You are on page 1of 15

ASKEP ARDS PADA ANAK

OLEH:
Rita Maharani 1623095
Ahmad Geofani Aryanda 1625005
• ARDS adalah keadaan darurat
medis yang dipicu oleh
berbagai proses akut yang
berhubungan langsung
ataupun tidak langsung

LATAR dengan kerusakan paru.


(Aryanto Suwondo, 2006).
ARDS mengakibatkan
BELAKANG terjadinya gangguan paru
yang progresif dan tiba-tiba
ditandai dengan sesak napas
yang berat, hipoksemia dan
infiltrat yang menyebar
dikedua belah paru.
TUJUAN
• Mengetahui definisi dari acute
respiratory distress syndrome
• Dapat menjelaskan penyebab
ARDS pada bayi
• Dapat memahami dan
menjelaskan mekanisme
terjadinya ARDS pada bayi
baru lahir
• Dapat membuat diagnosa
keperawatan pada kakus
ARDS
• Dapat melakukan asuhan
keperawatan secara tepat
DEFINISI
Acute Respiratory Distress
Syndrome bukan suatu
penyakit, melainkan suatu
kumpulan gejala atau dalam
istilah medis dikatakan sebagai
suatu sindrom pada sistem
pernapasan (American Lung
Association, 2013).
ETIOLOGI
• Etiologi RDS dihubungkan dengan usia kehamilan, berat badan
bayi yang lahir kurang dari 2500 gram. Sering terjadi pada bayi
dengan lahir kurang dari 1000 gram. Semakin muda seorang bayi,
semakin tinggi resiko RDS sehingga menjadikan perkembangan
yang immatur pada sistem pernafasan atau tidak adekuatnya
jumlah surfaktan dalam paru.
PATOFISIOLOGI

Pada bayi dengan RDS, karena


adanya ketidakmampuan paru
untuk mengembang dan alveoli
terbuka. RDS pada bayi yang
premature terjadi kegagal
pernapasan karena imaturenya
dinding dada, parenchym paru,
dan imaturnya endothelium
kapiler yang menyebabkan
kolaps paru pada akhir
ekspirasi.
KOMPLIKASI
Pulmonary
Pneumomediastinu Bronchopulmonary Paten ductus
Pneumothorax intersititial
m dysplasia ( BPD) arteriosus (PDA)
dysplasia

Menurunnya
Hipotensi Asidosis Hipotermi Hipernatermi
pengeluaran urine

Disseminated Intraventicular Retinopathy pada


Hipokalemi Kejang
intravascular (DIC) hemorrhage premature

Infeksi sekunder
MANISFESTASI KLINIS
Tachypnea

Retraksi dada ( suprasternal, substernal, intercostal)

Pernapasan terlihat parados

Cuping hidung

Apnea

Murmur

Sianosis
PENALATAKSANAAN TERAPEUTIK
Pemberian oksigen

Pertahankan nutrisis adekuat

Pertahankan suhu lingkungan netral

Diit 60 kcal/kg/hari (sesuaikan dengan protocol yang ada) dengan asam amino yang
mencukupi

Pertahankan PO2 dalam batas normal

Menjaga suhu tubuh.

Bayi ditempatkan di dalam Isollette dan suhu dalam tubuh dipertahankan antara 36,5- 37 oC.
ASUHAN KEPERAWATAN ARDS
Identitas Pasien
Nama : “By. Ny. A.”
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 1 hari.
Tempat/ Tanggal Lahir : Mataram, 28 Juli 2013
Tanggal MRS : 28 Juli 2013.
Tanggal Pemeriksaan : 29 Juli 2013

Anamnesis

Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien rujukan RS Siti Hajar Mataram dengan Respiratory distress dd
asfiksia sedang + BBL dengan ibu DM gestasional, umur 5 jam 30 menit. Pasien dibawa ke ruang
NICU RSUP NTB dengan keluhan bayi tampak biru dan terlihat kurang aktif sesaat setelah
dilahirkan secara SC di RS Siti Hajar Mataram, A-S: 6-8, ketika di NICU keadaan umum bayi lemah,
tangis merintih, sesak (-), warna kulit bayi kebiruan, tampak cekung di dada saat bernapas, kulit
bayi teraba dingin terutama di ujung kaki dan tangan, tali pusat terlihat segar.
Pemeriksaan Fisik ( 29 Juli 2013)

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum: Sedang
Berat badan: 2780 gram.
Panjang badan: 48 cm.
Lingkar kepala: 33 cm.

Vital sign
Frekuensi nadi : 144 kali/ menit, regular, isi cukup.
Frekuensi napas : 48 kali/ menit
Suhu aksila : 36,0 ˚C.
SpO2 92% dengan oksigen 1 lpm
GDS: 141 mg/dl

Thoraks-Kardiovaskuler
Inspeksi: Dinding dada simetris, deformitas (-), retraksi suprasternal (-), retraksi subkostal (+)
ringan, retraksi intercostals (-), pulsasi iktus cordis tak tampak, warna kulit kuning (-).
Palpasi: Gerakan napas simetris, pulsasi iktus cordis teraba di ICS V linea midclavikula sinistra.
Perkusi: Sonor di seluruh lapang paru.
Auskultasi
Cor: S1S2 tunggal, reguler, murmur (-), gallop (-).
Pulmo: Bronkovesikuler (+/+), rh (-/-), wh (-/-).
PLANNING
Terapi Pemeriksaan
•O2 canul 1-2 Lpm. •Saturasi oksigen setiap hari
•Kebutuhan cairan •GDS setiap hari
•100cc/kgBB/hari : 100 x 2,78 : 278 cc/hari Infus •Foto rontgen thoraxTerapi
D10%
• 11,58 tetes mikro/menit
•Injeksi ampicillin 150 mg/ 12 jam
•Injeksi gentamicin 15 mg/ 24 jam
•Observasi kondisi umum & tanda vital; jaga
kehangatan (suhu: 36,5-37,5 ˚C).
EVALUASI

• Pasien dapat mempertahankan jalan nafas dengan bunyi


nafas yang jernih dan ronchi (-)
• Pasien bebas dari dispneu
• Mengeluarkan sekret tanpa kesulitan
• Memperlihatkan tingkah laku mempertahankan jalan nafas
• Pasien dapat memperlihatkan ventilasi dan oksigenasi yang
adekuat
• Bebas dari gejala distress pernafasan
• Pasien dapat menunjukkan keadaan volume cairan normal
dengan tanda tekanan darah, berat badan, urine output
pada batas normal.
• Pasien dapat mengungkapkan perasaan cemasnya secara
verbal
KESIMPULAN
• ARDS adalah Penyakit akut dan progressive dari kegagalan
pernafasan disebabkan terhambatnya proses difusi oksigen
dari alveolar ke kapiler (a-c block) yang disebabkan oleh karena
terdapatnya edema yang terdiri dari cairan koloid protein baik
interseluler maupun intra alveolar. Penyebabnya bisa penyakit
apapun, yang secara langsung ataupun tidak langsung melukai
paru-paru seperti: Pneumoni virus, bakteri, fungal; contusio
paru, aspirasi cairan lambung, inhalasi asap berlebih, inhalasi
toksin, menghisap O2 konsentrasi tinggi dalam waktu lama,
Sepsis, Shock, Luka bakar hebat, Tenggelam,dsb. Gejala
biasanya muncul dalam waktu 24-48 jam setelah terjadinya
penyakit atau cedera. SGPA(sindrom gawat pernafasan akut)
seringkali terjadi bersamaan dengan kegagalan organ lainnya,
seperti hati atau ginjal.
TERIMA KASIH