You are on page 1of 55

Classis Sporozoa

Sporozoa
• Parasit yg termasuk Sporozoa berkembangbiak
secara aseksual (Schizogony) dan seksual
(sporogony) secara bergantian
• Kedua cara berkembangbiak ini dpt
berlangsung:
• Dlm satu hospes pada COCCIDIA (genus:
Eimeria, Isospora, dan Toxoplasma).
• Pada HAEMOSPORIDIA (Plasmodium)
diperlukan dua hospes yg berlainan jenis
Coccidia
• Penemuan lain pada tahun 1980 diketahui
bahwa penyakit pada hewan dari
Cryptosporidium juga patogen pada
manusia dan menyebabkan infeksi
oportunistik disertai diare pada penderita
AIDS
• Coccidia lain yg patogen adalah
Cyclospora yg penentuan taksonominya
blm jelas & menyebabkan diare
Morfologi dan siklus hidup
• Coccidia digolongkan berdasarkan bentuk
ookista yg khas dan ukuran besarnya yg
bervariasi, serta bentuk dan jumlah
sporoblat dan sporozoit yg berbeda
• Ookista mempunyai dinding, di sitoplasma
terdpt satu inti. Inti ookista membelah dan
membentuk dinding dan menjadi
sporokista. Di dlm sporokista dbntk
sporozoit
lanjutan
• Coccidia hidup dlm sel epitel usus, dlm sel tsb
terjd siklus aseksual/skizogoni. Ookista yg berisi
sporokista ditemukan dlm tinja
• Bila sporokista matang tertelan hospes di rongga
usus kecil/halus dindingnya akan pecah dan
keluar sporozoit yg berbntk lonjong dan kecil.
• Sporozoit akan masuk ke sel epitel usus kecil dan
menjadi trofozoit
• Trofozoit dlm sel epitel usus kecil membesar
sampai hampir mengisi seluruh sel, kemdn intinya
membelah menjadi banyak (skizon), diikuti oleh
pembagian protoplasma, shg terbentuk merozoit
• Bila skizon matang pecah , merozoit memasuki sel hospes
lain, tumbuh mjd trofozoit dan mulai lagi dengan skizogoni
sampai beberapa kali
• Sebagian sporozoit yg tlh menjadi trofozoit mulai dg
sporogoni.
• Pada proses ini dibentuk gametosit dlm sel epitel usus kecil.
Sebgn trofozoit mbtk makrogametosit dan sbgn mbntk
mikrogametosit
• Satu makrogametosit berkembang mjd satu makrogamet,
sedang satu mikrogamet berkembang mjd bbrp mikrogamet
• Setelah makrogamet dibuahi oleh mikrogamet terbentuk
zigot yg kmd dsbt ookista,
• Di dlm ookista dbntk sporoblas, yg pd perkembangan
selanjutnya mjd sporokista, di dlm sporokista dbntk
sporozoit
• Pada genus Isospora, ookista matang berisi 2 sporokista yg
msg2 mengandung 4 sporozoit .
• Pada genus Eimeria, ookista matang berisi 4 sporokista yg
msg2 mengandung 2 sporozoit
Eimeria
• Hospes parasit tsb adl binatang, Ex: E.
Clupearum hidup dlm hati ikan haring dan
E. sardinae dlm ikan sardin
• Banyak species lain yg hidup pada ayam,
burung, kambing, sapi dan babi
• E. perforans tdpt dlm epitel usus kelinci
Isospora
• Hospes I. belli dan I.hominis adl manusia
• Penyakitnya dsbt isosporiasis
• Distribusi geografik: penyebarannya luas,
walaupun jarang ditemukan
• Daerah endemi ditemukan di Afrika
Selatan, Amerika Selatan, RRC, India,
Jepang, Filipina, Indonesia & pulau2 di
Pasifik
Morfologi dan siklus hidup
• Hanya diketahui stadium ookista yg
bntknya bujur memanjang
• Ookista I. belli 25-33µ > dp I. hominis 16µ
• Dinding lapis dua, rata & tdk berwarna,
sitoplasma bergranula & memp. satu inti.
• Ookista mjd matang dlm wkt 1-5 hr.
Sporokista menghasilkan 4 sporozoit yg
bntknya memanjang & memp. satu inti
• Infeksi terjadi bila tertelan ookista /
sporokista matang
Patologi, gejala klinis dan diagnosis
• Infeksi biasanya berlangsung tanpa gejala atau
dg gejala usus ringan. Infeksi berat dpt
menimbulkan diare
• Diagnosis dibuat dg menemukan ookista dlm
tinja
• Pengobatan : kemoterapi tdk diperlukan, krn
penyakitnya dpt sembuh sendiri
• Epidemiologi, penularan tjd mell mkn dan air yg
terkontaminasi dg ookista atau sporokista
Toxoplasma gondii
• Sejarah
• Ditemukan pd thn 1908 pd bnt mengerat, yaitu
Ctenodactylus gundi, di lab. di Tunisia dan pd seekor
kelinci di Lab di Brazil (Nicolle & Splendore)
• Pd thn 1937 parasit tsb ditemukan pd neonatus dg
ensefalitis.
• Walaupun infeksi transmisi intrauterin secara
transplasental telah diketahui, ttp baru pd thn 1970 daur
hidup parasit tsb mjd jelas, ketika ditemukan daur
seksualnya pada kucing (Hutchinson)
• Setelah dikembangkan tes serologi yg sensitif oleh
Sabin dan Feldman (1948)
Hospes dan distribusi geografik
• Hospes definitif T. gondii adl kucing & bnt
sejenisnya (Felidae).
• Hospes perantaranya adl manusia,
mamalia lainnya dan burung
• Parasit tsb menyebabkan toksoplasmosis
kongenital dan toksoplasmosis akuisita
• Distribusi geografik kosmopolitan pd
manusia dan binatang
Morfologi dan siklus hidup
• T. gondii suatu sp dr Coccidia yg mirip Isospora. Dlm
sel epitel usus kucing berlangsung daur hidup aseksual
/ skizogoni dan seksual (gametogoni, sporogoni) yg
menghasilkan ookista yg dikeluarkan bersama tinja
• Ookista bntknya lonjong, ukuran 12.5µ menghasilkan 2
sporokista yg msg2 mengandung 4 sporozoit.
• Bila ookista tertelan oleh mamalia lain atau burung
(hospes perantara), mk pd bbgai jaringan hospes
perantara dibentuk kelompok2 trofozoit yg membelah
secara aktif dan dsbt takizoit (membelah cepat)
• Kecepatan takizoit Toxoplasma berkurang secara
berangsung & terbnk kista yg mengandung bradizoit
(membelah perlahan)
Lanjutan
• Masa ini dsb masa klinis menahun/infeksi laten
• Pada hospes perantara tdk dibntk stadium
seksual, ttp dibntk stadium istirahat, yaitu kista
jaringan.
• Bila kucing sbg hospes definitif makan hospes
perantara yg terinfeksi, maka terbentuk lagi
berbagai stad seksual di dlm sel epitel usus
• Di tubuh kucing ditemukan stadium trofozoit dan
kista jaringan. Pd manusia takizoit ditemukan pd
infeksi akut dan dpt memasuki tiap sel yg berinti
• Bentuk takizoit menyerupai bulan sabit dg satu
ujung yg runcing & ujung lain yg agak membulat.
Panjangnya 4-8µ & memp satu inti di tengah
Lanjutan
• Takizoit pd manusia adl parasit obligat intraseluler
• Takizoit berkembangbiak dlm sel, bila sel penuh dg
takizoit, maka sel menjadi pecah dan takizoit memasuki
sel-sel disekitarnya atau difagositosis oleh sel makrofag
• Kista jaringan dibntk di dlm sel hospes bila takizoit yg
membelah tlh membnt dinding
• Ukuran kista berbeda-beda yg kecil mengandung hanya
bbrp organisme, ada yg berukuran 200µ berisi 3000
organisme
• Kista jaringan dpt ditemukan di dlm hospes seumur
hidup terut di otak, otot jantung & otot bergaris
• Di otak kista bbntk lonjong atau bulat, sdangkan di otot
kista mengikuti bentuk sel otot
Cara infeksi
1. pada toksoplasmosis kongenital transmisi
Toxoplasma kpd janin tjd in utero melalui
plasenta, bila ibunya mdpt infeksi primer wkt ia
hamil
2. pada toksoplasmosis akuisita infeksi dpt tjd bila
makan daging mentah / kurang matang (mis
sate), kalau daging tsb mengandung kista
jaringan/takizoit. Yg tdk makan daging infeksi
mell ookista yg dikeluarkan dg tinja kucing
tertelan
Lanjutan
3. infeksi juga dpt tjd di Lab. pd org yg bekerja dg
binatang percobaan yg diinfeksi dg T. gondii,
melalui jarum suntik dan alat lab lain yg
terkontaminasi dg T. gondii. Wanita hamil tdk
dianjurkan bekerja dg T. gondii yg hidup. Infeksi
juga tjd sewaktu mengerjakan autopsi
4. Infeksi dpt tjd dg transplantasi organ dr donor yg
menderita toksoplasmosis laten
5. Transfusi darah lengkap juga dpt menyebabkan
infeksi
Patologi dan gejala klinik
• Setelah invasi yg tjd di usus, parasit
memasuki sel atau difagositosis. Sebagian
parasit mati setelah
MALARIA
• Mal area = udara buruk = bad air
Terdapat 4 genus:
Plasmodium vivax, P. falciparum, P.
malariae, dan P. ovale
Pada kera ditemukan species parasit yang
hampir sama dengan manusia
Daur hidup

• Fase seksual (sporogoni) pada nyamuk


dan aseksual (skizogoni) dalam hospes
vertebrata
• Fase aseksual mempunyai Dua daur, 1)
dalam erithrosit (skizogoni erithrosit), dan
2) dalam sel hati (skizogoni
eksoerithrositik)
Fase skizogoni dalam sel hati
• Anopheles betina yang mengandung
parasit dalam kelenjar liurnya ketika
menusuk hospes, sporozoit masuk dalam
darah, dan 0.5 jam masuk dalam sel hati
dan berkembang biak. Inti parasit
membelah berulang-ulang dan skizon
jaringan berbentuk bulat atau lonjong,
menjadi besar 45µ. Pembelahan inti
disertai oleh pembelahan sitoplasma yang
mengelilingi
LANJUTAN
• setiap inti sehingga terbentuk beribu-ribu
merozoit, sel hati yang penuh dengan
merozoit akan pecah, merozoit bebas,
sebagian besar difagositosis, tetapi
sebagian lain berhasil memasuki sel hati
baru untuk mengulangi siklus
skizogoni.untuk P. falciparum hanya
berlangsung satu kali, sedangkan species
lainnya dapat melanjutkan siklus ini
• bertahun-tahun lamanya, sehingga
relapse dapat terjadi setelah beberapa
tahun. Proses dsbt skizogoni
praerithrositer karena terjadi sebelum sel
darah merah diinfeks
Fase skizogoni dalam
darah/fase eritrositik
• Dimulai ketika merozoit memasuki sel
darah merah. Parasit mulai tampak
sebagai kromatin kecil dikelilingi oleh
sedikit sitoplasma yang mempunyai
bentuk cincin, yaitu trofozoit. Pada
trofozoit yang sedang tumbuh sitoplasma
membesar, bentuknya menjadi tidak
teratur dan mulai membentuk pigmen.
Trofozoit tumbuh menjadi skizon muda,
• kemudian menjadi skizon matang dan
membelah menjadi banyak merozoit.
Dengan selesainya pembelahan tersebut,
sel darah merah pecah dan merozoit,
pigmen, serta sisa sel (residu) keluar dan
masuk ke dalam plasma darah. Merozoit
yang tidak difagositosis memasuki sel
darah merah lain untuk mengulangi
schizogoni. Beberapa merozoit yang
masuk ke eritrosit tidak membentuk
skizon, tetapi membentuk gametosit
Fase Sporogoni
• Gametosit yang ditelan bersama darah
oleh nyamuk, mikrogametosit (gamet
jantan) titik kromatin membagi diri menjadi
6 sampai 8 inti yang bergerak ke pinggir
parasit. Di pinggir tersebut beberapa
filamen yang bentuknya seperti cambuk
dan mempunyai gerakan aktif, yaitu
mikrogamet berinti tunggal, didesak ke
luar dan akhirnya lepas dari sel induk.
LANJUTAN 1
• Proses ini disebut sebagai eksflagelasi.
Sementara makrogametosit (gamet
betina) menjadi matang sebagai
makrogamet, terdiri atas sebuah badan
dari sotoplasma yang berbentuk bulat
dengan sekelompok kromatin ti tengah.
Fertilisasi (pembuahan) terjadi karena
masuknya mikrogamet ke dalam
makrogamet dan membentuk zigot. Zigot
LANJUTAN 2
• berubah menjadi bentuk seperti cacing
yang disebut ookinet yang dapat
menembus dinding lambung nyamuk,
tumbuh menjadi ookista yang berbentuk
bulat di antara lapisan epitel dan membran
basal dinding lambung, menjadi beberapa
kali lebih besar dari bentuk semula. Di
dalam ookista terbentuk ribuan sporozoit,
dengan pecahnya ookista, sporokista,
LANJUTAN 3
• sporozoit dilepaskankan ke rongga badan,
dan bergerak ke seluruh jaringan nyamuk.
Beberapa sporozoit menembus kelenjar
liurnya. Bila nyamuk menusuk manusia,
sopozoit masuk ke dalam darah dan
jaringan, dan mulailah siklus pra-eritrositik
dan eritrositik. Siklus sporogoni di dalam
nyamuk mempergunakan waktu 8-12 hari.
Gejala klinis
• Gejala adanya demam dan menggigil
Masa tunas intrinsik (mulai masuk-timbul
gejala) antara 8-37 hari. Terpendek P.
falciparum dan terpanjang P. malariae.
Masa prepaten berlangsung sejak saat
infeksi sampai ditemukan parasit dalam
darah untuk pertama kali
Demam
• Demam berhubungan dengan pecahnya
sejumlah skizon matang dan keluarnya
merozoit yang masuk dalam aliran darah.
Serangan demam disertai gejala lesu, sakit
kepala, tidak nafsu makan, kadang disertai
mual dan muntah
Pada P. vivax periodisitas demam setiap
42 jam
P. malariae 72 jam
P. falciparum 24 jam
gejala klinis dengan munculnya serangan demam pada masing-masing species
Serangan demam yang khas terdiri atas
• Stadium menggigil, nadinya cepat, tetapi
lemah, bibir dan jari menjadi biru, kulit kering
dan pucat, pada anak disertai kejang,
berlangsung 15 menit sampai 1 jam
• Stadium puncak demam. Dari dingin menjadi
panas, muka menjadi merah, kulit kering dan
terasa panas
• Stadium berkeringat, suhu turun dengan
cepat, berlangsung 2-4 jam
MORFOLOGI
• Morfologi plasmodium dalam darah,
sitoplasma mempunyai bentuk tidak
teratur pada berbagai stadium
pertumbuhan dan mengandung kromatin,
pigmen, serta granula. pigmen malaria
adalah suatu kompleks yang terdiri atas
protein yang didenaturasi, yaitu hemozoin
atau hematin, suatu hasil metabolisme
parasit dengan bahan-bahan dari eritrosit..
• pigmen tidak terdapat pada parasit ekso-
eritrositik yang terdapat pada sel hati.
gametosit dapat dibedakan dari trofosoit
tua oleh karena oleh karena sitoplsma
lebih padat, tidak adanya pembelahan
kromatin dan adanya pigmen yang
tersebar pada periferi
Morfologi P. vivax
• Warna eritrosit yang dihinggapi oleh P.
vivax menjadi pucat krn kekurangan
hemoglobin dan membesar. 1) Trofozoit
muda tampak sebagai cakram dengan inti
pada satu sisi, sehingga merupakan cincin
stempel. 2) Trofozoit tumbuh bentuknya
menjadi tidak teratur, pigmen halus dan
menunjukkan gerakan ameboid yang
jelas. 3) Setelah 36 jam mengisi lebih dari
• setengah sel darah merah yg membesar,
inti membelah menjadi skizon. 4) Setelah
48 jam, skizon mencapai 8-10µ dan
mengalami segmentasi. inti membelah
membentuk 16 - 18 sel, berbentuk bulat
atau lonjong, berdiameter 1.5 - 2 mikron,
disebut merozoit. Gametosit berbentuk
lonjong, hampir mengisi seluruh eritrosit.
5) Mikrogametosit mempunyai inti
• berwarna merah muda pucat dan
sitoplasma berwarna biru pucat
6) Makrogamet mempunyai sitoplasma
yang berwarna biru dengan inti padat dan
letaknya di pinggir parasit. Sel darah yang
diinfeksi P. vivax terdapat butir2 halus,
bulat, uniform, merah muda atau
kemerah2an (titik Schuffner)

1 2 3 4 5

6
Gambar morfologi P. vivax (after Jeffrey &
Leach, 1975)
Morfologi P. vivax