You are on page 1of 14

BAB 10

PRINSIP-PRINSIP KEPEMIMPINAN DLAM


ISLAM
OLEH:
1. Shindie Rosali S (1408010060)
2. Nailassifa (1408010061)
3. Rima Astikah (1408010062)
4. Athalah C. Is (1408010063)
5. Rina Raya S (1408010064)
6. Bayu Puryanto (1408010065)
7. Kiki Zakia Aulia (1108010059)
BAB 10
PRINSIP-PRINSIP KEPEMIMPINAN DLAM ISLAM
Dalam sejarah kehidupan manusia, telah muncul konsepsi
tentang kepemimpinan. Bagaimana Nabi Adam memimpin
Hawa dan keturunannya didunia setelah diusir dari syurga.
Nabi Muhammad selain sebagai seorang utusan Rasul yang
menyampaikam ajaran-ajaran agama tetapi juga seorang
kepala Negara dan kepala rumah tangga.
Nabi memberikan contoh bagaimana seorang pemimpin
menyelesaikan persoalan-persoalan pribadi maupun sosial
kemasyarakatan berdasarkan musyawarah untuk tercapainya
kemaslahatan.
A. PENDAHULUAN
• Pemimpin memiliki tempat yang sangat sentral
dan strategis dalam berbagai urusan. Oleh karena
itu, untuk memilih dan mencari pemimpin
hendaknya kita harus hati-hati dan
cermat.kesalahan dalam memilih pemimpin akan
berakibat fatal. Islam melalui Al-Quran dan
Assunnah telah memberikan pedoman dan
tuntunan kepada kita bagaimana hendaknya kita
memilih pemimpin.
B. PENGERTIAN KEPEMIMPINAN
• Dalam Islam pemimpin disebut dengan Khalifah. Pemimpin
menurut pandangan Islam tidak hanya menjalankan roda
pemerintahan begitu saja namun seorang pemimpin harus
mewajibkan kepada rakyatnya untuk melaksanakan apa
saja yang terdapat dalam syariat Islam walaupun bukan
beragama Islam. Serta mempengaruhi rakyatnya untuk
selalu mengikuti apa yang menjadi arahan dari seorang
pemImpin.
• Adapun kepemimpinan dalam islam menurut muhadi
zainudin adalah sebuah kepemimpinan yang
mempraktekan nilai-nilai ajaran islam , terlepas apakah
pelakunya seorang muslim atau tidak. Dengan demikian
kepemimpinan islam disani adalah kemampuan untuk
menggerakan orang lain secara bersama-sama untuk
mencapai tujuan dengan tinjauan al-quran.
C. SYARAT-SYARAT KEPEMIMPINAN
• Pemimpin dan Kepemimpinan mengatakan bahwa pemimpin itu
harus mempunyai kelebihan, yaitu:
• 1. Kapasitas meliputi: kecerdasan, kewaspadaan, kemampuan
berbicara dan kemampuan menilai.
• 2. Ilmu pengetahuan yang luas
• 3. Tanggungjawab, mandiri, berinisiatif, tekun, ulet, percaya
diri, agresif, dan punya hasrat untuk unggul.
• 4. Partisipasif aktif, memiliki sosialbilitas tinggi, mampu
bergaul, kooperatif, atau suka bekerja sama, mudah
menyesuaikan diri, punya rasa humor.
• 5. Status meliputi kedudukan sosial-ekonomi yang cukup
tinggi, populer, tenar (Kartono, 1994).
• Dalam buku MANAJEMEN PEMERINTAHAN yang
ditulis oleh Inu Kencana seorang pemimpin harus
mempunyai sifat kepemimpinan, sifat tersebut
sebagai berikut:
• 1. Kemampuan untuk melihat organisasi secara
keseluruhan
• 2. Kemampuan untuk mendelegasikan wewenang
• 3. Kemampuan untuk memerintahkan kesetiaan
• 4. Kemampuan untuk membuat keputusan
(Kencana, 1998).
D. LARANGAN MENJADIKAN ORANG KAFIR
SEBAGAI PEMIMPIN.
• Allah melarang kita untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai
pemimpin, Artinya selama masih ada orang mukmin dilarang
mengambil orang kafir sebagai pemimpin, karena orang-orang kafir
merupakan musuh-musuh Allah dan juga musuh bagi orang yang
beriman
• Akibat memilih orang kafir menjadi pemimpin, menurut Al-Quran
antara lain :
• 1. Lepas dari pertolongan Allah
• 2. Akan mendapatkan siksa Allah
• 3. Akan memperoleh kemudharatan
• 4. Akan membuat orang yang beriman menjadi susah
• 5. Akan mengembalikan kita kepada kekafiran
• 6. Merugikan orang-orang yang beriman
• 7. Termasuk golongn munafik
• 8. Termasuk orang-orang yang Dzalim.
E. KARAKTER PEMIMPIN DALAM ISLAM
• Karakter pemimpin Islam yang utama adalah sebagaimana
sifat-sifat yang dimiliki Rasulullah SAW, yaitu shiddiq
(benar), amanah (dapat dipercaya), Tabliq (menyampaikan)
dan Fathanah (Cerdas).
• Disamping itu Al-Quran juga memberikan rambu-rambu
tentang karakter pemimpin Islam yang baik, antara lain:
• 1. Orang yang dalam kehidupannya selalu menempuh
jalan yang ditetapkan oleh Allah untuk dirinya dan
pengikutnya yaitu dalam surat Al An’am, 6 : 153
• 2. Orang yang tidak dilalaikan oleh peniagaan dan jual
beli (termaksuk salam segala aktivitasnya) dari menginggat
Allah swt seperti dalam Al- Qur’an surat An Nur, 24 : 37)
• 3. Konsisten (QS Ash Shaff, 61 : 2-3)
• 4. Beriman, bertaqwa kepada Allah (QS Ali Imran, 3 : 102)
• 5. Senantiasa berpegang teguh pada islam, dan menjaga persatuan
dan kesatuan. (QS Ali Imran, 3 : 103)
• 6. Menggerakan dan memantapkan organisasi, dengan membentuk
kelompok umat dakwah amar ma’ruf nahu munkar. (QS Ali
Imran, 3 : 104)
• 7. Mampu mempengaruhi dan menggerakan pengikutnya dari
mana saja untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan.
(QS Al Baqarah, 2 : 148)
• 8. Senantiasa menggerakan keadilan, menjadi saksi karena Allah.
(QS Al Maidah, 5 : 8)
• 9. Mampu meninggalkan perbuatan sia sia, tidak mau menjadi saksi
palsu, tidak tuli dan buta terhadap peringatan Allah. (QS Al
Furqan, 25 : 72-73)
• 10. Ada kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakan
mentalitas untuk saling membantu dalam masalah-masalah
kebajikan dan sebaliknya tidak mau bekerjasama dalam hal
kejahatan dan dosa. (QS Al Maidah, 5 : 2)
• 11. Memiliki kelebiha ilmu kesehatan dan kekuatan jasmani.
• 12. Senantiasa mengajak ke jalan Allah, beramal sholeh dan
berserah diri kepada Allah. (QS Fushilat, 41: 33)
• 13. Bijaksana . (QS Al Baqarah, 2 : 260 dan An-Nahl, 16 : 125)
• 14. Adil dan jujur (QS An-Nisa, 4 : 58; dan Al-Maidah, 5 : 8)
• 15. Memiliki kemampuan menahan diri, sabar, menguasai emosi,
lemah lembut, penyantun, rendah diri, dan bertawakal kepada
Allah SWT. (QS Ali Imran, 3 : 159 dan Surat AL-Hijr, 15 : 88)
• 16. Suka bermusyawarah, buka seorang yang otoriter. (Surat Ali
Imran, 3 : 159 dan Surat AS-Syura, 42: 38)
• 17. Memiliki keberanian atau pemberani ( Saja’ah) (QS Ali Imran, 3:
172-173)
• 18. Memiliki sikap istiqomah (QS Al-Ahqaf, 46: 13)
• 19. Ikhlas dan rela berkorban (QS Al-Hajj, 22: 37, Surat Al-Bayinah,
98: 5)
• 20. Memiliki sifat qona’ah, kesederhanaan.
• 21. Tawaddu (rendah hati), tidak sombong.
• 22. Paham terhadap kondisi dan keadaan umat.
KESIMPULAN
• Dari teori diatas kami menyimpulkan kepemimpinanan itu :
• 1. Pemimpinan menurut islam adalah orang yang bertugas
menegakkan syariat Allah SWT, memimpin kaum
muslimin untuk menyempurnakan penyebaran
syariat Islam dan memberlakukan kepada seluruh
kaum muslimin secara wajib, sebagai pengganti
kepemimpinan Rasulullah SAW.
• 2. Kepemempinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi
perilaku orang lain agar mereka mau diarahkan
untuk mencapai tujuan tertentu.
• 3. Untuk menjadi pemimpin tidaklah mudah harus
memenuhi syarat terutama dalam islam.
• 4. Pada kepemimpinan dalam Islam harus memiliki
karakter pemimpin Islam yang utama, yaitu :
sebagaimana sifat-sifat yang dimiliki Rasulullah
SAW, yaitu shiddiq (benar), amanah (dapat
dipercaya), Tabliq (menyampaikan) dan Fathanah
(Cerdas).
• 5. kita dilarang mengambil orang kafir sebagai
pemimpin, karena orang-orang kafir merupakan
musuh-musuh Allah dan juga musuh bagi orang
yang beriman
DAFTAR PUSTAKA

• Kartono,Kartini. 1985. Pemimpin Dan Kepemimpinan.


Jakarta: CV Rajawali Tahun

• Taniredja, Tukiran. 2009. Pendidikan


Kewarganegaraan. Bandung : Alfabeta

• Mustafa Basri, Senin 21 Maret 2011. Kepemimpinan


Dalam Islam.
http://kepemimpinandalamislam.blogspot.com/
(Diakses Hari Rabu, 25 Maret 2015)
TERIMAKASIH