You are on page 1of 33

HISTOLOGIii

WIDYA PRATIWI - 1610211004


SISTEM PERNAPASAN

• Saluran pernapasan atas:


sinus, kavum nasi, faring
• Saluran pernapasan bawah:
laring, trakea, bronkus, paru
• Bagian konduksi (menjaga keadaan udara inspirasi sebelum masuk ke
paru) : rongga hidung, nasofaring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus,
bronkiolus terminalis
• Bagian Respiratorik (pertukaran gas): bronkiolus respiratorius, ductus
alveolaris, alveoli
Sel-Sel Respiratorik
• Sel basal: sel yg tidak sampai ke permukaan lumen, dapat membelah,
terdapat di trakea hingga bronkiolus, >>> trakea & bronki ekstrapulmonal
• Sel sikat: tidak banyak, absorbsi cairan
• Sel bersilia: terbentuk dari 9 aksonema & 1 aksonema spesial. Setiap
aksonema diikat oleh dynein
• Sel goblet: sel mukus yg menggembung & berisi granula sekretorik, sekresi
musinogen
• Serous sel: lebih banyak di daerah cephalad (kepala) dibanding di daerah
distal
• Sel Clara: sel epitel yg tidak bersilia pd bronkiolus terminalis, mensekresi
sekret yg memetabolisme toksin
• Sel Kulchitsky: sel endokrin, tdd dari granula neurosekretori yg membuat
peptida aktif
RONGGA HIDUNG
Terdiri dari:
• Naresepitel berlapis gepeng dengan
lapisan tanduk
• Vestibulumepitel berlapis gepeng
tanpa lapisan tanduk dan beralih
menjadi epitel respiratorik, memiliki
kel. Keringat & sebasea, vibrisia
• Septum nasi oseosa
• Concha: media-inferior epitel
respiratorik
superior epitel olfaktorik
RONGGA HIDUNG
EPITEL OLFAKTORIUS
• Sel basal: kecil, membentuk membran basal
• Sel penyokong: kolumnar, mikrovili
• Neuron olfaktorius: neuron bipolar, inti terletak diantara sel basal &
penyokong

Silia panjang nonmotil merespon zat pembau potensial aksi mengalir


di sepanjang akson lamina propria foramina di lamina crimbiformis
ossis ethmoidalisotak (saraf kranial I)bersinaps dengan neuron lain
di bulbus olfaktorius
SINUS & NASOFARING
• Sinus: rongga bilateral di tulang frontal, maksila, ethmoid, sfenoid
sel epitel respiratorik & sedikit sel goblet
berhubungan dengan hidung, sehingga mukus dapat
berpindah ke silia dengan dorongan silia
• Nasofaring: sel epitel respiratorik
bermuara di tuba eustachius
tonsila pharyngealis di media
LARING
Saluran kaku yang tdd:
• kartilago hialin (tiroid, krikoid, cartilago arytenoid inferior)
• kartilago elastin (epiglotis, cuneuformis, cornikulatum, cartilago
arytenoid superior)

• Menjaga jalur napas agar tetap terbuka


EPIGLOTIS
• Pada permukaan lingual: epitel berlapis gepeng
• Permukaan faringeal: epitel berlapis gepeng (apikal) epitel bertingkat silindris
bersilia
• Lamina propria: kel. Campuran mukosa & serosa

• Dibawah epiglotis terdapat 2 pasang lipatan ke lumen laring


Atas: plica vestibularis (pita suara palsu) tdd sel respiratorik, kel. Seromukosa
Bawah: plica vocalis (pita suara sejati) tdd epital skuamosa berlapis

• Berkas serat elastin paralel (ligamentum voocalis)


• Berkas otot rangka (m. Vocalis)
TRAKEA
• 12-14 cm
• Mukosa respiratokis
• 16-20 cincin kartilago hialin
• Lamina propria: kel. Seromukosa
• Keseluruhan organ dilapisi oleh adventisia
PULMO
Bronkus primer  bronkus sekunder (lobaris)  Bronkus tersier
(segmental)  bronkiolus  bronkiolus terminalis  bronkiolus
respiratorius  ductus alveolaris  alveolus

Pada paru kanan terbentuk 3 lobus, pada paru kiri terbentuk 2 lobus.
Setiap lobus paru dilapisi oleh jar. Ikat tipis
PLEURA
Membran serosa yang melapisi permukaan paru & rongga toraks

Pleura viseralis : melekat pada paru


Pleura parietalis: melapisis dinding toraks

Rongga pleura: antara p. viseralis & p. Parietalis, dilapisi oleh sel


mesotel, terdapat cairan yg ber fx. sebagai pelumas
BRONKUS PRIMER
• Bercabang
• Mengecil hingga berdiameter 5 mm
• Mukosa respiratorik
• Lamina propria: otot polos tersusun spiral, serat elastin, >> Kel. Serosa
& mukosa, >> limfosit
• Semakin ke bawah cincin kartilago  lempeng kartilago hialin
• Semakin ke bawah semakin >> serat elastin, MALT, otot polos &
<<<kartilago & jar. Ikat hialin
Bronkus Segmental
BRONKIOLUS
• Berdiameter 5mm atau kurang
• Tidak ada kartilago & kelenjar dalam mukosanya
• Epitel bertingkat silindris bersilia (atas)  epitel selapis silindris
bersilia atau epitel selapis kuboid (bawah)
• Lamina propria: otot polos & serat elastin
• Sel Clara
• Sel neuroendokrin
• Badan neuro epitel
Bronkiolus
Bronchiolus
Terminalis
BRONCHIOLUS RESPIRATORIUS
• Percabangan dari bronkiolus terminalis
• Daerah peralihan konduksi & respiratorik
• Epitel kuboid bersilia & sel Clara
• >>> alveolus
• Muara alveolus : epitel bronkiolus menyatu dengan epitel alveolus
tipe I
• Otot polos & jar. Ikat elastis dibawah epitel bronchiolus respiratorius
DUCTUS ALVEOLUS
• Dilapisi oleh sel epitel gepeng
• Lamina propria: anyaman serat otot polos (menghilang di ujung distal
ductus alveolaris), serat elastin & kolagen
• Bermuara ke saccus alveolaris: tdd serat elastin & retikular
ALVEOLI
• ± 300 Juta  Memperluas permukaan paru
• Terdapat di bronchiolus respiratorius, ductus alveolaris, saccus
alveolaris
• Septum intraalveolus : menghubungkan beberapa alveoli
• Sawar darah-udara (membran respiratorik)
1. Lapisan permukaan dan sitoplasma alveolus
2. Lamina basal yg menyatu dari sel alveolus & sel endotel kapiler
3. Sitoplasma sel endotel
ALVEOLI
• Sel alveoli tipe I
Tipis, melapisi permukaan alveolus (97%), epitel selapis gepeng,
organel dan inti terpusat, sitoplasma pinositotik, taut erat & desmosom

• Sel alveoli tipe II


Letak : diantara alveoli tipe I dihubungkan dgn taut erat & desmosom,
bundar, 2-3 sepanjang permukaan alveolus, sitoplasma bervesikel /
berbusa (badan lamela)

• Makrofag alveolus