You are on page 1of 41

THT

Anatomi telinga
PEMERIKSAAN THT
• Telinga Jenis tuli Rinne Weber Schawabach
– Inspeksi Tuli + Lateralisasi ke Memendek
– Palpasi sensorineural sisi sehat dibanding
– Otoskopi pemeriksa
– Garpu tala Tuli konduktif - Lateralisasi ke Memanjang
• Hidung sisi sakit dibanding
pemeriksa
– Inspeksi
– Palpasi
– Rinoskopi anterior
– Sinus paranasal
• Tenggorok
– Inspeksi
TELINGA
• Kasus yang sering ditemukan
– Serumen prop
– Otomikosis
– Otitis eksterna
– OMA
– OMSK
– OME
– Prebiakusis
– Sudden deafness
– NIHL
– BPPV
– Meniere disease
SERUMEN PROP
• Sumbatan serumen mengakibatkan
klinis tuli konduktif.
• Keluhan lain : telinga rasa penuh, gatal,
tinitus
• Tx :
– Irigasi toilet
– Serumen yang lembek : dibersihkan dengan
kapas yang dililit pada pelilit kapas
– Serumen yang keras dikeluarkan dgn
pengait / pinset, jika tidak bisa :
– Beri karbogliserin 10% ear drops 3x5 tetes
selama 3 hari utk melunakkan serumen

Serumen dianjurkan dikeluarkan setiap 6-12 bulan sekali


OTOMIKOSIS
• Otitis eksterna yang disebabkan oleh
jamur
• Mikosis pembengkakan
pengelupasan epitel superfisial
penumpukan debris hifa + supurasi
& nyeri
• Gejala
– Gatal
– Otalgia & Otorrhea
– Telinga rasa penuh
– Kurangnya pendengaran
• FR : telinga lembab
• Tx :
– Ear toilet
– Obat anti jamur topikal
• Nystatin (efektif utk Candida sp)
• Miconazole (efektif utk Aspergillus
sp)
– Asam asetat 2% dalam alkohol sebagai
keratolitik
OTITIS EKSTERNA
Infeksi telinga luar akibat • Tx :
bakteri, jamur, virus – Polimyxin B ear ointment
1. Otitis eksterna 3x1 appl, atau
sirkumskripta : furunkel – Kloramfenikol 5% ear
“bisul” di 1/3 liang telinga drops 3x2 tetes
luar. Penyebab : S. aureus, – Paracetamol 3x500 mg
S. albus
2. Otitis eksterna difusa : – Jika infeksi cukup berat,
seluruh liang telinga luar beri antibiotik oral
bengkak. Penyebab :
pseudomonas sp.
3. Otitis eksterna maligna :
otitis eksterna yang
menyebabkan parese N.
VII & destruksi tulang
temporal .
– FR : DM, imunocompromised
– Penyebab : P. aeruginosa
Otitis Media Akut (OMA)
• Infeksi telinga tengah yang 3. Supurasi : membran
sebagian besar diakibatkan timpani menonjong
oleh S. pneumonia, H. (bulging), nyeri hebat +
influenzae . demam
• Salah satu penyebab 4. Perforasi : ada perforasi
demam pada anak yang membran timpani, sekret
cukup sering. mengalir keluar, nyeri &
demam berkurang
OMA dibagi menjadi 5 5. Resolusi : sekret
stadium: mengering, perforasi
1. Oklusi : retraksi membran membran timpani
timpani. PF : cone of light membaik
(-)
2. Hiperemis : membran
timpani hiperemis
OMA
• Tx : • Stadium supurasi :
• Stadium oklusi & Miringotomi
hiperemis : • Stadium perforasi : Cuci
– Dekongestan telinga dengan H2O2 3%
(Pesudoefedrin HCl) selama 3-5 hari
– Amoxicillin 3x500 mg (anak
: 50 mg/kg/hari 3xsehari)
selama 5-7 hari
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)
• Kelanjutan dari OMA yang • Tx
tidak mengalami resolusi • OMSK benigna : konservatif /
sempurna. medikamentosa
• Keluar sekret >6 minggu – Cuci telinga dengan H2O2 3%
(hilang timbul atau terus selama 3-5 hari
menerus), membran timpani – Ofloxacin 0,3% ear drops 2x4
perforasi, penurunan tetes (diamkan 30 menit)
pendengaran – Amoxicillin 3x500 mg selama 7
hari
• Terdapat 2 tipe : • OMSK maligna : Pembedahan
– Mastiodektomi dengan atau
– OMSK benigna tanpa timpanoplasti
• Perforasi sentral
– OMSK maligna
• Perforasi attic atau
perifer, terdapat
kolesteatoma
OTITIS MEDIA EFUSI (OME)
• Transudasi cairan serosa • Tx :
(non-infeksi) di telinga – Self limiting dalam 3 bulan.
tengah. – Jika tdk ada perbaikan,
• Penyebab : kelanjutan OMA, miringotomi  pasang pipa
Grommet
disfungsi tuba, barotrauma
– Dekongestan dapat diberikan
• Keluhan :
– Telinga terasa penuh, tanpa
rasa nyeri
• PF :
– Cone of light (-), membran
timpani tampak suraf / doff
namun tidak hiperemis,
mobilitas terganggu (tes
Toynbee/Valsava negatif)
PRESBIAKUSIS
• SNHL frekuensi tinggi mulai dari ≥1000 Hz
• Usia >65 thn
• Bilateral
• Akibat proses degenerasi
• Tx :
– ABD (hearing aid)
NOICE INDUCED HEARING LOSS (NIHL)
• SNHL pada frekuensi • Tx :
3000-4000 Hz – Pindah tempat kerja jika
• Terjadi akibat pajanan bisa
bising jangka lama – Jika tidak bisa, selalu
gunakan ear plus, ear muff,
• PF : helmet
– Garputala : SNHL – ABD (hearing aid)
– Audiometri : khas “notch” – Jika tuli total bilateral 
pada frekuensi 4000 Hz Cochlear implant
SUDDEN DEAFNESS
• SNHL 30 dB atau lebih • Evaluasi pendengaran
pada paling sedikit 3 fr dilakukan per minggu
berturut-turut & selama 1 bulan
berlangsung <3 hari. – Sangat baik : perbaikan >30
• Penyebab : dB pada 5 fr
– Iskemia koklea – Sembuh : perbaikan <30 dB
pada 250, 500, 1000, 2000
– Virus : parotitis, campak, Hz & <25dB pada fr 4000
varicella, variola, influenza Hz
B
– Baik : perbaikan 10-30 dB
pada 5 fr
– Tidak ada perbaikan :
perbaikan <10 dB pada 5 fr
OTOTOXIC DRUG
• Aminoglikosida • Kerusakan yg
(streptomisin, neomisin, ditumbulkan
kanamisin, gentamisin, – Degenerasi stria vaskularis
eritromisin) – Degenerasi sel epitel
• Loop diuretic sensori organ corti
(Furosemide) – Degenerasi sel ganglion
sekunder
• NSAID (Salisilat & Aspirin)
• Antimalaria (Kina &
Klorokuin)
• Antitumor (Cisplatin &
Karboplatin)
BENIGN PAROXYSMAL
POSITIONAL VERTIGO (BPPV)

• Vertigo yang terjadi akibat


lepasnya otolit dari utriculus
ke kanalis semisirkularis,
paling sering ke posterior.
• Vertigo saat perubahan
posisi kepala, sangat berat
namun hanya singkat (<1
menit), disertai nistagmus.

• Dx : manuver Dix-Hallpike

• Tx : manuver Epley atau


Brand-daroff
Brand-daroff
Penyakit Meniere
• Hidrops endolimfe • Tx :
(kelebihan cairan pada – Simptomatik : diazepam
endolimfe) kanalis saat serangan.
semisirkularis – Diuretik (HCT atau
furosemide)
• Trias :
– Kortikosteroid (oral atau
– Vertigo
injeksi intratimpani) utk
– Tinitus pengendali
– SNHL pada nada rendah – Diet rendah garam
HIDUNG
• Kasus yang sering ditemukan :
– Epistaksis
– Rhinitis
• Alergi
• Vasomotor
• Medikamentosa
– Sinusitis
– KNF
– Angiofibroma juvenile
EPISTAKSIS
• Epistaksis anterior • Epistaksis posterior
– Perdarahan dari pleksus – Perdarahan dari a.
Kisselbach, a. ethmoidalis ethmoidalis posterior, a.
anterior sfenopalatina
– FR : mengorek hidung, infeksi – Darah akan tampak menetes
– Tx : ke belakang tenggorok
• Tekan hidung 15 menit – FR : hipertensi, tumor
 kaustik dengan – Tx :
AgNO3 25-30% jika • Tampon posterior
sumber perdarahan (Bellocq) selama 3 hari +
terlihat  tampon tampon anterior
anterior (dengan
pelumas vaselin/salep
antibiotik +epinefrin)
selama 2 hari
RHINITIS ALERGI
• Bersin berulang, rinorea, • Tx :
hidung gatal dominan, – Pseudoefedrin HCl 4x60
dapat disertai konjungtivitis, mg( anak: 4
hiposmia, post-nasal drip. mg/kg/hari)
Gejala pagi hari dominan
– Cetirizine 1x10 mg
• PF :
– Oxymetazoline 0,05%
– Allergic shiners, allergic nasal spray 2x2 spray,
crease, allergic salute max 3 hari
– Mukosa edema yg
pucat/livide, sekret cair
• Penunjang :
– Uji cukit kulit (skin prick test)
+
– Eosinofil & IgE total tinggi
• Kriteria ARIA utk Rhinitis
Alergi
• Sifat :
– Intermiten : <4
hari/minggu atau <4
minggu
– Persisten : ≥4 hari/minggu
& ≥4 minggu
• Beratnya penyakit :
– Ringan : tidak ada
gangguan aktivitas
– Sedang-berat : ada ggn
aktivitas, olahraga &
istirahat
RHINITIS VASOMOTOR
• Non-alergi, terjadi karena • Penunjang :
hiperaktif saraf – Skin prick test (-)
parasimpatis – IgE & eosinofil tidak
• Keluhan mirip rinitis meningkat
alergi, namun hidung • Tx :
tersumbat yang – Hindari pencetus
dominan, bergantian kiri- – Simptomatik : dekongestan
kanan, sesuai perubahan oral atau topikal.
posisi. – Apabila sangat berat
• Pemicu non-spesifik : pertimbangkan operasi &
neurektomi n. vidianus
udara dingin, bau,
parfum, lembab,
emosional
RHINITIS MEDIKAMENTOSA
• Gangguan respon akibat • Tx :
penggunaan – Hentikan obat
vasokonstriktor topikal vasokonstriktor topikal
(semprot hidung) – Kortikosteroid oral dosis
tinggi jangka pendek
• Gejala utama : hidung
atau dekongestan oral
tersumbat + riw
penggunaan obat
semprot hidung jangka
lama
SINUSITIS
• Inflamasi sinus paranasal • PF : nyeri pada muka, sekret
akibat infeksi terutama viral & hidung purulen, post-nasal
bakteri dengan ggn klirens drip, demam.
mukosiliar.
• Penyebab tersering : S. • Gold standart dx : CT-scan
pneumoniae, H. influenzae, M.
catarrhalis
• FR : ISPA, polip hidung, infeksi • Alternatif (Ro) 
gigi (mollar 2/3). perselubungan, air fluid level
& penebalan mukosa
– Waters : sinus maxilla
• Sinusitis akut : <4 minggu – Schedel AP & lateral : sinus
• Subakut : 4 minggu – 3 bulan frontal, sfenoid, maxilla &
etmoid
• Kronik : >3 bulan – Caldwell : sinus frontal
• Tx :
– Sinusitis akut :
simptomatik
(dekongestan, analgetik),
antibioitik jika bakterial
(koamoxiclav)
– Sinusitis kronik : jika
tidak responsif thd
antibiotik  bedah sinus
endoskopi fungsional
(FESS)
KARSINOMA NASOFARING (KNF)
• Penyebab : infeksi virus EBV, • Gold standart : biopsi
konsumsi makanan pengawet nasofaring
(nitrosamin), iritasi bahan • Px penunjang :
kimia, herediter. – CT-scan
• Tempat predileksi tumor : – Serologi IgA anti EA & IgA anti
fossa Rossenmuller VCA untuk EBV
• Tx :
• Gejala : – Radioterapi (paling utama) +
– Nasofaring : epistaksis ringan, kemoterapi pada fase lanjutan.
sumbatan hidung
– Telinga : tinitus, otalgia
– Mata : diplopia akibat parese
N. III, IV, VI
– Saraf : Neuralgia trigeminal,
destruksi tulang tengkorak
ANGIOFIBROMA JUVENILE
• Tumor jinak pembuluh • Px penunjang :
darah nasofaring, – CT-scan & arteriografi
memiliki kemampuan • Tx :
destruksi tulang. – Operasi
• Ditemukan pada – Hormonal & radioterapi
anak/remaja laki-laki
• Keluhan :
– Hidung terumbat progresif
– Epistaksis masif berulang
• PF : rinoskopi posterior :
– Massa kenyal, warna abu
hingga merah muda.
TENGGOROK
• Kasus-kasus yang sering ditemukan :
– Tonsilitis
– Faringitis
– Laringitis
– Abses peritonsil
TONSILITIS
• Etiologi : virus, bakteri • Tx :
paling sering – Makanan lunak & tidak
• Tonsilitis akut mengiritasi
– Sering didahului common – Povidone iodine gargline 3x
cold garg
– Keluhan : nyeri tenggorok & – Paracetamol 3x500 mg
nyeri menelan, demam – Amoxcillin 50 mg/kg/hari 3
– PF : tonsil membesar sehari atau 3x500 mg utk
hiperemis, dapat ditemukan dewasa
detritus – Jika curiga virus :
• Metisoprinol 60-100
• Tonsilitis kronik mg/kg/hari 4xsehari
– PF : permukaan tonsil tampak
tidak rata, kripta melebar, &
beberapa kripta dapat terisi
oleh detritus
• Indikasi tonsilektomi :
– Serangan tonsilitis >3x / tahun walau telah diterapi
– Maloklusi gigi  ggn pertumbuhan orofasial
– OSA
– Abses peritonsil yg tdk hilang dengan pengobatan
– Halitosis
– Curiga keganasan
– OME / OMSA
TONSILITIS DIFTERI
• Infeksi C. • Tx :
diphtheriae. Infeksi – Antibiotik (eritromisin), ADS
pada anak-anak yang (anti difteri serum)
tidak mendapatkan – Suportif (antipiretik, intubasi
imunisasi DPT jika ancaman gagal nafas)
– Vaksinasi setelah pasien
• Keluhan : demam, sembuh
nyeri tenggorok,
disfagia, sesak nafas
• PF :
– Pseudomembran
berwarna bau-abu,
mudah berdarah jika
disentuh.
– Bull’s neck
appearance
(pembesaran KGB
leher)
FARINGITIS LARINGITIS
• Etiologi : virus, bakteri • Etiologi : virus,
• Keluhan : demam, bakterial, vocal misuse,
odinofagia eksposur bahan
• PF : faring hiperemis (+) kimia/asam lambung
• Tx : • Keluhan : batuk,
demam, odinofagia
– Makanan lunak
dengan khas suara
– Imunomodulator
serak/hilang
– Antibiotik
• Tx :
– Istirahat suara
– Imunomodulator
– Jika perlu antibiotik
ABSES PERITONSIL “Quincy”
• Komplikasi dari tonsilitis
yang tidak teratasi
dengan baik.
• Demam, nyeri tenggorok,
disfagia, hot potato voice.
• Tampak uvula terdorong
ke sisi kontralateral.
• Tx :
– Insisi & drainase abses +
beri antibiotik