameter yang labil  indeks status gizi saat
ini.
 Untuk mengetahui resiko KEP pada WUS.
KEUNTUNGAN INDEKS LLA/U

• Indikator yang baik untuk menilai KEP berat

• Alat ukur murah, sangat ringan, dan dapat dibuat sendiri

• Alat dapat diberi kode warna untuk menentukan tingkat keadaan

gizi, sehingga dapat digunakan oleh yang tidak dapat membaca dan

menulis

KELEMAHAN INDEKS LLA/U

• Hanya dapat mengidentifikasi anak dengan KEP berat

• Sulit menentukan ambang batas

• Sulit digunakan untuk melihat pertumbuhan anak terutama anak

usia 2-5 tahun yang perbahannya tidak Nampak nyata


Daftar Pustaka

 Fajar I, dkk. 2001, Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC.


 http://auliya-0210.blogspot.com/2012/04/praktikum-gizi-
pengukuran-antropometri.html
 http://hefideslianikebidanan.blogspot.com/2011/04/pemer
ksaan-antropometri.html
 http://teazindrahayu.wordpress.com/tag/reliability/