Вы находитесь на странице: 1из 10

SELULITIS

• Sering mengenai puncak • Penyebabnya adalah


hidung dan batang kuman Streptococcus sp.
hidung. Dan Staphylococcus sp.

• Dapat terjadi sebagai • Terapinya dengan


akibat perluasan furunkel antibiotika secara
pada vestibulum. sistemik dalam dosis
tinggi
• Pada pemeriksaan:
– Hidung bengkak
– Berwarna kemerahan
– Sangat nyeri
Selulitis
VESTIBULITIS
• Infeksi pada kulit vestibulum • Furunkel dapat terjadi pada
vestibulum nasi dan potensial
• Terjadi karena: berbahaya karena infeksi
dapat menyebar ke vena
– Iritasi sekret dari rongga hidung fasialis, vena oftalmika lalu ke
(rhinore) akibat inflamasi
mukosa yang menyebabkan sisnus cavernosus sehingga
hipersekresi sel goblet dan terjadi tromboflebitis sinus
kelenjar seromusinosa. cavernosus.
– Trauma karena dikorek-korek.
• Antibiotika dosis tinggi harus
• Sebaiknya jangan memencet selalu diberikan.
atau melakukan insisi pada
furunkel, kecuali jika sudah
jelas terbentuk abses.
Vestibulitis
RHINITIS SIMPLEKS
• Penyakit virus yg paling • Gejala dapat timbul sebagai akibat
menurunnya daya tahan tubuh.
sering ditemukan pd
manusia. • Pd stadium prodromal yg
berlangsung beberapa jam,
didapatkan:
• Sering disebut jg sebagai – Rasa panas, kering dan gatal di
selesma, common cold, dalam hidung
atau flu. – Timbul bersin berulang-ulang
– Hidung tersumbat
– Ingus encer
• Penyebabnya  beberapa – Demam
jenis virus, yg paling penting – Nyeri kepala
ialah rhinovirus. – Mukosa hidung tampak merah
dan bengkak.
Rhinitis Simpleks
RHINITIS HIPERTROFI
• Ialah hipertrofi untuk • Pd pemeriksaan ditemukan konka
menunjukkan permukaan mukosa yg hipertrofi terutama konka
hidung pd konka inferior yg inferior.
mengalami hipertrofi krn proses
inflamasi kronis yg disebabkan • Tujuan terapi  mengatasi
oleh infeksi bakteri faktor-faktor yg menyebabkan
primer/sekunder. terjadinya rhinitis hipertrofi.
• Konka inferior dpt jg mengalami • Terapi simptomatis untk
hipertrofi tanpa terjadi infeksi mengurangi sumbatan hidung
bakteri, misalnya lanjutan dr akibat hipertrofi konka dpt
rhinitis alergi &vasomotor. dilakukan kaustik konka dgn zat
kimia (nitras argenti atau
• Gejala utama  sumbatan trikloroasetat) atau dgn kauter
hidung & sekret biasanya banyak listrik
&mukopurulen.
Rhinitis Hipertrofi
RHINITIS ATROFI
• Merupakan infeksi hidung kronik • Teori mengenai etiologi dan
yang ditandai dengan adanya patogenesis rhinitis atrofi:
atrofi progresif pada mukosa & – Infeksi oleh kuman spesifik,
tulang konka. yang tersering ditemukan
adalah spesies Klebsiella,
terutama Klebsiella ozaena.
• Mukosa hidung menghasilkan Kuman lainnya yang juga sering
ditemukan adalah
sekret yang kental & cepat Staphylococcus sp.,
mengering  terbentuk krusta Streptococcus sp., dan
yang berbau busuk. Pseudomonas aeruginosa.
– Defisiensi Fe.
– Devisiensi vitamin A.
• Wanita >>, usia dewasa muda.
– Sinusitis kronik.
Sering ditemukan pada
– Kelainan hormonal.
masyarakat dengan tingkat sosial
– Penyakit kolagen, yang
ekonomi yang rendah dan termasuk penyakit autoimun.
sanitasi lingkungan yang buruk.
Rhinitis Atrofi