Вы находитесь на странице: 1из 15

Kenali Difteri

Apa Itu Difteri?

Infeksi yang Disebabkan Corynebacterium diphtheriare yang


Menyarang Saluran Penapasan Atas
Definsi Difteri
Difteri adalah infeksi yang disebabkan Corynebacterium
diphtheriare, oleh karen itu penyakitnya diberi nama sama
dengan kuman penyebabnya, yang menyerang saluran
pernapasan atas, yang ditandai dengan terbentuknya
membran tebal menutupi tenggorokan dan amandel yang
disertai gejala-gejala umum lainnya
Siapa Saja Orang-Orang Berisiko
Tinggi Terkena Difteri?

1 Tidak Imunisasi 2 Tinggal di Tempat Padat

3 Perjalanan ke Daerah Endemik 4 Immunocompromised


Orang-orang yang Bersiko Tinggi
Terkena Difteri
• Tidak mendapat Imunisasi atau imuninasinya tidak
lengkap
• Tinggal pada tempat-tempat yang padat, seperti:
rumah tahanan (penjara), tempat penampungan
• Sedang melakukan perjalanan (travel) ke daerah-
daerah yang sebelumnya merupakan daerah
endemik difteri
• Immunocompromised, seperti: sosial ekonomi
rendah, seperti: populasi anak jalanan, pemakai
obat immunosupresif, penderita HIV, penderita DM,
pecandu alkohol dan narkotika
Apa Saja Tanda dan Gejala Difteri?

Demam Bengkak
Kelenjar Leher

Tenggorokan
Sakit Tenggorokan
Tertutup Membran
dan Sulit Bernaopas
Abu-Abu

Lemas
Tanda dan Gejala Difteri
• Demam, sakit tenggorokan dan suara serak,
nyeri saat menelan, pembengkakan kelenjar
(kelenjar getah bening membesar) di leher,
sulit bernapas, lemas, terbentuknya sebuah
membran tebal abu-abu menutupi
tenggorokan dan amandel,.
• Tanda dan gejala biasanya mulai muncul 2-5
hari setelah seseorang menjadi terinfeksi.
Orang yang terinfeksi C. Diphtheria seringkali
tidak merasakan sesuatu atau tidak ada
tanda-tanda dan gejala sama sekali.
Bagaimana Cara Penularannya?

1 Droplet
2 Kontak Langsung

Corynebacterium diphtheriare

3 Benda yang Terinfeksi


Cara Penularan
C. Diphtheriare bermultiplikasi di saluran pernaapasan
atas yang sumber penularannya adalah manusia,
baik sebagai penderita ataupun carier. Cara
penularannya yaitu melalui kontak dengan penderita,
caranya melalui droplet seperti batuk, kontak
langsung dengan penderita dan melalui benda-
benda yang sudah terinfeksi C.Diptheriae
Apa Saja Komplikasi Difteri?
Neuritis

Gagal Napas

Myocarditis Aritmia

Paralysis
Komplikasi Difteri
1. Neuritis
2. Gagal Napas
3. Myokarditis
4. Aritmia
5. Paralysis
6. dll
Bagaimana Cara Pencegahannya?
Pencegahan Difteri
Pencegahan paling efektif adalah
dengan imunisasi bersamaan dengan
tetanus dan pertusis (DPT) Pada masa
anak-anak umur 2 bulan, 4 bulan, 6
bulan, 15-16 bulan dan booster setiap 10
tahun.
Pemberian imunisasi ini akan
memberikan kekebalan aktif terhadap
penyakit difteri.
Pertolongan Pertama Penderita
Difteri
1 2

Pemeriksaan ke Dokter Tirah Baring


3 4

Menjaga Kebersihan diri


Hindari Kontak Langsung dan Lingkungan Keluarga
Pertolongan Pertama Penderita Difteri

1. Lakukan pemeriksaan kesehatan diri dan anggota


keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat.

2. Penderita Difteri agar melakukan tirah baring,


minimal 2-3 minggu

3. Hindari kontak langsung dengan penderita difteri


atau karier (pembawa) difteri.

4. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah.