You are on page 1of 79

Histologi dan

patologi sistem
integumen
Patologi kulit
1. Lapisan epidermis
a. hiperplasia
• ortokeratosis  inti sel stratum masih ada di lapisan spinosum
contoh ; neurodermatitis dan peradangan kronik
• Akantosis  inti sel masih ada di lap spinosum contoh : psoriasis.
b. Spongiosis  pembeng kakan interseluler
Contoh : eksema, dermatitis
c. Infeksi virus
Contoh : degenerasi balon karena sel keratinosit membesar, varicella
d. Autoimun
Akantolisis  melepas sel-sel epidermis
Contoh : pemfigus
e. Luka bakar
Degenerasi protein, bula traumatik
f. Parkeratosis  pmendekan inti sel
Contoh : veruka vulgaris
2. Lapisan dermis
a. Skleroderma : degenerasi mukoid
b. Degenerasi mution
c. Degenerasi basofis
3. Lapisan hipodermis
a. panikulitis
Kulit
kulit
• dua jenis kulit yang melapisit ubuh:
1.kulit tebal: melapisi telapak tangan,kaki dan jemari
2. kulit tipis: melapisi permukaan tubuh lain
• Struktur:
Terdiri dari 2 lapisan utama:
1. Epidermis
2. Dermis
epidermis
• Epitel squamous berkeratin
• Hanya terdiri atas sel epitel, tidak menganung pembuluh
darah dan pembuluh limfe
• Lapisan-lapisan epidermis
Str. Corneum
Str. lucidum
Str. granulosum
Str. spinosum
Str. basale
Str. corneum

Str.lucidum
Str. granulosum

Str. spinosum

Str.basale
epidermis
1. Stratum korneum
• Lapisan paling luar
• Terdiri dari 5-20 lapis sel
gepeng berkeratin
• Mengalami keratinisasi->
terjadi sel tanduk
2. Stratum lucidum
• Hanya ditemukan pada kulit
tebal
• Terdiri dari 1-2 lapis sel
• Selnya tidak berinti dan tidak
mempunyai organel
• Tembus cahaya karena
mengandung eledin
3. Stratum granulosum
• Terdiri atas 2-4 lapis sel yang
sudah memipih
• Mengandung keratohialin,
yang merupakan cikal bakal
keratin
• Sitoplasma mengandung
granuloma basofilik
granula keratohialin
4.Stratum spinosum
• Terdiri atas beberapa lapis sel
• Dibawah mikroskop terlihat
memiliki tonjolan dan saling
melekat satu sama lain
• Mengandung sel langerhans
sel imun
5. Stratum basal (stratum germinativum)
• Lapisan terdalam
• Lapisan ini disebut juga sebagai stratum pigmentosum atau
stratum germinativum karena paling banyak tampak adanya
mitosis sel-sel
• Sel-sel lapisan ini berbentuk kuboid
• Di dalam sitoplasma terdapat butir-butir pigmen
• Terdapat sel induk
• Terdapat melanosit,keratinosit,markel
• Stratum basal + sebagian s.spinosum merupakan lapisan aktif
bermitosis
sel:
• Keratinocyte:
Sel utama
epidermis
Produksi keratin
• Melanocyte:
sintesa melanin
• Langerhans:
berperan dalam
sistem imun
• Markel sel
Mechano-reseptor
Dermis
• Berasal dari lapisan mesoderm embrional
• Terdiri atas jaringan ikat yang mengandung serat kolagen dan
elastin
• Terdapat tonjolan-tonjolan dermis ke epidermis yang disebut
papila dermis
• Terdapat ujung-ujung saraf/reseptor,pembuluh
darah,pembuluh limpa, kelenjar dan folikel rambut.
• Lapisan dermis:
1. Stratum papilar
2. Stratum retikular
1. Lapisan papilar
• Merupakan bagian atas
dermis
• Tersusun longgar,
Mengandung papila dermis
• Jumlah papila terbanyak
dan lebih dalam pada
daerah yang sering
menerima tekanan seperti
telapak kaki
• Terdapat pembuluh darah
kapiler dan korpus meissner
(reseptor raba)
2. Lapisan retikular
• Lebih padat,tebal
• Terdiri atas berkas-berkas
kolagen kasar dan sejumlah
serat-serat elastin
• Mengandung folikel rambut,
kelenjar sebacea, kelenjar
keringat dan korpus paccini
(reseptor tekanan)
hipodermis
• Terletak di bawah kulit
• Sebagian besar
merupakan jaringan
adiposa
• Terdiri dari jaringan ikat
longgar
Asesoris kulit
• Kelenjar
• Rambut
• kuku
Kelenjar
1. Kelenjar keringat
• Menghasilkan keringat (terdiri dari air, garam-garam urea,
sedikit asam amino, asam lemak, dan amoniak)
• Keringat berfungsi dalam ekskresi dan keseimbangan tubuh
• Kelenjar ekrin: kecil, di dermis,dipengaruhi oleh saraf
kolinergik, faktor panas dan stres emosional
• Kelenjar apokrin:besar, sekret, dipengaruhi oleh saraf
adrenegik
Kelenjar ekrin
2. Kelenjar Minyak ( kelenjar
sebacea)
• Terletak diseluruh
permukaan kulit manusia
kecuali telapak tangan dan
kaki
• Kelenjar sebasea disebut juga
kelenjar holokrin karena
tidak berlumen dan sekret
kelenjar ini berasal dari
dekomposisi sel-sel kelenjar
Kelenjar kulit
rambut
• Macam-macam tipe rambut
Lanugo : rambut halus, tidak mengandung pigmen, terdapat
pada bayi
Terminal : lebih kasar, banyak pigmen, mempunyai medula,
terdapat pada orang dewasa.
• warna rambut
pigmen melanin
penuaan: produksi pigmen menurun
• Rambut putih: kurangnya pigmen
Akar Rambut
bulbus pili
• folikel yang menggembung
• sel-sel epitelial aktif
membelah
• lanjutan sel-sel stratum basal
dan spinosum
• Mengitari papil pili (Jaringan
ikat dan saraf)
Papil pili
• Papil dermis yang menembus
ke bulbus pili
Batang Rambut
• Sel folikel pada papil
rambut yang paling dalam
• Sel matriks
Tetap aktif mitosis
• Terdiri atas
 Korteks
Medula
kutikula rambut
• Muskulus arektor pili
otot polos
berinsersi di papil dermis
Saraf simpatis
Menegakkan rambut
Merinding (Goose flesh)
ketakutan
kedinginan
kuku
• Lempeng sel epitel
berkeratin keras • Lempeng kuku
• Bersifat protektif tumbuh dari dasar kuku
• Lokasi dorsal ujung jari Lempeng zat tanduk
• Asal dari epidermis
• Dasar kuku • Hiponikium
matriks aktif bermitosis stratum korneum yang
lanjutan startum mengeras di bawah
germinativum kulit ujung bebas kuku
Eponikium , lipatan kulit
pada pangkal kuku
Lunula, daerah putih
berbentuk bulan sabit di
ujung proksimal kuku
Patologi kulit
PENYAKIT PADA KULIT
• Penyakit kongenital
• Peradangan pada kulit
• Penyakit jaringan ikat
• Penyakit yg melibatkan lemak subkutan - Panikulitis
• Tumor kulit
PENYAKIT KULIT
KONGENITAL
• Xeroderma pigmentosa
• Hidroa Vaksiniforme dan Hidroa Estivale
• Iktiosis
1. XERODERMA PIGMENTOSA
• Autosomal resesif Mikroskopis:
• hipersensitivitas thdp - Hiperkeratosis
sinar matahari - Atropi bercak dari laps
Makroskopis: sel prickle
- Eritema - Bercak pigmentasi pd
- Bersisik dgn bercak sel basal
pigmentasi - Edema dermis
- Atropi - Fokus sel radang
- Akhirnya Karsinoma dermis
epidermoid - Akantosis atipik
- Akhirnya Karsinoma
epidermoid
2. HIDROA VAKSINOFORME
DAN HIDROA ESTIVAL
• reaksi Miroskopis:
Fotosensitivitas thdp - Vesikel intra
Porfirin epidermal
Makroskopis: - Radang dermis dgn
-Erupsi papulo trombosis vaskular
vesikular - Nekrosis dermis
-warna kulit merah disertai jaringan
kecokelatan parut Kclw hidroa
estivale.
3. IKTIOSIS
Makroskopis: Mikroskopis:
Kulit ber sisik ikat - Hiperkeratosis
kering dan kasar - Folikel rambut
terutama pd tersumbat oleh
permukaan esktensor keratin
- Atropi lapisan sel
prickel
GAMBAR MAKROSKOPIS
IKTIOSIS
GAMBAR MIROSKOIPIS
IKTIOSIS
Peradangan pada kulit
Peradangan pada kulit (Dermatitis atau ekema)
e/: - Alergi
Organisme
Bahan Kimia
Co: - Lesi eksematosa (Eksema)
- Dermatitis Eksfoliativa
LESI EKSEMATOSA
1. Eksema akut Mikroskopis.
Co: Dermatitis kontak - Vesikel & Bula intra
epidermis berisi
Makroskopis.
serosa & sel radang
- Makula
- Spongiosis
- Papel
- Edema dermis
- Vesikel
- Infiltrat sel radang
- Rx/ Eritema difus akut dari dermis
Gambar Klinis Dermatitis
Kontak
Gambar mikroskopis Eksema
Acute

 Spongiosis sangat intens


2. Eksema sub akut Mikroskopis:
Berupa eksema - Vesikel intra
numularis epidermal lbh kecil &
pertengahan antara lbh jarang dp akut
bentuk akut dan - Spongiosis
kronis - Akantosis shg
Tanda khas adalah: epidermis menebal
Vesikel pin-point - Bercak parakeratosis
- Infiltrat sel radang
akut & kronis di
dermis
Gambar mikrokopis Eksema Sub-
acute

 Parakeratosis, krusta
 Pemanjangan dan fusi rete ridge
 Spongiosis fokal
3. Eksema Kronik Mikroskopis:
Co/ Dernatitis atopik - Hiperkeratosis
(Neurodermatitis) - - Parakeratosis
- - Akantosis
Klinis/Makroskopis: - - Pemanjangan rete
- Penebalan kulit – pegs
Likenifikasi - Infltasi dermis
- Pembentukan krusta oleh limfosit
& fisura - Fibrosis dermis
PENYAKIT PADA JARINGAN IKAT

• Granuloma annulare
• Skleroderma
• Lupus eritematosus diskoid kronik
1. Granuloma Mikroskopis:
annulare
- Nekrosis kolagen
makroskopis:
pada pertengahan
- Nodul padat
dermis
- Merah
- Peningkatan musin
LOKASI:
dalam kolagen
- Tangan
- Kaki - Infiltrat sel radang
- Sedikit sel datia
Gambar Makroskopis
Granuloma annulare
 Granuloma nekrobiotik
(degenerasi kolagen)
 Pallisading granuloma
2. Skleroderma Mikroskopis:
Makroskopis: - Degenerasi Mukoid di
Kolagen Dermis
St kelainan kulit menjadi
- Kolagen Dermis
tipis bertambah
Pucat melekat erat ke - Kelenjar sebasea &
jaringan di bawahnya folokel rambut hilang
mengurangi mobilitas - Kelenjar sudorifera tetap
Lokasi: ada
Lengan tangan, wajah, - Pembuluh darah
esofagus, jantung, paru, menebal kdng trombosis
Usus - Infiltrat limfosit sedikit
- Epidermis Atropi
Gambar Makroskopis
Scleroderma (morphea)
Gambar Makroskopis
Scleroderma (Buschke)
GAMBARAN MIKROSKOPIS
Scleroderma
LUPUS ERITEMATOSUS
DISKOID KRONIK
MAKROSKOPIS: MIKROSKOPIS:
- Kelainan Kulit berupa - Hiperkeratosis
ruam seperti kupu-
kupu infiltrat - Penyumbatan
eritematosa & folikular oleh keratin
bersisik - Pencairan sel-sel
basal
INSIDENSI:
- Degenerasi basofilik
Wanit kolagen
- Infiltrat limfosit
perivaskular
Gambar Makroskopis Discoid
lupus erythematosus
~ Reaksi likenoid
~ Infiltrat perifolikuler
~ Infiltrat superfisial &
profunda
~ Keratotic plug
~ Epidermis menipis
PENYAKIT YANG MELIBATKAN LEMAK
SUBKUTAN - PANIKULITIS
Panikulitis
[Inflamasi jaringan lemak bawah kulit]
 Dibagi dalam 3 kategori
 Panikulitis septal
 Eritema nodosum
 Panikulitis lobuler
 Eritema induratum, panikultis traumatik,
panikulitis pankreatik
 Panikulitis dengan vaskulitis
 Vaskulitis Nodular, Poliarteritis nodosa,
tromboflebitis
Cutaneous panniculitis
• Septal panniculitis - Erythema
nodosum
• Lobular panniculitis - Erythema
induratum
• Panikulitis dengan vaskulitis -
Vaskulitis Nodular
ERITEMA NODOSUM
Makroskopis: MIKROSKOPIS:
• Nodul moltiple • Infiltrasi lemak oleh sel
• Menonjol polimorf & limfosit
• Merah • Infiltrasi dinding vena
oleh sel radang yg
• Permukaan anterior sama
tungkai • Sel histiosit & sel datia
benda asing
• Tak terjadi
pembentukan abses &
nekrosi
• Beberapa kasus
memperlihatkan gbran
etilogi spt Granuloma
TBC & Sarkoid
Eritema nodosum

limfosit, sel datia, dan eosinofil


ERITEMA INDURATUM
MAKROSKOPIS: MIKROSKOPIS:
Infiltrasi multiple, • Lemak subkutan
recurens, berupa plak mengandung
merah kebiru-biruan, granuloma TBC
sering berulcerasi. • Dermis menunjukkan
LOKASI: infiltrat radang non
Pada betis wanita spesifik
• Arteri & lemak
dinfiltasi oleh sel
radang non spesifik
disusul oleh nekrosis
kaseosa
 Panikulitis lobuler yang
meluas ke septa
 Nekrosis fokal pembuluh
darah
VASKULITIS NODULAR
MAKROSKOPIS:
Nodus multiple yg
nyeri si tungkai, kdng
pada leher, biasanya
pada wanita
TUMOR KULIT
Tumor Epidermis Jinak
1. PAPILOAMA SEL
SKUAMUS.
makroskopis:
lesi papiler, dgn atau
tanpa pigmentasi
Berbentuk seperti jari
• MIKROSKOPIS:
Epitel skuamus
tumbuh papiler teratur
diikuti stromanya &
infiltrasi sel limfosit,
tidak didptkan invasi
2. Kutil TYPE:
Lesi kulit berbentuk
papilar
• Veruka Vulgaris
• Veruka Plantaris
• Veruka plana juvenilis
• Kondyloma
akuminata
Veruka Vulgaris
MIKROSKOPIS:
• Hiperkeratosis
• Pertumbuhan papilar
• Akantosis
• Spongiosis
• Vakualisasi sel
epidermis
• Lapisan basal utuh
• Infiltrat sel radang do
drmis
3. Kutil Seboroik LOKASI:
MAKROSKOPIS. Tubuh, Wajah, Lengan.
Pertumbuhan jinak
multiple berpigmen,
pada manula.
Berbatas jekas, kuning
atau cokelat.
MIKROSKOPIS:
• Hiperkeratosis
• Proliferasi sel basal
jadi papiloma sel
basal
• Keratin meluas ke
epitel membentuk
kista keratin
• Pigmentasi melanin
di epital
TUMOR GANAS EPIDERMIS
1.Karsinoma Sel • MAKROSKOPIS:
Skuamus. 1. Lesi papiler
LOKASI: proliferatif
Wajah, Leher, Tangan.
2. Ulkus dgn tepi tidak
rata
3. Pria : Wanita
4:1
MIKROSKOPIS:
• Sel tumor
membentuk masa
keratin sampai
mutiara tanduk
TUMOR SEL NEVUS
• Jinak intradermal MIKROSKOPIS:
Nervus • Di dalam dermis
tampak saeang-
sarang nevus
menadung pigmen
melanin intra &
ekstra selular.
Terimakasih