You are on page 1of 23

Oleh:

Putri Meila Sari


1210070100167

Pembimbing:
dr. IGM Afridoni, Sp. A
Kejang Demam

Defenisi
 Bangkitan kejang anak berumur 6 bulan - 5 tahun
 Demam > 38 C
 Tidak disebabkan oleh proses intrakranial.

1. Kejang: kenaikan suhu tubuh, bukan karena
gangguan elektrolit atau metabolik lainnya.
2. kejang tanpa demam sebelumnya  bukan kejang
demam.
3. Anak berumur antara 1-6 bulan mengalami kejang
demam: jarang. anak <6 bulan mengalami kejang
didahului demam, pikirkan kemungkinan lain,
terutama infeksi SSP.
4. Bayi < 1 bulan  kejang neonatus
epidemiologi

Kejang demam terjadi pada 2-5% anak berumur 6 bulan
– 5 tahun.
klasifikasi

1. Kejang demam sederhana (simple febrile seizure)
2. Kejang demam kompleks (complex febrile seizure)
Kejang Demam
sederhana

 berlangsung (kurang dari 15 menit),
 bentuk kejang umum (tonik dan atau klonik)
 tidak berulang dalam waktu 24 jam.
 Biasanya berlangsung kurang dari 5 menit dan
berhenti sendiri.
 80% di antara seluruh kejang demam
Kejang demam komplek

Kejang demam dengan salah satu ciri berikut:
1. Kejang lama (>15 menit)
2. Kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang
umum didahului kejang parsial
3. Berulang atau lebih dari 1 kali dalam waktu 24 jam.

1. Kejang lama: kejang > 15 menit atau berulang > 2x,
antara bangkitan anak tidak sadar. terjadi pada 8%
kejang demam.
2. Kejang fokal adalah kejang parsial satu sisi, atau
kejang umum yang didahului kejang parsial.
3. Kejang berulang adalah kejang 2 kali atau lebih
dalam 1 hari, dan di antara 2 bangkitan kejang anak
sadar. Kejang berulang terjadi pada 16% anak yang
mengalami kejang demam.
Diagnosis

Anamnesis
 Adanya kejang, jenis kejang, kesadaran, lama kejang
 Suhu sebelum/saat kejang, frekuensi dalam 24 jam,
interval, keadaan anak pasca kejang, penyebab demam di
luar infeksi susunan saraf pusat
 Riwayat perkembangan, riwayat kejang demam dan
epilepsi dalam keluarga,
 Singkirkan penyebab kejang yang lain (misalnya
diare/muntah yang mengakibatkan gangguan elektrolit,
sesak yang mengakibatkan hipoksemia, asupan kurang
yang dapat menyebabkan hipoglikemia)
Pemeriksaan fisik

 Kesadaran: apakah terdapat penurunan kesadaran,
Suhu tubuh: apakah terdapat Demam
 Tanda rangsang meningeal : Kaku kuduk, Bruzinski
I dan II, Kernique, Laseque Pemeriksaan Nervus
kranial
 Tanda peningkatan tekanan intrakranial : ubun ubun
besar (UUB) membonjol , papil edema
 Tanda infeksi di luar SSP : ISPA, OMA, ISK, dll
 Pemeriksaan neurologi: tonus, motorik, Reflex
fisiologis, Reflex patologis.
Pemeriksaan penunjang

 Pemeriksaan labor: darah perifer, elektrolit dan gula
darah
 Punksi lumbal
 EEG
 Pencitraan: CT Scan atau MRI kepala
penatalaksanaan

 Saat kejang:
Diazepam 0,2-0,5 mg/kgBB, perlahan 2 mg/menit
Dosis maks 10 mg
Di rumah: diazepam rectal 0,5-0,75 mg/kgBB
Atau <12 kg: 5mg, >12 kg: 10 mg
Tidak berhenti ulangi tiap 5 menit, 2 kali tidak berhasil
dianjurkan ke RS
Saat demam

 Antipiretik
PCT: 10-15 mg/KgBB/Kali tiap 4-6 jam

 Antikonvulsan
Intermiten
Diazepam 0,3 mg/kgBB/kali per oralatau 0,5 mg/kgBB/kali
per rectal maks: 7,5 mg/kali, 3x sehari
Diberikan 48 jam pertama demam

Profilaksis intermiten diberikan pada kejang demam dengan
salah satu faktor risiko di bawah ini:
 Kelainan neurologis berat, misalnya palsi serebral
 Berulang 4 kali atau lebih dalam setahun
 Usia <6 bulan
 Bila kejang terjadi pada suhu tubuh kurang dari 39
derajat Celsius
 Apabila pada episode kejang demam sebelumnya, suhu
tubuh meningkat dengan cepat.

 Rumatan
Pengobatan rumat: kasus selektif & jangka pendek
Indikasi pengobatan rumat:
 Kejang fokal
 Kejang lama >15 menit
 Terdapat kelainan neurologis yang nyata sebelum atau
sesudah kejang, misalnya palsi serebral, hidrosefalus,
hemiparesis.

 Fenobarbital dan Asam valproate
 Obat pilihan Asalm valproate, 15-40 mg/kg/hari dibagi
dalm 2 dosis
 Fenobarbital 3-4 mg/kg/hari dalam 1-2 dosis

Lama pengobatan rumatan


1 tahun, tidak membutuhkan tappering off, namun
dilakukan pada saat anak tidak sedang demam.
prognosis

Kecacatan neurologis
 Umumnya baik,
 Kelainan neurologis pada kejang lama atau
berulang, baik umum maupun fokal.
 Gangguan recognition memory pada kejang lama
Kemungkinan
berulangnya kejang
demam

Faktor risiko berulangnya kejang demam adalah:
 Riwayat kejang demam atau epilepsi dalam keluarga
 Usia kurang dari 12 bulan
 Suhu tubuh kurang dari 39 derajat Celsius saat kejang
 Cepatnya kejang setelah demam
 Apabila kejang demam pertama merupakan kejang
demam kompleks.
Faktor risiko terjadinya
epilepsi

 Terdapat kelainan neurologis atau perkembangan
yang jelas sebelum kejang demam pertama
 Kejang demam kompleks
 Riwayat epilepsi pada orangtua atau saudara
kandung
 Kejang demam sederhana yang berulang 4 episode
atau lebih dalam satu tahun.
Indikasi rawat

 Kejang demam kompleks
 Hiperpireksia
 Usia dibawah 6 bulan
 Kejang demam pertama kali
 Terdapat Kelainan neurologis.